10 Contoh Kesimpulan Skripsi untuk Mahasiswa Jenjang S1

contoh kesimpulan skripsi

Salah satu bagian dari struktur penulisan tugas akhir skripsi adalah bab kesimpulan, yakni pada bab kelima. Mahasiswa yang menyusun skripsi tentunya perlu mempelajari contoh kesimpulan skripsi sebagai referensi. 

Sebab, meskipun terkesan sederhana dan biasanya hanya beberapa kata saja. Bahkan ada yang hanya terdiri dari 1-2 paragraf. Namun, kesimpulan tetap wajib ada di dalam skripsi. Selain itu penulisannya juga harus baik dan benar sesuai ketentuan. Berikut informasinya. 

Apa Itu Kesimpulan?

Dalam KBBI Daring, Kesimpulan adalah pendapat terakhir yang berdasarkan pada uraian sebelumnya. Dalam konteks penulisan karya tulis ilmiah (KTI), kesimpulan adalah bagian dari struktur penulisan KTI yang berisi pendapat terakhir penulis berdasarkan penjelasan di dalam KTI tersebut. 

Kesimpulan bisa dijumpai di semua jenis KTI. Baik itu dalam bentuk artikel ilmiah, makalah, tugas akhir (skripsi, tesis, dan disertasi), dan juga pada KTI berbentuk buku ilmiah. Kesimpulan pada skripsi biasanya masuk di bab ke-5. 

Penyusunannya bisa dalam bentuk paragraf, bisa juga dalam bentuk penomoran. Bentuk penulisan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan. Kuncinya, isi kesimpulan skripsi harus sesuai ketentuan. Yakni berisi intisari dari seluruh penjelasan di dalam skripsi. 

Baca Juga:

Contoh Kesimpulan Skripsi Kualitatif 

Membantu lebih memudahkan lagi mengenai apa itu kesimpulan pada skripsi dan bagaimana mulai menyusunnya. Maka perlu contoh untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas. Berikut beberapa contoh kesimpulan skripsi pada penelitian kualitatif yang bisa dijadikan referensi: 

1. Contoh Kesimpulan Skripsi Kualitatif 1

Judul: Interpretasi Edip Yuksel Terhadap Bentuk Bumi Dalam Qur’an: A Reformist Translation 

Penulis: M. Haikal Azhari (2025) 

Edip Yuksel, seorang cendekiawan muslim modern, menawarkan interpretasi Al-Qur’an yang berbeda dari tafsir tradisional. Dalam karyanya, Qur’an: A Reformist Translation, ia mencoba mengaitkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan temuan ilmiah modern. 

Pandangan ini tidak hanya memberikan perspektif baru, tetapi juga memicu perdebatan di kalangan akademisi dan ulama. Berikut adalah penjelasan singkat terkait interpretasi Yuksel, dampaknya terhadap pemahaman agama tradisional, dan relevansinya dengan sains modern: 

  1. Interpretasi Edip Yuksel dalam Qur’an: A Reformist Translation Edip Yuksel menafsirkan ayat Al-Qur’an (79:30) dengan menyebutkan bahwa kata “daha” merujuk pada bentuk telur burung unta, yang sesuai dengan bentuk bumi yang lonjong atau geoid. Penafsiran ini mencocokkan Al-Qur’an dengan fakta ilmiah modern, berbeda dengan tafsir tradisional yang lebih metaforis. 
  2. Penafsiran Yuksel menantang tafsir tradisional yang tidak membahas bentuk fisik bumi. Ia juga menolak pandangan bumi datar atau geosentris yang dianut sebagian kelompok konservatif. Kritik dari kalangan konservatif menganggap pendekatan ini sebagai westernisasi dan menyimpang dari nilai-nilai spiritual AlQur’an, bahkan dilabeli bid’ah oleh sebagian pihak. 
  3. Interpretasi Yuksel mendukung pemahaman sains modern, seperti bentuk geoid bumi, teori heliosentris, dan konsep atmosfer sebagai pelindung. Penafsiran ini juga mencocokkan Al-Qur’an dengan teori-teori ilmiah lain seperti relativitas waktu, Big Bang, evolusi, dan pembentukan alam semesta dari gas, menunjukkan keselarasan antara teks Al-Qur’an dan penemuan sains modern. 

2. Contoh Kesimpulan Skripsi Kualitatif 2

Judul: Peran ayah dalam parenting Ustad Sendri Jaisyurrahman untuk meningkatkan kualitas diri : studi analisis bimbingan konseling keluarga Islam 

Penulis: Oktaviyanti (2025) 

Peneliti menyimpulkan bahwa buku ini memiliki nilai yang sangat penting dan berguna bagi para ayah untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan mereka dalam mendidik anak. Mereka percaya bahwa menjadi seorang ayah bukan sekadar soal memiliki anak, tetapi juga mencakup tanggung jawab, kasih sayang, serta kemauan untuk terus belajar agar dapat merawat dan membimbing anak dengan baik. 

Buku ini dinilai sebagai bacaan wajib agar ayah mampu menjalankan perannya secara lebih bijaksana dan penuh cinta. Dari pengalaman ketiga informan, dapat disimpulkan bahwa buku karya Ustad Bendri Jaisyurrahman memberikan dampak yang kuat dalam mengubah cara pandang para ayah terhadap peran mereka dalam keluarga. Sebelum membaca, mereka merasa cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan materi atau merasa ragu akan kemampuan diri. 

Namun setelah membaca, mereka menyadari bahwa menjadi ayah bukan sekadar hadir secara fisik atau memberi materi, tetapi juga tentang menghadirkan hati, kasih sayang, dan kesediaan untuk terus belajar. Buku ini berhasil membuka mata para ayah bahwa peran mereka sangat penting dalam pembentukan karakter dan masa depan anak. Ia menjadi semacam “kuliah parenting” yang membekali mereka dengan ilmu dan kesadaran baru untuk menjalani peran sebagai ayah dengan lebih bijak, cinta, dan tanggung jawab. 

3. Contoh Kesimpulan Skripsi Kualitatif 3

Judul: Hubungan antara kemampuan literasi informasi dengan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran biologi 

Penulis: Debby Ayu Mayangsari (2025) 

Berdasarkan hasil penelitian di SMA N 8 Semarang, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara variabel kemampuan literasi informasi dengan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Hasil perhitungan uji Korelasi Spearman didapatkan nilai p hitung sebanyak 0.803 yang dimaknai memiliki korelasi tinggi. 

Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan literasi informasi dan kemampuan berpikir kritis mempunyai hubungan yang signifikan. Kemudian dari hasil penelitian ini diperoleh hasil perhitungan kemampuan literasi informasi dan kemampuan berpikir kritis masing-masing termasuk kategori tinggi. 

Artinya apabila kemampuan literasi informasi tinggi kemampuan berpikir kritis akan tinggi. Sebaliknya, jika kemampuan berpikir kritis tinggi maka hal tersebut juga dikarenakan tingkat kemampuan literasi informasi yang tinggi 

4. Contoh Kesimpulan Skripsi Kualitatif 4

Judul: Praktik jual beli meubel berbasis istishna’ perspektif hukum ekonomi syariah : studi kasus di perusahaan Krismoyo Jati di Blora

Penulis: Retno Anggi Setyowati (2025) 

Kesimpulan: 

  1. Perusahaan Krismoyo Jati menerapkan sistem pesanan atau biasa dikenal dengan istishna’ dalam praktik jual beli meubel. Pembeli dapat memesan barang secara langsung atau melalui telepon dengan menentukan bentuk, ukuran, dan harga di awal transaksi. Setelah kesepakatan barang akan diproduksi dan diantar ke rumah pembeli setelah melalui pengecekan kesesuaian. Kualitas barang yang bagus dengan harga yang cukup terjangkau menjadikan banyak pembeli yang memesan barang meubel di Krismoyo Jati. Selain itu kecepatan dalam memproduksi barang juga menjadi nilai tambahan yang diciptakan oleh perusahaan Krismoyo Jati, sehingga banyak pembeli yang memilih disana daripada ke perusahaan lain. Akan tetapi tidak semua barang yang diterima oleh pembeli sesuai dengan spesifikasi yang telah disepakati diinginkan, terkadang terdapat kesalahan produksi yang disebabkan kelalaian perusahaan.
  2. Praktik jual beli meubel berbasis istishna’ studi kasus di perusahaan Krismoyo Jati di Blora dalam perspektif hukum ekonomi Syariah sudah memenuhi prinsip-prinsip Syariah. Bahwa praktik jual beli meubel di Krismoyo Jati, berdasarkan wawancara yang sudah dilakukan, terdapat beberapa barang yang tidak sesuai dengan yang dipesan oleh pembeli. Secara umum pelayanan dan pembuatan meubel sudah sesuai berdasarkan hukum ekonomi Syariah. Pembeli dapat melakukan tindakan pengembalian barang atau pembatalan akad apabila barang yang diterima tidak sesuai pesanan atau cacat, dan pihak perusahaan akan menerima barang tersebut yang nantinya akan diperbarui. Akan tetapi, kebanyakan masyarakat memilih untuk tetap menggunakan barang pesanan tersebut meskipun tidak sesuai dikarenakan malas untuk melakukan transaksi lagi. Maka dari itu dikarenakan adanya kesukarelaan dalam praktik jual beli tersebut meskipun terdapat ketidaksesuaian barang, praktik jual beli meubel berbasis istishna’ tetap sah menurut prinsipnya.

5. Contoh Kesimpulan Skripsi Kualitatif 5

Judul: Tinjauan maslaḥah terhadap tradisi larangan perkawinan turus blandar : studi kasus di Desa Bandungrejo Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak 

Penulis: Ihsan Syifa’ul Ahfa (2025) 

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis terhadap praktik tradisi larangan perkawinan Turus Blandar serta tinjauannya dalam perspektif maṣlaḥah, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 

  1. Larangan perkawinan turus blandar masih diyakini dan dipraktikkan oleh sebagian besar masyarakat Desa Bandungrejo. Larangan ini muncul dari keyakinan bahwa pasangan yang menikah dalam posisi rumah yang sejajar lurus dan memiliki arah hadap yang sama, seperti sama-sama menghadap ke timur atau barat, akan membawa kesialan dalam kehidupan rumah tangga. Masyarakat meyakini dampak buruk seperti ketidakharmonisan, sakit-sakitan, bahkan kematian bisa menimpa keluarga yang melanggar larangan tersebut. Keyakinan ini diperkuat oleh pengalaman empiris beberapa keluarga yang dianggap sebagai korban dari pelanggaran tradisi tersebut. Tradisi ini berkembang sebagai bentuk kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Dalam hukum Islam maupun hukum positif Indonesia, tidak ditemukan dasar normatif yang melarang perkawinan berdasarkan posisi rumah mempelai. Selama rukun dan syarat nikah terpenuhi (adanya calon mempelai laki-laki dan perempuan, wali, dua saksi, serta ijab qabul), maka perkawinan sah secara syar’i. 
  2. Berdasarkan teori maṣlaḥah, larangan ini tidak memenuhi kriteria kemaslahatan syar’i yang dapat diterima. Sebaliknya, ia tergolong maṣlaḥah mulghāh (kemaslahatan yang tertolak), karena bertentangan dengan prinsip tauhid, tidak berdampak luas bagi kemaslahatan umat, dan bertentangan dengan nash Al-Qur’an yang menolak keyakinan tak berdasar terhadap mitos atau tahayul. Selain itu, larangan ini dapat mengarah pada mafsadah (kerusakan), karena berpotensi menimbulkan kecemasan, perpecahan keluarga, dan bahkan membatalkan perkawinan yang telah direncanakan dengan syarat sah.

Contoh Kesimpulan Skripsi Kuantitatif 

Membantu lebih memahami lagi apa itu kesimpulan pada skripsi, bagaimana menyusunnya, dan sebagainya. Maka berikut beberapa contoh kesimpulan skripsi untuk penelitian kuantitatif yang bisa dijadikan referensi: 

1. Contoh Kesimpulan Skripsi Kuantitatif  1

Judul: Hubungan pengetahuan gizi ibu dan pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di Desa Morodemak, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak 

Penulis: Nanda Dewantara (2025) 

Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan didapatkan suatu kesimpulan sebagai berikut: 

  1. Pengetahuan gizi ibu dan kejadian stunting pada balita di Desa Morodemak Kecamatan Bonang Kabupaten Demak dengan nilai (p<.001) yang artinya ada hubungan di antara dua variabel yang diuji dengan nilai R 0,649 yang artinya pengetahuan gizi ibu dan kejadian stunting mempunyai kekuatan hubungan yang kuat 
  2. Pola pemberian makan dan kejadian stunting pada balita di Desa Morodemak Kecamatan Bonang Kabupaten Demak dengan nilai (p<.001) yang artinya ada hubungan di antara dua variabel yang diuji dengan nilai R 0,662 yang artinya pola pemberian makan dan kejadian stunting mempunyai kekuatan hubungan yang kuat. 

2. Contoh Kesimpulan Skripsi Kuantitatif  2

Judul: Efektivitas model pembelajaran discovery learning berbantuan media Edpuzzle terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi fluida statis 

Penulis: Sintia Rita (2025) 

Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian mengenai efektivitas model pembelajaran discovery learning berbantuan media Edpuzzle terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi fluida statis, dapat disimpulkan sebagai berikut: 

  1. Model discovery learning berbantuan media Edpuzzle lebih efektif digunakan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Berdasarkan hasil uji independent sample t test diperoleh nilai signifikansi (Sig). sebesar 0,000. Rata-rata nilai yang didapat kelas kontrol setelah mendapatkan perlakuan dengan model contextual teaching learning sebesar 77,5 sedangkan rata-rata kelas eksperimen setelah menggunakan model discovery learning berbantuan media edpuzzle sebesar 86,4 dengan perbedaan rata-rata (mean difference) sebesar 8,92. 
  2. Terdapat peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen setelah menggunakan model discovery learning berbantuan media Edpuzzle, hal tersebut dapat dibuktikan pada hasil nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,76 dengan kategori tinggi sedangkan nilai N-Gain pada kelas kontrol sebesar 0,60 dengan kategori sedang. 
  3. Respon peserta didik terhadap model pembelajaran discovery learning berbantuan media Edpuzzle pada materi fluida statis mendapatkan respon keseluruhan persentase sebesar 90% dengan kriteria sangat baik 

3. Contoh Kesimpulan Skripsi Kuantitatif  3

Judul: Efektivitas model challenge based learning terhadap keterampilan berpikir kritis dan sikap ilmiah pada materi kimia hijau

Penulis: Siti Khumairoh 

Berdasarkan data serta hasil penelitian yang telah dianalisis pada pembahasan, maka bisa disimpulkan hasil uji hipotesis dengan independent sample t-test menunjukkan nilai signifikansi (Sig.) 0,00, < 0,05. Hal ini berarti H₀ ditolak pada hipotesis pertama, sehingga bisa disimpulkan model Challenge Based Learning efektif terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi kimia hijau. Rata-rata keterampilan berpikir kritis pada kelas eksperimen yakni 79,26, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 69,11. 

Sedangkan pada variabel sikap ilmiah hipotesis kedua model Challenge Based Learning terbukti efektif terhadap sikap ilmiah peserta didik pada materi kimia hijau. Hal ini didukung hasil uji independent sample t-test yang menunjukkan nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,000. Karena nilai tersebut lebih kecil dari 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima 

4. Contoh Kesimpulan Skripsi Kuantitatif  4

Judul: Pengaruh model TGT berbantuan media interaktif terhadap self efficacy dan keterampilan generik sains siswa pada materi sistem ekskresi.

Penulis: Nunung Farikhah (2025) 

Berdasarkan hasil analisis data penelitian maka dapat disimpulkan sebagai berikut. 

  1. Terdapat pengaruh yang signifikan pada penerapan Teams Games Tournament dengan pendekatan gamifikasi berbantuan media interaktif terhadap self efficacy siswa. Adapun hasil analisis uji hipotesis menggunakan uji ANACOVA pada self efficacy diperoleh hasil signifikansi p < 0,05. 
  2. Terdapat pengaruh yang signifikan pada penerapan Teams Games Tournament dengan pendekatan gamifikasi berbantuan media interaktif terhadap keterampilan generik sains siswa. Adapun hasil analisis uji hipotesis menggunakan uji ANACOVA pada keterampilan generik sains diperoleh hasil signifikansi p < 0,05. 

5. Contoh Kesimpulan Skripsi Kuantitatif 5

Judul: Hubungan penggunaan gadget dalam pembelajaran biologi dengan literasi digital dan literasi informasi

Penulis: Mailatul Fitri (2025) 

Berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian mengenai hubungan penggunaan gadget dalam pembelajaran biologi dengan literasi digital dan literasi informasi, diperoleh beberapa simpulan sebagai berikut. 

  1. Terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara variabel penggunaan gadget dalam pembelajaran biologi dengan literasi digital peserta didik. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 < 0,05 serta nilai t-hitung > t-tabel sebesar 4.871 > 1,656. 
  2. Terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara variabel penggunaan gadget dalam pembelajaran biologi dengan literasi informasi peserta didik. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 < 0,05 serta 0,323. t-hitung > t-tabel sebesar 3,960 > 1,656. 

Baca Juga: 5 Perbedaan Abstrak dan Kesimpulan dalam Karya Ilmiah

Tips agar Bab Kesimpulan dalam Skripsi Sudah Sesuai Ketentuan 

Supaya bagian kesimpulan tersusun dengan baik dan meminimalkan catatan revisi dari dosen pembimbing. Maka mahasiswa perlu mempelajari tata cara menyusunnya serta dapat menggunakan tips penyusunan kesimpulan secara otomatis menggunakan tools agar sesuai dan urut.

Selain memperhatikan beberapa contoh kesimpulan skripsi di atas, bisa juga menerapkan beberapa tips di bawah ini: 

1. Disusun dengan Jelas, Ringkas, dan Sederhana 

Kesimpulan di dalam tugas akhir skripsi berisi intisari pembahasan. Oleh sebab itu, idealnya disusun dengan jelas, ringkas, dan secara sederhana. Jangan sampai dibuat terlalu rumit dengan penjelasan panjang yang mengulang pembahasan di bab sebelumnya. 

Biasanya, kesimpulan dibaca langsung oleh pembaca usai membaca judul dan abstrak skripsi. Sebab menjadi bahan pertimbangan dan penilaian untuk mengetahui isi skripsi dan apakah sesuai kebutuhan atau tidak. Sekaligus dituju untuk langsung mengetahui temuan penelitian mahasiswa. 

2. Jelaskan Temuan Penelitian dan Dampak atau Manfaatnya 

Tips yang kedua dalam menyusun bab kesimpulan pada skripsi adalah perlu mencantumkan temuan penelitian. Kemudian diikuti dengan menjelaskan secara ringkas mengenai dampak, manfaat, maupun implikasinya. 

Jadi, ketika menjelaskan intisari dari seluruh isi skripsi. Mahasiswa yang menyusunnya harus memastikan sudah mencantumkan temuan atau hasil penelitian yang dilakukan. 

3. Hindari Mencantumkan Data Baru 

Tips ketiga, dalam menyusun bab kesimpulan di dalam skripsi disarankan untuk menghindari pencantuman data (informasi) baru. Bagian kesimpulan bukan tempat untuk mencantumkan data-data baru dari referensi yang digunakan. 

Namun menjadi tempat untuk mencantumkan hasil penelitian dan disusul dengan dampak atau implikasinya. Data baru yang disajikan berkaitan dengan temuan penelitian tersebut.  

4. Memastikan isi Kesimpulan Skripsi Menjawab Rumusan Masalah 

Sesuai penjelasan di awal sebelum beberapa contoh kesimpulan skripsi. Kesimpulan berisi data temuan penelitian yang menjawab rumusan masalah. Rumusan masalah biasanya terdiri dari beberapa pertanyaan yang ingin dijawab mahasiswa melalui penelitian yang dilakukan. 

Misalnya, dalam skripsi yang disusun mahasiswa mencantumkan pertanyaan “Bagaimana Praktik Tradisi Turus Blandar Di Desa Bandungrejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak?”. 

Maka di data penelitian yang dikumpulkan diusahakan memperhatikan praktik tradisi yang ada di rumusan masalah tersebut. Kemudian dijelaskan di bab hasil dan pembahasan serta di kesimpulan. Berikut contoh penulisan kesimpulan yang menjawab rumusan masalah tersebut: 

“Larangan perkawinan turus blandar masih diyakini dan dipraktikkan oleh sebagian besar masyarakat Desa Bandungrejo.” 

5. Menjaga Tetap Objektif 

Tips kelima dalam menyusun bab kesimpulan pada skripsi adalah menjaga tetap objektif. Menggunakan kalimat pasif dan juga selalu menjelaskan bahwa apa yang dicantumkan adalah dari hasil penelitian merupakan kunci utama. 

Jadi, hindari menggunakan frasa “berdasarkan penelitian saya..”. Namun ganti ke kalimat pasif yang menunjukan objektivitas. Misalnya menjadi “berdasarkan penelitian ini..”. 

6. Menyusun Kesimpulan Secara Sistematis 

Menyusun penutup skripsi (kesimpulan) juga perlu dibuat sistematis. Mahasiswa perlu menentukan urutan informasi yang akan dicantumkan di dalamnya. Sebagai cara termudah, mahasiswa bisa menentukan pola pengembangan paragraf. 

Dalam kesimpulan skripsi, biasanya menggunakan pola sebab akibat. Sehingga kesimpulan dibuka dengan menjelaskan penelitian yang dilakukan. Misalnya menjelaskan “penelitin ini…” atau mencantumkan judul penelitian. 

Porsi yang tidak banyak ini sering membuat kesimpulan diremehkan. Padahal ketika menyusunnya, tidak sedikit mahasiswa mengalami kendala. Terlebih ketika bingung bagaimana memulai penulisan bab kesimpulan, menyebutkan temuan, dll. Jadi, beberapa tips dan contoh kesimpulan skripsi yang dijelaskan bisa dijadikan acuan. 

sumber: 

  1. Muspawi, M. (2024). MANFAAT KESIMPULAN DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH MANAJEMEN PENDIDIKAN. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(04), 226-232. https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/19354/9599 
  2. Dewantara, N. (2025). Hubungan pengetahuan gizi ibu dan pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di Desa Morodemak, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/28915/1/Skripsi_1807026109_Nanda_Dewantara.pdf 
  3. Azhari, M. H. (2025). Interpretasi Edip Yuksel terhadap bentuk bumi dalam Qur’an : a reformist translation. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29531/1/Tesis_2204028002_M._Haikal_Azhari.pdf 
  4. Sintia, R. (2025). Efektivitas model pembelajaran discovery learning berbantuan media Edpuzzle terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi fluida statis. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/28985/1/Skripsi_1908066016_Rita_Sintia.pdf
  5. Oktaviyanti. (2025). Peran ayah dalam parenting Ustad Sendri Jaisyurrahman untuk meningkatkan kualitas diri : studi analisis bimbingan konseling keluarga Islam. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/28755/1/2101016107_OKTAVIYANTI_TUGAS%20AKHIR%20-%20Oktaviyanti%20Okta.pdf
  6. Mayangsari, D. A. (2025). Hubungan antara kemampuan literasi informasi dengan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran biologi. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/28938/1/Skripsi_1808086050_Debby_Ayu_Mayangsari.pdf
  7. Setyowati, R. A. (2025). Praktik jual beli meubel berbasis istishna’ perspektif hukum ekonomi syariah : studi kasus di perusahaan Krismoyo Jati di Blora. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29295/1/Skripsi_2102036030_Retno_Anggi_Setyowati.pdf
  8. Afwa, I. S. (2025). Tinjauan maslaḥah terhadap tradisi larangan perkawinan turus blandar : studi kasus di Desa Bandungrejo Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31733/1/SKRIPSI2102016152IHSAN_SYIFAUL_AFWA-0.pdf
  9. Khumairoh, S. (2025). Efektivitas model challenge based learning terhadap keterampilan berpikir kritis dan sikap ilmiah pada materi kimia hijau. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29032/1/Skripsi_2108076015_Siti_Khumairoh.pdf
  10. Farikhah, N. (2025). Pengaruh model TGT berbantuan media interaktif terhadap self efficacy dan keterampilan generik sains siswa pada materi sistem ekskresi. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/28975/1/Skripsi_2108086160_Nunung_Farikhah.pdf
  11. Fitri, M. (2025) Hubungan penggunaan gadget dalam pembelajaran biologi dengan literasi digital dan literasi informasi. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/28969/1/Skripsi_2108086109_Mailatul_Fitri.pdf
  12. Apa itu Kesimpulan? Ini Pengertian, Ciri, Cara Membuat, dan Contoh. (2023). CNN Indonesia. Diakses pada 20 Agustus 2026 dari https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20230217123443-569-914376/apa-itu-kesimpulan-ini-pengertian-ciri-cara-membuat-dan-contoh
  13. Bosan Menulis Penutup yang Itu-Itu Saja? Inilah Cara Jitu Menyusun Kesimpulan Makalah yang Berbobot dan Mengesankan Dosen! (2026). Masoem University. Diakses pada 20 Agustus 2026 dari https://masoemuniversity.ac.id/artikel/bosan-menulis-penutup-yang-itu-itu-saja-inilah-cara-jitu-menyusun-kesimpulan-makalah-yang-berbobot-dan-mengesankan-dosen/
Picture of wahyu adji
wahyu adji
Saya merupakan SEO Specialist dan Conten Writer Profesional di bidang pendidikan seputar kampus, mahasiswa dan kedosenan di Parafrase Indonesia

Tinggalkan Balasan