Ketauhi cara membuka membuka jurnal yang terkunci karena salah satu referensi ilmiah yang paling direkomendasikan adalah artikel pada jurnal ilmiah. Misalnya dengan jurnal nasional maupun jurnal internasional, karena secara keilmuan kredibilitas lebih terjamin.Â
Hanya saja, tidak semua artikel pada jurnal ilmiah leluasa diakses oleh pembaca. Sehingga jurnal tersebut terkunci. Lalu, bagaimana cara membuka jurnal terkunci? Berikut informasinya.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Jurnal Terkunci?
Jurnal terkunci adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut jurnal ilmiah yang aksesnya dibatasi. Artinya, tidak semua orang bisa leluasa mengakses atau membaca artikel ilmiah yang diterbitkan jurnal tersebut.
Jurnal yang terkunci bukanlah hal baru dan sudah menjadi hal umum yang diketahui kalangan dosen, mahasiswa, dan tentunya para peneliti. Pada saat berhadapan dengan kondisi ini, banyak yang memilih beralih ke jurnal lain yang sifat aksesnya terbuka. Â
Membuka jurnal yang terkunci bukanlah hal yang baru juga. Menariknya, ada banyak sekali pilihan cara untuk membuka akses jurnal yang terkunci tersebut. Para akademisi dan peneliti, tentunya perlu mengedepankan cara yang legal atau tidak melanggar hukum.
Baca Juga: Cara Menyusun Proposal Tesis Beserta Langkah-Langkahnya
Penyebab Artikel Jurnal Terkunci
Sebelum membahas lebih jauh bagaimana cara membuka jurnal terkunci. Maka perlu memahami juga apa saja yang membuat jurnal tersebut terkunci. Padahal ada banyak jurnal yang tidak terkunci dan artikel di dalamnya leluasa dibaca. Bahkan diunduh oleh siapa saja.
Dalam hal ini, terdapat beberapa alasan yang membuat suatu jurnal sifat aksesnya terkunci. Diantaranya adalah:
1. Jurnal yang Dikelola Secara Tertutup (Close Access)Â
Hal pertama yang membuat suatu jurnal punya akses tertutup atau terkunci adalah dibatasi oleh pengelola jurnal itu sendiri. Pembatasan ini biasanya berkaitan dengan model penerbitan yang diterapkan pengelola jurnal. Yakni close access (akses tertutup).Â
Akses tertutup membuat para pembaca harus membayar biaya langganan untuk mendapatkan akses ke artikel jurnal tersebut. Sehingga jurnal tertutup sering disebut juga dengan istilah jurnal berbayar.
Bagi pembaca, jurnal close access membutuhkan pengorbanan biaya langganan. Namun, bagi penulis artikel yang menerbitkan karyanya di jurnal tersebut. Jurnal close access menjadi solusi menghemat biaya publikasi. Disebut demikian karena penulis umumnya tidak dibebankan APC (Article Processing Charge).
2. Pemegang Lisensi Menutup atau Membatasi AksesÂ
Hal kedua yang membuat suatu jurnal aksesnya tertutup dan menuntut pembaca mencari cara membuka jurnal tersebut, adalah karena kebijakan pemegang lisensi. Artikel jurnal ilmiah dilindungi oleh Hak Cipta.
Pemegang Hak Cipta atau lisensi, memiliki hak untuk memberikan akses pada artikel jurnal ilmiah tersebut. Pemegang lisensi ini kadang menerapkan akses terbatas, sehingga tidak bisa dibaca semua orang. Kecuali atas izinnya memberi akses selaku pemegang lisensi. Kebanyakan pemegang lisensi ada di pihak pengelola jurnal.
3. Akses Dibatasi Perguruan TinggiÂ
Hal lain yang membuat akses ke sebuah jurnal berbayar adalah karena ada pembatasan dari perguruan tinggi. Secara umum, banyak perguruan tinggi berlangganan database jurnal berbayar (close access).
Kemudian memberi hak akses gratis pada akademisi di bawah naungannya, baik dosen maupun mahasiswa. Sehingga seluruh jurnal masuk ke database perpustakaan atau sistem repository. Selama akademisi punya akun di dalamnya dan login, maka bisa mengakses artikel jurnal terkunci. Begitu juga sebaliknya.
Baca Juga: Perbedaan Jurnal Nasional dan Internasional, Apa Saja?
Pilihan Cara Membuka Jurnal yang Terkunci
Selain memilih beberapa faktor yang membuat jurnal terkunci. Juga ada beberapa cara membuka jurnal yang terkunci tersebut. Berikut beberapa diantaranya adna dijamin aman karena legal:
1. Membayar Biaya Akses ke Pihak Pengelola JurnalÂ
Cara pertama untuk membuka akses ke jurnal terkunci tentunya dengan membayar biaya langganan. Setiap jurnal menetapkan biaya akses sendiri-sendiri. Para pembaca bisa menyesuaikan dengan kebijakan tersebut.
Selain dari pengelola jurnal, hak akses juga bisa dari database jurnal seperti Scopus, World of Science (WoS), dan sejenisnya. Sehingga ada kewajiban berlangganan untuk mengakses seluruh data jurnal yang terindeks.
Biaya langganan disini bisa sangat tinggi, sehingga banyak akademisi yang memanfaatkan hak akses dari perguruan tinggi yang sudah membayar biaya langganan. Namun, bisa juga patungan dengan dosen lain.
2. Mengakses Fasilitas Gratis dari Perguruan Tinggi
Cara membuka jurnal berbayar yang kedua, adalah memanfaatkan hak akses gratis dari perguruan tinggi. Sesuai penjelasan sebelumnya, ada banyak perguruan tinggi sudah berlangganan database jurnal.
Sehingga memberi hak akses gratis pada akademisi di bawah naungannya. Pahami prosedur mendapatkan akses dari perguruan tinggi tersebut. Sehingga tidak perlu keluar biaya langganan sendiri.
3. Mencari Akses Terbuka di Google ScholarÂ
Cara membuka jurnal tertutup berikutnya adalah lewat Google Scholar. Ada banyak publikasi artikel jurnal berbayar bisa diakses gratis lewat platform buatan Google ini. Tentunya legal, karena hak akses bisa diberikan penulis atau pemegang lisensi.
Caranya mudah, cukup menyalin judul artikel jurnal terkunci yang dibutuhkan ke kolom pencarian di Google Scholar. Nantinya sistem akan menampilkan tautan aktif ke sumber artikel jurnal tersebut. Bisa di klik, baik untuk membaca atau mengunduh file artikel.
Namun, tidak semua artikel di jurnal terkunci tersedia aksesnya di Google Scholar. Jika tautan ke sumber tidak aktif (ditandai dengan berwarna hitam, bukan biru). Maka artinya tidak bisa mencari jurnal dari Google Scholar.Â
Baca Juga: Impact Factor Jurnal: Definisi, Urgensi, dan Cara Menghitungnya
4. Menghubungi dan Meminta Akses ke Penulis Artikel JurnalÂ
Berikutnya yang menjadi salah satu cara membuka jurnal terkunci adalah menghubungi penulis artikelnya langsung. Nama penulis biasanya bisa diakses gratis. Para dosen bisa mencari tahu penulis tersebut dosen atau peneliti dimana.
Kemudian mencari kontak email aktifnya untuk dihubungi dan meminta hak akses. Kebanyakan peneliti dan dosen bersedia memberi akses ke karyanya, karena menjadi bentuk dukungan untuk penelitian lebih lanjut dan pengembangan iptek.
5. Mencari Alternatif pada Jurnal Open AccessÂ
Cara lainnya adalah mencari artikel jurnal alternatif yang sifatnya open access. Topik yang diteliti setia peneliti bisa jadi sama. Hanya saja memang akan ada perubahan. Namun, bisa jadi artikel hasil penelitiannya memiliki persamaan dan bisa dikutip. Jadi, silahkan mencari alternatif di jurnal akses terbuka.
Selain menggunakan beberapa cara membuka jurnal berbayar secara legal tersebut. Tentunya terdapat beberapa cara lain yang sifatnya ilegal. Misalnya menggunakan layanan platform ketiga di luar Google Scholar.
Meskipun praktis dan terhindar dari keluar biaya untuk mendapat akses ke artikel jurnal. Cara ilegal seperti ini tentunya perlu dihindari, karena termasuk melanggar Hak Cipta. Akses jurnal yang terkunci tentu bukan karena iseng, melainkan ada tujuan yang jelas. Ikuti terus informasi terkait tips dan trick dalam pembuatan jurnal dak KTI di Parafrase Indonesia setiap waktunya.
sumber:
- Pujiati. (2023). Cara Membuka Jurnal Terkunci Tanpa Situs Black Open Access. Diakses pada 10 April 2026 dari https://penerbitdeepublish.com/jurnal/cara-membuka-jurnal-yang-terkunci/
- Cara Membuka Jurnal Terkunci: Panduan Lengkap & Legal 2025. (2025). Buana Writing and Training Center. Diakses pada 10 April 2026 dari https://britter.id/cara-membuka-jurnal-terkunci/

