Ketika melaksanakan penelitian, sangat penting untuk mengetahui beberapa tipe review literatur yang cocok untuk digunakan dalam pertanyaan penelitian. Kedua review literatur yang sering menjadi pilihan yaitu naratif literatur review dan juga sistematik literatur review. Terdapat perbedaan narrative review dan systematic review yang harus menjadi perhatian.
Keduanya memiliki ciri-ciri yang cukup berbeda sehingga membuatnya cocok untuk berbagai jenis penelitian. Berikut ini adalah informasi lengkap mengenai perbedaan tahapan review jurnal narrative dan systematic yang dapat membantu proses penelitian dengan baik.
Semoga informasi ini bisa membantu dalam melaksanakan kegiatan akademik secara tepat sasaran.Â
Baca Juga: 8 Cara Mencari Referensi Jurnal untuk Skripsi yang Sesuai
Daftar Isi
ToggleApa Itu Narrative Review
Narrative review seringkali dideskripsikan sebagai tradisional atau review qualitative. Jenis literatur review ini memberikan penjelasan satu topik dengan melakukan kegiatan meringkas serta menginterpretasi hasil penelitian yang ada. Narrative review biasanya tidak menggunakan pendekatan yang sistematis seperti yang lainnya.
Narrative review umumnya sangat fleksibel sehingga dapat membantu para peneliti dalam melakukan pembahasan yang lebih luas. Jenis ini umumnya menggunakan interpretasi dari peneliti atau perspektif dari peneliti tersebut.
Jenis literatur review ini menjadi terasa lebih fleksibel karena bisa mengangkat berbagai topik dan menyajikan berbagai analisis konsep. Narrative review biasanya digunakan untuk memberikan suatu konteks, atau mengidentifikasi trend serta memberikan pemahaman akan suatu topik.
Umumnya review ini sangat cocok untuk menyajikan berbagai informasi latar belakang, menyajikan hipotesis, mengekspor berbagai topik serta mendiskusikan beberapa hasil peneliti an secara general.
Baca Juga: Langkah-Langkah Melakukan Scoping Review dalam Penelitian
Apa Itu Systematic Review
Systematic literature review merupakan suatu metode untuk melakukan review pada penelitian secara terstruktur dan komprehensif. Review jurnal ini mengikuti berbagai prosedur yang memiliki kriteria yang jelas.Â
Selain itu di dalamnya terdapat berbagai kegiatan data ekstraksi yang sistematis dan juga adanya pembelajaran critical analisis. Jenis review ini umumnya terlaksana untuk menjaga berbagai pertanyaan penelitian yang spesifik dengan cara meringkas berbagai penemuan pada berbagai penelitian yang relevan.
Umumnya di dalamnya menggunakan berbagai struktur yang jelas dan ketat. Sistematik review ini juga menggunakan pertanyaan penelitian yang spesifik dan jelas sehingga mampu menyasar pada permasalahan penting.
Baca Juga: Peer Review dalam Jurnal: Definisi, Jenis, dan Kriteria Penilaiannya
Perbedaan Narrative Review dan Systematic Review
Bagaimana perbedaan narrative review dan systematic review? Berikut ini adalah informasi selengkapnya mengenai perbedaan keduanya.Â
Narrative Review
Narrative review adalah tinjauan pustaka yang tersusun secara naratif untuk dapat memberikan gambaran umum mengenai topik suatu penelitian. Tinjauan ini berfokus pada penjelasan deskriptif dari temuan penelitian sebelumnya.
Disusun Berdasarkan Interpretasi Peneliti
Review naratif ini umumnya fleksibel sehingga bisa mengcover berbagai studi yang relevan dan luas. Ini membuat para peneliti dapat melakukan interpretasi atau perspektif mereka sendiri.
Pemilihan Literatur Tidak Ketat
Review naratif ini tidak mengikuti proses metodologi yang ketat atau terstandarisasi. Ini menyebabkan adanya resiko bias pada proses penelitian. Salah satunya yaitu bias dalam pemilihan dan konfirmasi.
Narrative review ini juga tidak mengikuti prosedur spesifik ketika melakukan kegiatan pencarian informasi, pemilihan informasi dan proses analisis informasi.
Bersifat Fleksibel
Narrative review umumnya akan lebih fleksibel. Ini karena di dalamnya para peneliti bisa mengcover studi relevan yang lebih luas serta mengikutsertakan interpretasi dan perspektif dari peneliti sendiri.
Fleksibilitas ini akan membantu para peneliti dalam memfokuskan pada berbagai aspek topik yang berbeda. peneliti juga bisa memberikan analisis konseptual yang berbeda.
Cocok untuk Penelitian Awal
Narrative review cocok untuk digunakan dalam tahap awal proyek penelitian untuk membangun pemahaman pada suatu ilmu sebelum mengerucutkannya pada pertanyaan penelitian yang lebih spesifik.
Review naratif ini akan dapat membantu memberikan pemahaman dasar pada suatu ilmu sehingga memudahkan dalam menentukan suatu fokus.
Narrative review umum digunakan untuk menyajikan konteks serta memberikan pemahaman akan suatu topik. Maka dari itu, review naratif ini sangat tepat untuk memberikan pemahaman latar belakang serta pembentukan hipotesis.
Systematic Review
Systematic review adalah suatu tunjangan pustaka yang terlaksana dengan metode sistematis, terstruktur dan juga transparan. Kegiatan ini berusaha mengidentifikasi, mengevaluasi serta mensintesis semua penelitian yang relevan terhadap suatu pertanyaan penelitian tertentu.
Mengikuti Protokol Pencarian yang Jelas
Review sistematis merupakan suatu proses terstruktur dan komprehensif dalam melakukan review jurnal penelitian. Proses ini menggunakan prosedur dengan kriteria yang jelas, proses ekstraksi data yang sistematis dan juga proses analisis kritis.
Systematic review ini umumnya terlaksana untuk mendapatkan suatu jawaban yang spesifik dalam suatu penelitian. Umumnya menggunakan guideline yang jelas.
Pemilihan Literatur Ketat
Systematic review akan mengurangi bias dalam penelitian karena terdapat proses penyaringan data yang ketat. Hal ini akan memastikan bahwa informasi sudah jelas terekam dan tidak adanya interpretasi subyektif di dalamnya.
Terdapat Proses Penyaringan
Systematic review umumnya bersifat transparan. Peneliti harus dapat melakukan pencarian secara menyeluruh dalam beberapa data untuk memastikan bahwa semua studi yang relevan dapat tercatat dengan tepat. Setiap kriteria akan dibentuk dengan hati-hati sehingga dapat memastikan penelitian yang relevan dan tepat.
Selain itu terdapat proses penyaringan dalam beberapa tahap sebelum menentukan bahwa data tersebut sudah memenuhi kriteria atau belum.
Analisis dan Sintesis Secara Metodologi
Proses dalam melaksanakan review sistematis ini yaitu dengan melakukan proses definisi tujuan penelitian sehingga mampu memberikan gambaran arah dari proses review.
Pertanyaan penelitian haruslah spesifik, jelas dan relevan sehingga dapat menjawab isu permasalahan yang ada. Peneliti nantinya akan mengembangkan prosedur yang mendetail mulai dari kriteria hingga metodologi. Ini akan membantu dalam menjaga konsistensi serta mengurangi adanya potensi bias dalam review.
Kelebihan dan Kekurangan
Selain perbedaan narrative review dan systematic review, pahami juga beberapa kelebihan dan kekurangan kedua jenis tersebut. Berikut ini adalah informasi selengkapnya.
Narrative review
Kelebihan
- Mudah pelaksanaannyaÂ
- Dapat memberikan gambaran umum yang luasÂ
- Cocok untuk pengantar topik penelitian
- Mampu membangun pemahaman konseptual dan teori
- Lebih mudah dipahami pembaca
Kekurangan
- Adanya potensi bias tinggi karena terdapat pemilihan literatur secara subjektif
- Sulit direplikasi oleh peneliti lain
- Kualitas sangat bergantung pada kemampuan analisis penulis
Systematic review
Kelebihan
- Bias penelitian dapat dikurangiÂ
- Terdapat sintesis yang lebih komprehensif dan juga terpercayaÂ
- Lebih kuat untuk dasar pengambilan keputusan
- Dapat direplikasi oleh peneliti lain
Kekurangan
- Butuh waktu dan sumber daya lebih banyak
- Proses seleksi literatur yang lebih rumit
- Tidak semua topik cocok menggunakan systematic review
- Membutuhkan kemampuan metodologis yang kuat
Itulah di informasi mengenai perbedaan narrative review dan systematic review yang penting diketahui. Memahami kedua perbedaan tersebut bisa membantu dalam membuat manuskrip ilmiah yang lebih tepat sasaran.
Referensi:
Baumeister, R. F., & Leary, M. R. (1997). Writing narrative literature reviews. Review of General Psychology, 1(3), 311–320.
Green, B. N., Johnson, C. D., & Adams, A. (2006). Writing narrative literature reviews for peer-reviewed journals: Secrets of the trade. Journal of Chiropractic Medicine, 5(3), 101–117.
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339.
Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., Boutron, I., Hoffmann, T. C., Mulrow, C. D., et al. (2021). The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71.
Higgins, J. P. T., Thomas, J., Chandler, J., Cumpston, M., Li, T., Page, M. J., & Welch, V. A. (Eds.). Cochrane Handbook for Systematic Reviews of Interventions. Cochrane.
DistillerSR. (n.d.). The Difference Between Narrative Review and Systematic Review. DistillerSR. Diakses pada 20 Mei 2026.
DEA Learning Center. (2025, 14 Juli). Perbedaan Literature Review Naratif dan Sistematik (SLR). DEA Learning Center.
Felix, D. (2024, 6 November). Narrative vs. Systematic Literature Review: Understanding the Differences. Sourcely

