Salah satu halaman yang biasanya wajib ada dalam karya tulis ilmiah maupun tugas akhir adalah lembar pengesahan. Terdapat cara membuat lembar pengesahan yang baik dan sesuai untuk para mahasiswa maupun dosen.
Namun, masih banyak yang bingung bagaimana proses menyusunnya dan harus dimulai darimana. Berikut informasinya.Â
Baca Juga: Cara Membuka Jurnal yang Terkunci dengan Cepat dan Legal?
Daftar Isi
ToggleApa Itu Lembar Pengesahan?
Lembar pengesahan adalah halaman khusus dalam dokumen yang menunjukan dokumen tersebut telah disetujui atau disahkan oleh pihak berwenang.Â
Dalam konteks dunia pendidikan tinggi, lembar pengesahan menjadi halaman pelengkap sejumlah karya tulis ilmiah. Biasanya bersifat resmi dan berkaitan dengan kegiatan penelitian dan kegiatan akademik lain.
Paling sering dijumpai pada skripsi, tesis, disertasi, proposal penelitian, laporan kegiatan penelitian, laporan kegiatan KKN, dan lain sebagainya.Â
Baca Juga: 11 Cara Menghapus Halaman Kosong di Word yang Tidak Bisa Dihapus
Struktur Lembar Pengesahan
Pemahaman cara membuat lembar pengesahan perlu tahu terkait strukturnya yang tepat. Secara umum, ketentuan struktur atau sistematika lembar pengesahan ditentukan perguruan tinggi yang menaungi dosen atau mahasiswa.Â
Sedangkan untuk proposal program hibah, maka struktur ditentukan penyelenggara hibah penelitian tersebut. Meskipun begitu, struktur umum lembar pengesahan mencakup beberapa bagian-bagian di bawah ini:
1. Judul Halaman Lembar PengesahanÂ
Bagian pertama di lembar atau halaman pengesahan adalah judul halaman pengesahan tersebut. Umumnya menggunakan judul âLembar Pengesahanâ atau âHalaman Pengesahanâ.
Format penulisannya secara umum menggunakan huruf kapital seluruhnya. Jadi tampilannya akan seperti ini âLEMBAR PENGESAHANâ.
2. Identitas DokumenÂ
Bagian kedua di dalam struktur lembar pengesahan adalah identitas dokumen dimana lembar pengesahan tersebut berada dan melengkapinya. Identitas dokumen mencakup judul dokumen, nama penulis, dan unsur identitas lain sesuai ketentuan pihak terkait atau yang berwenang.
Sebagai contoh, lembar pengesahan skripsi maka identitas dokumen mencakup judul penelitian skripsi, nama penyusun skripsi tersebut, dan NIM penyusun karena tentunya masih berstatus sebagai mahasiswa aktif dan memiliki NIM.
Contoh lain, jika lembar pengesahan untuk proposal usulan di program hibah penelitian. Maka identitas dokumen pada dasarnya mencakup judul penelitian, nama peneliti atau tim peneliti, dan nomor identitas pengusul (jika diperlukan).
3. Tempat dan Tanggal Pengesahan DilakukanÂ
Bagian kedua yang harus dicantumkan dalam tata cara membuat lembar pengesahan adalah tempat dan tanggal pengesahan dilakukan. Umumnya terletak setelah nama penulis atau penyusun dokumen.
Secara umum, format penulisan dibuat rata kanan. Sehingga seperti penulisan tempat dan tanggal penulisan surat resmi. Misalnya âYogyakarta, 28 April 2026â, âJakarta, 1 Juni 2027â, dan sebagainya.
4. Informasi Pihak Berwenang yang Mengesahkan DokumenÂ
Bagian berikutnya adalah informasi pihak-pihak yang berwenang mengesahkan dokumen tersebut. Biasanya mencantumkan jabatan, nama terang, dan nomor identitas resmi. Contohnya sebagai berikut:Â

Jumlah pihak yang berwenang membubuhkan tanda tangan sebagai bukti pengesahan dan persetujuan dokumen berbeda-beda. Biasanya menyesuaikan dengan ketentuan perguruan tinggi, penyelenggara hibah, dan pihak terkait lainnya.
Jika contoh sebelumnya ada 2 pihak yang berhak mengesahkan. Berikut adalah contoh jika ada 3 pihak yang wajib mengesahkan dokumen:

5. Stempel InstitusiÂ
Bagian yang terakhir dalam struktur lembar pengesahan adalah stempel institusi atau pihak terkait. Pada lembar pengesahan tugas akhir, maka diisi stempel perguruan tinggi. Jika lembar pengesahan proposal hibah penelitian, maka diisi dengan stempel lembaga atau institusi yang menaungi pengusul.
Misalnya, jika pengusul ada dosen maka diisi stempel perguruan tinggi asal. Jika pengusul adalah peneliti, maka diisi stempel resmi lembaga penelitian tempat peneliti tersebut mengabdi. Meski stempel sifatnya opsional, akan tetapi disarankan untuk ditambahkan sebagai penguat pengesahan dokumen.
Baca Juga: Format, Contoh, dan Cara Menyusun Daftar Isi Skripsi di Microsoft Word
Cara Membuat Lembar Pengesahan di Word
Seperti apa tata cara membuat lembar pengesahan di Word tersebut? Berikut detail langkah-langkahnya:Â
1. Membuat Dokumen Baru
Tahap yang pertama dalam pembuatan lembar pengesahan tentunya membuat lembar kerja baru. Yakni membuat dokumen baru untuk mulai mengetik seluruh bagian dalam struktur lembar pengesahan. Berikut tata caranya:
- Buka aplikasi Ms Word yang terinstal di perangkat elektronik yang digunakan.Â
- Tunggu beberapa saat, kemudian akan muncul pilihan jenis dokumen yang akan dibuat. Misalnya bisa memilih âBlank Documentâ.Â
- Maka Ms Word akan menampilkan lembar kerja baru yang masih kosong.Â
- Silahkan mulai menyimpan dengan klik ikon simpan berbentuk disket di sisi sebelah kanan atas. Bisa juga memakai shortcut dengan menekan tombol âCtrl + Sâ pada keyboard perangkat.Â
- Beri nama dokumen dan tentukan di folder mana atau partisi mana dokumen baru tersebut disimpan.Â
- Selesai. Bisa masuk ke tahap kedua dalam cara membuat lembar pengesahan.Â
2. Melakukan Pengaturan Format PenulisanÂ
Mengatur format penulisan dalam lembar pengesahan merupakan hal penting. Format ini disesuaikan dengan ketentuan pihak yang berwenang. Mencakup jenis font, ukuran font, pengaturan spasi, margin, penomoran halaman, perataan (alignment) apakah rata kanan kiri atau rata kiri, dan sebagainya.Â
3. Menyusun Isi Lembar Pengesahan Sesuai Ketentuan StrukturÂ
Tahap ketiga dalam tata cara membuat lembar pengesahan adalah mulai menyusun isi dari lembar pengesahan tersebut. Isinya tentu mengikuti ketentuan struktur yang dijelaskan sebelumnya.
Silahkan membaca buku panduan yang disediakan pihak terkait. Kemudian pahami unsur apa saja yang harus dicantumkan atau yang harus ada di lembar pengesahan. Mulai dari unsur judul halaman, judul dokumen yang disahkan, judul penulis dokumen, dan lain sebagainya.
Sebagai catatan tambahan dalam proses penyusunan isi lembar pengesahan. Jika mendapati unsur-unsur isi memiliki pengaturan atau format penulisan berbeda.
Misalnya nama pihak dan tempat tanda tangan pihak yang berwenang dibuat sedikit ke tengah dan rata kanan kiri (rata tengah), tempat tanggal pengesahan mepet ke kanan dan lain sebagainya. Maka sebaiknya seluruh unsur lembar pengesahan diketik semuanya tanpa ada yang terlewat.
4. Merapikan Lembar Pengesahan
Tahap berikutnya dalam cara membuat lembar pengesahan adalah merapikan tampilan lembar pengesahan tersebut. Jika dirasa ada bagian atau unsur yang kurang ke tengah, maka bisa disesuaikan.
Jika tampilan atau pengaturan perataan masih keliru, maka bisa dikoreksi agar sesuai ketentuan format lembar pengesahan. Pastikan seluruh unsur terlihat berada di bagian tengah dokumen. Artinya tidak ada yang keluar dari batas margin yang sudah diatur di awal.
5. Mengecek Ulang dan Mengoreksi Jika DiperlukanÂ
Tahap berikutnya adalah mengecek ulang lembar pengesahan yang baru saja selesai disusun. Tujuannya untuk memeriksa ada tidaknya kesalahan. Misalnya ada tidak yang salah ketik, nama pihak berwenang sudah benar atau belum, jabatan pihak berwenang perlu dikoreksi atau tidak, dll.
Meskipun lembar pengesahan adalah halaman pelengkap dari dokumen KTI yang sifatnya resmi. Sehingga tidak ada kaitan dengan substansi dokumen. Namun, bukan berarti halaman ini disusun asal dan tidak mengoreksi saat ada kesalahan.
Sebab halaman pengesahan yang baik dan benar serta rapi, menunjukan keseriusan dan kesungguhan saat menyusunnya. Jadi, pastikan ada proses mengecek ulang. Baru kemudian diajukan ke pihak berwenang untuk membubuhkan tanda tangan pengesahan dan stempel institusi.
Contoh Lembar Pengesahan
Jika masih bingung dalam mempraktekan cara membuat lembar pengesahan yang dijelaskan sebelumnya. Maka untuk memberi kemudahan lebih, berikut beberapa contoh lembar pengesahan yang bisa dijadikan referensi:
1. Contoh Lembar Pengesahan Tugas AkhirÂ
Jika menyusun tugas akhir. Baik itu skripsi, tesis, maupun disertasi. Maka berikut salah satu contoh lembar pengesahan yang bisa dijadikan referensi:

2. Contoh Lembar Pengesahan Proposal PenelitianÂ
Jika menyusun lembar pengesahan untuk proposal penelitian. Para dosen dan mahasiswa bisa menjadikan contoh berikut sebagai referensi:

Dua contoh lembar pengesahan tersebut, tentunya hanya sebagai referensi. Dalam cara membuat lembar pengesahan, wajib menyesuaikan ketentuan pihak terkait. Baik itu perguruan tinggi, penyelenggara hibah, dan lain sebagainya.
Biasanya akan disediakan buku panduan dan bahkan template lembar pengesahan. Sehingga tinggal diedit sesuai kebutuhan. Sangat dianjurkan untuk membaca buku panduan dalam menyusun tugas akhir, proposal hibah, dan sebagainya.
Sehingga ketentuan penyusunan lembar pengesahan bisa diketahui dengan pasti dan dijamin benar. Parafrase Indonesia juga menyediakan Panduan E-Book Menerbitkan Referensi dari Jurnal untuk anda yang akan mengkonversi KTI.
sumber:
- Lembar Pengesahan: Fungsi, Format, dan Contoh dalam Dokumen Resmi. (n.d). Dinamika Publika. Diakses pada 29 April 2026 dari https://dinamikapublika.id/blog-articles-single-page-layout/lembar-pengesahan-fungsi-format-dan-contoh-dalam-dokumen-resmi/
- Lembar Pengesahan dalam Karya Tulis Ilmiah. (2024). Parafrase Indonesia. Diakses pada 29 April 2026 dari https://parafraseindonesia.com/karya-tulis-ilmiah/artikel-ilmiah-jurnal/lembar-pengesahan-dalam-karya-tulis-ilmiah/
- Contoh Lembar Pengesahan. (n.d). Universitas Brawijaya. https://fia.ub.ac.id/lama/mmpt/wp-content/uploads/sites/41/2014/11/Contoh-Lembar-Pengesahan.pdf
- Pengesahan Proposal Penelitian. (n.d). Digital Library Universitas Negeri Medan. https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/22870/2/PENGESAHA%20PEMBIMBING.pdf

