Menyusun buku dari hasil penelitian, bukan persoalan yang mudah. Bahkan untuk kalangan dosen. Dimana menulis karya ilmiah merupakan rutinitas sehari-hari. Namun, dengan ketekunan dan strategi yang tepat hasilnya bisa memuaskan.
Hal ini dibuktikan oleh Priscilla Yovia yang berhasil menerbitkan buku referensi dari hasil penelitian pribadinya. Berjudul Pandemos: Universalitas Perempuan Liyan. Buku ini mengusung topik fenomena prostitusi dan rehabilitas sosial di Indonesia dan hasil kerjasama dengan Parafrasa Indonesia.
Daftar Isi
ToggleProfil Priscilla Yovia
Priscilla Yovia memiliki nama lengkap Priscilla Yovia Rahmat, S.H., M.H.. Sejak lama, perempuan muda yang akrab dipanggil Cilla ini memiliki ketertarikan besar di dunia penelitian. Khususnya penelitian yang berfokus pada bidang hak-hak gender (gender rights).
Ada beberapa isu yang menjadi perhatian Cilla dalam penelitian. Seperti isu terkait perempuan, anak-anak, hak asasi manusia secara umum, antropologi dan sosiologi hukum, dan juga tentang filsafat.
Perjalanan Studi dan Karir
Ketertarikan Priscilla Yovia pada kegiatan penelitian dibuktikan melalui sejumlah penelitian yang dilakukan. Dimulai dari penelitian semasa menempuh pendidikan S1 dan S2 di Fakultas Hukum, Universitas Indonesia.
Penelitian untuk skripsinya (S1) sendiri berfokus pada rehabilitasi sosial dan dampaknya terhadap perempuan yang terlibat dalam prostitusi di Indonesia. Penelitian ini sekaligus menunjukan ketertarikannya pada isu-isu terkait perempuan dan anak-anak serta kalangan minoritas.
Sedangkan fokus penelitian saat menempuh studi Magister (S2) di Universitas Indonesia beralih. Yakni ke isu-isu otoritas perlindungan data pribadi dalam studi Hukum dan Ekonomi. Meskipun begitu, Cilla memanfaatkan waktu luangnya untuk melakukan studi tentang gender dan seksualitas.
Cilla kemudian memutuskan studi lanjut ke luar negeri, yakni ke negara Belanda. penelitian selama studi S3 di program Doktor Filsafat (Ph.D) di Universitas Leiden. Studi di Belanda ini sendiri didukung program Beasiswa LPDP. Dimana Cilla merupakan LPDP Awardee (PK-237).
Proyek penelitian dalam studi PhD tersebut juga mengusung isu terkait perempuan. Dimana proyek penelitian yang diajukan berjudul “Age of Consent in The Case of Sexual Violence between Adolescents” (Batas Usia Persetujuan dalam Kasus Kekerasan Seksual antar Remaja).
Dalam penelitian ini, Cilla melakukan pengkajian terkait dilema batas usia minimum kalangan remaja untuk memberi persetujuan seksual. Istilah “Age of Consent” sendiri dalam tindak kekerasan seksual menjadi pembahasan kritis.
Sebab ketika kekerasan seksual terjadi, maka persetujuan korban menjadi tidak sah. Hal ini terjadi karena dipengaruhi adanya faktor paksaan, kuasa lebih dari pelaku, dan faktor lainnya. Melalui riwayat penelitian dan publikasi ilmiahnya, Cilla kemudian dikenal menjadi spesialisasi di isu-isu prostitusi, perdagangan seks, persetujuan, dan kekerasan seksual.
Selepas menyelesaikan studi S3 di Belanda, Cilla kembali ke Tanah Air untuk mengabdikan ilmu yang didapatkan. Selama di Indonesia, Cilla mulai aktif mengikuti proyek dan kegiatan kampanye terkait hak-hak perempuan dan anak-anak.
Pada tahun 2021, Cilla ikut aktif menggagas sekaligus menjadi Kepala Penulis Konten sukarelawan dalam kampanye bertajuk “Terselimuti”. Kampanye ini salah satunya mulai digaungkan melalui media sosial Instagram di akun @terselimuti.
Dalam kampanye ini, Terselimuti menghadirkan ruang aman bagi perempuan dan anak-anak dari penyalahgunaan kepercayaan dan tindak kekerasan seksual. Sekaligus menjadi wadah bagi penyintas (korban) untuk berani berbicara dan membuka diri. Terselimuti juga memberikan dukungan dan pendampingan bagi para penyintas.
Cilla juga mulai mengembangkan platform menulis untuk para siswa pelajar bertajuk Karsa Merona. Melalui platform ini, setiap siswa pelajar memiliki ruang dan tempat untuk menyampaikan analisis isu-isu sosial-politik di Indonesia.
Karya Buku Pandemos: Universalitas Perempuan Liyan
Priscilla Yovia juga aktif dalam kegiatan menulis. Salah satu karya tulis terbarunya adalah buku referensi yang diberi judul Pandemos: Universalitas Perempuan Liyan. Naskah buku ini sendiri bersumber dari hasil penelitian pribadinya yang resmi terbit di 2025.
Dalam buku ilmiah ini, Cilla mengangkat isu terkait fenomena prostitusi dan rehabilitas sosial di Indonesia. Fenomena ini kemudian dibahas dari banyak sisi dan bidang. Tidak hanya dari segi hukum. Akan tetapi juga dari sisi sosial, ekonomi, dan juga budaya.
Melalui akun Instagram pribadinya, Cilla berbagi informasi mengenai alasan pemberian judul yang unik. Yakni Pandemos: Universalitas Perempuan Liyan, yang tentu mencuri perhatian. Sebab memilih diksi yang tidak biasa dan membangun judul buku dalam 5 kosakata yang terbilang ringkas alias pendek.
Siapa sangka, dari 5 kosakata dalam judul buku tersebut memiliki makna yang mendalam dan kritis. Sekaligus mampu mencerminkan isu yang dibahas di dalamnya. Yakni terkait prostitusi dan rehabilitasi sosial.
Dalam buku ini menjelaskan mengenai pe-liyan-an perempuan (dimarginalkan, disubordinasikan, dianggap berbeda) bukan kasus individual atau lokal. Melainkan fenomena yang bersifat universal dan dialami oleh banyak perempuan dalam berbagai konteks sosial.
Pesan yang Disampaikan dalam Karya Buku Pendemos
Melalui buku ini, Cilla ingin menyampaikan kepada publik luas bahwa prostitusi merupakan bentuk sistem subjugasi seksual perempuan. Subjugasi seksual perempuan sendiri bisa dipahami sebagai kondisi ketika perempuan ditempatkan sebagai pihak yang lebih rendah, dikontrol, atau didominasi secara seksual oleh individu, kelompok, atau sistem sosial, sehingga kehendak, otonomi, dan martabatnya diabaikan.
Dalam prostitusi, kaum Hawa atau kalangan perempuan pada dasarnya merupakan korban dari tindak kekerasan seksual. Prostitusi kemudian membentuk kekerasan sistematis. Sebab tidak menjadi kekerasan dalam peristiwa tunggal. Melainkan kekerasan yang berlanjut dan terus membentuk siklus.
Kemudian melibatkan banyak pihak. Bukan hanya para perempuan yang menjadi pekerja seks komersial. Akan tetapi juga para mucikari dan klien dari pekerja seks komersial tersebut.
Sayangnya, dalam prostitusi yang tersentuh oleh hukum kemudian menempatkan perempuan pekerja seks komersial sebagai pihak yang harus mendapat rehabilitasi. Kemudian mengabaikan klien dan mucikari yang pada dasarnya ikut membangun kekerasan sistematis dalam prostitusi.
Perempuan yang menjadi korban dalam prostitusi bisa siapa saja. Terlebih, fakta menunjukan di lingkungan prostitusi akan selalu ada perempuan baru. Banyak yang masih muda dan tak sedikit yang merupakan korban penipuan yang kemudian masuk ke prostitusi.
Peran Parafrase pada Karya Priscilla Yovia
Dalam buku Pandemos: Universalitas Perempuan Liyan yang ditulis oleh Priscilla Yovia tentu menjadi salah satu contoh konversi KTI (Karya Tulis Ilmiah). Sesuai penjelasan sebelumnya, buku ilmiah ini merupakan hasil penelitian pribadi penulis.
Umumnya, hasil penelitian dipublikasikan dalam bentuk artikel ilmiah ke prosiding maupun jurnal. Namun, agar hasil penelitian ini bisa diakses atau diketahui masyarakat luas. Maka sangat penting untuk menyebarluaskannya dalam bentuk buku.
Dibanding menulis naskah buku berisi hasil penelitian dari nol. Sangat disarankan untuk melakukan konversi dari artikel ilmiah ke naskah buku ilmiah. Misalnya naskah buku monograf maupun buku referensi.
Dalam proses konversi KTI lain menjadi naskah buku Pandemos: Universalitas Perempuan Liyan, tentunya akan dilakukan perubahan struktur dan gaya bahasa. Sehingga akan dilakukan parafrase oleh tim Parafrase Indonesia.
Prosesnya memang sulit dan memakan waktu. Jika Anda memiliki keterbatasan waktu maka bisa menggunakan Layanan Konversi KTI dari Parafrasa Indonesia. Sehingga proses lebih mudah karena dikerjakan oleh staf ahli, berpengalaman, dan bersertifikasi BNSP.

