Dalam dunia publikasi ilmiah, terdapat etika publikasi yang harus dipatuhi oleh semua penulis atau peneliti. Salah satunya adalah menerapkan cara mengurangi plagiarisme atau menghindari tindakan plagiat.Â
Plagiat dalam menyusun artikel jurnal, tentu bisa membuat manuskrip ditolak. Terlebih jika skor similaritynya cukup tinggi melebihi standar maksimal yang ditetapkan pengelola jurnal. Belum lagi dengan risiko jika terindikasi plagiat setelah terbit. Lalu, bagaimana solusinya? Berikut informasinya.
Baca Juga: 5 Tahapan Publikasi Jurnal yang Harus Dilewati Akademisi dan Peneliti
Daftar Isi
ToggleApa Itu Plagiarisme?
Plagiarisme merupakan tindakan menjiplak karya orang lain. Dalam dunia kepenulisan dan publikasi ilmiah, plagiarisme digunakan untuk menyebut tindakan penulis yang menjiplak karya tulis ilmiah yang disusun penulis lain.
Plagiarisme menjadi salah satu bentuk pelanggaran Hak Cipta yang artinya perbuatan melanggar hukum. Sehingga selain berdampak pada reputasi pelaku yang memburuk pasca kejadian. Juga ada risiko hukum yang harus dihadapi.
Dalam publikasi ilmiah, termasuk publikasi di jurnal ilmiah. Tindakan plagiarisme termasuk pelanggaran etika publikasi. Sehingga dilarang keras dan diikuti dengan pemberian sejumlah sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Mengapa Mengurangi Plagiarisme Penting?
Memahami adanya larangan keras terhadap tindakan plagiarisme. Maka tentu memberi motivasi untuk menghindarinya. Hanya saja, larangan ini ternyata masih sering dilanggar. Sebab tidak sedikit kasus plagiarisme terjadi di publikasi jurnal ilmiah.Â
Plagiarisme ini bisa dilakukan penulis karena sengaja maupun tidak sengaja. Sehingga memahami bagaimana cara mengurangi plagiarisme sangat penting. Berikut beberapa alasannya:
1. Menjaga Integritas dan Reputasi Penulis
Alasan yang pertama menghindari plagiarisme adalah bagian dari menjaga integritas dan reputasi penulis. Sebab sekali melakukan plagiarisme, akan meningkatkan potensi terjadi kedua kalinya, ketiga kalinya, dan seterusnya.
2. Bentuk Sikap Menghargai Penulis Lain
Tidak mencomot karya orang lain ke dalam manuskrip artikel ilmiah adalah bentuk penghormatan pada penulis atau pencipta karya tersebut. Sebab ketika dilakukan maka sama artinya mengambil hak orang lain. Sehingga merugikan penulis dan pencipta karya.
3. Meningkatkan Kredibilitas dan Kualitas Artikel Ilmiah
Alasan ketiga, menghindari plagiarisme pada artikel jurnal juga meningkatkan kualitas artikel tersebut. Sehingga peluang diterima jurnal tujuan dan revisi skala kecil lebih tinggi.
4. Menghindari Artikel Ditolak Pengelola Jurnal
Artikel ilmiah yang disusun dari tindakan plagiarisme, tentunya akan terdeteksi. Apalagi di era sekarang teknologi semakin maju dan ada banyak sekali aplikasi untuk cek plagiarisme.Â
Jika tetap dilakukan maka ada kemungkinan terdeteksi editor jurnal ilmiah. Dampaknya artikel yang di submit akan ditolak. Apalagi jika memang skor similarity indeksnya sangat tinggi melebihi ketentuan.
5. Menghindari Sanksi Melakukan Tindakan Plagiarisme
Alasan kelima adalah untuk menghindari sanksi pelaku plagiarisme. Sanksi disini bisa dari pengelola jurnal, kemudian institusi yang menaungi penulis, dan pemilik karya yang dijiplak.Â
Pengelola jurnal bisa memberi sanksi berupa menghapus artikel yang diterbitkan, bisa juga memasukan nama penulis ke daftar hitam. Sementara institusi, misalnya penulis adalah dosen maka ada sanksi berupa teguran sampai pemberhentian.
6. Menjaga Reputasi Institusi yang Menaungi
Alasan lain kenapa menghasilkan tulisan anti plagiarisme penting adalah untuk menjaga reputasi atau nama baik institusi. Baik itu dosen, mahasiswa, maupun peneliti tentu perlu menjaga marwah afiliasi tempatnya bernaung. Jika menjadi pelaku plagiarisme maka nama baik afiliasi juga ikut tercoreng.
Baca Juga:
- 15 Situs Cek Plagiarisme Online yang Mudah Digunakan
- 6 Aplikasi Manajemen Referensi Terbaik untuk Menyusun KTI
- Perbedaan Zotero dan Mendeley sebagai Manajemen Referensi
Cara Mengurangi Plagiarisme dalam Penulisan Artikel Jurnal
Secara umum, dalam menyusun karya tulis ilmiah maupun noilmiah tetap ada kemungkinan terdeteksi plagiarisme. Yakni melalui skor similarity atau similarity indeks. Terdapat beberapa cara mengurangi plagiarisme di bawah ini:
1. Memahami Pengertian dan Seluk-Beluk Plagiarisme
Cara pertama untuk menghasilkan tulisan anti plagiarisme atau bebas plagiarisme adalah memahami betul apa itu plagiarisme. Sekaligus detail lainnya seperti jenis-jenisnya, dampaknya, dan sebagainya.
Pemahaman ini menjadi hal mendasar sekaligus krusial, sebab bisa meningkatkan kesadaran untuk menghindari bentuk plagiarisme model apapun. Sehingga memunculkan juga kesadaran menjaga integritas.
2. Memilih Topik yang Dikuasai dengan Baik
cara mengurangi plagiarisme berikutnya pada artikel jurnal adalah memilih topik yang dikuasai dengan baik. Topik yang dikuasai membantu menyusunnya dengan lebih mudah. Apalagi artikel ilmiah untuk jurnal disusun berdasarkan laporan penelitian.
Oleh sebab itu, memilih topik memang harus seksama tidak bisa asal-asalan. Misalnya, dosen mengikuti tren penelitian atau tren publikasi ilmiah. Namun secara kemampuan, topik tersebut belum dikuasai.
3. Lakukan Riset dan Kajian Pustaka Mendalam
Melakukan kajian pustaka secara mendalam sangat dianjurkan sebagai usaha memahami topik. Sekaligus menghimpun data valid yang berkaitan dengan topik tersebut. Sehingga tidak kehabisan bahan untuk mengembangkan isi artikel ilmiah.
4. Pahami Cara Mengutip dengan Benar
Seperti apa cara mengutip yang benar? Jika kutipan harus utuh dan tidak boleh diparafrase. Maka tidak perlu dilakukan parafrasa, tulis apa adanya sesuai referensi yang digunakan. Sehingga menjadi kutipan langsung. Kuncinya, pada akhir kutipan pastikan mencantumkan sumber atau melakukan sitasi.
Sumber kutipan ditulis sesuai aturan gaya sitasi yang digunakan. Maka pahami aturan penulisannya bagaimana. Menggunakan aplikasi manajemen referensi bisa menjadi solusi yang lebih praktis.
5. Gunakan Aplikasi Manajemen Referensi
Mencantumkan sumber atau sitasi di kutipan, kemudian memasukan referensi ke halaman daftar pustaka. Keduanya menjadi hal wajib pada saat menyusun artikel jurnal maupun KTI jenis lainnya. Meminimalkan risiko plagiarisme bisa menggunakan aplikasi manajemen referensi.
6. Selalu Melakukan Cek Plagiarisme
Cara mengurangi plagiarisme yang juga terbukti efektif adalah rutin mengecek plagiarisme. Jika naskah sudah selesai disusun, baik per bab maupun menunggu seluruh isi manuskrip selesai. Pastikan melakukan cek plagiarisme.
Dalam menyusun artikel jurnal, biasanya digunakan Turnitin untuk mengecek skor similarity. Pengecekan ini penting untuk memeriksa apakah manuskrip yang disusun sudah bebas plagiarisme atau tidak.
7. Manajemen Waktu dan Pekerjaan Harus Baik
Berikutnya yang menjadi cara mengurangi persentase plagiarisme adalah melakukan manajemen waktu dan pekerjaan. Kenapa? Sebab tanpa manajemen yang baik maka proses menulis bisa dikejar-kejar oleh deadline (tenggat waktu).
Sebagian besar kasus plagiarisme pada publikasi ilmiah adalah karena keterbatasan waktu. Menulis manuskrip terlalu mepet dengan tenggat waktu meningkatkan godaan melakukan plagiat.
8. Mengasah Keterampilan Menulis Artikel Jurnal
Keterampilan menulis artikel ilmiah yang kurang bisa meningkatkan potensi melakukan tindakan plagiarisme. Sebab semakin minim keterampilan tersebut, semakin sulit menyusun artikel dengan mengandalkan kemampuan sendiri.
Sehingga kemungkinan dilakukan tindakan plagiarisme lebih tinggi. Maka solusi atau cara mengurangi plagiarisme karena sebab ini adalah dengan mengasah keterampilan menulis artikel jurnal.
9. Membiasakan Menulis dengan Bahasa Sendiri
Menghindari kemungkinan plagiarisme yang kerap terjadi, para penulis artikel ilmiah perlu membiasakan diri menulis dengan kemampuan sendiri. Biasakan juga menulis dengan gaya bahasa sendiri agar terlatih secara alami.
`10.Hindari Asal Comot Konten untuk Melengkapi Manuskrip
Tindakan plagiarisme pada artikel jurnal tidak hanya berbentuk mencomot karya tulis orang lain ke dalam manuskrip. Akan tetapi juga karya jenis lainnya selain karya tulis. Misalnya gambar, ilustrasi, grafik, dan sebagainya.
Maka untuk menghindari plagiarisme sangat penting untuk menggunakan konten-konten yang memang tidak melanggar Hak Cipta. Misalnya konten dengan kategori domain publik (public domain), Copyright-free, Royalty-free, maupun Creative Commons.
Baca Juga: Jangan Keliru! Ini Perbedaan Turnitin dan Plagiarisme
Cara Mudah dan Efektif untuk Turunkan Skor Similarity
Melalui penjelasan sebelumnya, maka bisa dipahami ada cukup banyak cara mengurangi tingkat plagiarisme. Selain memahami tata cara mengurangi plagiarisme tersebut.
Para penulis artikel ilmiah juga harus paham bagaimana menurunkan skor similarity indeks di Turnitin. Berikut beberapa solusi atau cara mengurangi persentase plagiarisme lewat penurunan skor similarity:
1. Perbanyak Kutipan Tidak Langsung
Cara pertama untuk menurunkan skor similarity sehingga mengurangi plagiarisme di kalimat pada artikel ilmiah adalah memperbanyak kutipan tidak langsung. Kutipan langsung umumnya otomatis terdeteksi sama dengan publikasi ilmiah lain.
Sehingga berkontribusi besar dalam meningkatkan persentase similarity indeks. Hal sebaliknya terjadi jika artikel ilmiah lebih banyak kutipan tidak langsung. Sehingga data dari referensi ditulis ulang dengan bahasa sendiri oleh penulis. Artinya, dilakukan parafrase.
2. Aktifkan Fitur Exclude di Turnitin
Cara mudah, cepat, dan efektif berikutnya untuk menurunkan skor similarity indeks adalah dengan mengaktifkan fitur Exclude di Turnitin. Secara umum, ada beberapa bagian di dalam artikel jurnal yang akan terdeteksi similarity oleh Turnitin.
Namun, secara etika penulisan karya ilmiah bagian-bagian tersebut idealnya tidak ikut diperiksa oleh sistem. Misalnya di halaman daftar pustaka. Jika satu referensi digunakan banyak penulis, maka saat cek similarity otomatis skornya tinggi.
Mengatasinya, bisa dengan mengaktifkan fitur Exclude Bibliography. Selain itu, bisa juga mempertimbangkan fitur Exclude lain untuk memaksimalkan penurunan skor similarity. Misalnya mengaktifkan Exclude Quotes dan Exclude Small Matches.
Menghasilkan tulisan anti plagiarisme pada dasarnya bisa dilakukan oleh semua penulis. Kuncinya adalah memahami pentingnya menjaga integritas. Selebihnya tinggal menerapkan berbagai cara mengurangi plagiarisme. Detailnya sudah dijelaskan di atas. Jadi, silahkan diterapkan.
sumber:
- Nuraini, F. (2023). 6 Cara Menghindari Plagiarisme dan Solusi Praktisnya. Diakses pada 18 Agustus 2026 dari https://duniadosen.com/informasi/cara-menghindari-plagiarisme/
- Prihatiningrum, A. F. (2024). 6 Cara Menghindari Plagiarisme dalam Jurnal Ilmiah. Diakses pada 18 Agustus 2026 dari https://idpublishing.org/blogs/6-cara-menghindari-plagiarisme-dalam-jurnal-ilmiah?srsltid=AfmBOoo83ykH2yd3983azDyfSiW4oMQ1wJhhZJZK8hVIvb67u_KMxIQE
- Plagiarisme: Pengertian, Jenis, dan Dampaknya. (2024). Universitas Medan Area. Diakses pada 18 Agustus 2026 dari https://bik.uma.ac.id/2024/09/13/plagiarisme-pengertian-jenis-dan-dampaknya/
- Cara Memfilter Hasil Turnitin agar Lebih Akurat. (2025). Indonesian Scientific Publication. Diakses pada 18 Agustus 2026 dari https://idscipub.com/id/cara-memfilter-hasil-turnitin/
- Cara Menggunakan Turnitin untuk Skripsi: Panduan Lengkap Cek Plagiarisme Mahasiswa. (2026). Masoem University. Diakses pada 18 Agustus 2026 dari https://masoemuniversity.ac.id/artikel/cara-menggunakan-turnitin-untuk-skripsi-panduan-lengkap-cek-plagiarisme-mahasiswa/

