Cara Menulis Sitasi dari Artikel dan Contohnya

cara menulis sitasi dari artikel

Tahukah Anda bagaimana cara menulis sitasi jika menggunakan sumber data dari artikel? Bagi Anda yang sedang mengerjakan karya tulis ilmiah, tentu perlu memahami informasi terkait hal yang satu ini.

Sebab bisa saja Anda menggunakan artikel sebagai salah satu rujukan dalam proses pengerjaan karya tulis ilmiah. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk memahami cara menulis sitasi dari artikel yang sesuai dengan aturan penulisan dan ketentuannya.

Dalam artikel ini, Parafrase Indonesia akan membagikan informasi terkait cara menulis sitasi dari artikel tersebut dari berbagai macam format penulisan. Tidak hanya itu, Anda juga akan mendapatkan informasi lainnya terkait sitasi dalam karya tulis ilmiah.

Jadi bagi Anda yang belum memahami dengan detail penggunaan sitasi dari artikel, pastikan untuk menyimak ulasan berikut hingga akhir agar bisa mendapatkan informasi secara keseluruhan.

Jenis-Jenis Sitasi

Sitasi merupakan referensi atau kutipan yang digunakan seseorang dalam sebuah penulisan ilmiah. Sitasi ini digunakan sebagai sumber informasi yang didapatkan dalam penulisan ilmiah tersebut.

Dengan adanya sitasi, seorang penulis bisa terhindar dari kesalahan dalam proses menulis, seperti plagiarisme dan lainnya. Sebab seorang penulis sudah mencantumkan secara jelas sumber informasi yang dia gunakan dalam penulisan tersebut.

Sumber rujukan yang dijadikan sitasi juga bisa berasal dari berbagai macam karya. Misalnya, Anda bisa menggunakan artikel jurnal, artikel online, buku, dan karya-karya sejenis lainnya.

Dalam praktiknya terdapat beberapa jenis sitasi yang bisa digunakan saat membuat sebuah tulisan. Adapun jenis sitasi yang bisa digunakan tersebut di antaranya.

1. Sitasi Langsung

Sitasi langsung merupakan jenis pertama yang bisa Anda gunakan dalam penulisan ilmiah. Sitasi langsung merupakan teknik di mana seorang penulis membuat kutipan dengan menyalin sumber asalnya sama persis.

Artinya seorang penulis akan mencantumkan informasi yang dia dapatkan dari sebuah sumber secara persis kata per kata tanpa mengubahnya sedikitpun. Penggunaan sitasi langsung ini biasanya bertujuan agar ide asli yang terdapat di sumber rujukan bisa disampaikan dengan maksimal.

Selain itu, sitasi langsung juga menjadi bukti kuat atas sumber yang Anda gunakan. Sebab Anda tidak mengubah narasi yang ada dalam sumber rujukan tersebut dan menampilkannya secara utuh.

2. Sitasi Tidak Langsung

Jenis sitasi kedua yang bisa digunakan dalam penulisan ilmiah adalah sitasi tidak langsung. Sitasi jenis ini juga dikenal dengan istilah parafrase atau parafrasa.

Secara umum, sitasi tidak langsung bisa didefinisikan sebagai teknik pengambilan kutipan dari sebuah sumber rujukan di mana seorang penulis menuliskannya kembali dengan kata-kata sendiri. Artinya narasi yang ada dalam penulisan sitasi tersebut berbeda dengan apa yang ada dalam sumber rujukan.

Penggunaan sitasi ini biasanya bertujuan untuk menyederhanakan ide yang terdapat dalam sumber rujukan. Selain itu, sitasi tidak langsung juga bisa digunakan untuk menghindari banyaknya kutipan langsung dalam sebuah karya tulis ilmiah.

3. Sitasi Kutipan dalam Kutipan

Jenis sitasi terakhir yang bisa dijumpai dalam sebuah karya tulis adalah sitasi kutipan dalam kutipan. Jenis sitasi ini digunakan ketika seorang penulis mengutip sumber rujukan dari kutipan yang digunakan oleh penulis lainnya.

Sitasi jenis ini sebenarnya tidak disarankan untuk Anda gunakan dalam proses penulisan. Alangkah lebih baiknya Anda langsung mencari sumber utama yang dirujuk oleh penulis lainnya tersebut dan menggunakan informasinya dalam karya tulis yang sedang dibuat.

Struktur Penulisan Sitasi dari Artikel

Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya, artikel merupakan salah satu sumber rujukan yang bisa Anda gunakan dalam proses penulisan. Ketika menggunakan sumber data jenis ini, terdapat beberapa struktur yang perlu Anda perhatikan dalam penulisan sitasinya, yakni.

1. Nama Penulis

Nama penulis merupakan informasi pertama yang perlu Anda cantumkan dalam sitasi dari artikel. Jika seorang penulis lebih dari satu kata, Anda bisa menyesuaikan dengan format penulisan yang digunakan, apakah menggunakan nama depan, nama belakang, atau secara lengkap keseluruhan.

2. Tahun Terbit

Setelah mencantumkan nama penulis, Anda mesti memasukkan tahun terbit dalam struktur penulisan sitasi dari artikel. Tahun terbit ini akan menunjukkan kapan artikel tersebut dibuat untuk mengecek kebaruan informasi yang ada di dalamnya.

3. Judul Artikel

Judul artikel juga menjadi struktur penting yang perlu dicantumkan dalam penulisan sitasi. Hal ini bertujuan agar pembaca bisa memahami secara detail sumber rujukan apa yang Anda gunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah.

4. Nama Jurnal atau Media

1 Step 1
Apa yang Membuat Anda Tertarik Melakukan Parafrase?
keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right
FormCraft - WordPress form builder

Struktur berikutnya yang bisa Anda cantumkan dalam sitasi adalah nama jurnal atau media tempat artikel tersebut dipublikasikan. Pastikan untuk mencantumkan nama jurnal dan media ini dengan jelas agar mudah ditemukan.

5. Volume dan Nomor (Untuk Jurnal)

Jika Anda menggunakan sumber dari artikel jurnal, maka perlu untuk mencantumkan volume serta nomor terbitannya dalam sitasi.

6. Halaman

Informasi berikutnya yang mesti ada dalam sitasi adalah halaman tempat sumber rujukan didapatkan. Sama seperti penjelasan sebelumnya, struktur ini berguna agar pembaca bisa memahami secara detail sumber asal informasi yang Anda cantumkan.

7. DOI atau URL (Untuk Artikel Online)

Struktur terakhir yang mesti ada dalam penulisan sitasi adalah DOI untuk artikel jurnal atau link URL untuk artikel online.

Cara Menulis Sitasi dari Artikel dan Contohnya

Berikut cara menulis sitasi dari artikel dalam berbagai format penulisan lengkap dengan contohnya.

1. Format APA

Format: Penulis, A. A. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, volume(nomor), halaman. Link artikel

Contoh: Putra, D. R. (2022). Strategi Pembelajaran Daring. Jurnal Pendidikan Online, 5(2), 45–56. https://doi.org/10.xxxx/jpo.v5i2.456

2. Format MLA

Format: Penulis. “Judul Artikel.” Nama Jurnal, vol. xx, no. xx, tahun, halaman.

Contoh: Putra, D. R. “Strategi Pembelajaran Daring.” Jurnal Pendidikan Online, vol. 5, no. 2, 2022, pp. 45–56.

3. Format Chicago

Format: Penulis. “Judul Artikel.” Nama Jurnal volume, no. (Tahun): halaman.

Contoh: Putra, D. R. “Strategi Pembelajaran Daring.” Jurnal Pendidikan Online 5, no. 2 (2022): 45–56.

4. Vancouver Style

Format: Judul artikel. Nama jurnal. Tahun;volume(nomor):halaman.

Contoh: Putra DR. Strategi Pembelajaran Daring. Jurnal Pendidikan Online. 2022;5(2):45–56.

Itulah pembahasan lengkap seputar cara menulis sitasi dari sumber artikel.

Dapatkan lebih banyak informasi seputar penulisan dan penyusunan karya ilmiah dengan membaca artikel-artikel terbaru dari Parafrase Indonesia!

Bagikan artikel ini melalui

Picture of Dhea Salsabila
Dhea Salsabila
SEO Specialist dan Content Editor di Parafrase Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *