Dalam penelitian ilmiah, peneliti sering menentukan bagaimana cara memilih responden yang tepat untuk mendapatkan data yang valid. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan adalah non probability sampling.
Dalam artikel ini, Parafrase Indonesia akan memberikan informasi lengkap terkait non probability sampling. Jadi pastikan untuk membaca artikel berikut hingga akhir agar Anda bisa mendapatkan setiap informasi yang dibutuhkan secara keseluruhan.
Baca Juga: Teknik Analisis Data: Pengertian, Fungsi, Jenis dan Metode
Daftar Isi
ToggleApa Itu Non Probability Sampling?
Non Probability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang yang sama kepada setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel penelitian.
Peneliti memilih responden berdasarkan pertimbangan tertentu, tujuan penelitian, atau ketersediaan subjek. Dalam praktiknya, peneliti tidak melakukan pemilihan secara acak seperti pada probability sampling.
Non Probability Sampling Menurut Para Ahli
Beberapa ahli metodologi penelitian menjelaskan konsep ini dengan penekanan yang berbeda, namun tetap memiliki inti yang sama.
- Sugiyono menjelaskan bahwa non probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang sama kepada seluruh populasi.
- Creswell menekankan bahwa teknik ini sering digunakan dalam penelitian kualitatif untuk memahami fenomena secara mendalam.
- Neuman menyebut bahwa peneliti menggunakan pertimbangan subjektif dalam memilih responden yang dianggap paling relevan.
Dari berbagai pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa peneliti lebih mengutamakan relevansi data dibandingkan representasi statistik.
Baca Juga: Bagaimana Cara Menentukan Topik Penelitian Ilmiah yang Sesuai?
Ciri-Ciri Non Probability Sampling
Peneliti dapat mengenali teknik ini melalui beberapa karakteristik berikut:
- Peneliti tidak memilih sampel secara acak
- Peneliti menentukan responden berdasarkan tujuan penelitian
- Data tidak selalu mewakili seluruh populasi
- Peneliti lebih fokus pada kedalaman informasi
- Proses pengambilan sampel berlangsung lebih cepat dan fleksibel
Ciri-ciri ini menunjukkan bahwa pendekatan ini lebih cocok untuk penelitian yang membutuhkan eksplorasi daripada generalisasi.
Baca Juga: Indikator Penelitian: Definisi hingga Cara Menentukan
Parafrase Indonesia memiliki E-Book menulis Buku Monograf yang bisa bisa adna download secara gratis untuk memudahkan dalam kepenulisan dan menulis buku monograf
Jenis-Jenis Teknik Non Probability Sampling
Dalam pemilihan sampel tidak acak, terdapat beberapa teknik yang bisa Anda gunakan ketika ingin mengumpulkan sumber data jenis ini. Adapun beberapa teknik yang bisa digunakan untuk memilih non probability sampling adalah.
1. Convenience Sampling
Convenience sampling adalah teknik pertama yang bisa Anda gunakan ketika mengumpulkan sampel tidak acak. Pemilihan sampel dengan teknik ini dilakukan berdasarkan kemudahan atau keterjangkauan akses dari populasi yang digunakan.
Ketika menggunakan teknik ini dalam mengumpulkan sampel, peneliti akan mendapatkan beberapa keuntungan, seperti cepat, murah, dan mudah untuk dilakukan. Namun pengumpulan sampel dengan teknik ini bisa rentan akan bias dan kurang representatif dari populasi yang digunakan dalam riset ilmiah.
2. Purposive Sampling atau Judgmental Sampling
Teknik pemilihan sampel acak berikutnya yang bisa digunakan adalah purposive sampling atau judgmental sampling. Teknik ini digunakan ketika seorang peneliti memilih sampel berdasarkan pertimbangan atau penilaian pribadi atas karakteristik tertentu.
3. Snowball Sampling
Peneliti memulai penelitian dengan sejumlah kecil responden, lalu meminta mereka merekomendasikan responden lain yang memiliki karakteristik serupa. Teknik snowball sampling sangat efektif untuk menjangkau populasi tersembunyi atau sulit diakses.
Nantinya peneliti akan memilih sampel berikutnya berdasarkan rekomendasi dari individu tersebut. Proses ini terus berlangsung hingga peneliti sudah mendapatkan sampel yang cukup untuk riset ilmiah yang dia kerjakan.
4. Quota Sampling
Quota sampling menjadi teknik berikutnya yang bisa Anda gunakan untuk mengumpulkan sampel tidak acak. Seperti namanya, teknik ini digunakan peneliti untuk mendapatkan sampel agar bisa memenuhi kuota tertentu berdasarkan kategori yang sudah ditentukan, seperti jenis kelamin, usia, dan lainnya.
Teknik ini akan memberikan jaminan proporsi tertentu dalam sampel yang Anda pilih. Namun pemilihan sampel dengan menggunakan teknik ini tidak memungkinkan untuk dilakukan secara acak.
5. Volunteer Sampling
Teknik terakhir yang bisa Anda gunakan untuk memilih sampel tidak acak adalah volunteer sampling. Pada teknik ini, responden dari populasi penelitian akan berpartisipasi secara sukarela.
Volunteer sampling merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang cukup mudah untuk dilakukan. Akan tetapi, data yang didapatkan dengan menggunakan teknik ini sangat bergantung pada bias responden yang lebih aktif atau termotivasi.
6. Saturation Sampling
Peneliti terus mengumpulkan data hingga tidak ada informasi baru yang muncul dari responden. Teknik ini sering digunakan dalam penelitian kualitatif untuk memastikan data sudah mencapai titik jenuh (data saturation).
Jenis Non Probability Sampling
Dalam praktiknya, terdapat beberapa jenis non probability sampling yang bisa Anda gunakan dalam penelitian ilmiah. Jenis dari sumber tidak acak ini bisa dikelompokkan berdasarkan tujuannya, seperti
1. Eksplorasi
Sampel tidak acak digunakan dalam penelitian eksplorasi untuk memahami sebuah fenomena tertentu yang sedang diteliti.
2. Penelitian Kualitatif
Dalam penelitian kualitatif, sampel tidak acak digunakan untuk mendapatkan fokus pada detail dan mendalam, bukan dalam hal yang bersifat generalisasi.
3. Populasi Tersembunyi
Sampel tidak acak juga bisa digunakan untuk subjek atau objek penelitian yang sulit diakses, seperti kelompok minoritas atau komunitas tertentu lainnya.
Metode Non Probability Sampling
Selain teknik pemilihan sampel, Anda juga perlu memahami metode yang bisa digunakan untuk mendapatkan non probability sampling. Metode ini berkaitan dengan strategi dan praktik yang bisa Anda gunakan agar mendapatkan pengumpulan data yang sesuai dengan tujuan penelitian.
Berikut beberapa metode yang bisa Anda gunakan untuk mendapatkan sampel tidak acak, yakni.
1. Wawancara Mendalam
Metode ini biasanya digunakan ketika Anda menggunakan teknik purposive sampling atau snowball sampling. Wawancara mendalam memungkinkan seorang peneliti untuk mendapatkan informasi yang bersifat kualitatif.
2. Observasi
Metode berikutnya yang bisa Anda gunakan untuk mendapatkan sampel tidak acak adalah observasi. Metode ini biasanya digunakan untuk teknik convenience sampling.
Adapun contoh penerapan observasi ini adalah mengamati perilaku pelanggan di sebuah toko yang menjadi objek penelitian.
3. Survei Online
Survei online menjadi metode terakhir yang bisa Anda gunakan untuk mendapatkan sampel tidak acak. Metode ini biasanya digunakan untuk teknik volunteer sampling agar bisa menjangkau responden dengan lebih luas.
Sebelum mengakhiri pembahasan dalam artikel ini, Anda juga perlu memahami perbandingan antara non probability sampling dengan jenis sampel lainnya, yakni probability sampling. Dengan demikian, Anda bisa menentukan jenis sampel yang tepat untuk penelitian ilmiah yang sedang dikerjakan.
Kelebihan Non Probability Sampling
Peneliti sering menggunakan non probability sampling karena metode ini menawarkan beberapa keuntungan penting dalam penelitian.
- Peneliti dapat menghemat waktu karena proses pemilihan sampel berlangsung cepat
- Peneliti mengurangi biaya penelitian karena tidak membutuhkan sampling frame yang kompleks
- Peneliti dapat menyesuaikan sampel dengan tujuan penelitian secara fleksibel
- Peneliti lebih mudah menjangkau populasi yang sulit diakses
- Peneliti dapat fokus pada kedalaman informasi dibandingkan representasi statistik
- Peneliti dapat menggunakan teknik ini dalam penelitian eksploratif maupun kualitatif
Kekurangan Non Probability Sampling
Meskipun fleksibel, non probability sampling memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan oleh peneliti.
- Peneliti tidak dapat memastikan bahwa sampel mewakili seluruh populasi
- Peneliti berpotensi mengalami bias dalam proses pemilihan responden
- Peneliti sulit melakukan generalisasi hasil penelitian ke populasi yang lebih luas
- Peneliti bergantung pada subjektivitas dalam menentukan sampel
- Peneliti berisiko mendapatkan data yang kurang konsisten jika teknik tidak diterapkan dengan benar
- Peneliti memiliki keterbatasan dalam validitas statistik dibanding probability sampling
Kapan Menggunakan Non Probability Sampling?
Peneliti menggunakan non probability sampling dalam kondisi tertentu yang tidak memungkinkan penggunaan sampling acak.
- Peneliti menggunakan metode ini ketika populasi tidak dapat diidentifikasi secara lengkap
- Peneliti memilih metode ini ketika penelitian bersifat eksploratif dan bertujuan memahami fenomena
- Peneliti menggunakan teknik ini dalam penelitian kualitatif yang menekankan kedalaman data
- Peneliti memilih metode ini ketika responden sulit dijangkau atau bersifat tersembunyi
- Peneliti menggunakan teknik ini ketika keterbatasan waktu dan biaya menjadi pertimbangan utama
- Peneliti memilih metode ini ketika tujuan penelitian tidak membutuhkan generalisasi statistik
Dengan kondisi tersebut, non probability sampling menjadi solusi yang paling efektif untuk pengumpulan data yang cepat, fleksibel, dan terarah.
Non Probability Sampling merupakan teknik penting dalam penelitian yang tidak memerlukan pengambilan sampel secara acak. Peneliti menggunakan metode ini untuk mendapatkan data yang lebih relevan dalam penelitian kualitatif, eksploratif, maupun studi dengan populasi terbatas.
Dengan memahami berbagai teknik seperti convenience sampling, purposive sampling, snowball sampling, dan quota sampling, peneliti dapat menentukan strategi pengambilan data yang paling sesuai.

