Salah satu tahapan penting dalam penyusunan karya ilmiah dan publikasinya adalah proofreading. Kegiatan proofreading bisa dikerjakan sendiri oleh penulis naskah tersebut. Namun, bisa juga menggunakan jasa proofreading profesional.Â
Jika tertarik pada pilihan kedua, maka perlu mengecek dan menyiapkan biaya proofreading. Sebab biasanya tidak bisa dikatakan murah. Apalagi untuk naskah yang jumlah halamannya cukup banyak seperti tugas akhir. Lantas, berapa kisaran biayanya? Berikut informasinya.
Baca Juga: Jasa Proofreading vs Self Proofreading, Lebih Efektif Mana?
Daftar Isi
ToggleApa Itu Proofreading?
Proofreading adalah memeriksa dengan cermat kesalahan dalam suatu teks sebelum dipublikasikan atau dibagikan. Kesalahan yang dimaksud disini bisa kesalahan ejaan, penggunaan tanda baca, pemilihan diksi atau kosakata, dan pada naskah berbahasa Inggris mencakup pengecekan dan perbaikan grammar.
Proofreading sendiri merupakan tahapan yang sangat penting. Sebab membantu meningkatkan kualitas naskah karya ilmiah. Sebab berbagai kesalahan di dalamnya bisa diperbaiki dalam proses proofreading tersebut.
Semakin tinggi kualitasnya, semakin mudah menembus publisher atau penerbit kredibel. Kemudian, keterbacaannya juga tinggi sehingga lebih disukai pembaca. Hal ini tentu meningkatkan jumlah pembaca dan sitasinya.Â
Proofreading bisa dikerjakan sendiri, bisa juga menggunakan jasa proofreading jurnal maupun karya tulis ilmiah lain. Memang akan ada biaya proofreading, akan tetapi bisa dikerjakan profesional yang berpengalaman. Sehingga hasil bisa lebih baik dan memberi efisiensi waktu serta tenaga pada penulis.
Baca Juga: 8 Tahap Proofreading Karya Ilmiah Sebelum Dipublikasikan
Biaya Jasa Proofreading
Membahas mengenai jasa proofreading profesional, tentu akan membahas biaya proofreading tersebut. Penyedia jasa proofreading sendiri cukup banyak dan masing-masing menetapkan biaya tersendiri. Berikut kisarannya secara umum:
1. Biaya Proofreading Jurnal Ilmiah
Salah satu karya tulis ilmiah yang cukup sering dikerjakan proses proofreading oleh profesional adalah artikel ilmiah pada jurnal. Artikel ilmiah ini tentunya akan dipublikasikan. Penulis biasanya menerbitkan jurnal terakreditasi dan bereputasi.
Lalu berapa kisaran harga jasa proofreading untuk artikel jurnal ilmiah? Secara umum, penyedia jasa menetapkan skema perhitungan biaya tersendiri. Berikut beberapa diantaranya:
A. Biaya Per Jumlah KataÂ
Beberapa penyedia jasa proofreading menggunakan sistem perhitungan biaya berdasarkan jumlah kata. Misalnya per 500 kata pada artikel ilmiah dikenakan biaya proofreading Rp5.000. Maka akumulasi biaya adalah hasil akumulasi jumlah kata per artikel yang dikerjakan.
B. Biaya Per Jumlah HalamanÂ
Beberapa penyedia layanan proofreading menggunakan sistem perhitungan per jumlah halaman. Misalnya per halaman dikenakan biaya Rp25.000. Jika ada 10 halaman, maka penulis dibebankan biaya Ro250.000.
C. Biaya Per JamÂ
Beberapa penyedia jasa proofreading juga menetapkan biaya dengan perhitungan per jam. Umumnya perhitungan dengan skema ini untuk proofreading mendalam. Misalnya per jam pengerjaan dengan estimasi proofreading 1.000 kata dikenakan biaya Rp50.000.
Pada beberapa penyedia jasa proofreading, bisa saja menggunakan skema perhitungan biaya berbeda. Misalnya per paket artikel atau skema lainnya. Selain itu, biaya menjadi sangat fleksibel karena ada banyak faktor penentu. Misalnya, penulis memilih layanan ekspres bukan reguler agar proofreading selesai dalam 24 jam.
2. Biaya Proofreading Skripsi
Bagaimana dengan biaya proofreading untuk skripsi? Secara umum skema perhitungan biaya tidak sama dengan artikel jurnal ilmiah. Alasannya banyak, salah satunya jumlah halaman lebih banyak dan isi lebih kompleks. Berikut beberapa skema umum perhitungan biayanya:
A. Biaya Per KataÂ
Beberapa penyedia jasa proofreading menggunakan sistem hitungan berdasarkan jumlah kata. Sehingga semakin banyak jumlah kata pada skripsi, semakin mahal pula biayanya.
B. Biaya Per HalamanÂ
Sebagian besar penyedia jasa proofreading skripsi menggunakan perhitungan berdasarkan halaman. Sehingga biaya dikenakan per halaman. Semakin tebal halaman skripsi, semakin tinggi biayanya. Begitu juga sebaliknya.
C. Per BabÂ
Sejumlah penyedia jasa proofreading skripsi juga menghitung biaya jasa per bab. Skripsi biasanya terdiri antara 5 bab dan maksimal di 8 bab. Jumlah bab disesuaikan kebijakan internal perguruan tinggi dan program studi. Semakin banyak babnya, semakin tinggi biayanya.
D. Per JamÂ
Jika skripsi mengalami kesalahan cukup kompleks, biasanya jasa proofreading menghitung biaya per jam. Semakin rumit dan banyak kesalahan pada isi naskah. Maka semakin tinggi biayanya.
3. Biaya Proofreading Tesis
Biaya proofreading untuk tesis pada dasarnya lebih mahal dibanding pada skripsi. Sebab tingkat kesulitan pada tesis lebih tinggi. Smenetara untuk skema pehritungan harga asa proofreading mirip dengan skripsi.
Yakni per halaman, per jumlah kata, per jam untuk tingkat kompleksitas tinggi, dan juga per bab. Adapun yang diperiksa dan diperbaiki dalam proofreading tesis juga mirip dengan skripsi. Mulai dari bahasa, pemilihan diksi, koherensi kalimat, konsistensi istilah, dan ketentuan lain sesuai kebijakan perguruan tinggi.
4. Biaya Proofreading Disertasi
Biaya proofreading pada disertasi secara umum paling mahal dibanding skripsi dan tesis. Hal ini terjadi karena memang tingkat kompleksitas atau kesulitannya lebih tinggi.
Skema perhitungan biaya jasa adalah sama. Beberapa menggunakan skema perhitungan per jumlah kata, per halaman, per bab, sampai per jam. Proofreading pada disertasi juga mencakup aspek tata bahasa, diksi, koherensi kalimat, konsistensi, dan kesesuaian dengan ketentuan perguruan tinggi.
Baca Juga: 10 Keunggulan Jasa Konversi KTI dari Parafrase Indonesia
Hal yang Menyebabkan Biaya Proofreading Mahal
Perhitungan biaya proofreading memang berbeda-beda. Ada banyak faktor yang mempengaruhi perbedaan biaya jasa tersebut. Diantaranya adalah:
1. Skema Perhitungan dan Biaya yang DitetapkanÂ
Faktor pertama yang mempengaruhi biaya jasa proofreading adalah skema perhitungan yang digunakan. Umumnya, perhitungan per jumlah kata atau per kata lebih mahal. Sebab jumlah kata bisa lebih banyak dibanding jumlah halaman.
Hal ini terjadi, karena ada banyak diksi yang digunakan untuk memaparkan data di dalam naskah. Penulis tertentu cenderung hemat kata, beberapa lagi sebaliknya. Selain itu, biaya per skema juga sangat menentukan.
Jika penyedia jasa menetapkan Rp6.000 per 500 kata maka lebih hemat dibanding yang menetapkan biaya Rp10.000 per 500 kata. Oleh sebab itu, teliti dalam menentukan skema dan besaran biaya yang ditetapkan sangat penting. Sehingga sesuai anggaran yang tersedia.
2. Bahasa PenulisanÂ
Khusus untuk proofreading artikel jurnal ilmiah, tentu akan dipengaruhi faktor bahasa. Artikel ilmiah yang ditulis dengan bahasa Indonesia biaya jasa proofreading cenderung lebih ekonomis dibanding bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya.
3. Target PenerbitÂ
Faktor ketiga yang mempengaruhi besaran biaya proofreading adalah target penerbit. Faktor ini secara umum lebih banyak berlaku untuk proofreading artikel jurnal ilmiah.
Semakin kredibel penerbit jurnal yang dipilih, biasanya semakin tinggi standar kualitas naskahnya. Sehingga penyedia jasa proofreading membebankan biaya lebih tinggi. Contoh, biaya proofreading artikel untuk jurnal internasional lebih ekonomis dibanding jurnal internasional bereputasi.
4. Tingkat PerbaikanÂ
Faktor keempat yang ikut mempengaruhi harga jasa proofreading adalah tingkat perbaikan. Pada naskah yang didapati kesalahan lebih banyak dan sulit diperbaiki. Penyedia jasa akan melakukan konfirmasi meminta biaya lebih dari kesepakatan sebelumnya. Sebab memang butuh waktu lebih untuk pengerjaannya.
5. DeadlineÂ
Faktor berikutnya adalah deadline. Pengguna jasa proofreading kadang mendesak agar proofreading cepat selesai. Sehingga menekankan layanan cepat dan tepat. Penyedia jasa kemudian menetapkan biaya lebih tinggi karena diprioritaskan dibanding naskah lain. Sekaligus dikerjakan lembur di luar jam kerja.
6. Bidang KeilmuanÂ
Faktor lainnya adalah bidang keilmuan. Secara umum, bidang keilmuan ikut mempengaruhi tingkat kesulitan karya ilmiah. Bidang ilmu hukum, teknik, dan kedokteran dipandang lebih rumit. Sehingga biaya jasa proofreading lebih mahal dibanding bidang keilmuan lain.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Tools Proofreading Online
Tips Memilih Jasa Proofreading Terpercaya
Setelah memahami kisaran biaya proofreading profesional dan skema perhitungan biayanya. Tentu akan mempertimbangkan untuk menggunakan jasa profesional tersebut. Berhubung pilihannya banyak, agar tidak salah pilih bisa menerapkan beberapa tips di bawah ini:
1. Jasa BerpengalamanÂ
Harga jasa proofreading yang beragam, tentu memberi motivasi agar teliti menentukan penyedia jasa. Jangan sampai membayar terlalu mahal dengan kualitas proofreading yang masih di bawah harapan atau standar umum.
Membantu menghindari resiko salah pilih jasa dan kecewa. Maka pemilihan bisa berdasarkan pengalaman. Silahkan mengutamakan jasa proofreading yang sudah berpengalaman dibanding jasa baru.
Terutama sudah berpengalaman mengerjakan proofreading sesuai kebutuhan. Misalnya, membutuhkan jasa proofreading jurnal. Maka pilih jasa proofreading yang sudah berpengalaman mengerjakan artikel jurnal ilmiah.
2. Reputasi yang BaikÂ
Tips kedua, sebaiknya memilih jasa proofreading dengan reputasi yang baik. Misalnya, ulasan dari pengguna jasa sebelumnya cenderung positif. Contoh lain, tidak ada kasus atau masalah dengan pengguna jasa.
Era media sosial seperti sekarang tentu memudahkan dalam mengecek reputasi penyedia jasa proofreading. Ada banyak akademisi yang akan berbagi pengalaman saat memakai jasa proofreading. Jika tidak ada informasi di media sosial, maka bisa mencari informasi di website, blog pribadi, dan media lainnya.
3. Kualifikasi Tim ProofreadingÂ
Siapa yang mengerjakan proofreading naskah ilmiah Anda akan menentukan kualitas hasilnya. Jadi, silahkan mengecek reputasi dan kualifikasi tim proofreading dari pengguna jasa yang akan dipilih.
Utamakan penyedia jasa yang memiliki tim proofreading berpengalaman, bersertifikasi, dan lulusan program studi yang relevan. Sehingga memahami betul apa saja yang harus diperiksa dan bagaimana perbaikan pada naskah selama melakukan proofreading.
4. Biaya LayananÂ
Tidak dapat dipungkiri, memilih jasa proofreading akan sangat memperhatikan biaya layanannya. Sebagai pengguna jasa, tentu memiliki prinsip meminimalkan pengorbanan dan meraih keuntungan setinggi mungkin.
Artinya, Anda tentu berharap mendapat jasa proofreading yang biayanya terjangkau dengan kualitas yang memuaskan. Jadi, pastikan mengecek harga jasanya dan sesuaikan kondisi dan kebutuhan. Semakin tinggi anggaran yang tersedia, semakin banyak pilihan jasa proofreading bisa dipertimbangkan.
5. Kualitas KomunikasiÂ
Selanjutnya, utamakan jasa proofreading yang komunikasinya baik. Pertama, komunikasi lancar dan tidak ada kesalahpahaman. Kedua, komunikasi mudah bahkan bisa setiap saat dalam 24 jam. Ketiga, pilih jasa yang media komunikasinya selaras. Jika Anda memakai email, cari jasa proofreading yang memakai email juga.
6. Privasi dan KeamananÂ
Naskah ilmiah Anda tentu sangat berharga. Maka utamakan jasa proofreading yang melindungi privasi dan keamanan. Baik keamanan naskah agar tidak disebarluaskan dan dipergunakan sesuka hati. Sampai privasi Anda sebagai pengguna jasa yang dijaga dengan baik.
7. Jaminan atau GaransiÂ
Tips yang terakhir, silahkan memilih jasa proofreading yang berani memberi jaminan atau garansi. Misalnya garansi selesai tepat waktu, dijamin sesuai ketentuan pengelola jurnal, dll.
Jika mengalami kendala dalam memilih penyedia jasa proofreading terpercaya. Maka bisa menggunakan Jasa Konversi KTI dari Parafrase Indonesia. Konversi ini mencakup proses proofreading. Hasil konversi dijamin siap terbit dan diakui Ditjen Dikti.