Ingin melanjutkan studi S3 tapi belum ada nilai TOEFL? Jangan patah semangat, banyak beasiswa S3 saat ini menerima tanpa syarat TOEFL. Berikut rangkuman rekomendasi terbaik supaya Anda bisa fokus riset tanpa tes bahasa!
Daftar Isi
ToggleBeasiswa S3 Luar Negeri Tanpa TOEFL
Beasiswa luar negeri ini menawarkan peluang besar bagi Anda yang belum punya sertifikat TOEFL tapi tetap ingin studi ke jenjang doktoral. Berikut beberapa rekomendasinya untuk Anda:
1. Global Korea Scholarship (GKS)
Rekomendasi beasiswa S3 yang pertama adalah dari Global Korea Scholarship (GKS). Melalui beasiswa ini, Anda akan mendapat biaya kuliah penuh, tunjangan hidup bulanan KRW 1 juta atau kurang lebih Rp 12.000.000, tiket PP, asuransi, serta biaya penempatan.
Persyaratan yang diberikan juga cukup mudah, seperti memiliki IPK ≥2,64, usia kurang dari 40 tahun, ijazah S2, surat rekomendasi dan proposal riset.
Beasiswa ini tidak mensyaratkan TOEFL, bahkan Anda akan mendapatkan kursus Bahasa Korea selama satu tahun di sana.
2. Turkiye Burslari Scholarship
Selanjutnya, Turkiye Burslari Scholarship. Fasilitas yang akan Anda peroleh dari beasiswa ini, meliputi biaya kuliah, akomodasi, asuransi kesehatan, tiket pesawat, tunjangan bulanan PhD 1.800 TL atau Rp 700.000, serta kursus Bahasa Turki 1 tahun.
Syarat pendaftarannya juga mudah. Penerima beasiswa ini dikhususkan untuk warga negara internasional, memiliki IPK minimal 75%, batas usia S3 ≤ 35 tahun, dokumen akademik, serta proposal riset.
Anda juga tidak wajib memiliki sertifikat TOEFL/IELTS, tetapi perlu mengikuti kursus Bahasa Turki bertingkat hingga C1.
3. Chinese Government Scholarship
Bagi Anda yang tertarik mendaftar beasiswa S3 dari pemerintah China ini, Anda bisa menyiapkan beberapa dokumen persyaratan. Beberapa di antaranya, Ijazah S2, IPK minimal 3.0, proposal riset, surat rekomendasi, dan dokumen identitas.
Melalui beasiswa ini, Anda akan mendapatkan biaya kuliah penuh, biaya hidup, akomodasi kampus, serta asuransi kesehatan.
Program ini juga sangat mendukung pelajar non-Mandarin. Anda akan mendapatkan kursus bahasa Mandarin yang tersedia sebelum perkuliahan dimulai secara intensif selama satu tahun.
4. Romanian Government Scholarship
Beasiswa Romanian ini menyediakan fasilitas pendidikan berupa biaya kuliah, akomodasi, dan tunjangan sekitar €85 atau Rp 1.600.000 per bulan untuk S3.
Seperti beberapa beasiswa sebelumnya, persyaratan dari beasiswa ini cukup mudah. Anda perlu memiliki gelar master, dokumen akademik, proposal riset, dan identitas.
Program ini juga tidak meminta TOEFL. Beasiswa ini cocok bagi Anda yang ingin melakukan riset di Eropa Tengah.
5. DAAD Scholarship
Beasiswa ini merupakan program yang dikelola oleh Layanan Pertukaran Akademik Jerman atau Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD) yang mendukung Anda untuk melanjutkan studi di Jerman. Bagi Anda yang berminat, Anda bisa menyiapkan Ijazah S2, bukti kemampuan bahasa Jerman, dan proposal riset.
Fasilitas yang akan Anda peroleh antara lain, biaya kuliah, tunjangan riset, akomodasi, asuransi, dan tiket PP selama studi di Jerman.
6. MEXT Scholarship
Rekomendasi beasiswa S3 tanpa TOEFL berikutnya, MEXT Scholarship. Beasiswa ini merupakan program dari Ministry of Education, Culture, Sports, Science, and Technology Scholarship, yang juga dikenal sebagai Beasiswa Monbukagakusho dari pemerintah Jepang.
Pemerintah menyediakan biaya kuliah, tunjangan hidup, tiket PP, dan biaya pengurusan visa yang tersedia untuk jalur khusus riset S3.
Bagi Anda yang berminat, syaratnya cukup mudah. Anda diwajibkan dari lulusan S2 dengan IPK minimal 3,2, berusia maksimal 34 tahun, dan JLPT N2 (atau sertifikat bahasa Inggris setara B2). TOEFL tidak wajib jika Anda sudah punya JLPT.
7. Brunei Darussalam Government Scholarship
Beasiswa S3 selanjutnya yang tidak mewajibkan persyaratan TOEFL, yaitu Brunei Darussalam Government Scholarship. Anda cukup memiliki gelar master, surat rekomendasi, dan menyiapkan proposal riset. Program dari beasiswa ini cocok bagi Anda yang akan melakukan riset untuk studi ASEAN.
Fasilitas beasiswa yang bisa Anda dapatkan dari pemerintah Brunei Darussalam, antara lain biaya kuliah, biaya hidup, tiket PP, dan asuransi kesehatan.
8. Swiss Government Scholarship
Melalui program beasiswa S3 dari pemerintah Swiss ini, Anda akan memperoleh fasilitas berupa, biaya pendidikan, tunjangan hidup sebesar CHF 1.900 – 2.100 atau Rp 38.000.000 – Rp 42.000.000 per bulan, dan asuransi kesehatan.
Sebagai persyaratan, Anda cukup menyiapkan gelar master, proposal riset, dan surat rekomendasi. Anda juga tidak wajib TOEFL jika riset dilaksanakan dalam bahasa lokal atau Inggris.
9. Konrad Adenauer Stiftung (KAS)
Selanjutnya, rekomendasi beasiswa S3 dari Konrad Adenauer Stiftung (KAS). Beasiswa ini menyediakan dukungan finansial penuh untuk mahasiswa internasional yang ingin menempuh studi S3 (PhD) di Jerman. Penerima beasiswa akan mendapatkan tunjangan bulanan sebesar €1.400 atau Rp 27.000.000 selama 3 tahun untuk program doktoral.
Selain itu, tersedia subsidi tambahan berupa asuransi kesehatan, tunjangan keluarga (jika tinggal bersama pasangan), tunjangan anak (jika anak tinggal bersama dan dokumen resmi diserahkan), dukungan biaya kursus terkait studi tiap semester, serta bantuan dana riset luar negeri.
Untuk mendaftar beasiswa S3 KAS, Anda harus menyelesaikan pendidikan S2, memiliki prestasi akademik di atas rata-rata, memiliki kemampuan bahasa Jerman minimal level B2, berencana kuliah minimal 4 semester di universitas Jerman, aktif dalam kegiatan sosial, serta tertarik pada isu-isu politik, demokrasi, dan hak asasi manusia
Sebagai tambahan, beasiswa ini tidak mensyaratkan TOEFL, karena fokus utamanya adalah kemampuan bahasa Jerman (B2). Peserta dari bidang kedokteran hanya dapat mendaftar setelah melewati ujian tengah program di Jerman. Selain itu, KAS tidak mendukung studi spesialis kedokteran atau peserta yang telah memiliki gelar doktor.
10. Hokkaido University President’s Fellowship
Beasiswa ini memberikan pembebasan biaya kuliah dan tunjangan bulanan sebesar ¥100.000 atau Rp 11.000.000, dengan tambahan tunjangan sekali pakai berkisar ¥220.000 pada awal studi. Penerima juga berhak menempati asrama kampus, meskipun biaya hidup sehari-hari tetap menjadi tanggungan Anda sendiri.
Sebagai calon pelamar, Anda harus merupakan lulusan universitas mitra Hokkaido dan belum terdaftar di HU (belum menjadi mahasiswa Hokkaido University). Selain itu, nilai akademik Anda harus berada di 25% peringkat teratas (GPA unggul) dan memperoleh surat persetujuan resmi dari calon pembimbing serta rekomendasi dari rektor/pejabat universitas asal.
Fellowship ini hanya tersedia sekali (tidak diperpanjang otomatis) selama maksimal 3 tahun (PhD normal) atau hingga 4 tahun untuk bidang kedokteran. Penerima juga wajib melaporkan progres penelitian setiap semester serta menghadiri ujian penerimaan dan administrasi masuk formal di HU.
Beasiswa S3 Dalam Negeri Tanpa TOEFL
Selain luar negeri, ada juga beasiswa dalam negeri dengan persyaratan tanpa TOEFL. Berikut rekomendasinya:
1. Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI)
Pertama, Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) dari Kemendikbudristek, yang mencakup dukungan biaya komprehensif untuk studi S3. Cakupan meliputi dana pendidikan (SPP, buku, dan biaya disertasi), tunjangan hidup bulanan, bantuan seminar dan publikasi internasional, serta pendukung administratif seperti biaya visa, asuransi kesehatan, transportasi, dan tunjangan keluarga.
Syarat pendaftaran BPI untuk jenjang doktor meliputi: status WNI, sudah diterima (Unconditional atau Conditional LoA) di program S3, dan unggah dokumen identitas, ijazah & transkrip S2, proposal riset, serta surat rekomendasi akademik.
Untuk studi luar negeri, pelamar wajib menyertakan bukti LoA dan kemampuan bahasa sesuai ketentuan universitas tujuan. Namun, TOEFL sendiri sifatnya tidak diwajibkan, sehingga ini menjadi peluang menarik bagi Anda yang belum memiliki sertifikat TOEFL.
2. LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan)
Selanjutnya, beasiswa LPDP. Beasiswa ini menyediakan berbagai jenis program beasiswa, termasuk beasiswa S3 (reguler) dalam negeri dan luar negeri oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Cakupannya meliputi biaya kuliah penuh, biaya hidup, biaya transportasi, biaya tunjangan keluarga, serta dukungan untuk seminar dan publikasi disertasi.
Syarat utama pendaftaran beasiswa LPDP, antara lain WNI, telah lulus program magister (S2), memiliki LoA unconditional dari universitas tujuan (jika ada), dan memenuhi skor minimal kemampuan bahasa sesuai ketentuan LPDP. Bagi pelamar luar negeri, TOEFL iBT biasanya minimal 80 atau IELTS 6.5 dibutuhkan.
Sebagai catatan, LPDP tidak mewajibkan TOEFL/IELTS bagi pelamar dalam negeri yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Calon penerima juga harus bersedia kembali dan berkontribusi di Indonesia setelah masa studi selesai.
Itulah rekomendasi beasiswa S3 tanpa TOEFL yang bisa Anda akses baik di luar negeri maupun dalam negeri. Pastikan Anda membaca persyaratan terbaru dan menyiapkan proposal riset berkualitas agar peluang lolos semakin besar.
Semoga bermanfaat dan sukses meraih beasiswa impian!
Dapatkan berbagai informasi terbaru seputar pendidikan dan penulisan karya ilmiah dengan mengunjungi artikel-artikel Parafrase Indonesia!