Mencari dan mempelajari contoh RPS berbasis OBE tentu menjadi agenda bagi dosen di Indonesia. Sebab memasuki tahun 2026, kurikulum OBE dijalankan secara menyeluruh dan mempengaruhi RPS yang disusun oleh dosen.
RPS menjadi salah satu kunci penting dalam penerapan kurikulum OBE yang fokus pada hasil atau outcomes. RPS berbasis OBE tentunya akan berbeda dengan RPS yang disusun berdasarkan kurikulum terdahulu. Lalu, seperti apa contoh RPS OBE? Berikut informasinya.
Baca Juga: Panduan Menyusun Buku Ajar Berbasis OBE
Daftar Isi
ToggleApa Saja Matriks Utama RPS OBE?
Pada saat memperhatikan contoh RPS berbasis OBE, maka akan menjumpai matris utama. Matriks dalam RPS ini menunjukan keterkaitan antara CPL, CPMK, Sub-CPMK, Metode Pembelajaran, dan Sistem Penilaian. Berikut penjelasannya:
1. Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)
Matriks utama yang pertama di dalam penyusunan RPS berbasis OBE adalah CPL. CPL yang tercantum di dalam RPS adalah CPL yang dibebankan pada mata kuliah yang diampu dosen.
Dalam penerapan kurikulum OBE, akan ditetapkan CPL yang menjadi profil lulusan di suatu program studi. Setiap mata kuliah dalam prodi tersebut akan berkontribusi dalam mendukung mahasiswa mencapai CPL. CPL yang dibebankan pada mata kuliah biasanya lebih dari satu, sehingga saat disusun membentuk daftar.
2. Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
Unsur utama kedua dalam matrik contoh atau template RPS OBE adalah CPMK. CPMK merupakan kemampuan, keterampilan, atau kompetensi yang diharapkan dicapai mahasiswa usai mengikuti mata kuliah yang diampu dosen dalam kurun 1 semester.
CPMK dirumuskan berdasarkan CPL yang dibebankan ke mata kuliah. Kemudian akan masuk ke dalam RPS berbasis OBE. Sama seperti CPL, CPMK juga terdiri dari beberapa poin sehingga membentuk daftar.
3. Sub – Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (Sub-CPMK)
Matriks RPS berbasis OBE berikutnya adalah Sub-CPMK. Sub-CPMK merupakan hasil penjabaran secara lebih spesifik dari CPMK. Jadi, Sub-CPMK berisi daftar kompetensi yang perlu dikuasai mahasiswa usai mengikuti perkuliahan.
Setiap pertemuan akan ada Sub-CPMK yang menjadi tujuan perkuliahan. Sub-CPMK disusun berdasarkan CPMK. Sehingga membentuk beberapa sub-CPMK dan semuanya dicantumkan pada RPS OBE.
4. Metode Pembelajaran
Matriks utama dalam contoh RPS berbasis OBE berikutnya adalah metode pembelajaran. Setiap perkuliahan yang ditargetkan mencapai Sub-CPMK yang sudah dirumuskan tentu harus menerapkan metode pembelajaran yang sesuai.
Metode pembelajaran dalam kurikulum OBE adalah yang berpusat pada mahasiswa. Sehingga mahasiswa cenderung aktif dan dosen berperan sebagai fasilitator. Misalnya metode pembelajaran berbasis proyek, studi kasus, diskusi kelompok, dll. Dalam RPS, metode pembelajaran disusun berurutan sesuai jumlah pertemuan.
Sehingga membentuk beberapa jenis metode pembelajaran. Sebab setiap materi memiliki kecocokan tersendiri dengan suatu metode pembelajaran. Ada materi yang hanya cocok dengan diskusi kelompok, ada yang justru cocok dengan metode lainnya.
5. Sistem atau Teknik Penilaian
Matrik utama yang terakhir di dalam contoh RPS OBE adalah sistem atau teknik penilaian. Kurikulum OBE yang fokus pada hasil atau outcomes. Tentu butuh sistem penilaian untuk mengukur tercapainya hasil pembelajaran tersebut.
Misalnya, dalam RPS untuk mata kuliah Customer Relationship Management (CRM). Jika Sub-CPMK 1 adalah “Mahasiswa memahami apa itu matrik akuisisi konsumen”. Maka dosen bisa memilih metode pembelajaran berbasis proyek dengan sistem penilaian berbasis portofolio.
Baca Juga: Rekomendasi Jasa Konversi Karya Ilmiah Terjangkau dan Tepercaya
Perbedaan RPS OBE dan RPS Terdahulu
Jika memperhatikan lebih detail beberapa contoh RPS berbasis OBE. Kemudian membandingkannya dengan RPS yang disusun berdasarkan kurikulum terdahulu. Maka akan menjumpai beberapa perbedaan. Diantaranya adalah:
1. Capaian Pembelajaran
Aspek pertama yang membedakan antara RPS lama dengan RPS baru sesuai template RPS OBE adalah capaian pembelajaran. Pada RPS terdahulu, capaian berbasis pada tingkat pemahaman mahasiswa terhadap materi pembelajaran.
Sementara di dalam RPS berbasis OBE, capaian berbentuk kompetensi atau keterampilan praktis yang dikuasai mahasiswa. Sehingga RPS kurikulum lama fokus meningkatkan ilmu secara teori, sedangkan RPS OBE pada penerapan ilmu pengetahuan mahasiswa.
2. Materi Perkuliahan
Aspek kedua yang membedakan antara RPS OBE dengan RPS kurikulum sebelumnya adalah pada materi perkuliahan. Pada RPS kurikulum sebelumnya, materi disusun membentuk daftar. Kemudian ditentukan urutannya agar bisa disampaikan secara logis kepada mahasiswa.
Berbeda dengan materi yang tercantum di dalam RPS berbasis OBE. Materi ditentukan berdasarkan CPL, CPMK, dan Sub-CPMK. Sehingga seluruh materi dianalisis, diatur agar sistematis, dan relevan dengan pencapaian Sub-CPMK sampai CPL tersebut. Sehingga susunan materi lebih terstruktur.
3. Metode Pembelajaran
Aspek ketiga yang membedakan antara contoh RPS berbasis OBE dengan RPS sebelumnya adalah metode pembelajaran. Dalam RPS tentu akan tercantum metode pembelajaran apa yang akan digunakan.
Dalam kurikulum lama, metode pembelajaran masih mengedepankan dosen sebagai pusat pembelajaran. Sehingga dosen menjadi sumber utama ilmu pengetahuan yang bisa diakses oleh mahasiswa. Sehingga dekat dengan metode ceramah.
Lain halnya dengan metode pembelajaran di dalam RPS berbasis OBE. Sebab fokus utamanya menyelenggarakan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa. Mahasiswa lebih aktif dan dosen menjadi fasilitator saja.
Ada cukup banyak metode pembelajaran yang menjadikan mahasiswa sebagai pusatnya. Misalnya presentasi mahasiswa, diskusi kelompok, Pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis kasus, pembelajaran kolaboratif, dan lain sebagainya.
4. Sistem Penilaian
Hal selanjutnya yang menunjukan perbedaan antara contoh atau template RPS OBE dengan RPS kurikulum lama adalah pada sistem penilaian. Pada RPS lama, fokus utama adalah meningkatkan pemahaman mahasiswa pada materi teoritis.
Sehingga sistem penilaian biasanya menggunakan tes atau ujian tertulis. Menjawab sejumlah pertanyaan dan memberi penjelasan. Mahasiswa bisa menghafal materi di buku pegangan dan menulis ulang di lembar jawaban.
Sementara di dalam RPS berbasis OBE, sistem penilaian bertujuan melihat atau mengukur keterampilan mahasiswa. Sehingga penilaian berbasis pada produk, proyek, portofolio, kemampuan presentasi langsung, dll.
Contohnya, dosen ingin menguji tingkat pemahaman mahasiswa pada materi A. Maka dilakukan tes tanya jawab, dosen akan menilai berdasarkan kemampuan dan sikap mahasiswa saat menjawab pertanyaan berkaitan dengan materi.
Selain beberapa perbedaan yang dijelaskan di atas, mungkin bisa ditemukan perbedaan lainnya. Sebab memang RPS yang disusun dosen di setiap perguruan tinggi berbeda-beda. Perbedaan di atas bersifat umum yang dilihat dari 4 aspek.
Baca Juga: 10 Bentuk Kegiatan Tugas Penunjang BKD untuk Memenuhi Nilai
Contoh RPS Berbasis OBE
Supaya lebih memahami lagi seperti apa contoh dari template RPS OBE Dikti atau yang sesuai ketentuan Ditjen Dikti. Berikut beberapa contoh RPS dari Universitas Brawijaya dengan berbasis OBE yang bisa diperhatikan dan dipelajari:



Template RPS Berbasis OBE
Jika membutuhkan contoh RPS berbasis OBE, maka berikut beberapa template RPS yang digunakan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dan bisa dijadikan acuan penyusunan:
1. Contoh Template RPS OBE 1
Berikut adalah salah satu contoh RPS OBE yang diterapkan di Universitas Brawijaya untuk mata kuliah Statistika. Bisa unduh disini
2. Contoh Template RPS OBE 2
Berikut adalah contoh RPS berbasis OBE yang diterapkan di Universitas Sumatera Utara (USU). Bisa diunduh melalui tautan berikut
3. Contoh Template RPS OBE 3
Berikut adalah contoh template RPS OBE sesuai ketentuan Ditjen Dikti yang diterapkan di Universitas Trisakti. Bisa diunduh atau dilihat melalui tautan berikut
4. Contoh Template RPS OBE 4
Berikut adalah contoh RPS berbasis OBE yang diterapkan di Universitas Diponegoro. Bisa diunduh atau dilihat melalui tautan berikut
5. Contoh Template RPS OBE 5
Berikut adalah contoh RPS OBE yang diterapkan di lingkungan Universitas Negeri Surabaya. Detail template RPS OBE bisa dilihat dan diunduh melalui tautan berikut
6. Contoh Template RPS OBE 6
Berikut adalah contoh RPS OBE yang diterapkan di Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC). Detail template RPS OBE bisa dilihat dan diunduh melalui tautan berikut
7. Contoh Template RPS OBE 7
Berikut adalah contoh template dari RPS OBE yang diterapkan di Universitas Bina Sarana Informatika. RPS bisa dilihat atau diunduh melalui tautan berikut
Baca Juga: 9 Kesalahan Saat Pelaporan BKD Dosen yang Kerap Terjadi, Lengkap dengan Cara Mengatasinya
Tips dalam Menyusun RPS Berbasis OBE
Setelah memahami apa saja dan seperti apa contoh RPS berbasis OBE di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Tentunya penting juga untuk memahami bagaimana menyusun RPS OBE dengan baik dan benar. Berikut beberapa tipsnya:
1. Memahami Kurikulum OBE dan Karakteristiknya
RPS OBE tentunya disusun sesuai dengan kurikulum OBE. Meminimalkan kesalahan dan menunjang kelancaran penyusunan RPS tersebut. Maka dosen perlu lebih dulu memahami apa itu kurikulum OBE dan karakteristiknya.
2. Membaca Buku Panduan Penyusunan RPS
Setiap perguruan tinggi akan menerbitkan buku panduan penyusunan RPS berbasis OBE maupun kurikulum lain. Buku panduan ini tentu wajib diketahui, dibaca, dipahami, dan kemudian dijadikan dasar saat praktek menyusun RPS. Sehingga sesuai dengan ketentuan dari prodi atau perguruan tinggi.
3. Memahami Tahap Penyusunan RPS OBE
Dalam menunjang kelancaran dan kemudahan menyusun RPS berbasis OBE. Maka penting juga untuk memahami tahapan dalam menyusun RPS tersebut. Tahapan ini tercantum di dalam buku panduan.
Tahapan yang sesuai akan membantu menyusun RPS dengan baik dan benar. Sehingga tidak ada unsur yang terlewat dan matriks utama dalam RPS sudah tercantum seluruhnya. Jadi, para dosen tidak perlu bekerja dua kali sebab penyusunan sudah disesuaikan prosedur yang diatur perguruan tinggi.
4. Menggunakan Template RPS OBE yang Disediakan
RPS yang disusun tidak hanya berisi beberapa poin unsur matrik. Sekaligus tidak hanya terdiri dari satu halaman saja. Melainkan sampai beberapa halaman dan memuat banyak sekali unsur.
Jadi, jangan menyusun RPS dari nol. Melainkan menggunakan template RPS yang sudah disediakan pihak prodi atau perguruan tinggi. Sehingga seluruh unsur utama dan matriks yang ditentukan tinggal dimasukan ke template RPS tersebut. Jika ada kekeliruan, maka lebih mudah dievaluasi dan dikoreksi.
Menerapkan beberapa tips tersebut, bisa membantu dalam menyusun RPS OBE dengan baik dan benar. Jika bingung, maka bisa memperhatikan template dan sejumlah contoh RPS berbasis OBE yang ditemukan. Jika anda memiliki profesi sebagai dosen yang ingin meningkatkan poin KUM, Parafrase Indonesia menyediakan layanan jasa konversi RPS menjadi Buku Ilmiah yang bisa menunjang poin BKD anda.
sumber:
- Universitas Muhammadiyah Cirebon. (2025). Pedoman Rencana Pembelajaran Semester berbasis Outcome Based Education (OBE) dalam Kerangka Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). https://drive.google.com/file/d/1oD0lVmtVQbSjyDR7bfW2jFSmSn4OxYdX/view?usp=sharing
- Degita, A. (2023, Sept 12). Matriks Kurikulum OBE | Tutorial RPS | Upload LMS e-learning [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=3LAkcG96Hqw
- Universitas Negeri Surabaya. (n.d). RPS OBE. https://sindig.unesa.ac.id/rps-pdf/s1-bisnis-digital/implementasi-customer-relationship-management.htm
- Universitas Labuhan Batu. (2025). Konsep, Implementasi dan Dampak Kurikulum Outcome-Based Education (OBE). Diakses pada 6 Oktober 2025 dari https://ulb.ac.id/konsep-implementasi-dampak-kurikulum-outcome-based-education-obe/