Melanjutkan studi sampai jenjang Doktoral, tentu menjadi kebutuhan dan kewajiban semua dosen di Indonesia. Salah satu dosen di Universitas Wahid Hasyim, yakni Agus Fathuddin Yusuf berhasil menyelesaikan jenjang Doktoral di Agustus 2025 lalu.
Sebagai dosen yang mengampu program studi Ilmu Hubungan Internasional, Agus memilih mengambil program Doktor – Studi Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Dibalik gelar Doktor ini, tentu saja ada perjuangan yang dilakukan.
Baca Juga: 9 Pelajaran Berharga dari Dr. Suharyo Sumowidagdo untuk Dosen
Daftar Isi
ToggleProfil Agus Fathuddin Yusuf
Agus Fathuddin Yusuf tercatat sebagai dosen di Universitas Wahid Hasyim dan mengampu program studi Ilmu Hubungan Internasional. Jabatan fungsional terakhir yang diampu olehnya adalah Asisten Ahli.
Memahami studi lanjut sampai ke jenjang Doktoral menjadi kebutuhan dan kewajiban dosen di Indonesia. Agus kemudian mengambil studi Doktoral di UIN Walisongo. Yakni pada program Doktor – Studi Islam.
Dalam proses studi tersebut, disusun disertasi bertajuk “Dinamika Kontestasi Ideologi Islam Moderat dengan Islam Radikal di Media Sosial”. Penyusunan disertasi ini didampingi 2 dosen promotor di UIN Walisongo. Yakni Prof. Dr. H. Ahmad Rofik, MA dan Dr. H. Najahan Musyaffa’, MA..
Pada Agustus 2025 kemarin, studi Doktor di program studi Studi Islam tersebut berhasil diselesaikan. Disertasi yang disusun mampu memikat dosen promotor dan penguji. Sehingga resmi mendapat gelar Doktor.
Prosesi wisuda digelar pada Sabtu (23/08/2025) dan dipimpin oleh Ketua Senat UIN Walisongo, Prof.Dr.K.H Abdul Jamil,M.A.. Sekaligus disaksikan Rektor UIN Walisongo, yakni Prof Dr Nizar Ali. Serta Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof Dr H Mukhsin Jamil.
Selain sibuk mengajar sebagai dosen Ilmu Hubungan Internasional dan menyelesaikan studi Doktoral. Agus juga merupakan salah satu jurnalis di Harian Suara Merdeka. Sekaligus menjabat sebagai Sekretaris MUI Jawa Tengah.
Tak hanya itu, Agus juga diketahui merupakan salah satu pendiri sekaligus Mustasyar (Dewan Penasehat) PCINU (Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama) Tiongkok. Seluruh kiprahnya di dunia pendidikan tinggi dan kesibukannya di NU serta MUI, tentu membuktikan dedikasinya pada dunia pendidikan Indonesia.
Disertasi Agus Fathuddin Yusuf Terkait Ideologi Islam
Sebagai dosen tetap di Universitas Wahid Hasyim, kesibukan akademik Agus Fathuddin Yusuf tentu sangat tinggi. Meskipun begitu, masa studi Doktoral yang panjang di UIN Walisongo berhasil diselesaikan dengan baik.
Dalam studi tersebut, Agus memutuskan menyusun disertasi yang diberi judul “Dinamika Kontestasi Ideologi Islam Moderat dengan Islam Radikal di Media Sosial”. Disertasi ini disusun dari hasil penelitian Agus terhadap narasi antara Islam moderat dan Islam radikal di sejumlah media sosial. Sekaligus dampaknya bagi masyarakat secara sosial dan ideologis.
Narasi dari kedua kubu tersebut dijelaskan saling berseberangan. Baik lewat media sosial Facebook, Instagram, YouTube, dan juga dari platform pesan instan WhatsApp. Menurut data penelitian yang dihimpun, Agus mendapati narasi Islam Radikal menyebarkan propaganda, melakukan rekrutmen, serta menyasar emosi publik.
Sementara narasi Islam Moderat yang dijalankan ormas besar seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah mengusung narasi kontra. Narasi kontra yang dibagikan ke publik disini disusun sedemikian rupa untuk menyejukan masyarakat luas. Khususnya yang aktif menggunakan media sosial.
Narasi kontra dengan narasi yang disebarkan Islam Radikal fokus pada penyampaian nilai-nilai toleransi, menjelaskan ajaran Islam yang ramah, serta menangkal disinformasi keagamaan. Sehingga fokus meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya umat Islam.
Aktifnya penggunaan media sosial dan besarnya dampak yang ditimbulkan. Membuat disertasi ini mencuri perhatian dosen promotor dan dosen penguji. Bahkan, mendapat pujian dari Direktur Sino-Nusantara Institute, Ahmad Syaifuddin Zuhri.
Dijelaskan bahwa disertasi karya Agus ini bisa menjadi referensi bagi kalangan moderat dan seluruh generasi muda menjaga kerukunan di media sosial. Sehingga tidak terbawa arus menjadi permusuhan setelah berselisih dan berbeda pandangan di media sosial.
Peran Parafrase Indonesia Terhadap Karya Agus Fathuddin
Dalam upaya menyebarluaskan hasil penelitian dalam disertasi tersebut, Agus Fathuddin Yusuf memutuskan untuk menerbitkannya pada sejumlah media publikasi ilmiah. Sehingga tidak hanya berakhir menjadi disertasi dan diakses dosen maupun mahasiswa Universitas Wahid Hasyim saja.
Salah satunya dengan melakukan konversi menjadi buku ilmiah. Naskahnya sendiri dibantu prosesnya oleh Parafrase Indonesia. Kemudian dibantu pula untuk terbit menjadi buku ber-ISBN. Sehingga bisa dibaca dan dimanfaatkan masyarakat luas. Sekaligus menunjang pemenuhan BKD dan pengembangan karir akademik Agus Fathuddin Yusuf.Â
sumber:
- Parafrase Indonesia. [@parafraseindonesia]. (2026, Jan 06). Setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing. Kisah Pak Agus… [Foto]. Instagram. https://www.instagram.com/p/DTKl9ZYDexX/?img_index=1Â
- Universitas Islam Negeri Walisongo. (2025). “Toga untuk Bapak di Surga”: Kisah Inspiratif Agus Fathuddin Yusuf Raih Gelar Doktor UIN Walisongo. Diakses pada 12 Januari 2026 dari https://walisongo.ac.id/toga-untuk-bapak-di-surga-kisah-inspiratif-agus-fathuddin-yusuf-raih-gelar-doktor-uin-walisongo/
- Suara Muda. (2025). Angkat Disertasi tentang Kontestasi Ideologi Islam di Media Sosial, Agus Fathuddin Yusuf Raih Gelar Doktor UIN Walisongo. Diakses pada 12 Januari 2026 dari https://suaramuda.net/2025/07/04/angkat-disertasi-tentang-kontestasi-ideologi-islam-di-media-sosial-agus-fathuddin-yusuf-raih-gelar-doktor-uin-walisongo/