Buku ajar merupakan salah satu bentuk publikasi ilmiah yang bisa diterbitkan oleh seorang dosen sebagai bentuk menjalankan tugas dan tanggung jawab di dunia akademik. Apakah Anda sudah mengetahui format yang digunakan dalam menyusun buku ajar?
Penting bagi Anda untuk memahami informasi terkait format buku ajar. Dengan demikian, Anda tidak perlu kesulitan dalam proses penulisan karya tulis ilmiah yang satu ini.
Dalam artikel ini, Parafrase Indonesia akan membagikan format yang diterapkan dalam penulisan buku ajar. Selain itu, Anda juga akan mendapatkan buku panduan gratis yang bisa digunakan sebagai pegangan dalam membuat karya tulis ini.
Namun sebelum memahami hal ini lebih jauh, simak terlebih dahulu informasi terkait definisi buku ajar beserta ciri-cirinya dalam bagian berikut ini.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Buku Ajar?
Buku ajar merupakan salah satu sumber bacaan yang bisa digunakan oleh pelajar, baik itu di tingkat sekolah atau perguruan tinggi untuk memahami sebuah materi. Secara sederhana, buku ajar bisa didefinisikan sebagai buku pegangan yang digunakan untuk mempelajari sebuah bidang ilmu.
Dalam konteks perguruan tinggi, buku ajar akan memberikan penjelasan detail terkait sebuah mata kuliah yang diajarkan di bidang keilmuan masing-masing. Dengan adanya buku ajar, seorang mahasiswa bisa memahami sebuah materi lewat tulisan yang ada di karya tulis tersebut.
Hal ini tentu akan membantu mahasiswa agar bisa melakukan pembelajaran secara mandiri. Selain itu, mahasiswa bisa mencari konteks materi yang sekiranya belum terlalu dipahami dalam proses pembelajaran di kelas dengan membaca lebih lanjut buku ajar.
Ciri-Ciri Buku Ajar
Sama seperti publikasi ilmiah lainnya, buku ajar juga memiliki ciri-ciri yang menjadi keunikannya tersendiri. Ciri-ciri yang dimiliki oleh buku ajar juga menjadi pembeda karya tulis ilmiah ini dengan publikasi lainnya.
Terdapat beberapa ciri-ciri yang bisa Anda identifikasikan dari sebuah buku ajar, yakni.
1. Kedalaman dan Keluasan Materi
Pembahasan materi dalam sebuah buku ajar biasanya lebih mendalam dan luas. Semua materi yang berkaitan dengan bidang keilmuan tertentu akan Anda dapatkan ketika membaca karya tulis ini.
2. Struktur Penulisan yang Sistematis dan Logis
Buku ajar juga disusun dengan struktur penulisan yang sistematis dan logis. Setiap bab yang ada di dalam buku ajar biasanya akan saling berkaitan antara satu sama lain dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
3. Referensi yang Komprehensif
Dalam menyusun buku ajar, Anda mesti menggunakan sumber referensi yang komprehensif. Hal ini bertujuan agar informasi dan materi yang disampaikan dalam buku ajar tersebut kredibel dan valid untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
4. Menggunakan Bahasa Formal dan Akademis
Seperti halnya karya tulis ilmiah lainnya, buku ajar juga mesti disusun dengan menggunakan bahasa yang formal dan akademis.
5. Relevan dengan Kurikulum yang Diterapkan
Ciri-ciri berikutnya dari sebuah buku ajar di perguruan tinggi adalah relevan dengan kurikulum yang diterapkan di instansi tersebut. Hal ini sesuai dengan fungsi buku ajar yang bisa membantu proses pembelajaran mahasiswa dalam memahami sebuah materi tertentu.
6. Memiliki ISBN
Sebuah buku ajar juga mesti memiliki ISBN atau International Standard Book Number. ISBN ini akan berguna sebagai identitas unik yang dimiliki oleh buku ajar tersebut.
7. Sesuai dengan Standar Format Buku Ajar
Ciri-ciri terakhir dari buku ajar adalah disusun sesuai dengan format yang berlaku.
Format Buku Ajar
Lantas apa saja format yang mesti ada dalam sebuah buku ajar? Berikut beberapa bagian yang mesti Anda cantumkan ketika menyusun karya tulis ilmiah ini, yaitu.
1. Prakata
Bagian pertama yang ada dalam buku ajar adalah prakata. Bagian ini berisi pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh penulis atas buku ajar yang sudah dipublikasikan.
2. Daftar Isi
Format berikutnya yang ada dalam karya tulis ini adalah daftar isi. Bagian ini akan membantu pembaca untuk menemukan halaman spesifik dari pembahasan yang ada di buku tersebut.
3. Batang Tubuh
Batang tubuh merupakan bagian inti dari sebuah buku ajar. Format ini biasanya akan dibagi dalam ke beberapa bab dan menjelaskan informasi utama yang ada dalam buku tersebut.
4. Daftar Pustaka
Setelah batang tubuh, bagian berikutnya yang mesti ada dalam buku ajar adalah daftar pustaka. Pada bagian ini, penulis bisa mencantumkan semua sumber rujukan yang dia gunakan dalam proses penulisan.
5. Glosarium
Penulis juga mesti mencantumkan glosarium dalam penulisan buku ajar. Glosarium merupakan kumpulan istilah yang digunakan dalam penulisan buku ajar beserta penjelasannya.
6. Indeks
Terakhir, Anda juga mesti mencantumkan indeks dalam menulis buku ajar. Bagian ini akan menampilkan daftar istilah yang digunakan beserta keterangan halamannya di dalam buku tersebut.
Dengan demikian, pembaca bisa menemukan pada bagian mana istilah tersebut digunakan.
E-book Panduan Menyusun Buku Ajar
Itulah informasi lengkap seputar format buku ajar beserta pembahasan lainnya. Bagi Anda yang ingin mempelajari lebih jauh terkait format buku ajar, bisa mengakses panduannya secara gratis dengan mengunduh E-Book Panduan Menyusun Buku Ajar, gratis!