Jurnal predator merupakan salah satu bentuk publikasi ilmiah yang perlu diwaspadai oleh akademisi. Dalam praktiknya, jurnal ini tidak melalui proses peninjauan ilmiah yang sesuai standar, sehingga kualitas artikel yang diterbitkan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Jurnal Predator?
Jurnal predator merupakan salah satu publikasi yang dalam proses penerbitannya tidak ditemukan adanya peninjauan ilmiah. Hal ini membuat setiap karya yang diterbitkan oleh jurnal jenis ini tidak bisa dipertanggungjawabkan dalam dunia akademik.
Pada dasarnya, jurnal ini hanya bertujuan untuk mencari untung semata. Dengan demikian proses maupun prosedur dalam menerbitkan karya ilmiah juga tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada umumnya.
Dampak Publikasi di Jurnal Predator
1. Tidak Diakui dalam Penilaian Akademik
Publikasi pada jurnal predator umumnya tidak diakui dalam penilaian kinerja dosen, seperti BKD atau pengembangan karier akademik. Hal ini membuat artikel ilmiah yang diterbitkan tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap capaian akademik.
2. Menurunkan Kredibilitas dan Reputasi Ilmiah
Menerbitkan karya ilmiah pada jurnal yang tidak kredibel dapat berdampak pada penurunan reputasi akademisi. Hal ini berkaitan dengan rendahnya kualitas publikasi dan tidak adanya proses validasi ilmiah yang sesuai standar.
3. Risiko Kualitas Artikel dan Plagiarisme
Jurnal predator memiliki risiko tinggi terhadap kualitas artikel yang tidak terjaga, termasuk potensi plagiarisme dan duplikasi konten. Tanpa proses editorial yang jelas, karya ilmiah yang diterbitkan menjadi tidak memiliki nilai ilmiah yang kuat.
4. Kerugian Finansial dan Waktu Publikasi
Selain berdampak pada kualitas, publikasi di jurnal predator juga berpotensi menimbulkan kerugian dari sisi biaya dan waktu. Penulis dapat mengeluarkan biaya publikasi yang tidak sebanding dengan manfaat yang diperoleh dalam dunia akademik.
Baca Juga: Cara Mengetahui Jurnal Predator
Ciri-Ciri Jurnal Predator
Terdapat beberapa ciri-ciri yang bisa Anda identifikasikan untuk mengetahui jenis publikasi ilmiah yang satu ini. Adapun ciri-ciri dari jurnal jenis ini secara umum adalah:
1. Laman Jurnal yang Terlihat Tidak Baik
Ciri pertama dari sebuah jurnal predator adalah laman atau situs web yang tidak terlihat baik. Pengelolaan laman web dari jurnal yang terindikasi pada kategori ini biasanya dikelola secara asal-asalan.
Hal ini disebabkan karena tujuan awal jurnal jenis ini yang memang hanya fokus kepada pemasukan saja. Oleh karena itu, pengelolaan laman web dari jurnal yang satu ini tidak sebaik penerbit lainnya.
2. Proses Penyuntingan yang Lebih Cepat
Jika proses penyuntingan dilakukan secara cepat, maka makin banyak pula publikasi yang dilakukan oleh jurnal berbahaya tersebut. Oleh sebab itu, ketika menemukan pihak penerbit yang menawarkan proses sunting yang singkat, Anda mesti berhati-hati karena bisa saja publikasi tersebut terindikasi sebagai jurnal predator.
3. Waktu Terbit Jurnal yang Tidak Menentu
Waktu penerbitan juga bisa menjadi patokan berikutnya yang dapat Anda identifikasi untuk mengetahui apakah sebuah penerbit terindikasi sebagai jurnal predator atau tidak. Setiap jurnal biasanya memiliki waktu terbit yang sudah terjadwal setiap tahunnya.
Akan tetapi, jurnal predator tidak memiliki waktu terbit yang menentu. Jurnal jenis ini bisa saja melakukan waktu publikasi yang tidak sesuai dengan pola yang digunakan oleh penerbit lainnya.
4. Biaya Publikasi yang Terlalu Mahal
Biaya publikasi menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kredibilitas jurnal ilmiah. Pada jurnal yang sesuai standar, biaya umumnya dikenakan setelah artikel melalui proses peer review dan dinyatakan layak terbit, sebagai bagian dari pengelolaan publikasi dan operasional jurnal. Skema ini menunjukkan bahwa kualitas artikel dan proses editorial tetap menjadi prioritas utama dalam publikasi ilmiah.
Sebaliknya, jurnal predator cenderung menetapkan biaya sejak tahap awal pengiriman naskah dengan nominal yang tidak transparan dan sering kali tidak rasional. Pola ini mengindikasikan bahwa fokus utama bukan pada kualitas artikel atau proses review, melainkan pada keuntungan finansial.
5. Isi Jurnal Tidak Beraturan
Isi publikasi dari jurnal jenis ini biasanya juga tidak beraturan. Hal ini masih berkaitan dengan ciri-ciri sebelumnya, di mana proses penyuntingan yang tidak berjalan sesuai dengan ketentuan pada umumnya.
Proses penyuntingan yang cepat membuat kualitas dari isi jurnal tersebut memiliki banyak kesalahan. Selain itu, setiap pembahasan antara satu artikel dengan artikel lain juga tidak terhubung karena proses penyuntingan yang asal-asalan tersebut.
Baca Juga: Perbedaan Jurnal Internasional Bereputasi dan Tidak Bereputasi, Lengkap dengan Situs Penyedia
6. Mencakup Berbagai Macam Bidang Keilmuan
Ciri-ciri terakhir dari jurnal berbahaya adalah mencakup berbagai macam bidang keilmuan. Biasanya sebuah jurnal hanya membahas bidang keilmuan tertentu saja dalam publikasinya.
Lain halnya dengan jurnal predator yang memiliki artikel ilmiah dari berbagai macam bidang keilmuan yang berbeda. Jika Anda menemukan publikasi ilmiah yang mencakup banyak bidang keilmuan, bisa dipastikan terbitan tersebut terindikasi sebagai jurnal yang berbahaya.
Baca Juga: 11 Tips Lolos Publikasi Jurnal Internasional Bereputasi
Perbedaan Jurnal Predator dan Jurnal Bereputasi
| Aspek | Jurnal Predator | Jurnal Bereputasi |
|---|---|---|
| Proses Review | Tidak jelas / tidak ada | Peer review ketat |
| Waktu Publikasi | Sangat cepat | Bertahap dan terjadwal |
| Indeksasi | Tidak terindeks | SINTA, Scopus, DOAJ |
| Editorial | Tidak transparan | Terverifikasi |
| Biaya | Tidak wajar / tidak transparan | Jelas dan sesuai standar |
Tips Terhindar dari Jurnal Predator
Terdapat beberapa cara yang bisa Anda terapkan agar terhindar dari jurnal predator, yakni:
1. Menentukan Niat Publikasi
Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah menentukan niat dalam melakukan publikasi. Niatkan diri Anda untuk melakukan publikasi ilmiah sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban sebagai seorang dosen dan akademisi, sehingga bisa berhati-hati dalam menentukan tempat publikasi.
2. Tidak Mudah Tergiur Tawaran Publikasi
Jangan mudah tergiur pada tawaran publikasi yang tidak masuk akal. Anda mesti berhati-hati ketika sebuah penerbit menawarkan hal-hal yang di luar ketentuan biasanya.
Sebab hal tersebut bisa saja menimbulkan dampak negatif nantinya.
3. Memeriksa Jurnal dengan Baik dan Seksama
Anda juga mesti memeriksa jurnal tempat publikasi ilmiah dengan baik dan seksama. Pastikan penerbit tersebut tidak terindikasi jurnal predator agar karya ilmiah yang Anda terbitkan bisa mendapatkan manfaat seperti yang diinginkan.
4. Memperbanyak Komunikasi dan Konsultasi
Anda juga bisa memperbanyak komunikasi dengan sesama akademisi lain untuk mengetahui daftar jurnal berbahaya yang mesti dihindari. Selain itu, Anda juga bisa berkonsultasi dengan akademisi yang lebih berpengalaman agar mendapatkan saran serta masukan dalam memilih media publikasi ilmiah.
5. Mengikuti Prosedur Publikasi
Tips terakhir yang bisa Anda terapkan agar terhindar dari jurnal yang berbahaya adalah mengikuti setiap prosedur publikasi. Proses publikasi ilmiah biasanya memang memakan waktu lama.
Anda mesti bersabar dalam menjalani proses tersebut agar artikel ilmiah yang dikirimkan bisa terbit di jurnal yang kredibel dan terpercaya.
Itulah beberapa informasi terkait jurnal predator yang bisa Anda ketahui agar terhindar dari permasalahan publikasi karya ilmiah.
Hanya dengan Layanan Konversi KTI, cukup siapkan karya ilmiah Anda (skripsi, tesis, disertasi, atau hasil penelitian lainnya), lalu tim profesional bersertifikasi BNSP dari Parafrase Indonesia akan mengubah karya ilmiah Anda menjadi buku ber-ISBN yang sesuai standar Dikti.
Setelah itu, Anda bisa mengajukan buku tersebut saat pelaporan BKD guna menunjang percepatan karier Anda sebagai dosen.

