Apa Perbedaan Dosen Pengampu dan Dosen Pembimbing di Kampus?

Perbedaan Dosen Pengampu dan Dosen Pembimbing

Apa perbedaan dosen pengampu dan dosen pembimbing? Hal ini tentu menjadi pertanyaan di kalangan mahasiswa baru sekaligus kalangan dosen pemula.

Sekilas, dosen memang terlihat hanya sibuk mengajar. Namun, dalam tri dharma untuk tugas pokok pendidikan. Tugas dosen dalam melaksanakan pendidikan terbagi lagi menjadi beberapa unsur. Berikut informasinya. 

Apa Itu Dosen Pengampu?

Memahami perbedaan dosen pengampu dan dosen pembimbing, bisa dimulai dari memahami definisi keduanya. Dosen pengampu adalah dosen yang bertanggung jawab untuk mengajar mata kuliah tertentu di perguruan tinggi. 

Sehingga sering disebut dengan istilah dosen pengampu mata kuliah. Tugas dosen tersebut adalah mengajar di mata kuliah tertentu yang relevan dengan bidang keilmuan yang ditekuni atau relevan dengan kualifikasi akademik. 

Baca Juga: Kenali Jenis Jenis Dosen di Perguruan Tinggi Indonesia

Apa Itu Dosen Pembimbing?

Sedangkan dosen pembimbing adalah dosen yang ditugaskan untuk mendampingi mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan atau program akademik tertentu. Dosen pembimbing disebut juga dengan istilah dosen pembimbing akademik. 

Sementara kegiatan atau program akademik yang dimaksud dalam definisi tersebut seperti kegiatan menyusun tugas akhir (skripsi, tesis, dan disertasi), KKN, PKL, Magang, Pertukaran Mahasiswa, dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Perbedaan Dosen Pengampu dan Dosen Pembimbing

Melalui definisi di atas, mungkin sudah mulai memahami perbedaan dosen pembimbing dan dosen pengampu. Supaya lebih mudah dipahami dan mendalam tanpa resiko keliru atau tertukar. Berikut adalah detail perbedaan keduanya dilihat dari beberapa aspek: 

1. Fokus dan Tugas Utama

Aspek pertama yang membedakan antara dosen pengampu dengan pembimbing adalah fokus utama dan tugas utama masing-masing. Dosen pengampu memiliki fokus utama mengajar mata kuliah. Sehingga tugasnya adalah mengajar mata kuliah tersebut. 

Artinya, dosen akan fokus menyampaikan materi dari beberapa topik terkait mata kuliah yang diampu. Kegiatan mengajar tersebut mengharuskan dosen pengampu menyusun RPS, mengembangkan bahan ajar, menetukan metode pembelajaran, dll. 

Sementara pada dosen pembimbing, fokus utamanya adalah membimbing dan mendampingi mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan akademik. Sehingga tugas utamanya memberi bimbingan tersebut. 

2. Tanggung Jawab Utama

Perbedaan dosen pengampu dan dosen pembimbing berikutnya adalah dari segi tanggung jawab. Dosen pengampu mata kuliah bertanggung jawab melakukan transfer ilmu. 

Sehingga seluruh materi dari mata kuliah yang diampu harus disampaikan kepada mahasiswa. Seluruh materi tersebut harus mampu mendukung mahasiswa mencapai Sub-CPMK, CPMK, maupun CPL sesuai isi dari penyusunan RPS OBE dosen. 

Sementara untuk tanggung jawab dari dosen pembimbing adalah membimbing dan mendukung kelancaran serta kesuksesan kegiatan akademik yang dijalankan mahasiswa. 

3. Durasi Pelaksanaan Tugas

Aspek ketiga yang menunjukan perbedaan dosen pengampu dan dosen pembimbing adalah durasi pelaksanaan tugas. Dosen pengampu mata kuliah umumnya menjalankan tugasnya dalam durasi minimal satu semester. 

Pada semester berikutnya mengikuti arahan dari pimpinan. Apakah mengampu mata kuliah yang sama, ada tambahan mata kuliah lain, atau mengampu mata kuliah berbeda. Selama relevan dengan kualifikasi akademik dosen, maka dosen bisa mengampu beberapa mata kuliah dalam satu program studi. 

Sedangkan durasi pelaksanaan tugas untuk dosen pembimbing cenderung sangat fleksibel. Misalnya pada pembimbing tugas akhir, dosen akan tetap menjadi pembimbing seorang mahasiswa sampai tugas akhir tersebut selesai disusun. Bahkan mendampingi dan membimbing sampai proses sidang. 

4. Jumlah Mahasiswa

Aspek keempat yang menjadi perbedaan dosen pembimbing dan dosen pengampu adalah jumlah mahasiswa yang didampingi. Pada dosen pengampu, secara mendasar akan mengampu banyak mahasiswa. Yakni dalam satu kelas. 

Dalam satu kelas bisa berisi puluhan mahasiswa bahkan bisa sampai ratusan. Namun, tetap harus sesuai ketentuan rasio dosen dan mahasiswa agar beban kerja dosen dalam mengajar tidak melebihi ketentuan. 

Sementara untuk dosen pembimbing, biasanya membimbing 1 mahasiswa sampai kegiatan akademiknya diselesaikan.

5. Output atau Hasil yang Dicapai Mahasiswa 

Aspek kelima yang menjadi perbedaan dosen pengampu dan dosen pembimbing adalah output yang dihasilkan. Pada dosen pengampu, output yang dihasilkan adalah nilai mata kuliah dalam kurun waktu satu semester. Dalam kurikulum OBE, output dosen pengampu dalam bentuk kompetensi yang dikuasai mahasiswa. 

Sementara untuk output dosen pembimbing adalah hasil dari kegiatan akademik yang dibimbing. Misalnya dosen membimbing tugas akhir, maka output adalah naskah skripsi, tesis, maupun disertasi. 

6. Bobot dalam BKD 

Aspek berikutnya yang membedakan antara dosen pembimbing dengan dosen pengampu adalah bobot dalam BKD (Beban Kerja Dosen). Mengacu pada Rubrik BKD Tahun 2021, kegiatan dosen pengampu masuk dalam unsur melaksanakan perkuliahan. 

Bobot SKS untuk BKD dari tugas akademik tersebut adalah  sesuai bobot SKS dalam RPS. Misalnya dosen mengampu mata kuliah A dan dalam satu semester bobot SKS-nya 3 SKS. Maka BKD juga bernilai 3 SKS. 

Sementara dosen pembimbing, masuk dalam tugas pelaksanaan pendidikan pada unsur membimbing kegiatan akademik mahasiswa dan membimbing tugas akhir mahasiswa. 

Dosen yang membimbing KKN, PKL, Magang, dll mendapat bobot 2 SKS per semester. Sedangkan dosen yang membimbing skripsi bobotnya 0,5 per mahasiswa, pada tesis 1 SKS per mahasiswa, dan pada disertasi 1,33 SKS per mahasiswa. 

Baca Juga: Lektor Kepala: Definisi, Syarat, Kewajiban Khusus, dan Tips Percepatan Kenaikannya

Tips Memilih Dosen Pengampu yang Sesuai Kriteria

Setelah memahami perbedaan dosen pengampu dan dosen pembimbing. Tentu mulai memikirkan kemungkinan untuk memilih dosen pengampu mata kuliah. Mahasiswa tentu mencari dosen yang dikenal mampu menjelaskan dengan baik dan mudah dipahami. Serta mencari dosen yang dari segi nilai tidak sulit. Sehingga mencegah resiko mengulang. 

Namun, memilih dosen pengampu sangat dipengaruhi kebijakan perguruan tinggi. Mahasiswa yang mengisi KRS (Kartu Rencana Studi), lebih mudah memilih dosen pengampu. Sebab bisa memilih sesuai kriteria saat mengisi KRS di awal semester. 

Sementara untuk perguruan tinggi yang menggunakan sistem paket (paket semester 1 dan 2), hanya ada satu kelas, hanya ada satu dosen yang mengampu mata kuliah tertentu, dan kondisi sejenisnya. Maka mahasiswa belum memungkinkan untuk memilih dan pindah dosen pengampu (pindah kelas). 

sumber: 

  1. Cakrawala University. (2025). Dosen Pengampu: Definisi, Syarat, dan Tugasnya. Diakses pada 25 Februari 2026 dari https://www.cakrawala.ac.id/blog/dosen-pengampu-adalah
  2. Aprea. (n.d). Dosen Pengampu Mata Kuliah: Peran, Tugas, Singkatan, dan Perbedaan dengan Dosen Pembimbing. Diakses pada 25 Februari 2026 dari https://edunitas.com/edunews/detail/Dosen-Pengampu-Mata-Kuliah/
  3. Universitas Brawijaya. (2021). Rubrik BKD 2021. https://serdos.ub.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/Rubrik-BKD-2021.pdf

Bagikan artikel ini melalui

Picture of wahyu adji
wahyu adji
Saya merupakan SEO Specialist dan Conten Writer Profesional di bidang pendidikan seputar kampus, mahasiswa dan kedosenan di Parafrase Indonesia

Tinggalkan Balasan