Ada cukup banyak ayat tentang puasa Ramadhan yang menjelaskan keistimewaan ibadah satu ini. Pada bulan suci ini, umat muslim di seluruh dunia akan menjalankan ibadah puasa wajib.
Memahami apa saja surat dalam Al-Qur’an dan ayat berapa saja yang membahas ibadah puasa Ramadan. Tentu menjadi hal penting untuk meningkatkan keimanan. Sekaligus membangun kesiapan lahir dan batin menjalankan ibadah puasa tersebut dengan kegiatan ramadhan yang bermanfaat. Berikut informasinya.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Puasa Ramadhan?
Puasa Ramadan adalah ibadah wajib menahan haus dan lapar serta hal-hal lain yang membatalkan puasa dan dijalankan umat muslim di bulan Ramadan.
Puasa di bulan Ramadan hukumnya wajib bagi umat muslim yang telah memenuhi syarat. Seperti beragama Islam, berakal sehat, baligh (telah dewasa), dan mampu menjalankan ibadah puasa wajib tersebut.
Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan bukan hanya menjalankan kewajiban sebagai umat muslim. Akan tetapi juga mendapat banyak faedah dan keberkahan. Hal ini tidak terlepas dari keistimewaan puasa Ramadan. Hingga ada cukup banyak ayat tentang puasa Ramadhan di Al-Qur’an tentang puasa Ramadan bisa dijumpai.
Keutamaan Puasa di Bulan Ramadhan
Banyaknya ayat tentang puasa Ramadhan tentu menjadi tanda bahwa Allah SWT menjadikan ibadah ini istimewa. Ada banyak keutamaan dari ibadah puasa Ramadan. Diantaranya adalah:
1. Sarana Menghapus Dosa
Dalam salah satu hadist menjelaskan keutamaan puasa di bulan Ramadan adalah penghapus dosa.
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sebagai umat muslim, tentu menyadari betul bahwa menjadi manusia tak luput dari kesalahan. Ada banyak dosa yang telah diperbuat, baik sengaja maupun tidak disengaja. Ibadah puasa Ramadan bisa menjadi sarana untuk mendapat ampunan atas dosa-dosa tersebut.
2. Meraih Pahala Tanpa Batas
Keutamaan puasa Ramadan juga memberi pahala, dan bahkan tanpa batas. Sebab dalam salah satu hadist menjelaskan ibadah puasa adalah ibadah yang tidak hanya ditujukan bagi umat yang menunaikannya.
Akan tetapi juga menjadi ibadah yang ditujukan langsung kepada Allah SWT. Sehingga dijanjikan akan mendapat balasan kebaikan langsung dari Allah SWT.
“Setiap amalan anak Adam adalah untuk dirinya sendiri kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Membuka Pintu Surga Ar-Rayyan
Selain berbagai ayat Al-Qur’an tentang puasa Ramadan, juga banyak hadist yang menjelaskan keutamaan ibadah ini. Salah satu hadist menyebut, berpuasa membuat pelakunya mendapat akses ke salah satu pintu surga. Yakni surga Ar-Rayyan.
“Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang disebut Ar-Rayyan, yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Doa saat Puasa Ramadan Dikabulkan
Keutamaan puasa di bulan Ramadan juga membantu umat yang menunaikannya mendapat kemudahan dalam terkabulnya doa. Dalam sebuah hadist menyebut, ibadah puasa membuat doa yang dipanjatkan segera dikabulkan Allah SWT.
“Ada tiga doa yang tidak akan ditolak: doa orang yang berpuasa, doa orang tua untuk anaknya, dan doa musafir.” (HR. Baihaqi)
5. Memberi Syafaat di Hari Akhir
Menjalankan ibadah puasa juga menjadikan pelakunya menjadi penerima syafaat di hari akhir atau hari kiamat.
“Puasa dan Al-Quran akan memberikan syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)
10 Ayat Tentang Puasa Ramadhan
Ibadah puasa Ramadan yang hukumnya wajib, tentu harus bisa ditunaikan. Jika batal atau ada halangan, selama masih mampu berpuasa maka diwajibkan untuk mengganti (qadha) puasa Ramadan tersebut.
Sebagai bentuk persiapan lahir batin menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh. Berikut beberapa ayat tentang puasa ramadhan beserta artinya yang bisa dipelajari:
1. QS. Al-Baqarah: 183
Ayat pertama di dalam Al-Qur’an yang membahas mengenai ibadah puasa Ramadan adalah pada surat Al-Baqarah di ayat 183. Berikut penjelasannya:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ١٨٣
“yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alallażīna min qablikum la‘allakum tattaqụn”
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Melalui surat ini, Allah SWT berfirman mengenai kewajiban menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Kewajiban ini dijelaskan untuk semua umat muslim yang beriman dan bertakwa. Sekaligus menyebut, ibadah puasa juga dijalankan orang-orang bertakwa di masa lalu.
Jadi, dengan adanya firman Allah SWT ini, seluruh umat muslim yang memenuhi syarat berpuasa di bulan Ramadan. Maka wajib menjalankan ibadah puasa tersebut sebagai bukti keimanan dan ketakwaan.
2. QS. Al-Baqarah: 184
Ayat tentang puasa Ramadhan yang kedua adalah di surat Al-Baqarah di ayat 184. Berikut penjelasannya:
اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ
خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ١٨٤
“ayyâmam ma‘dûdât, fa mang kâna mingkum marîdlan au ‘alâ safarin fa ‘iddatum min ayyâmin ukhar, wa ‘alalladzîna yuthîqûnahû fidyatun tha‘âmu miskîn, fa man tathawwa‘a khairan fa huwa khairul lah, wa an tashûmû khairul lakum ing kuntum ta‘lamûn”
Artinya: “(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
Pada ayat ini, dijelaskan mengenai siapa saja yang diperbolehkan tidak menjalankan puasa Ramadan. Yakni umat muslim yang sakit dan sedang menempuh perjalanan jauh. Namun, tetap diperintahkan untuk mengganti puasa tersebut di hari lain.
3. QS. Al-Baqarah: 185
Ayat ketiga masih di dalam surat Al-Baqarah, yakni pada ayat 185. Berikut penjelasan mengenai ayat Al-Qur’an tentang puasa Ramadhan ini:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا
اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ
تَشْكُرُوْنَ ١٨٥
“syahru ramadlânalladzî unzila fîhil-qur’ânu hudal lin-nâsi wa bayyinâtim minal-hudâ wal-furqân, fa man syahida mingkumusy-syahra falyashum-h, wa mang kâna marîdlan au ‘alâ safarin fa ‘iddatum min ayyâmin ukhar, yurîdullâhu bikumul-yusra wa lâ yurîdu bikumul-‘usra wa litukmilul-‘iddata wa litukabbirullâha ‘alâ mâ hadâkum wa la‘allakum tasykurûn”
Artinya: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.”
Pada ayat ini menjelaskan bahwa di bulan Ramadan menjadi momentum diturunkannya Al-Qur’an. Sehingga menjadi bulan istimewa dan umat muslim yang tidak sakit dan tidak menempuh perjalanan jauh diwajibkan berpuasa.
4. QS. Al-Baqarah: 186
Ayat 186 di dalam surat Al-Baqarah juga menjadi ayat tentang puasa Ramadhan. Berikut penjelasannya:
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ ١٨٦
“wa idzâ sa’alaka ‘ibâdî ‘annî fa innî qarîb, ujîbu da‘watad-dâ‘i idzâ da‘âni falyastajîbû lî walyu’minû bî la‘allahum yarsyudûn”
Artinya: “Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran”.
Sejalan dengan ayat sebelumnya, yakni Al-Baqarah ayat 185 yang berisi firman Allah SWT memerintahkan umat muslim berpuasa di bulan Ramadan. Pada ayat 186 dijelaskan, umat muslim yang menjalankan perintah puasa Ramadan tersebut akan dikabulkan doanya langsung oleh Allah SWT.
5. QS. Al-Baqarah: 187
Ayat Al-Qur’an tentang puasa Ramadan juga tercantum di surat Al-Baqarah ayat 187. Berikut penjelasannya:
اُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَاۤىِٕكُمْۗ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَاَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا
عَنْكُمْۚ فَالْـٰٔنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْۗ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ
ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ وَلَا تُبَاشِرُوْهُنَّ وَاَنْتُمْ عٰكِفُوْنَۙ فِى الْمَسٰجِدِۗ تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ فَلَا تَقْرَبُوْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ
لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ ١٨٧
“uḫilla lakum lailatash-shiyâmir-rafatsu ilâ nisâ’ikum, hunna libâsul lakum wa antum libâsul lahunn, ‘alimallâhu annakum kuntum takhtânûna anfusakum fa tâba ‘alaikum wa ‘afâ ‘angkum, fal-âna bâsyirûhunna wabtaghû mâ kataballâhu lakum, wa kulû wasyrabû ḫattâ yatabayyana lakumul-khaithul-abyadlu minal-khaithil-aswadi minal-fajr, tsumma atimmush-shiyâma ilal-laîl, wa lâ tubâsyirûhunna wa antum ‘âkifûna fil-masâjid, tilka ḫudûdullâhi fa lâ taqrabûhâ, kadzâlika yubayyinullâhu âyâtihî lin-nâsi la‘allahum yattaqûn”
Artinya: “Dihalalkan bagimu pada malam puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkanmu. Maka, sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Akan tetapi, jangan campuri mereka ketika kamu (dalam keadaan) beriktikaf di masjid. Itulah batas-batas (ketentuan) Allah. Maka, janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa”.
6. QS. Al-Maryam: 26
Ayat tentang puasa Ramadhan juga dijumpai pada surat Al-Maryam, yakni di ayat 26 yang menjelaskan bentuk ibadah puasa Siti Maryam dengan berpuasa bicara pada masanya. Sehingga bisa dipahami selama puasa Ramadan, menjaga lisan dari kata-kata menyakitkan dan menjadi dosa wajib dihindari. Berikut rinciannya:
فَكُلِيْ وَاشْرَبِيْ وَقَرِّيْ عَيْنًاۚ فَاِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ اَحَدًاۙ فَقُوْلِيْٓ اِنِّيْ نَذَرْتُ لِلرَّحْمٰنِ صَوْمًا فَلَنْ اُكَلِّمَ الْيَوْمَ اِنْسِيًّاۚ ٢٦
“fa kulî wasyrabî wa qarrî ‘ainâ, fa immâ tarayinna minal-basyari aḫadan fa qûlî innî nadzartu lir-raḫmâni shauman fa lan ukallimal-yauma insiyyâ”
Artinya: “Makan, minum, dan bersukacitalah engkau. Jika engkau melihat seseorang, katakanlah, ‘Sesungguhnya aku telah bernazar puasa (bicara) untuk Tuhan Yang Maha Pengasih. Oleh karena itu, aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini.’”
7. QS. Al-Qadr: 1
Ayat Al-Qur’an tentang bulan Ramadan juga tercantum di surat Al-Qadr yang membahas malam lailatul qadar. Hal ini sejalan dengan surat Al-Baqarah ayat 185 yang memerintahkan berpuasa di bulan Ramadan tersebut.
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١
“innâ anzalnâhu fî lailatil-qadr”
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar.”
8. QS. Al-Qadr: 3
Ayat tentang puasa Ramadhan juga tercantum di ayat 3 dalam surat Al-Qadr. Berikut penjelasannya:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ٣
“lailatul-qadri khairum min alfi syahr”
Artinya: “Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan.”
Sehingga bulan Ramadan adalah bulan terbaik dibanding seribu bulan. Mengisinya dengan kegiatan ibadah, termasuk puasa Ramadan sangat dianjurkan. Sebab bisa mendapat pahala berlipat ganda.
9. QS. Al-Ahzab: 35
Dalam surat Al-Ahzab ayat 35 juga menjelaskan keutamaan ibadah puasa dan hal ini termasuk ayat tentang puasa Ramadan. Yakni menjelaskan bahwa ibadah tersebut akan diganjar Allah SWT dengan ampunan atas segala dosa yang diperbuat. Sekaligus diberikan pahala berlipat-lipat. Berikut detailnya:
اِنَّ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمٰتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ وَالْقٰنِتِيْنَ وَالْقٰنِتٰتِ وَالصّٰدِقِيْنَ وَالصّٰدِقٰتِ وَالصّٰبِرِيْنَ وَالصّٰبِرٰتِ وَالْخٰشِعِيْنَ
وَالْخٰشِعٰتِ وَالْمُتَصَدِّقِيْنَ وَالْمُتَصَدِّقٰتِ وَالصَّاۤىِٕمِيْنَ وَالصّٰۤىِٕمٰتِ وَالْحٰفِظِيْنَ فُرُوْجَهُمْ وَالْحٰفِظٰتِ وَالذّٰكِرِيْنَ اللّٰهَ كَثِيْرًا وَّالذّٰكِرٰتِ
اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا ٣٥
“innal-muslimîna wal-muslimâti wal-mu’minîna wal-mu’minâti wal-qânitîna wal-qânitâti wash-shâdiqîna wash-shâdiqâti wash-shâbirîna wash-shâbirâti wal-khâsyi‘îna wal-khâsyi‘âti wal-mutashaddiqîna wal-mutashaddiqâti wash-shâ’imîna wash-shâ’imâti wal-ḫâfidhîna furûjahum wal-ḫâfidhâti wadz-dzâkirînallâha katsîraw wadz-dzâkirâti a‘addallâhu lahum maghfirataw wa ajran ‘adhîmâ”
Artinya: “Sesungguhnya muslim dan muslimat, mukmin dan mukminat, laki-laki dan perempuan yang taat, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan penyabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kemaluannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, untuk mereka Allah telah menyiapkan ampunan dan pahala yang besar.”
10. QS. At-Taubah: 112
Ayat tentang ibadah puasa Ramadhan juga tercantum di surat At-Taubah ayat 112. Isinya menjelaskan umat muslim yang beriman dan menjalankan perintah Allah SWT, termasuk perintah puasa Ramadan akan diganjar dengan kabar gembira.
Artinya, setiap umat muslim yang menjalankan perintah Allah SWt kan mendapat banyak keberkahan. Sehingga senantiasa bahasa di dunia dan akhirat. Berikut penjelasannya:
اَلتَّاۤىِٕبُوْنَ الْعٰبِدُوْنَ الْحٰمِدُوْنَ السَّاۤىِٕحُوْنَ الرّٰكِعُوْنَ السّٰجِدُوْنَ الْاٰمِرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَالنَّاهُوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَالْحٰفِظُوْنَ لِحُدُوْدِ اللّٰهِۗ
وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ ١١٢
“attâ’ibûnal-‘âbidûnal-ḫâmidûnas-sâ’iḫûnar-râki‘ûnas-sâjidûnal-âmirûna bil-ma‘rûfi wan-nâhûna ‘anil-mungkari wal-ḫâfidhûna liḫudûdillâh, wa basysyiril-mu’minîn”
Artinya: (Mereka itulah) orang-orang yang bertobat, beribadah, memuji (Allah), mengembara (demi ilmu dan agama), rukuk dan sujud, menyuruh berbuat makruf dan mencegah berbuat mungkar, serta memelihara hukum-hukum Allah. Sampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman”.
Itulah 10 ayat tentang puasa Ramadhan yang tentu menjelaskan keistimewaan puasa tersebut. Yakni menjadi ibadah wajib yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT dan dijanjikan terkabulnya doa serta pahala lainnya.
Parafrase Indonesia memiliki layanan jasa konversi KTI, bagi anda yang ingin mengonversi berbagai karya ilmiah menjadi buku berkualitas seperti buku agama islam maupun pendidikan islam untuk pemenuhan poin BKD bisa mencoba layanan dari kami.
sumber:
- Kumparan. (2024). 10 Ayat Tentang Puasa dalam Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahannya. Diakses pada 11 Februari 2026 dari https://kumparan.com/kabar-harian/10-ayat-tentang-puasa-dalam-bahasa-arab-latin-dan-terjemahannya-22QK6y09iD9
- Baitulmaal Muamalat. (2025). Keutamaan Puasa Ramadhan Menurut Al-Quran dan Hadis. Diakses pada 11 Februari 2026 dari https://bmm.or.id/artikel/keutamaan-puasa-ramadhan-menurut-al-quran-dan-hadis-qLw
- Bank Mega Syariah. (2025). Syarat Sah dan Syarat Wajib Puasa Ramadan yang Wajib Diketahui. Diakses pada 11 Februari 2026 dari https://www.megasyariah.co.id/id/artikel/edukasi-tips/donasi-dan-amal/syarat-puasa-ramadan

