Apa Itu Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan Apa Pentingnya?

RPS adalah

Dalam tugas pokok pendidikan, dosen di Indonesia tak hanya wajib mengajar mahasiswa. Namun juga wajib dalam menyusun Rencana Pembelajaran Semester. RPS ini secara umum disusun di awal semester. 

Isinya tentu menjelaskan rencana pembelajaran atau perkuliahan untuk mata kuliah yang diampu dosen. Sekaligus dalam kurun waktu satu semester. Namun, penyusunannya juga harus relevan dengan kurikulum yang berjalan di perguruan tinggi. Berikut informasinya. 

Baca Juga: Strategi Publikasi Akademik Dosen yang Efektif dengan Kurikulum OBE

Apa Itu RPS?

Dalam Permendikbud No 3 Tahun 2020, RPS adalah rencana proses pembelajaran yang disusun untuk kegiatan pembelajaran selama satu semester guna memenuhi capaian pembelajaran yang dibebankan pada mata kuliah. 

Secara sederhana, Rencana Pembelajaran Semester bisa dipahami sebagai rencana kegiatan pembelajaran dalam kurun waktu satu semester dan untuk mata kuliah tertentu. Jika dosen mengampu 1 mata kuliah, maka menyusun 1 RPS saja. 

Sebaliknya, jika dosen mengampu 2 mata kuliah. Maka tentu perlu menyusun 2 RPS menjelang akhir semester. Sebab, isi dari RPS ini menjadi panduan bagi dosen dalam melaksanakan perkuliahan. 

Sehingga paham betul dari awal materi apa saja yang akan disampaikan, bagaimana urutannya, dan sebagainya. Supaya lebih mudah mendapatkan gambaran isi RPS seperti apa. Berikut beberapa informasi yang secara umum tercantum di dalamnya: 

  • Nama program studi, nama dan kode mata kuliah, semester, sks, nama dosen pengampu; 
  • Capaian pembelajaran lulusan yang dibebankan pada mata kuliah; 
  • Capaian pembelajaran mata kuliah. 
  • Kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran untuk memenuhi capaian pembelajaran lulusan (sub CPMK); 
  • Bahan kajian yang terkait dengan kemampuan yang akan dicapai; 
  • Metode pembelajaran; 
  • Waktu yang disediakan untuk mencapai kemampuan pada tiap tahap pembelajaran; 
  • Pengalaman belajar mahasiswa yang diwujudkan dalam deskripsi tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa selama satu semester; 
  • Kriteria, indikator, dan bobot penilaian; 
  • Penguatan core value universitas (merujuk renstra universitas) 12. Daftar referensi yang digunakan.

Sebagai informasi tambahan, berkaitan dengan informasi di dalamnya yang biasanya sudah ditetapkan pihak perguruan tinggi. Sehingga para dosen akan menerima template RPS dan melakukan penyesuaian. Informasi di atas merupakan informasi secara umum. 

Baca Juga: 10 Bentuk Kegiatan Tugas Penunjang BKD untuk Memenuhi Nilai

Apa Fungsi RPS?

Menyusun RPS dipahami sebagai bagian dari tugas akademik dosen dalam melaksanakan tugas pendidikan dan pengajaran. Maka tentu RPS tersebut bukan sekedar dokumen formalitas bagi dosen dan perguruan tinggi. 

Akan tetapi, RPS memang memiliki fungsi tersendiri yang ikut mendukung jalannya kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi. Secara umum, berikut fungsi dari RPS: 

1. Pedoman untuk Dosen dalam Melaksanakan Pembelajaran 

RPS memiliki banyak fungsi dan salah satunya sebagai pedoman dosen dalam melaksanakan pembelajaran. Dalam kurun waktu satu semester.

RPS berisi rencana pembelajaran. Isinya menjabarkan materi apa saja yang akan disampaikan, urutan materi, jadwal materi disampaikan, metode penyampaian, dll. Sehingga RPS menjadi pemandu dosen untuk melaksanakan pembelajaran dengan lancar dan berkualitas. 

2. Membantu Dosen Melaksanakan Pembelajaran yang Terarah 

RPS adalah salah satu dokumen akademik yang fungsinya membantu dosen melaksanakan pembelajaran lebih terarah. Artinya, RPS mampu membantu dosen mengisi perkuliahan dengan arah yang jelas. 

Materinya apa, bagaimana menjelaskannya, metode pembelajaran yang sesuai, dan detail lainnya. Sehingga dosen bisa fokus pada materi tersebut dan tidak membahas materi lain meski berkaitan. Sehingga pembelajaran terarah, fokus, dan mudah diikuti mahasiswa. 

3. Dasar dalam Proses Penilaian Hasil Pembelajaran 

Fungsi Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berikutnya adalah menjadi dasar dalam proses penilaian. Sesuai penjelasan sebelumnya, salah satu informasi yang tercantum di RPS adalah metode evaluasi dan penilaian. 

Dosen bisa terbantu dalam menentukan tes apa yang harus diterapkan agar evaluasi hasil pembelajaran lebih terukur. Jadi, RPS bisa meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses penilaian yang dilakukan dosen. 

4. Membantu Mahasiswa Mempersiapkan Diri Mengikuti Pembelajaran 

Fungsi keempat dari RPS adalah membantu mahasiswa mempersiapkan diri mengikuti perkuliahan. RPS secara umum bisa diakses mahasiswa. Informasi didalamnya membantu mahasiswa menyiapkan diri. 

Misalnya memahami buku apa saja yang harus dimiliki agar pemahaman materi optimal. Sehingga perkuliahan bisa diikuti dengan baik, materi dipahami, dan nilai ujian bisa memuaskan. 

5. Membantu Mahasiswa Meningkatkan Nilai Akademik 

RPS yang bisa diakses oleh dosen dan mahasiswa, berfungsi membantu mahasiswa mengoptimalkan nilai akademik. Mahasiswa dari awal lebih siap mengikuti perkuliahan dan memahami materi dengan baik. 

1 Step 1
Apa yang Membuat Anda Tertarik Melakukan Parafrase?
keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right
FormCraft - WordPress form builder

Sekaligus memahami kriteria penilaian atau indikator penilaian yang digunakan dosen. Sehingga sejak awal bisa mempersiapkan diri memenuhi indikator tersebut. RPS pada akhirnya ikut membantu mahasiswa meraih nilai akademik memuaskan. 

Baca Juga: Jasa Konversi Hasil Penelitian ke Buku

Mengapa RPS Penting untuk Disusun?

Fungsi RPS yang sangat beragam tentu menunjukan pentingnya dokumen akademik ini disusun oleh para dosen. Berikut penjelasan detailnya: 

1. Menjamin Arah dan Tujuan Pembelajaran 

Arti penting RPS yang pertama adalah menjadi penjamin dari arah dan tujuan kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi. Tanpa RPS, dosen bisa saja kebingungan menentukan arah proses pembelajaran. 

Sebab bingung materi apa yang perlu disampaikan dan seperti apa urutan yang logis dan sistematis. RPS mencegah kondisi tersebut, karena berisi detail rinci daftar materi, urutannya, metode pembelajarannya, dll. Sehingga pembelajaran lebih terarah dan memiliki tujuan yang jelas untuk dicapai. 

Misalnya, dalam RPS menjelaskan penyampaian materi A. Maka dijelaskan juga tujuan materi A tersebut disampaikan. Kompetensi apa yang perlu dikuasai mahasiswa usai menerima materi A tersebut. 

2. Mewujudkan Pembelajaran yang Terencana 

Arti penting kedua dari Rencana Pembelajaran Semester adalah mewujudkan pembelajaran yang terencana. Artinya, kegiatan pembelajaran tersusun rencananya dengan baik dari awal semester sampai akhir semester tersebut. 

Sehingga mencegah dosen bingung setelah pertemuan pertama membahas apa lagi dan bagaimana. Sebab seluruh materi sudah terangkum di dalam RPS. Ditunjang pula dengan modul ajar dan referensi lain yang menjadi peta jalan pelaksanaan pengajaran. 

3. Mencapai Tujuan Pembelajaran 

Kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi tentu memiliki tujuan yang jelas. Misalnya mengarahkan mahasiswa memahami materi secara teori, mengajarkan keterampilan praktis kepada mahasiswa, atau yang lainnya. 

Menyusun RPS penting karena membantu menetapkan tujuan pembelajaran dari awal. Sekaligus menjadi panduan untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut. Pada akhirnya, RPS menunjang pencapaian tujuan profil lulusan seperti apa. 

Semakin baik kualitas RPS, semakin menunjang pencapaian tujuan pembelajaran. Sekaligus tujuan profil lulusan perguruan tinggi seperti apa, menjadi ahli apa, dan ketentuan lainnya. 

4. Memastikan Materi Kuliah Tuntas Disampaikan 

RPS juga penting disusun oleh dosen arena memastikan materi bisa disampaikan secara tuntas kepada mahasiswa. Informasi inti di dalam RPS adalah daftar materi dari suatu mata kuliah yang diampu oleh dosen. 

Materi-materi ini disusun sedemikian rupa agar sistematis dan logis. Sekaligus ada detail jadwal pertemuan dimana materi disampaikan. Sehingga materi di mata kuliah tersusun rapi dan bisa disampaikan sesuai jadwal dan rencana. 

Jika materi ada yang kurang maka bisa langsung disadari dan diketahui dosen. Hal ini membuat RPS sangat vital karena menjadi penentu apakah materi mata kuliah bisa disampaikan tuntas kepada mahasiswa. Semakin tuntas, semakin paham materi tersebut, dan mempengaruhi kompetensi mahasiswa. 

5. Meningkatkan Kualitas Proses dan Hasil Pembelajaran 

RPS yang merupakan rencana pembelajaran semester, tentu sifatnya fleksibel. Rencana pembelajaran bisa diubah dan dikembangkan sesuai kondisi dan kebutuhan ketika diterapkan secara langsung. 

Fleksibilitas ini membuat RPS semakin penting untuk disusun dosen. Sebab bisa menjamin kegiatan perkuliahan lancar. Sehingga kualitas proses pembelajaran dan hasil bisa dioptimalkan. 

Tanpa RPS, dosen mungkin masih bisa melaksanakan pembelajaran. Hanya saja harus bisa spontan dan pembelajaran disiapkan dosen di malam sebelumnya. Hal ini tentu meningkatkan resiko terjadi kebuntuan ide dalam menyampaikan materi. Jadi, RPS sebagai alat bantu menjadi sangat penting untuk tersedia. 

Baca Juga: Harga Konversi KTI Menjadi Buku Referensi dan Monograf

Tahapan dalam Menyusun RPS

Menyusun RPS yang memiliki banyak sekali arti penting dan mempengaruhi proses serta kualitas pembelajaran. Tentunya tidak bisa dilakukan asal-asalan. Berikut beberapa tahapan agar RPS yang disusun bisa baik dan benar: 

1. Menganalisis CPL yang Dibebankan ke Mata Kuliah 

Pada saat ini, kurikulum di pendidikan tinggi fokus pada kurikulum OBE (Outcome-Based Education). Penyusunan RPS disesuaikan dengan kurikulum tersebut. Salah satunya ada penentuan CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan). 

CPL ini akan dicapai di akhir perkuliahan, sehingga setiap mata kuliah yang diterima mahasiswa harus relevan dengan CPL tersebut. Maka saat menyusun RPS< tahap paling pertama adalah menganalisis CPL mana yang dibebankan ke mata kuliah yang diampu dosen. Sebab mempengaruhi CPMK, Sub-CPMK, dll dalam RPS. 

2. Merumuskan CPMK dan Sub-CPMK 

Tahap kedua adalah merumuskan CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah) dan Sub-CPMK (Sub-Capaian Pembelajaran Mata Kuliah). Dalam kurikulum OBE, CPMK dan Sub-CPMK fokus pada kompetensi apa yang harus dicapai mahasiswa. Silahkan dirumuskan dengan mengacu beban CPL di mata kuliah yang diampu. 

3. Menentukan Materi Pembelajaran dan Urutannya  

Tahap ketiga adalah menentukan materi apa saja yang akan disampaikan dan urutannya. Semua materi didasarkan pada CPMK dan Sub-CPMK yang sudah dirumuskan. Sehingga kompetensi yang dituju bisa tercapai atau dikuasai mahasiswa. 

4. Menentukan Metode Pembelajaran 

Tahap berikutnya adalah menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan. Dalam kurikulum OBE, lebih direkomendasikan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa. Jadi, silahkan memilih metode mana yang relevan dengan karakter materi dan mahasiswa yang diampu. 

5. Merancang Bentuk Evaluasi dan Penilaian 

Tahap kelima dalam menyusun RPS adalah merancang bentuk evaluasi dan penilaian. Tugas apa saja yang harus diberikan kepada mahasiswa untuk menguji pemahaman materi dan kompetensi yang dikuasai. 

6. Menyusun Daftar Pustaka

Tahap yang terakhir adalah menyusun daftar pustaka. Sebab menjadi bagian dari struktur umum RPS. Pastikan seluruh referensi yang digunakan sudah dicantumkan. 

Setelah menyusun RPS, dosen memiliki kewajiban dan kebutuhan untuk mengembangkan bahan ajar. Sehingga memiliki pegangan dalam melaksanakan isi RPS tersebut. Salah satunya menyusun buku ajar yang didasarkan dari RPS yang sudah disusun. 

Proses menyusun buku ajar dari RPS bisa dilakukan dengan lebih praktis. Yakni dengan menggunakan Layanan Konversi KTI dari Parafrase Indonesia. Sehingga naskah buku ajar bisa dikerjakan ahlinya, kualitas mumpuni, dan terbit dengan ISBN agar diakui Ditjen Dikti dalam BKD dan PAK. 

sumber: 

  1. Regita, N. (2024). Pengertian dan Pentingnya RPS untuk Perguruan Tinggi. Diakses pada 13 Januari 2026 dari https://suteki.co.id/pengertian-dan-pentingnya-rps-untuk-perguruan-tinggi/
  2. Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Islam Negeri Raden Mas Said. (2023). Panduan Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester RPS – 2023. https://fud.uinsaid.ac.id/wp-content/uploads/2023/11/BUKU-PANDUAN-PENYUSUNAN-RPS_UIN-SAID_2023.pdf
  3. Arifiyanto. (2025). RPS Singkatan dari ? Diakses pada 13 Januari 2026 dari https://informatika.amikom.ac.id/pengertian-rps/
  4. Nadhif, D. (2025). Cara Menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Diakses pada 13 Januari 2026 dari https://sobite.co.id/home/detail/cara-menyusun-rencana-pembelajaran-semester-rps

Bagikan artikel ini melalui

Picture of wahyu adji
wahyu adji
Saya merupakan SEO Specialist dan Conten Writer Profesional di bidang pendidikan seputar kampus, mahasiswa dan kedosenan di Parafrase Indonesia

Tinggalkan Balasan