Apa Perbedaan Jurnal Berbayar dan Gratis dalam Publikasi?

perbedaan jurnal berbayar dan gratis

Dosen, mahasiswa, maupun peneliti saat mengurus publikasi artikel ilmiah ke sebuah jurnal. Tentunya berhadapan dengan pilihan menerbitkan ke jurnal gratis atau berbayar. Namun, sudahkah mengetahui perbedaan jurnal berbayar dan gratis tersebut? Berikut informasinya. 

Apa Itu Jurnal Gratis?

Jurnal di sisi penulis artikel ilmiah disebut gratis, ketika sistem pengelolaannya close access (CA – akses tertutup). Jurnal CA memiliki kebijakan tidak membebankan biaya publikasi kepada penulis. Sebagai gantinya, pengelola jurnal mewajibkan pembaca untuk berlangganan. 

Sehingga pembaca artikel pada jurnal tersebut harus membayar biaya langganan untuk bisa membaca artikel-artikel yang sudah diterbitkan. Contohnya banyak, misalnya jurnal yang dikelola Elsevier, Springer Nature, Wiley, dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Baca Juga: Cara Mengetahui Jurnal Discontinued pada Scopus

Apa Itu Jurnal Berbayar?

Jenis jurnal ilmiah yang kedua adalah jurnal berbayar, sehingga ada perbedaan jurnal berbayar dan gratis disini. Jurnal berbayar di sisi penulis adalah jurnal yang menetapkan biaya publikasi kepada penulis. Jurnal jenis ini disebut jurnal open access (OA – akses terbuka). 

Sehingga penulis artikel ilmiah setelah resmi ditetapkan artikel yang dikirimkan akan diterbitkan. Maka diwajibkan untuk membayar biaya publikasi dan besarannya ditetapkan oleh pengelola jurnal tersebut. Contohnya seperti BioMed Central (BMC), MDPI, PLOS, dll. 

Sedangkan akses artikel-artikel yang diterbitkan sifatnya gratis bagi para pembaca atau masyarakat ilmiah. Siapa saja bisa membaca artikel-artikel yang diterbitkan tanpa harus membayar biaya langganan. Sehingga sistem pengelolaannya berkebalikan dengan jurnal gratis (close access). 

Baca Juga: 17 Tempat Mencari Jurnal Gratis yang Bereputasi Tinggi

Perbedaan Jurnal Gratis dan Jurnal Berbayar

Melalui definisi di atas, maka tentu bisa memahami garis besar perbedaan jurnal berbayar dan gratis. Berbayar dan gratis disini dilihat dari sisi penulis, bukan pembaca. Sehingga jurnal berbayar disebut jurnal open access. Sedangkan jurnal gratis disebut close access. 

Secara lebih rinci, berikut perbedaan dilihat dari beberapa aspek: 

1. Akses Pembaca

Hal pertama yang membedakan antara jurnal berbayar dengan jurnal gratis adalah akses ke pembaca. Jurnal berbayar sekali lagi adalah jurnal open access, sehingga pembaca tidak perlu membayar biaya langganan untuk mengakses artikel di dalamnya. 

Sebaliknya, jurnal gratis adalah jurnal close access yang membebankan biaya langganan ke pembaca. Sehingga pembaca harus membayar biaya untuk bisa membaca artikel-artikel yang diterbitkan jurnal ilmiah tersebut. 

Karakter inilah yang membuat jurnal open access lebih disukai para pembaca. Sebab menjadi sarana untuk berhemat saat membutuhkan referensi ilmiah kredibel dan bisa diandalkan. 

Sebaliknya, bagi penulis jurnal open access menjadi pilihan saat tersedia anggaran untuk biaya publikasi. Pada saat anggaran tersebut tidak dimiliki, maka para penulis akan menargetkan jurnal close access. Meskipun ada potensi berdampak pada jumlah pembaca yang terbatas. 

2. Biaya Publikasi

Aspek kedua yang menjadi perbedaan jurnal berbayar dan gratis adalah biaya publikasi. Hal ini tentu bisa langsung diketahui dari beberapa penjelasan sebelumnya. 

Jurnal open access membebankan biaya publikasi ke penulis artikel ilmiah. Biaya ini disebut dengan istilah APC (Article Processing Charge). APC dibayarkan per artikel dan besarannya berbeda-beda untuk setiap jurnal. Sebab penentunya adalah pengelola jurnal itu sendiri. 

Namun, secara umum semakin kredibel dan bereputasi suatu jurnal. Maka biaya APC akan semakin tinggi juga, demikian halnya jika sebaliknya. Inilah alasan biaya publikasi ke jurnal nasional peringkat SINTA 1 lebih mahal dibanding SINTA 2, 3, 4, dan peringkat di bawahnya. 

Begitu juga jurnal Scopus, jika peringkatnya Q1 maka biayanya mahal dibanding jurnal di peringkat Q2 dan di bawahnya. bahkan jurnal di peringkat tinggi ini bisa membebankan biaya APC sampai puluhan juta Rupiah  per 1 artikel ilmiah. 

Namun, tidak semua jurnal dengan reputasi tinggi membebankan APC tinggi. Banyak juga yang gratis tanpa APC. Terutama yang dikelola sebuah perguruan tinggi, organisasi nirlaba, pemerintah, dan sebagainya. 

Sementara itu, jurnal close access cenderung tidak menetapkan APC. Sehingga penulis bisa mempublikasikan artikel ilmiah yang disusun tanpa perlu keluar biaya. Pemasukan jurnal tersebut berasal dari biaya langganan para pembaca, bukan APC dari penulis. 

3. Hak Cipta

Aspek ketiga yang menjadi perbedaan jurnal berbayar dan gratis adalah Hak Cipta atau kepemilikan Hak Cipta tersebut. Jurnal open access yang membebankan APC kepada penulis biasanya memberikan Hak Cipta ke penulis tersebut. 

Sebaliknya, jurnal close access yang membebaskan APC pada penulis artikel biasanya mendapat Hak Cipta. Sehingga memiliki hak untuk penggunaan ulang dan hak lain selaku pemegang lisensi Hak Cipta. 

Meskipun begitu, tidak semua jurnal open access memberikan Hak Cipta kepada penulis artikel. Bisa juga menetapkan kebijakan sebaliknya. Hal ini juga berlaku untuk jurnal close access. Sehingga penulis perlu memperhatikan MoU yang akan disepakati bersama. 

4. Visibilitas dan Dampak 

Hal terakhir yang menunjukan perbedaan jurnal berbayar dan gratis adalah visibilitas dan dampaknya. Visibilitas jurnal adalah kemampuan jurnal tersebut diketahui dan diakses oleh pembaca atau masyarakat ilmiah. 

Jurnal dikatakan punya visibilitas tinggi ketika diketahui banyak pembaca, diakses, dan kemudian dikutip atau dijadikan referensi ilmiah. Sehingga tingginya visibilitas jurnal sejalan dengan dampaknya. Sebab semakin banyak yang mengaksesnya, semakin luas manfaat artikel pada jurnal ilmiah tersebut. 

Jurnal open access dengan APC yang dibebankan kepada penulis memiliki stabilitas yang tinggi. Sebab para pembaca akan mengutamakan jurnal gratis tanpa membayar biaya langganan. Sehingga jumlah pembaca, jumlah sitasi, dan dampak positif lainnya lebih besar dibanding pada jurnal close access. 

Bagaimana dengan reputasi atau kredibilitas? Perbedaan jurnal berbayar dan gratis pada dasarnya tidak mencakup reputasi. Sebab, setiap jurnal baik close access maupun open access bisa masuk kategori bereputasi maupun sebaliknya. 

Reputasi suatu jurnal tidak dipengaruhi oleh sifat akses yang gratis atau berbayar. Melainkan karena faktor lain. Misalnya proses peer review, kualitas tata kelola jurnal tersebut, reputasi dari pengelola jurnal, dan indeksasi masuk ke database mana.  

Baca Juga: Daftar Jurnal yang Terindex Scopus Q1, Apa Saja?

Jurnal Mana yang Paling Tepat Dipilih Penulis Artikel Ilmiah? 

Setelah mengenal apa saja perbedaan jurnal berbayar dan gratis. Kira-kira jurnal mana yang sebaiknya dipilih oleh penulis? Secara umum, jurnal dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan. Mulai dari kesesuaian dengan scope keilmuan sampai reputasinya. 

Baik jurnal close access maupun open access sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan yang bisa dirasakan para penulis. Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan jurnal open access: 

Kelebihan: 

  1. Memiliki visibilitas tinggi, sebab menjadi prioritas di kalangan pembaca yang ingin menghemat biaya pencarian referensi ilmiah. 
  2. Memiliki potensi jumlah sitasi tinggi sebab jumlah pembaca juga tinggi, sehingga mendukung optimasi impact factor, h-index, dan sejenisnya. 
  3. Mendukung penyebarluasan hasil penelitian skala besar dan dalam jangkauan yang luas. Sebab memberi akses gratis pada pembaca. 

Kekurangan: 

  1. Biaya publikasi tinggi, khususnya pada jurnal kredibel dan bereputasi atau peringkat tinggi. Sehingga penulis perlu menyiapkan anggaran yang mendukung. 
  2. Rawan terhadap jurnal predator atau jurnal abal-abal. Apalagi banyak jurnal bereputasi tinggi sifatnya open access. 

Sementara itu, berikut adalah beberapa poin yang menunjukkan kelebihan dan kekurangan jurnal close access: 

Kelebihan:

  1. Tidak ada biaya APC atau biaya publikasi yang dibebankan ke penulis, sehingga bisa menjadi sarana berhemat untuk membangun riwayat publikasi ilmiah pada jurnal. 
  2. Banyak jurnal close access punya jaringan distribusi luas, misalnya diakses banyak perguruan tinggi di dunia. 

Kekurangan:

  1. Visibilitas tidak setinggi jurnal open access, sehingga jumlah pembaca dan kutipan lebih terbatas. 
  2. Hasil penelitian tidak berdampak luas, karena akses terbatas ke pembaca yang memiliki biaya langganan memadai. 

Melalui penjelasan di atas, tentunya bisa lebih teliti saat cek jurnal untuk dipilih sebagai media publikasi. Penulis artikel ilmiah bisa mempertimbangkan masing-masing kelebihan dan kekurangan. Kemudian memiliki yang dirasa paling besar dampak positifnya dibanding sebaliknya. 

Maka bisa dipahami keduanya adalah pilihan yang baik bagi para penulis atau peneliti. Sebab sama-sama membantu menyebarluaskan hasil penelitian. Selama reputasinya baik dan kredibel, maka layak dipilih sebagai tempat mempublikasikan hasil penelitian. 

Supaya artikel ilmiah yang disusun mudah diterima jurnal tersebut, khususnya jurnal dengan reputasi tinggi. Maka perlu memastikan kualitasnya mumpuni dan bebas dari segala bentuk pelanggaran etika. Termasuk plagiarisme. 

Jika selama ini masih terkendala dalam menghindari plagiarisme dan sering skor similarity index kelewat tinggi. Ada baiknya membaca ebook berjudul Taktik Anti-Plagiarisme: Panduan Praktis dalam Menulis Original dan Etis. dari Parafrase Indonesia.

sumber: 

  1. Kamilaturrahmah. (2025). Jurnal Gratis vs. Jurnal Bayar? Ini Dia Plus Minusnya. Diakses pada 10 Maret 2026 dari https://transkripsi.id/blogs/jurnal-gratis-vs-jurnal-bayar-ini-dia-plus-minusnya
  2. Elaborium Elevasi Indonesia. (2025). Perbedaan Publikasi Ilmiah Tidak Berbayar dan Berbayar. Diakses pada 10 Maret 2026 dari https://elena.co.id/perbedaan-publikasi-ilmiah-tidak-berbayar-dan-berbayar/

Bagikan artikel ini melalui

Picture of wahyu adji
wahyu adji
Saya merupakan SEO Specialist dan Conten Writer Profesional di bidang pendidikan seputar kampus, mahasiswa dan kedosenan di Parafrase Indonesia

Tinggalkan Balasan