Cara Membuat Sitasi et al di Word dan Mendeley yang Benar

cara membuat sitasi et al

Ada kalanya, referensi yang isinya dikutip ditulis oleh beberapa orang penulis. Dalam gaya sitasi tertentu, biasanya diminta menggunakan istilah “et al”. Sehingga tidak perlu mencantumkan semua nama penulis. Lalu, bagaimana cara membuat sitasi et al tersebut? 

Pertanyaan ini, tentunya akan dimiliki siapa saja. Baik mahasiswa, dosen, maupun peneliti yang akan menyusun karya tulis ilmiah jenis apapun. Penulisan istilah “et al” memiliki syarat dan ketentuan, baik dalam sitasi pada kutipan maupun dalam penyusunan halaman daftar pustaka. Berikut informasinya. 

Baca Juga: Cara Menulis Sitasi 2 Orang atau Lebih dengan Model APA, MLA, dan AMA

Apa Itu Sitasi?

Sebelum membahas cara membuat sitasi et al, perlu memahami dulu apa itu sitasi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata sitasi memiliki definisi kutipan. Sementara kutipan di KBBI adalah pengambilalihan satu kalimat atau lebih dari karya tulisan lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argumen dalam tulisan sendiri. 

Secara etimologi, kata sitasi berasal dari bahasa Inggris. Yakni dari kata “citation” yang jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia memiliki arti “sitasi”, “kutipan”, atau “rujukan”. Jadi, sitasi bisa dipahami sebagai proses mengutip karya orang lain yang dijadikan referensi. 

Sementara dalam konteks penyusunan karya tulis ilmiah, istilah sitasi dan kutipan biasanya dibedakan. Kutipan dipahami sebagai isi atau bagian referensi yang diambil (dikutip). Sementara sitasi adalah proses penyebutan sumber kutipan tersebut. Berikut penjelasannya dalam contoh: 

“Sitasi sangat penting dilakukan karena dapat mendukung dan menguatkan argumen dari hasil penelitian (Farmasari, 2022)”. 

Pada contoh di atas, kalimat “Sitasi sangat penting dilakukan karena dapat mendukung dan menguatkan argumen dari hasil penelitian” dipahami sebagai kutipan. Sementara teks dalam tanda kurung [()] yakni “(Farmasari, 2022)” dipahami sebagai sitasinya. 

Adanya perbedaan definisi ini, yang kemudian membuat penggunaan kata sitasi dan kutipan sedikit membingungkan. Namun, keduanya harus diakui saling berkaitan. Penggunaannya bisa disesuaikan dengan konteks. 

Baca Juga: Cara Menulis Sitasi dari Artikel dan Contohnya

Jenis-Jenis Gaya Sitasi 

Membahas mengenai sitasi atau kutipan dan tata cara membuat sitasi et al, tentu akan ikut membahas gaya sitasi atau gaya pengutipan. Gaya sitasi sendiri sangat beragam. Dalam penyusunan karya tulis ilmiah bisa menjumpai APA Style, MLA Style, Harvard Style, dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Beberapa gaya sitasi terbilang cukup sering digunakan di Indonesia. Baik diterapkan perguruan tinggi maupun pengelola jurnal dan prosiding. Berikut beberapa diantaranya: 

1. APA Style 

APA Style adalah gaya sitasi yang dikembangkan dan dirilis oleh American Psychological Association. APA Style memiliki beberapa ciri khas. Misalnya pada penulisan daftar pustaka, disusun berurutan berdasarkan nama belakang penulis yang karyanya dijadikan referensi. 

Ciri khas lainnya, penulisan nama penulis di daftar pustaka diawali dari nama belakang. Sementara nama depan dan nama tengah penulis ditulis dengan inisial. Berikut adalah cara penulisan kutipan dan sitasi dengan APA Style: 

Jenis Sumber (Referensi) Kutipan atau Sitasi Daftar Pustaka 
Jurnal online …(Kim, 2010, p. 311)(Kim et al, 2010, p.311)…Kim, C., Mirusmonov, M., Lee, I. (2010). An empirical examination of factors influencing the intention to use mobile payment. Computers in Human Behavior, 26, 310‐322. Doi:10.1016/j.chb.2009.10.013
Buku(Yuan, 1998)Yuan, P. (1998). Shanghai Jahwa: Liu Shen Shower Cream (A). In Kumar, S.R..   (Ed). Case Studies in Marketing Management (pp. 1‐11). Dehli: Pearson

2. MLA Style 

MLA Style adalah gaya sitasi yang dikembangkan dan dirilis oleh Modern Language Association. Ciri khasnya antara lain: 

  • Nama penulis ditulis lengkap dengan struktur diawali nama belakang tanda koma (,) diikuti nama depan penulis. 
  • Pada daftar pustaka, tahun terbit dicantumkan paling akhir. 
  • Pada sumber online cukup menampilkan tanggal bulan dan tahun diakses, sehingga tanpa menyebut sumber online yang digunakan. 

Berikut adalah beberapa contoh penulisan sitasi dan daftar pustaka dengan MLA Style: 

Jenis Sumber (Referensi) Kutipan atau Sitasi Daftar Pustaka 
Buku Partini menyatakan (80)…Dalam studi lain (Partini 80)…Partini. Bias Gender dalam Birokrasi. Edisi kedua. Yogyakarta: Penerbit Tiara Wacana, 2013.
Jurnal Penulis lain (Jonathan 1112) berpendapat…Jonathan (1112) berpendapat…Jonathan, Karim. “Beyond Growth: Library and Development.” Annals of Library Research 40. 5(2015): 1111‐1130. Print.

Selain 2 gaya sitasi tersebut, perguruan tinggi maupun pengelola jurnal tertentu menggunakan gaya sitasi lain. Detailnya bisa membaca buku panduan kutipan dan penyusunan halaman daftar pustaka. Biasanya perguruan tinggi, pengelola jurnal, maupun penerbit menerbitkan panduan tersebut. 

Baca Juga: Format Daftar Pustaka IEEE: Pengertian, Cara Menulis, dan Perbedaannya dengan APA

Mengenal Istilah “et al” dalam Sitasi 

Melalui penjelasan sebelumnya, tentu menjumpai ada istilah “et al” saat menyusun sitasi pada kutipan. Maupun saat menuliskan referensi di halaman daftar pustaka. Istilah “et al” adalah singkatan dari istilah “et alia” yang terjemahan dalam bahasa Indonesia artinya “dan lainnya”. 

Istilah “et al” dalam kutipan maupun daftar pustaka digunakan untuk menjelaskan jumlah penulis pada referensi yang digunakan ada beberapa orang. Istilah ini digunakan di dalam beberapa gaya sitasi. Namun, ada juga gaya sitasi yang tidak menggunakan istilah ini. Dalam APA Style dan MLA Style, mengenal istilah “et al”. 

Dalam karya tulis bahasa Indonesia, et al sama seperti istilah “dkk.” atau “dan kawan-kawan”. Secara umum, pada APA Style istilah ini digunakan jika jumlah penulis lebih dari 20 orang pada daftar pustaka. Sementara saat sitasi di kutipan, digunakan saat penulis berjumlah lebih dari 6 orang. Berikut contoh saat menuliskan sitasi pada kutipan: 

  • 1 penulis: … Johnson (2020)
  • 3 penulis: … Jones, Smith, & Wan (2020)
  • 6 penulis: … Jones, et al (2020). 

Gaya sitasi lain, memiliki ketentuan tersendiri kapan et al digunakan. Selain itu, aktual di lapangan kebijakan internal perguruan tinggi dan pengelola jurnal juga mempengaruhi. Jadi, sangat mudah menjumpai aturan penggunaan et al yang berbeda dan khas. 

Dosen dan mahasiswa, tentu perlu mengikuti kebijakan perguruan tinggi. Jika menerbitkan artikel pada jurnal, maka mengikuti ketentuan pengelola jurnal. Biasanya diterbitkan buku panduan, jadi bisa dibaca dulu agar sesuai kebijakan masing-masing. 

Cara Membuat Sitasi et al di Word

Menuliskan sitasi pada kutipan tentunya tidak harus diketik manual. Melainkan bisa menggunakan fitur tertentu yang disediakan aplikasi olah kata yang digunakan. Pada aplikasi olah kata Ms Word terdapat fitur otomatis untuk sitasi dan daftar pustaka. Berikut penjelasannya: 

1. Menambahkan Daftar Referensi di Word 

Sebelum bisa melakukan sitasi dan menyusun halaman daftar pustaka otomatis. Tahap paling awal yang harus dilakukan adalah menambahkan daftar referensi yang digunakan ke dalam Ms Word itu sendiri. Berikut langkah-langkahnya: 

  • Buka file karya tulis ilmiah di Word pada perangkat elektronik yang digunakan. 
  • Masuk ke menu “References” dan klik pilihan “Manage Source”. 
  • Word akan menampilkan jendela manajemen sumber atau referensi. Selanjutnya, silahkan klik tombol “New” yang ada di bagian tengah. 
  • Nantinya akan muncul jendela baru lagi, dan di jendela inilah dicantumkan metadata referensi yang digunakan. Mulai dari klik “Type of Source” dan pilih jenis referensi yang sesuai. Kemudian isi seluruh kolom metadata referensi tersebut. Mulai dari nama penulis, judul, tahun terbit, dan sebagainya. 
  • Nama penulis ditulis lengkap dan apa adanya, berurutan dari nama depan ke nama tengah dan nama belakang. Jika jumlah penulis banyak, maka nama penulis pertama dengan penulis selanjutnya dipisahkan tanda titik koma (;). Baru kemudian menuliskan nama lengkap penulis kedua, ketiga, dan seterusnya. Berikut contohnya “Fauzia, Novia Alifah; Fauzia, Novia Alifah; Sari, Ni Made Wirastika; Fitri, Diatul;”
  • Jika sudah selesai mengisi metadata referensi, klik tombol “OK”. Lakukan berulang jika ingin menambahkan beberapa referensi lagi. Jika seluruh referensi sudah masuk, klik tombol “Close”. 
  • Selesai. 

2. Menuliskan Sitasi et Al di Word 

Setelah seluruh referensi yang digunakan sudah dimasukan ke dalam sistem di Word. Maka masuk ke tahap penulisan sitasi pada kutipan. Jika Anda menggunakan Word versi 2019, maka pada APA Style istilah “et al” muncul jika referensi ditulis oleh minimal 6 penulis. 

Jika memakai gaya sitasi lain, maka ketentuannya berbeda lagi. Berikut tata cara menuliskan sitasi di Word otomatis pada kutipan dengan APA Style (menu gaya sitasi ada di bawah menu “Manage Source”): 

1. Penulisan Sitasi et al di Awal Kalimat dan Tengah Kalimat 

Jika sitasi ditulis di awal maupun di tengah kalimat, maka tata caranya sama. Kemudian hasil penulisannya pun akan sama. Berikut langkah-langkah membuat sitasi et al di Word: 

  • Buka naskah karya ilmiah di Word yang akan ditambahkan sitasi di awal atau di tengah kalimat. 
  • Letakan kursor pada area dimana sitasi akan tercantum. Jika di awal kalimat, letakan kursor di awal kalimat. Jika di tengah kalimat, letakan kursor di tengah kalimat yang dituju. Pada tahap ini, silahkan ketik kata pengantar kutipan misalnya “Menurut pendapat…”. Kemudian, tulis nama penulis pertama (nama belakang) diikuti kata “et al” setelah frasa pengantar tersebut. 
  • Masuk ke menu “References” dan klik pilihan “Insert Citation”. 
  • Kemudian akan muncul daftar referensi yang sudah dimasukan ke Word pada tahap sebelumnya. Silahkan pilih referensi mana yang akan dicantumkan sebagai sitasi pada kutipan naskah. 
  • Maka otomatis di tengah teks akan muncul sitasi dari kutipan yang disusun. Supaya menampilkan hanya tahun, klik sitasi otomatis tersebut. Maka sitasi tersebut akan diapit kotakan, klik tanda panah ke bawah untuk mengakses fitur “Citation Option”. 
  • Lalu, pilih “Edit Citation” dan centang pada pilihan “Author” dan “Title” dan klik tombol “OK”. 
  • Selesai, sitasi hanya akan mencantumkan tahun terbit referensi yang digunakan. 

2. Penulisan Sitasi et al di Akhir Kalimat

Berikutnya dalam tata cara membuat sitasi et al adalah jika diletakan di akhir kalimat. Pada dasarnya tahapan hampir sama, hanya saja tidak perlu melakukan edit tampilan sitasi. Berikut rincian langkah-langkah dalam cara membuat sitasi et al di Word otomatis pada akhir kalimat: 

  • Buka naskah karya ilmiah di Word yang akan ditambahkan sitasi di awal atau di tengah kalimat. 
  • Letakan kursor pada akhir kalimat, sebab disinilah sitasi ingin ditampilkan. 
  • Masuk ke menu “References” dan klik pilihan “Insert Citation”. 
  • Kemudian akan muncul daftar referensi yang sudah dimasukan ke Word pada tahap sebelumnya. Silahkan pilih referensi mana yang akan dicantumkan sebagai sitasi pada kutipan naskah. 
  • Maka otomatis akan muncul sitasi nama penulis pertama dengan istilah “et al” dan diakhiri dengan tahun pada akhir kutipan. 
  • Selesai. 

1. Menyusun Halaman Daftar Pustaka 

Seluruh referensi yang digunakan, baik yang isinya dikutip maupun tidak. Tentunya perlu dicantumkan di daftar pustaka. Pada Word, referensi yang dikutip dan menggunakan fitur “Insert Citations” secara otomatis bisa membentuk halaman daftar pustaka. Berikut langkah-langkahnya: 

  • Buka file naskah karya ilmiah yang akan dibuat halaman daftar pustaka. 
  • Letakan kursor di halaman terakhir, yakni halaman pada naskah tersebut yang akan menjadi halaman daftar pustaka. 
  • Masuk ke menu “References” kemudian cari pilihan “Bibliography”. 
  • Maka otomatis akan muncul pilihan desain tampilan halaman daftar pustaka otomatis. Silahkan memilih salah satu yang sesuai kebutuhan dan keinginan. 
  • Secara otomatis akan terbentuk halaman daftar pustaka dan berisi referensi-referensi yang isinya dikutip. Berikut contoh tampilannya:
  • Selesai. 

Baca Juga: Cara Membuat Sitasi Jurnal Secara Otomatis dengan Zotero

Cara Membuat Sitasi et al Menggunakan Mendeley

Cara membuat sitasi et al berikutnya secara otomatis adalah di aplikasi manajemen referensi Mendeley. Prinsipnya tidak berbeda jauh dengan Word. Tahap pertama adalah menyusun daftar referensi ke sistem di Mendeley. 

Baru kemudian mencantumkan sitasi pada teks dan menyusun halaman daftar pustaka otomatis. Berikut detail penjelasan tata cara membuat sitasi et al di Mendeley:  

1. Menambahkan Referensi di Mendeley 

Tahap pertama, tentu saja menambahkan referensi yang digunakan di sistem Mendeley. Pada tahap ini bisa dilakukan dengan beberapa teknik, berikut langkah-langkah penambahan secara manual jika file referensi sudah tersimpan di perangkat elektronik yang digunakan mengetik naskah: 

  • Buka aplikasi Mendeley yang sudah diinstal ke perangkat. 
  • Kemudian masuk ke menu “Mendeley Reference Manager” 
  • Klik pilihan “Add new” kemudian klik lagi pilihan “Add entry manually” 
  • Maka akan muncul jendela baru, Anda diminta mengisi metadata referensi yang akan dimasukan ke sistem Mendeley. Isi sesuai ketentuan pada masing-masing kolom. 
  • Jika sudah, silahkan klik tombol “Save”. 
  • Selesai. Lakukan berulang untuk penambahan referensi lainnya. 

2. Mencantumkan Sitasi pada Kutipan 

Tahap kedua dalam tata cara membuat sitasi et al di aplikasi Mendeley adalah proses mencantumkan sitasi tersebut. Namun, pastikan Word di perangkat sudah dihubungkan dengan aplikasi Mendeley. Berikut langkah-langkahnya:

  • Buka file naskah karya tulis ilmiah di Word. 
  • Letakan kursor di area dimana sitasi akan ditampilkan. Misalnya di akhir kutipan, maka letakkan kursor di akhir kalimat tersebut. 
  • Masuk ke menu “References” kemudian klik pada submenu “Insert Citation (Mendeley Cite)”
  • Word akan menampilkan daftar referensi yang sudah dimasukan ke sistem Mendeley di tahap sebelumnya. Silahkan memilih referensi yang diambil untuk dikutip pada naskah. Lalu klik “Insert citation”. 
  • Selesai, maka sitasi akan muncul di akhir kutipan. 

Memahami tata cara membuat sitasi et al, baik di Word dan Mendeley atau aplikasi lain sangat penting. Sebab menjadi bagian dari kepatuhan pada etika penulisan karya ilmiah dan publikasi ilmiah. 

Yakni fokus menghindari plagiarisme. Menggunakan fitur sitasi otomatis pada Word, Mendeley, dan aplikasi lain sangat dianjurkan. Sebab membantu menyusun sitasi dengan baik dan benar sesuai gaya sitasi tertentu. 

Membantu lebih memahami lagi detail tata cara menghindari plagiarisme. Bisa mengunduh dan membaca Ebook Panduan Anti Plagiarisme dari Parafrase Indonesia. Ebook bisa diunduh melalui tautan berikut

sumber: 

  1. Academic Resource Center (ARC) Research & Writing Resources. (n.d). William James College. Diakses pada 6 Februari 2026 dari https://guides.williamjames.edu/ARC-Research_And_Writing_Resources/ARC-Research_And_Writing_Resources/Citations
  2. Jurnal Mediapsi. (n.d). Panduan Penulisan Daftar Pustaka dan Sitasi Menurut American Psychological Association (APA) 7th Edition Jurnal Mediapsi. https://mediapsi.ub.ac.id/index.php/mediapsi/libraryFiles/downloadPublic/5
  3. Jurnal Mediapsi. (n.d). Panduan Penulisan Sitasi Menurut American Psychological Association (APA) 7th Edition Jurnal Mediapsi. https://mediapsi.ub.ac.id/index.php/mediapsi/libraryFiles/downloadPublic/4
  4. Surachman, A.(2016). Panduan   Gaya Penulisan Sitiran Karya Ilmiah. Perpustakaan Universitas Gadjah Mada. https://lib.ugm.ac.id/wp-content/uploads/sites/44/2021/12/panduan_sitiran.pdf
  5. 2 Cara Menulis et al pada Sitasi dan Contoh Penulisannya. (2024). Kumparan. https://kumparan.com/tips-dan-trik/2-cara-menulis-et-al-pada-sitasi-dan-contoh-penulisannya-23nuueRe1XJ/full 
  6. Laksito, A. (n.d). Cara mudah membuat kutipan di Microsoft Word. Diakses pada 6 Februari 2026 dari https://blog.ariflaksito.net/2019/06/cara-mudah-membuat-sitasi-di-microsoft.html
  7. APA Citation Mendeley Guide. (2024). Yomu AI. https://www.yomu.ai/blog/apa-citation-mendeley-guide

Bagikan artikel ini melalui

Picture of wahyu adji
wahyu adji
Saya merupakan SEO Specialist dan Conten Writer Profesional di bidang pendidikan seputar kampus, mahasiswa dan kedosenan di Parafrase Indonesia

Tinggalkan Balasan