Raih Buku Ajar Berkualitas dengan Layanan Konversi RPS dari Parafrase Indonesia

Jasa Konversi rps

RPS yang disusun oleh para dosen, bisa dijadikan dasar dalam menyusun naskah buku ajar. Bagi dosen yang kesulitan mengatur dan menyisihkan waktu melakukan konversi tersebut secara mandiri, maka bisa menggunakan jasa konversi RPS. 

Menjadikan isi RPS sebagai buku ajar memang tidak selalu terasa mudah. Apalagi bagi dosen pemula dan dosen senior yang memiliki agenda akademik sangat padat. Oleh sebab itu, menggunakan jasa konversi dari penyedia profesional bisa dipertimbangkan. Berikut informasinya. 

Baca Juga: Contoh Buku Ajar dan Template-nya

Apa Itu Konversi RPS?

Dalam KBBI, konversi memiliki definisi proses perubahan dari satu bentuk atau format ke bentuk atau format yang lain. Dalam kontek karya tulis, maka konversi dipahami sebagai proses mengubah bentuk karya tulis menjadi bentuk karya tulis lainnya. 

Istilah konversi umum digunakan dalam berbagai bidang. Dalam ruang lingkup akademik, maka konversi diterapkan dalam mengubah satu karya tulis ilmiah ke karya tulis ilmiah lain. Misalnya mengubah struktur artikel jurnal ilmiah menjadi naskah buku monograf. Hal ini disebut dengan istilah konversi karya ilmiah. 

Lalu, apa itu konversi RPS? Konversi RPS adalah proses mengubah RPS menjadi buku ajar. Secara umum, RPS menjadi dasar dari penyusunan buku ajar. Dalam menyusun buku ajar berbasis RPS tersebut, tentunya tetap menggunakan sejumlah referensi tambahan. 

RPS (Rencana Pembelajaran Semester) berisi rencana kegiatan perkuliahan suatu mata kuliah dalam kurun waktu 1 semester (6 bulan). RPS berisi susunan rancangan kegiatan perkuliahan, materi, metode pembelajaran, sampai proses evaluasi. Maka perlu diubah dari segi struktur sampai gaya bahasa menjadi buku ajar siap terbit. 

Baca Juga: Panduan Menyusun Buku Ajar Berbasis OBE

Mengapa RPS Perlu Dikonversi Menjadi Buku?

Jika kesulitan melakukan konversi RPS sendiri menjadi buku ajar. Maka bisa mempertimbangkan jasa atau layanan konversi RPS profesional. Sebab melakukan konversi ini sangat penting. Berikut beberapa alasannya: 

1. Bagian dari Pengembangan Bahan Ajar yang Relevan 

Alasan yang pertama kenapa dosen harus mengkonversi RPS menjadi buku ajar adalah sebagai bagian dari pelaksanaan tugas akademik. Yakni dalam tugas pokok pendidikan pada unsur atau komponen pengembangan bahan ajar. 

RPS berisi rancangan rencana kegiatan perkuliahan. Dalam penerapannya, tentu butuh literatur yang relevan dalam menunjang kegiatan perkuliahan. Maka pengembangan bahan ajar yang relevan dengan RPS bisa dilakukan. Salah satunya dengan dikonversi menjadi buku ajar. 

2. Menyediakan Pegangan bagi Mahasiswa dalam Perkuliahan 

Alasan kedua, adalah karena buku ajar berbasis RPS menjadi pegangan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan. Sehingga lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh dosen. 

Selain itu, RPS meski bisa dikembangkan menjadi modul. Namun, ketika dikembangkan atau dikonversi menjadi buku ajar maka akan terbit secara nasional. Sehingga tidak hanya dijadikan pegangan mahasiswa sendiri. Tapi juga mahasiswa lain dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. 

3. Membantu Dosen dalam Memenuhi BKD 

Mengembangkan bahan ajar sekali lagi termasuk dalam pelaksanaan tugas pokok pendidikan. Sehingga bisa dimasukan dosen ke dalam pelaporan BKD. Dalam BKD sendiri, buku ajar memiliki bobot 5 SKS. Sehingga bisa membantu dosen memenuhi target BKD sebesar 12 SKS per semester. 

4. Menambah Poin Angka Kredit untuk Pengembangan Karir Akademik 

Alasan selanjutnya kenapa konversi RPS perlu dilakukan dan bahkan menggunakan jasa konversi RPS, adalah untuk pengembangan karir akademik. Menyusun buku ajar termasuk tugas pokok pendidikan. Selain masuk BKD, juga proses PAK (Penilaian Angka Kredit). 

Buku ajar sendiri memberi tambahan poin angka kredit sebesar 20 poin. Jumlah ini tentu terbilang besar. Sehingga membantu dosen memenuhi ketentuan jumlah KUM minimal untuk mengajukan kenaikan jenjang jabatan fungsional dosen. 

5. Memberi Penghasilan Pasif bagi Dosen 

Alasan lainnya, adalah karena dengan dikonversi menjadi buku ajar maka RPS bisa memberi penghasilan pasif bagi dosen. Sebab ketika buku ajar diterbitkan sesuai standar. Maka akan memberi royalti kepada dosen selaku penulisnya. 

Jadi, dibandingkan dikonversi menjadi modul yang tidak diterbitkan secara nasional. Sehingga tidak memberi pemasukan bagi dosen. Maka bisa memprioritaskan dikonversi menjadi buku ajar agar memberi royalti secara rutin. 

Baca Juga: Panduan Lengkap Penyusunan RPS Berbasis OBE yang Benar

Syarat Konversi RPS Menjadi Buku Ajar

Dalam melakukan konversi RPS menjadi buku ajar, tentu bukan sekedar dikonversi. Penyedia jasa konversi RPS juga harus profesional dan memahami kriterianya. Jadi, ada beberapa syarat atau kriteria yang harus dipenuhi agar buku ajar berbasis RPS diakui kualitasnya dan siap terbit. Diantaranya adalah: 

1. Isi Buku Ajar Relevan dengan RPS 

Meskipun sudah mengalami perubahan bentuk, format, struktur, dan aspek gaya bahasa. Namun, isi dari buku ajar berbasis RPS harus tetap relevan. Yakni isinya sama dengan isi RPS itu sendiri. 

Sehingga buku ajar hasil konversi tersebut bisa digunakan mahasiswa sebagai pegangan mengikuti perkuliahan. Sekaligus menjadi sarana belajar secara mandiri dan mengerjakan latihan soal atau tugas di dalamnya. 

2. Menyesuaikan dengan Struktur Umum Buku Ajar

Syarat kedua, struktur hasil konversi RPS sesuai dengan struktur dari buku ajar. Buku ajar sendiri termasuk jenis buku ilmiah yang tentu terikat dengan sejumlah aturan. Termasuk dalam hal struktur. 

Sebelum proses konversi dilakukan, penting untuk memahami dulu struktur buku ajar seperti apa. Sehingga isi naskah bisa menyesuaikan dan mengandung seluruh bagian pokok yang wajib ada di dalam buku ajar tersebut. 

Hal ini penting, karena buku ajar harus sesuai standar dan akan diterbitkan. Selain itu, isi RPS tidak bisa asal disalin ke lembar kerja naskah buku ajar. Perlu dikembangkan lagi agar menjadi buku yang menunjang pembelajaran mandiri mahasiswa. 

3. Penjelasan Materi Memadai 

Syarat ketiga, hasil konversi RPS menjadi buku ajar menghasilkan penjelasan materi yang memadai. Artinya, penjelasan materi tersebut tidak kurang dan juga tidak berlebihan. Melainkan pas atau tepat. 

Jika penjabaran materi dari RPS ke buku ajar terlalu sedikit. Maka mahasiswa masih bingung dan butuh sumber literatur lain untuk memahami materi tersebut. Sebaliknya, jika materi dijabarkan terlalu berlebihan. Maka akan membingungkan pembaca karena penjelasan terlalu bertele-tele. 

4. Latihan Soal Relevan 

Isi dari buku ajar mencakup juga latihan soal atau tugas. Setiap bab ditutup dengan latihan soal atau pemberian tugas, tergantung pada tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan ditentukan di awal penyusunan RPS. 

Pada RPS berbasis kurikulum OBE, maka tujuannya dalam bentuk CPL yang fokus pada outcomes atau hasil pembelajaran. Jadi, latihan soal diganti dalam bentuk pemberian tugas berbasis proyek, studi kasus, portofolio, dan sejenisnya. Sehingga bisa membantu mengukur penguasaan kompetensi mahasiswa. 

5. Orisinil atau Bebas Plagiarisme 

Syarat terakhir dari buku ajar hasil konversi RPS adalah sifatnya orisinil atau tidak menjiplak. Sehingga tidak ada praktek plagiarisme dalam proses penyusunannya. Buku ajar kemudian bebas dari plagiarisme, jika diuji dengan tools cek plagiat pun terdeteksi tidak ada plagiat. 

Jadi, sangat penting untuk memastikan konversi RPS dilakukan dengan benar. Sehingga tidak ada keinginan untuk  menyalin karya orang lain tanpa sitasi. Sebab membuat buku ajar menjadi bukti tindakan plagiat. Selain tidak diakui Ditjen Dikti, juga ada kemungkinan dosen menerima sanksi pelanggaran etika. 

Baca Juga: Template dan Contoh RPS Berbasis OBE Sesuai Dikti yang Benar

Tahapan dalam Menggunakan Jasa Konversi RPS Menjadi Buku Ajar

Menggunakan layanan jasa konversi RPS bisa dijadikan pilihan bagi para dosen. Baik karena kesulitan melakukan konversi sendiri, keterbatasan waktu, memiliki agenda akademik lain yang lebih mendesak, dan faktor lainnya. 

Lalu, seperti apa proses konversi RPS menjadi buku ajar jika menggunakan jasa profesional? Berikut tahapannya secara umum: 

1. Pengiriman RPS

Tahap pertama adalah proses mengirimkan RPS ke penyedia layanan konversi RPS. SIlahkan menghubungi kontak penyedia jasa. Kemudian mengirimkan RPS sesuai prosedur yang ditetapkan penyedia jasa tersebut. 

Pada kebanyakan penyedia jasa konversi, biasanya meminta format tertentu. Kemudian ada beberapa aturan atau ketentuan lainnya. Jadi, silahkan dipahami dan disesuaikan. Jika keberatan dengan kebijakan tersebut, maka bisa dikonsultasikan atau memilih beralih ke jasa lain yang lebih sesuai. 

2. Proses Konversi RPS 

Setelah tahap pengiriman RPS sudah selesai dilakukan, maka akan masuk proses konversi yang dikerjakan tim penyedia jasa tersebut. Konversi ini tentunya akan mengubah struktur, gaya bahasa, dan aspek lainnya dari RPS menjadi buku ajar. 

RPS biasanya menjadi peta jalan dalam melaksanakan perkuliahan. Sehingga isi materi di dalamnya masih terbatas dan konseptual. Maka di dalam naskah buku ajar dijabarkan agar lebih mendalam dan disusun dengan gaya bahasa semi formal. 

Sebab ditujukan kepada mahasiswa dan bertujuan mendorong minat mereka membaca dan mempelajarinya. Proses konversi ini bisa memakan waktu beberapa hari. Silahkan dikonsultasikan mengenai kapan selesainya agar bisa disesuaikan dengan rencana yang melatarbelakangi penggunaan jasa tersebut. 

3. Editing Penulisan

Setelah proses konversi RPS selesai dilakukan. Maka akan masuk ke tahap editing. Tahap editing ini dilakukan tim penyedia layanan konversi RPS. Namun, ada juga yang bekerjasama dengan penerbit buku ilmiah. Sehingga proses editing dikerjakan editor penerbit tersebut yang sudah lebih paham standar penerbitan buku ajar. 

4. Review Penulisan

Secara umum, buku ilmiah perlu melewati tahap peer review oleh pakar di bidangnya. Sehingga naskah buku ajar hasil konversi RPS setelah diedit oleh editor profesional. Maka akan diteruskan ke pakar untuk direview secara substansial. Tujuannya agar isi buku ajar benar secara keilmuan dan layak terbit. 

5. Desain Cover

Usai melewati tahap peer review oleh pakar di bidangnya, maka memasuki proses cetak. Dimulai dengan mendesain cover, membuat desain layout buku, dan seterusnya. Pada proses desain cover, tentunya akan melibatkan persetujuan dosen. 

6. Terbit ISBN

Usai proses cetak dummy dilakukan, maka pihak penerbit yang bekerjasama dengan jasa konversi RPS akan mengurus pengajuan ISBN ke Perpusnas. Jika sudah terbit ISBN, maka akan masuk ke tahap cetak dan penerbitan buku ajar hasil konversi RPS. 

7. Cetak Buku

Tahap akhir dari proses konversi RPS adalah cetak naskah buku ajar yang sudah final desain cover dan detail lainnya. Proses cetak akan melibatkan dosen, sebab menentukan jumlah eksemplar sesuai kondisi dan kebutuhan. Selanjutnya, akan masuk ke proses penerbitan dengan dipromosikan dan didistribusikan ke toko buku. 

Baca Juga: Download Template dan Contoh RPS yang Sering Digunakan

Layanan Konversi RPS Menjadi Buku Ajar Parafrase Indonesia

Parafrase Indonesia menawarkan layanan dan jasa bagi anda yang memiliki rps yang sudah berstandar dikti maupun belum namun ingin menerbitkan buku untuk pemenuhan BKD. Kami bisa melakukan konversi rps terhadap naskah yang anda miliki sehingga menjadi buku ajar yang layak digunakan dalam kepentingan mengajar mahasiswa.

RPS memiliki potensi untuk pemenuhan poin KUM dosen dan bisa digunakan untuk peningkatan angka kredit untuk mendapatkan jabatan fungsional di perguruan tinggi

Bagi para dosen yang tertarik menggunakan jasa konversi RPS profesional. Maka bisa menggunakan Layanan Jasa Konversi dari Parafrase Indonesia. Sebab sudah berpengalaman dan dikerjakan tim ahli yang sudah berpengalaman dan bersertifikasi. Selain itu, buku hasil konversi dibantu proses penerbitannya sesuai standar Ditjen Dikti. 

sumber: 

  1. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. (2025). Pengembangan Bahan Ajar Berbasis RPS Kurikulum 2021 MBKM Digelar 23 Januari 2025. Diakses pada 27 Januari 2026 dari https://uinsa.ac.id/pengembangan-bahan-ajar-berbasis-rps-kurikulum-2021-mbkm-digelar-23-januari-2025
  2. Penerbit Deepublish Jakarta. (2024). Menyusun Buku Ajar Sesuai RPS dan Free Download E-Book Panduan. Diakses pada 27 Januari 2026 dari https://jakarta.penerbitdeepublish.com/panduan-menyusun-buku-ajar-sesuai-rps/
  3. LLDikti IV. (2021). Rubrik BKD 2021. https://bkd.lldikti4.id/RUBRIK_BKD_2021.pdf
  4. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (2025). Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 63/M/KEP/2025 Tentang Petunjuk Teknis Layanan Pembinaan dan Pengembangan Profesi dan Karier Dosen. https://lldikti4.kemdiktisaintek.go.id/wp-content/uploads/2025/03/Salinan-Kepmendiktisaintek-Nomor-63_M_KEP_2025-1-compressed-1.pdf

Bagikan artikel ini melalui

Picture of wahyu adji
wahyu adji
Saya merupakan SEO Specialist dan Conten Writer Profesional di bidang pendidikan seputar kampus, mahasiswa dan kedosenan di Parafrase Indonesia

Tinggalkan Balasan