29 Istilah Penelitian yang Jarang Dipahami oleh Dosen

istilah penelitian

Dalam kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah, sering dijumpai istilah penelitian dan publikasi yang masih asing di telinga. Maka, tidak heran masih banyak dosen yang kebingungan memahami istilah-istilah tersebut. 

Terutama pada saat mengurus publikasi di jurnal internasional. Dimana dalam proses penulisan sampai submit ke pihak jurnal akan memakai bahasa Inggris. Lalu, apa saja istilah dalam penelitian yang perlu dipahami para dosen? Berikut informasinya. 

Baca Juga: Hal-Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Konversi Karya Ilmiah Menjadi Buku, Apa Saja?

Daftar Istilah Penelitian dan Publikasi Ilmiah 

Pada saat melaksanakan penelitian dan mengurus publikasi sebagai luaran penelitian. Dosen akan mendapati berbagai istilah penelitian dan istilah publikasi. Banyak yang asing karena jarang digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Berikut beberapa diantaranya: 

1. Revision Round

Revision round (putaran revisi) adalah proses revisi atau proses perbaikan karya tulis ilmiah yang dilakukan dalam beberapa tahap oleh beberapa orang. Dalam konteks penelitian, karya tulis ilmiah mencakup proposal penelitian, laporan, sampai luaran dalam bentuk publikasi ilmiah (misal artikel ke prosiding atau jurnal). 

Dalam pengajuan proposal penelitian, proposal akan ditinjau tidak hanya 1 asesor. Melainkan 2 asesor atau lebih, sehingga pemeriksaan menyeluruh dari berbagai aspek. Sekaligus menilai dari sejumlah indikator yang sudah ditetapkan. 

Contoh lain, adalah proses submit artikel ilmiah di jurnal ilmiah. Artikel akan diperiksa pertama kali oleh editor secara administrasi. Misalnya mengecek kesesuaian bidang dan scope keilmuan, format penulisan, dll. Baru kemudian diserahkan ke reviewer, minimal 2 orang. Tahap revisi ada di proses ini. 

2. H-Index

H-index adalah indikator bibliometrik yang digunakan untuk mengukur dampak ilmiah seorang peneliti berdasarkan jumlah sitasi yang diterima atas publikasi ilmiah yang dimiliki.

H-index berbentuk angka dan semakin tinggi sitasi dari sejumlah publikasi ilmiah (prosiding, jurnal, sampai buku). Maka semakin tinggi skor h-index. Sitasi yang tinggi menunjukan publikasi ilmiah banyak dibutuhkan. Sehingga dinilai dampaknya tinggi. 

3. Affiliation

Affiliation adalah keterangan institusi, lembaga penelitian, atau organisasi resmi tempat penulis (peneliti) bernaung saat penelitian dilakukan atau saat artikel dipublikasikan. 

Misalnya saat membuat akun di Google Scholar, akan ada kolom affiliation. Maka kolom ini diisi nama perguruan tinggi, lembaga penelitian, atau organisasi seperti perusahaan yang menaungi peneliti. 

4. Sampling Frame

Sampling frame adalah daftar atau kerangka yang memuat seluruh elemen populasi sasaran yang secara nyata tersedia dan berpeluang untuk dipilih sebagai sampel dalam penelitian.

Misalnya, populasi penelitian adalah mahasiswa aktif di tahun ajaran 2025/2026. Seluruh data mahasiswa aktif, didapatkan peneliti dari bagian akademik perguruan tinggi. Sehingga sampling frame-nya adalah data dari bagian akademik tersebut. Yakni data mahasiswa aktif. 

Meski tidak semuanya bersedia menjadi sampel penelitian. Namun, sudah bisa masuk dalam sampling frame sebab ada potensi besar mereka setuju menjadi sumber data (sampel penelitian). 

5. State of The Art

State of the art adalah gambaran kondisi paling mutakhir (terkini) dari perkembangan penelitian. Baik dijelaskan dari aspek teori terkini, metode, maupun teknologi terkini. Biasanya dicantumkan di dalam proposal maupun artikel ilmiah berisi hasil penelitian yang akan dipublikasikan. 

Misalnya, peneliti meneliti tentang topik “pembelajaran daring”. Maka peneliti perlu melakukan kajian literatur untuk mendapat rangkuman hasil-hasil penelitian terkini. Kemudian dijelaskan perkembangannya bagaimana sampai di hasil penelitian paling baru. Berikut contohnya: 

“State of the art penelitian pembelajaran daring menunjukkan bahwa pemanfaatan Learning Management System mampu meningkatkan fleksibilitas belajar. Namun masih menghadapi tantangan dalam keterlibatan mahasiswa dan evaluasi pembelajaran secara autentik”. 

Baca Juga: Contoh LoA Jurnal, Lengkap dengan Penjelasan Lainnya

6. Theoretical Framework

Theoretical framework adalah kerangka berpikir teoritis yang disusun dari teori, konsep, dan temuan ilmiah untuk menjelaskan hubungan antarvariabel serta menjadi dasar analisis dalam penelitian. Berikut contohnya: 

“Theoretical framework penelitian kebijakan pendidikan ini didasarkan pada teori human capital. Teori ini memandang pendidikan sebagai investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia”. 

7. Conceptual Framework

1 Step 1
Apa yang Membuat Anda Tertarik Melakukan Parafrase?
keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right
FormCraft - WordPress form builder

Conceptual framework adalah kerangka konseptual yang menyajikan gambaran hubungan antarvariabel penelitian berdasarkan konsep, asumsi, dan hasil kajian pustaka, bukan sekedar teori. Contohnya: 

“Conceptual framework menunjukkan bahwa metode pembelajaran, motivasi belajar, dan lingkungan belajar berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa”. 

8. Unit of Analysis

Unit of analysis adalah satuan atau entitas terkecil yang menjadi fokus penelitian untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Unit of analysis bisa berupa individu, kelompok, objek (artefak), wilayah geografis, dan juga berbentuk interaksi sosial. 

9. Data Saturation

Data saturation adalah kondisi dimana peneliti mengumpulkan data yang cukup sehingga data baru yang diperoleh tidak lagi memberikan wawasan, tema, atau kategori baru. 

Misalnya, ketika mengumpulkan data lewat wawancara. Informasi dari narasumber pertama dan kedua sama dengan informasi dari narasumber ketiga dan keempat. Sehingga peneliti tidak mendapat informasi baru dan bisa hanya mengandalkan informasi dari narasumber pertama dan kedua. 

10. Member Checking

Member checking adalah kondisi dimana peneliti mengembalikan data atau temuan awal kepada partisipan (informan) untuk diverifikasi keakuratannya. Misalnya, selesai melakukan wawancara. Hasil wawancara dirangkum dalam bentuk data tertulis. 

Data ini diserahkan kembali untuk diperiksa, dikoreksi, dan ditambahkan maupun dihapus bagian tertentu oleh narasumber. Member checking bertujuan untuk memastikan data yang didapat dalam penelitian valid dan bisa diandalkan. 

Baca Juga: Jasa Konversi Hasil Penelitian ke Buku

11. Peer Debriefing

Peer debriefing adalah proses antara peneliti dengan rekan sejawat melakukan diskusi yang netral untuk membahas dan memvalidasi temuan, metodologi, serta interpretasi data dalam penelitian. Tujuannya untuk meningkatkan kredibilitas data dan mencegah bias subjektif (bias karena persepsi pribadi peneliti). 

12. Audit Trail

Audit trail adalah catatan jejak yang sistematis dan terdokumentasi mengenai seluruh proses penelitian, mulai dari pengumpulan data hingga penarikan kesimpulan. 

Sehingga peneliti perlu membuat catatan dan mendokumentasikan seluruh proses penelitian. Hal ini membantu meningkatkan kredibilitas penelitian, akuntabilitas, dan penelusuran ulang jika diperlukan karena merasa ada kesalahan. 

13. Reflexivity

Reflexivity adalah kesadaran dan sikap reflektif peneliti terhadap posisi, latar belakang, nilai, asumsi, dan pengalaman pribadinya yang dapat mempengaruhi proses dan hasil penelitian. Kesadaran ini meminimalkan bias karena subjektivitas peneliti. 

14. Blind Review

Blind review adalah proses peer review artikel ilmiah oleh reviewer jurnal tanpa mengetahui identitas penulis artikel tersebut. Alasan dirahasiakan dari peninjau (reviewer) untuk menjamin objektivitas penilaian, mencegah bias, dan menjaga integritas ilmiah. 

15. Editor Decision

Editor Decision (Keputusan Editor) adalah keputusan akhir dari editor jurnal mengenai naskah yang telah diajukan penulis setelah melalui proses peninjauan sejawat (peer review). Hasilnya bisa menyatakan artikel diterima, diminta revisi, atau ditolak. 

Baca Juga: Cara Membatalkan Submit Jurnal di OJS

16. OJS

OJS (Open Journal System) adalah salah satu CMS yang populer digunakan untuk mengelola jurnal online berbasis website. Secara sederhana, OJS adalah sebuah bentuk website yang sifatnya open source untuk membantu suatu perusahaan mengelola jurnal (media publikasi artikel ilmiah). 

17. Manuscript Id

Manuscript ID (ID Naskah) adalah nomor identifikasi unik yang diberikan oleh jurnal ilmiah kepada setiap naskah artikel ilmiah yang mereka terima untuk proses publikasi. Fungsinya untuk membantu pengelola jurnal mengelola dan mencari artikel ilmiah tersebut. 

18. Internal Validity

Internal validity adalah tingkat keabsahan hasil penelitian yang menunjukkan sejauh mana perubahan pada variabel dependen benar-benar disebabkan oleh variabel independen, bukan oleh faktor lain. Secara sederhana, internal validity adalah ketepatan hubungan sebab–akibat antravariabel dalam penelitian. 

19. Construct Validity

Construct validity adalah tingkat keabsahan suatu instrumen atau pengukuran dalam benar-benar merepresentasikan konstruk (konsep abstrak) yang ingin diukur dalam penelitian. Secara sederhana, construct validity adalah ketepatan alat ukur terhadap konsep yang diukur dalam penelitian. 

20. Reliability

Reliability adalah tingkat konsistensi dan kestabilan suatu instrumen penelitian dalam menghasilkan hasil pengukuran yang sama ketika digunakan berulang kali pada kondisi yang relatif serupa. Jadi reliability adalah konsistensi hasil ukur dalam penelitian. 

Baca Juga: Mengenal Jabatan Fungsional Lektor: Kewajiban, Gaji, hingga Tunjangan

21. Systematic Literature Review (SLR)

Systematic Literature Review (SLR) adalah metode kajian pustaka yang dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan transparan untuk mengidentifikasi, menilai, dan mensintesis hasil penelitian terdahulu guna menjawab pertanyaan penelitian tertentu. SLR bisa dipahami sebagai proses kajian pustaka secara terencana dan terstruktur. 

22. Methodological Rigor

Methodological rigor adalah tingkat ketelitian, ketepatan, dan kedisiplinan peneliti dalam merancang, melaksanakan, menganalisis, dan melaporkan penelitian sesuai kaidah metodologi ilmiah.

23. Confounding Variable

Confounding Variable adalah variabel pengganggu yang berhubungan dengan variabel independen dan variabel dependen, sehingga dapat menimbulkan kesimpulan atau hasil analisis data yang keliru. 

24. Endogeneity

Endogeneity (endogenitas) adalah kondisi dalam penelitian kuantitatif ketika variabel independen berkorelasi dengan error term, sehingga estimasi hubungan sebab–akibat menjadi bias dan tidak valid. Secara sederhana, endogenitas adalah kondisi dimana peneliti menemukan variabel bebas tidak benar-benar bebas. 

25. Robustness Check

Robustness check adalah pengujian tambahan yang dilakukan untuk memastikan bahwa hasil penelitian tetap konsisten dan stabil meskipun model, asumsi, atau metode analisis diubah. 

Baca Juga: Memahami Hibah Penelitian dalam Dunia Akademik

26. Common Method Bias (CMB)

Common Method Bias (CMB) adalah bias pengukuran yang muncul ketika data beberapa variabel dikumpulkan dengan metode yang sama. Misalnya mengukur motivasi, kepuasan, dan kinerja menggunakan kuesioner self-report pada waktu yang sama berpotensi mengalami common method bias.

27. Practical Significance

Practical significance adalah tingkat kebermaknaan hasil penelitian secara nyata dan aplikatif. Secara sederhana, practical significance adalah arti penting hasil penelitian dalam dunia nyata. 

28. Effect Size

Effect size adalah ukuran besarnya pengaruh atau kekuatan hubungan antara variabel dalam penelitian yang menunjukkan seberapa besar dampak suatu perlakuan atau perbedaan. 

Jadi, jika dua variabel atau lebih diamati dengan perlakuan berbeda. Kemudian ditemukan adanya perbedaan tertentu dengan perlakuan sebelumnya. Maka perbedaan besar atau kecil inilah yang disebut effect size. 

Baca Juga: Parafrase Indonesia: Solusi Menerbitkan Buku Hasil Penelitian dengan Garansi Lolos ISBN

29. Type I Vs Type II Error

Type I Error dan Type II Error adalah dua jenis kesalahan dalam pengujian hipotesis statistik yang berkaitan dengan keputusan menerima atau menolak hipotesis nol (H₀). Jika hipotesis menyatakan salah dan diterima, maka termasuk Type II Error. 

Sebaliknya, jika hipotesis menyatakan benar dan ditolak. Maka terjadi Type I Error. Kesalahan dalam menyikapi hipotesis, membuat peneliti melakukan kekeliruan. Baik itu masuk Type I maupun Type II yang tentu mempengaruhi tahap berikutnya dalam kegiatan penelitian. 

Mengenal berbagai istilah penelitian dan publikasi ilmiah tentu sangat penting. Baik itu untuk dosen, mahasiswa, maupun peneliti. Sebab sama-sama akan akrab dengan kegiatan penelitian dan juga proses mengurus publikasi ilmiah. 

Parafrase Indonesia saat ini memiliki panduan buat anda yang masih kebingungan dengan permasalahan menyelesaikan naskah buku, kami menyediakan panduan E-Book mengubah karya tulis ilmiah menjadi buku hanya 30 hari saja, dengan langkah-langkah yang sudah dioptimalkan dan dengan bahasa yang mudah dipahami.

sumber: 

  1. Mandalika Institute. (2025). 20+ Istilah dalam Jurnal Ilmiah yang Wajib Diketahui oleh Peneliti Pemula. Diakses pada 29 Desember 2025 dari https://blog.institutemandalika.com/20-istilah-dalam-jurnal-ilmiah-yang-wajib-diketahui-oleh-peneliti-pemula/
  2. Hanif, L. (2024). Apa Itu Open Journal Systems (OJS) hingga Cara Membuatnya. Diakses pada 29 Desember 2025 dari https://www.rumahweb.com/journal/ojs-adalah/ 
  3. OpenAI. (2025). Chat GPT: Layanan AI percakapan. OpenAI. Tersedia di https://chatgpt.com/ (penjelasan tambahan, contoh

Bagikan artikel ini melalui

Picture of wahyu adji
wahyu adji
Saya merupakan SEO Specialist dan Conten Writer Profesional di bidang pendidikan seputar kampus, mahasiswa dan kedosenan di Parafrase Indonesia

Tinggalkan Balasan

Cari Artikel Lainnya

Jangan Lewatkan!

Ebook Terbaru🔥