Systematic Literature Review: Ciri-ciri, Tahapan, dan Contohnya

contoh kata pengantar karya ilmiah

Melalui Systematic Literature Review, Anda bisa menemukan kesenjangan penelitian sekaligus membangun dasar teori yang kuat bagi penelitian selanjutnya. Bagaimana maksudnya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Apa Itu Systematic Literature Review?

Menurut Desy Hariyati (2023), Systematic Literature Review (SLR) adalah metode penelitian yang digunakan untuk memahami kumpulan besar informasi dan membantu menjawab berbagai pertanyaan penelitian, mulai dari apa yang berhasil, apa yang belum, hingga apa yang perlu dikembangkan. Dengan kata lain, metode ini berfungsi sebagai alat analisis mendalam terhadap literatur yang relevan dengan topik tertentu.

Melalui pendekatan Systematic Literature Review, peneliti dapat mengidentifikasi masalah utama dalam bidang yang dikaji, menyusun kerangka konseptual, serta menemukan kesenjangan penelitian yang belum terjawab. Hasil akhirnya bukan hanya berupa ringkasan penelitian terdahulu, tetapi juga sintesis yang memberikan arah baru bagi penelitian berikutnya.

Ciri-ciri Systematic Literature Review

Sebuah penelitian dapat dikategorikan sebagai Systematic Literature Review jika memenuhi ciri-ciri berikut:

  1. Menggunakan metode pencarian data yang terencana dan sistematis
  2. Berfokus pada pertanyaan penelitian yang jelas dan spesifik
  3. Memiliki kriteria inklusi dan eksklusi yang ditentukan sejak awal
  4. Mengandalkan sumber literatur kredibel, seperti jurnal ilmiah bereputasi
  5. Menggunakan proses seleksi artikel yang transparan dan dapat direplikasi
  6. Menerapkan analisis dan sintesis data secara objektif
  7. Melibatkan penilaian kualitas setiap sumber literatur
  8. Menyajikan hasil secara sistematis dalam bentuk tabel, grafik, atau narasi
  9. Menjelaskan implikasi teoretis dan praktis dari hasil tinjauan
  10. Bersifat komprehensif namun tetap fokus pada topik yang dikaji

Tujuan dan Manfaat Systematic Literature Review

Melakukan Systematic Literature Review bukan sekadar untuk melengkapi bagian “kajian pustaka” dalam karya ilmiah. Ada tujuan dan manfaat yang jauh lebih besar di balik metode ini, antara lain:

  1. Mengidentifikasi kesenjangan penelitian yang belum dijawab oleh studi sebelumnya
  2. Membantu peneliti membangun landasan teori yang lebih kuat dan relevan
  3. Menjadi dasar dalam merancang metodologi penelitian baru
  4. Menghindari duplikasi penelitian yang sudah ada sebelumnya
  5. Menyediakan bukti ilmiah terintegrasi untuk mendukung pengambilan keputusan
  6. Memperkuat kontribusi ilmiah terhadap bidang studi tertentu
  7. Menjadi sumber referensi utama bagi dosen, mahasiswa, dan peneliti lainnya

Tahapan Systematic Literature Review

Berikut tahapan-tahapan utama yang biasanya dilakukan peneliti:

1. Menentukan Pertanyaan Penelitian atau Research Question

Tahap awal ini adalah pondasi utama. Pertanyaan penelitian harus jelas, spesifik, dan dapat dijawab melalui analisis literatur. Contohnya: “Bagaimana pengaruh digital learning terhadap motivasi belajar mahasiswa?”

2. Menetapkan Kriteria Inklusi dan Eksklusi

Peneliti menentukan batasan literatur apa yang akan ditinjau. Misalnya, hanya mengambil jurnal 10 tahun terakhir dan berbahasa Inggris, atau mengecualikan penelitian yang tidak menggunakan metode kuantitatif.

3. Menelusuri Literatur Secara Sistematis

Pencarian dilakukan melalui database seperti Scopus, ScienceDirect, atau Google Scholar dengan kata kunci yang relevan. Semua langkah pencarian harus terdokumentasi agar dapat direplikasi.

4. Seleksi dan Evaluasi Kualitas Literatur

Setelah diperoleh banyak sumber, peneliti menyeleksi literatur berdasarkan relevansi dan kualitasnya. Anda bisa mencoba menggunakan alat bantu seperti PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses).

5. Analisis dan Sintesis Data

Data yang diperoleh dianalisis dengan cara mengelompokkan temuan yang serupa, membandingkan hasil antar penelitian, serta mencari pola atau tren yang muncul.

6. Penyusunan dan Pelaporan Hasil

Hasil analisis disusun dalam bentuk laporan ilmiah dengan struktur yang rapi, mulai dari pendahuluan, metode, hasil, hingga pembahasan. Semua sumber harus dicantumkan untuk menjaga transparansi penelitian.

Contoh Systematic Literature Review

Salah satu contoh penerapan SLR dapat dilihat pada penelitian tentang efektivitas e-learning selama masa pandemi COVID-19. Seorang peneliti pendidikan ingin mengetahui sejauh mana pembelajaran daring memengaruhi hasil belajar siswa. Ia mulai dengan merumuskan pertanyaan penelitian yang spesifik, kemudian menelusuri berbagai jurnal nasional dan internasional terkait e-learning di periode 2020–2023.

Dari hasil pencarian di database seperti Scopus dan Google Scholar, peneliti menemukan ratusan artikel yang relevan. Setelah melalui proses seleksi yang ketat berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, hanya puluhan jurnal yang memenuhi syarat untuk dianalisis lebih lanjut. Peneliti kemudian membaca, menilai, dan mensintesis setiap temuan yang berkaitan dengan efektivitas e-learning terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa.

Dari sintesis tersebut, ditemukan bahwa sebagian besar penelitian menyimpulkan e-learning mampu meningkatkan fleksibilitas dan kemandirian belajar. Namun, keberhasilan metode ini sangat bergantung pada dukungan teknologi, peran guru, serta keterlibatan aktif siswa. Hasil SLR ini kemudian menjadi dasar rekomendasi bagi lembaga pendidikan untuk merancang sistem pembelajaran daring yang lebih efektif di masa depan.

Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Systematic Literature Review

Meskipun terlihat sederhana, banyak peneliti pemula melakukan kesalahan saat menyusun Systematic Literature Review. Berikut beberapa di antaranya:

  • Pertanyaan penelitian terlalu umum dan tidak fokus
  • Tidak menentukan kriteria inklusi dan eksklusi yang jelas
  • Mengambil sumber yang tidak kredibel atau tidak relevan
  • Melewatkan proses evaluasi kualitas literatur
  • Analisis hanya berupa ringkasan tanpa sintesis mendalam
  • Tidak mendokumentasikan proses pencarian secara sistematis
  • Menyimpulkan hasil tanpa mengaitkannya dengan pertanyaan penelitian awal

Demikian pembahasan lengkap tentang Systematic Literature Review (SLR), mulai dari pengertian, ciri-ciri, tahapan, hingga contohnya. Metode ini membantu peneliti memahami peta keilmuan dan menghasilkan kontribusi yang lebih bermakna bagi dunia akademik.

Bagi Anda yang telah memiliki karya ilmiah hasil SLR dan ingin menjadikannya buku ber-ISBN, kini ada solusi praktisnya. Melalui layanan Konversi KTI dari Parafrase Indonesia, Anda dapat mengubah hasil penelitian menjadi buku referensi berkualitas yang diakui untuk pelaporan BKD dan angka kredit dosen. Jadi, jangan biarkan hasil riset Anda hanya tersimpan di komputer. Yuk, konversikan menjadi buku yang bermanfaat dan bernilai akademik tinggi!

Sumber: 

“Dosen FIA UI: Pentingnya Systematic Literature Review.” Fakultas Ilmu Administrasi UI, 5 Mei. 2023, https://fia.ui.ac.id/dosen-fia-ui-pentingnya-systematic-literature-review/.

1 Step 1
Apa yang Membuat Anda Tertarik Melakukan Parafrase?
keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right
FormCraft - WordPress form builder

“Pengenalan Metode Systematic Literature Review (SLR).” Perpustakaan UNIMED, 20 Jun. 2024, chrome://downloads/1718848575PPT.pdf.

“Tahapan Systematic Literature Review & Contohnya.” Penerbit Deepublish, 21 Nov. 2024, https://penerbitdeepublish.com/systematic-literature-review/amp/.

Bagikan artikel ini melalui

Picture of Dhea Salsabila
Dhea Salsabila
SEO Specialist dan Content Editor di Parafrase Indonesia

Leave a Reply

Cari Artikel Lainnya

Jangan Lewatkan!

Ebook Terbaru🔥