Cara Memenuhi Tri Dharma Dosen untuk Kenaikan Jabatan Akademik

Cara Memenuhi Tri Dharma

Dosen di Indonesia memiliki kewajiban untuk melaksanakan tugas pokok yang tercantum di dalam tri dharma perguruan tinggi. Jadi, salah satu cara memenuhi tri dharma dosen adalah dengan melaksanakan tiga tugas pokok tersebut. Bagaimana cara dan strateginya? Berikut informasinya. 

Apa Itu Tri Dharma Perguruan Tinggi?

Membahas cara memenuhi tri dharma, tentunya dimulai dari memahami definisinya. Jika dilihat dari aspek etimologi atau asal kata, tri dharma berasal dari bahasa Sansekerta. Yakni dari kata “tri” yang artinya “tiga” dan kata “dharma” yang artinya “kewajiban”. Jadi, tri dharma perguruan tinggi adalah 3 kewajiban perguruan tinggi. 

Isi dari tri dharma tersebut adalah 3 tugas pokok yang artinya wajib untuk dilaksanakan perguruan tinggi di Indonesia. Yakni tugas pendidikan, penelitian, dan tugas pengabdian kepada masyarakat (PkM). 

Pelaksanaan tri dharma tidak hanya oleh perguruan tinggi. Melainkan kinerja akademik dari seluruh SDM di dalamnya. Mencakup dosen, tenaga kependidikan (tendik), dan juga mahasiswa. Sehingga seluruh kinerja 3 pihak ini menjadi kinerja tri dharma perguruan tinggi. 

Baca Juga: BKD Dosen: Pengertian, Aturan, Cakupan, hingga Pedoman Terbaru

Bagaimana Cara Melaksanakan Kewajiban Tri Dharma Dosen?

Sesuai penjelasan sebelumnya, kegiatan atau kewajiban tri dharma juga dilaksanakan oleh dosen yang dinaungi oleh perguruan tinggi. Lalu, apa saja yang bisa dilakukan dosen untuk melaksanakan tri dharma tersebut? Berikut tata cara memenuhi tri dharma dari kalangan dosen: 

1. Melaksanakan Tugas Pendidikan 

Cara pertama untuk dosen menjalankan kewajiban melaksanakan tri dharma adalah dengan menjalankan tugas pendidikan. Dalam Kepdirjendikti No. 12/E/KTP/2021 menjelaskan bahwa tugas pendidikan terbagi menjadi 2 kategori. 

Yakni tugas pendidikan dan tugas pelaksanaan pendidikan. Tugas pendidikan adalah tugas yang dilaksanakan dosen dengan mengembangkan diri lewat pendidikan formal. 

Sedangkan tugas pelaksanaan pendidikan adalah tugas dosen dalam melakukan transfer ilmu kepada mahasiswa. Berikut beberapa bentuk pelaksanaanya: 

  1. Melaksanakan kegiatan perkuliahan, baik secara daring maupun secara luring menggunakan metode pembelajaran tertentu. 
  2. Memberikan bimbingan seminar kepada mahasiswa. 
  3. Menjadi pembimbing mahasiswa dalam program atau kegiatan akademik. Seperti kuliah kerja nyata, praktik kerja lapangan, pertukaran pelajar, magang, dll. 
  4. Menjadi dosen pembimbing maupun penguji disertasi, tesis, skripsi, dan tugas akhir studi sesuai bidang keilmuan dosen dan bidang penugasan. 
  5. Mengembangkan bahan ajar, misalnya menulis buku ajar, modul, pedoman pembelajaran, pedoman praktikum, dll. 
  6. dan lain sebagainya. 

2. Melaksanakan Tugas Penelitian 

Cara memenuhi tri dharma dosen yang kedua adalah dengan melaksanakan tugas pokok penelitian. Artinya, dosen bisa memenuhi kewajiban tri dharma dengan melaksanakan kegiatan penelitian. Berikut cakupan atau bentuk-bentuk pelaksanaannya: 

  1. Melaksanakan kegiatan penelitian, baik secara mandiri maupun dengan berkolaborasi. 
  2. Menyebarluaskan hasil penelitian yang telah dilakukan, diantaranya dengan: 
  • Menerbitkan artikel ilmiah ke sebuah prosiding. 
  • Menerbitkan artikel ilmiah ke sebuah jurnal ilmiah. 
  • Menerbitkan buku ilmiah seperti buku monograf, referensi, dan book chapter (bunga rampai). 
  • Menerjemahkan buku ilmiah ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan dengan ISBN. 
  • Mengedit atau menyunting naskah buku ilmiah berisi hasil penelitian dan diterbitkan dengan ISBN. 
  1. Menghasilkan karya kreatif, inovatif, dan juga karya teknologi dari kegiatan penelitian dan didaftarkan ke DJKI untuk mendapatkan hak cipta, paten, dll.
  2. Menghasilkan rumusan kebijakan yang monumental dalam bentuk arahan atau kertas kebijakan (policy brief atau policy paper), naskah akademik, model kebijakan strategis, dll dari hasil kegiatan penelitian. 
  3. dan lain sebagainya. 

3. Melaksanakan Tugas Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) 

Pemenuhan tri dharma perguruan tinggi berikutnya oleh kalangan dosen adalah dengan melaksanakan kegiatan PkM. PkM dipahami sebagai kegiatan akademik dimana dosen mengimplementasikan hasil penelitian maupun ilmu pengetahuan secara langsung kepada masyarakat. 

Adapun tata cara memenuhi tri dharma PkM adalah dengan dosen melaksanakan beberapa kegiatan berikut: 

  1. Memangku atau menduduki jabatan pimpinan pada lembaga pemerintahan maupun menjadi pejabat negara. 
  2. Melaksanakan pengembangan hasil pendidikan, dan penelitian yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun oleh industri. 
  3. Memberikan kegiatan pelatihan, penyuluhan, pendampingan, dan sebagainya kepada masyarakat. 
  4. Menulis karya pengabdian pada masyarakat yang tidak dipublikasikan. 
  5. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dipublikasikan di sebuah jurnal ilmiah. 
  6. dan lain sebagainya. 

Baca Juga: Contoh Laporan BKD Dosen yang Sesuai Unsur Pokok Tri Dharma Perguruan Tinggi

Manfaat Menerbitkan Buku bagi Dosen  

Menulis dan menerbitkan buku ilmiah, pada dasarnya memberikan manfaat yang besar bagi kalangan dosen. Berikut penjelasan detailnya: 

1. Membangun Reputasi Akademik Dosen 

Manfaat yang pertama, menerbitkan buku membantu dosen membangun reputasi akademik. Dosen bisa dikenal lebih luas sebagai dosen atau pendidik dan ilmuwan di lingkungan perguruan tinggi. 

Jika dosen fokus mengajar saja di kampus, maka yang  mengenal dosen sebatas mahasiswa. Lain halnya jika menerbitkan buku, jurnal, dll maka dosen dikenal lebih luas. Sejalan dengan penerbitan buku secara konsisten, masyarakat juga mengenal dosen sebagai pakar di suatu bidang keilmuan. . 

2. Mendapat Tambahan Poin Angka Kredit

Menulis dan menerbitkan buku ilmiah, bukan sekedar menjadi cara memenuhi tri dharma. Akan tetapi juga menjadi salah satu cara yang ditempuh dosen untuk mengembangkan karir akademik. 

Sebab, buku ilmiah tersebut bisa memberikan dosen tambahan poin angka kredit. Baik dalam AK Konversi karena menulis buku ajar. Maupun masuk AK Prestasi karena menulis buku monograf, referensi, dan book chapter. 

Melihat besaran angka kredit untuk buku ilmiah, bisa dikatakan cukup tinggi. Misalnya saja untuk buku monograf, dalam AK Prestasi bisa memberi 40 poin angka kredit. Besaran ini setara dengan publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi. Jika dosen rutin menerbitkan buku, maka semakin cepat naik jabatan akademik. 

3. Membantu Memenuhi BKD

Menerbitkan buku, selain menjadi salah satu cara memenuhi tri dharma juga menjadi cara untuk memenuhi BKD. Dalam profesi dosen, diketahui ada kewajiban pemenuhan BKD sebesar 12 SKS sampai 16 SKS per semester. 

Jika dosen memangku jabatan struktural tertentu, maka beban SKS pada BKD diturunkan menjadi minimal 3 SKS per semester. SKS ini dipenuhi dosen dengan menjalankan tri dharma perguruan tinggi. 

Menerbitkan buku ilmiah membantu dosen memenuhi target BKD tersebut. Apalagi bobot SKS setiap buku ilmiah juga cenderung tinggi. Misalnya saja untuk buku ajar, dalam PO BKD 2021 memiliki bobot nilai 5 SKS dan buku referensi sampai 10 SKS. 

Baca Juga: Syarat Naik Jabatan Fungsional Lektor Secara Reguler

4. Memperluas Jaringan Dosen 

Manfaat berikutnya dari menerbitkan buku untuk dosen adalah membantu memperluas jaringan. Hal ini terjadi, karena dosen bisa dikenal lebih luas lewat buku-buku yang sudah diterbitkan. 

Buku tersebut bisa saja dibaca oleh dosen lain, mahasiswa, maupun masyarakat umum untuk berbagai tujuan. Sehingga mereka akan mengecek siapa penulisnya dan mengenal Anda sebagai dosen yang menulis buku tersebut. 

5. Ikut Menyediakan Bahan Bacaan dan Referensi Ilmiah 

Ilmu pengetahuan yang dibagikan dan diwariskan dosen melalui buku ilmiah. Sekaligus memberi manfaat berupa kontribusi dosen dalam menyediakan bahan bacaan. Sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan buku untuk dibaca. 

Kontribusi ini, sekaligus membantu meningkatkan literasi nasional. Sebab salah satu faktor yang membuat literasi rendah adalah keterbatasan buku dan akses ke buku tersebut. 

6. Memberikan Sumber Penghasilan Pasif 

Manfaat lainnya dari menulis dan menerbitkan buku adalah membantu dosen memiliki sumber penghasilan pasif. Sebab di dalam buku tersebut, terdapat ha atau manfaat ekonomi dosen dalam bentuk royalti. Royalti bisa didapatkan dosen jika buku tersebut terbit dan laku atau terjual. 

Semakin tinggi angka penjualannya, maka semakin besar nominal royalti yang diterima. Secara umum royalti cair antara 1 sampai 2 kali dalam setahun. Hal ini bergantung pada kebijakan penerbit maupun aspek lain. Jadi, bisa membantu dosen mendapatkan penghasilan jangka panjang. 

Salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas menerbitkan buku ilmiah adalah dengan konversi KTI. MIsalnya dosen mengubah artikel ilmiah menjadi buku monograf dan diterbitkan sesuai standar Kemdiktisaintek. 

Bagi para dosen yang kesulitan untuk mengerjakan konversi KTI sendiri. Maka bisa menggunakan jasa profesional. Salah satunya layanan Konversi KTI dari Parafrase Indonesia. Sehingga dosen bisa mengerjakan tri dharma lainnya.

sumber: 

  1. STIE Pelita Nusantara Semarang. (n.d). STIE PELITA NUSANTARA SEMARANG bersama beberapa Perguruan Tinggi  yaitu UNTAG, STIPAS Palangkaraya, dan STIKES menjalin kerjasama dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Diakses pada 1 April 2026 dari https://stiepena.ac.id/stie-pelita-nusantara-semarang-bersama-beberapa-perguruan-tinggi-yaitu-untag-stipas-palangkaraya-dan-stikes-menjalin-kerjasama-dalam-pelaksanaan-tri-dharma-perguruan-tinggi.html
  2. Lembaga Penjaminan Mutu UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. (2025). Pedoman Beban Kerja Dosen (BKD) UIN Kiai Ageng Muhahammad Besari Ponorogo Tahun 2025. https://cdn.uinponorogo.ac.id/lpm/2025/08/PO-BKD-Rev-IV-2.0.pdf
  3. Witono. (2024). Keuntungan Menulis Buku bagi Dosen. Diakses pada 2 April 2026 dari https://www.uny.ac.id/id/berita/keuntungan-menulis-buku-bagi-dosen
  4. Universitas Negeri Yogyakarta. (2021). Rubrik BKD 2021. https://kepegawaian.uny.ac.id/sites/kepegawaian.uny.ac.id/files/datafile/Rubrik%20BKD%202021_27.05.2021-update%281%29.pdf

Bagikan artikel ini melalui

Picture of wahyu adji
wahyu adji
Saya merupakan SEO Specialist dan Conten Writer Profesional di bidang pendidikan seputar kampus, mahasiswa dan kedosenan di Parafrase Indonesia

Tinggalkan Balasan

Cari Artikel Lainnya

Jangan Lewatkan!

Ebook TerbaruđŸ”„

Artikel Terbaru
Cerita Inspiratif
Panduan Akademik
Solusi Akademik