Apa Itu Hibah Buku Ajar? Berikut Manfaat dan Strategi Meraihnya 

Hibah Buku ajar

Dalam pendidikan tinggi, program hibah bukan hanya untuk kegiatan jenis hibah penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Akan tetapi terdapat pula jenis hibah publikasi ilmiah. Termasuk program hibah buku ajar. 

Sudah cukup lama Kemdiktisaintek tidak menggelar program hibah untuk buku ilmiah bagi dosen. Terbaru, tersedia hibah untuk publikasi di jurnal internasional bereputasi. Namun, hibah untuk buku ajar maupun buku ilmiah lain masih diselenggarakan berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan sifatnya internal. Berikut informasinya. 

Baca Juga: Memahami Hibah Penelitian dalam Dunia Akademik

Pengertian Hibah Buku Ajar

Dalam ruang lingkup perguruan tinggi, hibah adalah program pendanaan dari suatu pihak yang diberikan kepada dosen, mahasiswa, maupun keduanya. 

Sedangkan buku ajar adalah buku yang digunakan dalam pembelajaran di sekolah dan perguruan tinggi, disusun oleh pakar di bidangnya. Jadi, hibah buku ajar adalah program pendanaan untuk penyusunan naskah maupun penerbitan buku ajar. 

Secara umum, hibah untuk buku ajar bisa untuk naskah buku ajar yang belum ditulis sama sekali oleh dosen. Bisa juga sudah harus siap terbit, sehingga pendanaan untuk mendanai penerbitan buku ajar tersebut. Bahkan, bisa juga mencakup keduanya. 

Baca Juga: 8 Strategi Lolos Hibah Penelitian BRIN

Manfaat Program Hibah Buku Ajar

Program hibah buku ajar dewasa ini lebih sering dijumpai diselenggarakan perguruan tinggi di Indonesia. Mayoritas ditujukan untuk dosen di bawah naungannya. Namun, ada juga yang bisa diakses dosen dari perguruan tinggi lain. Lalu, apa saja manfaat dari program hibah jenis ini? Berikut beberapa diantaranya: 

1. Menunjang Pengembangan Bahan Ajar oleh Dosen 

Manfaat yang pertama, adalah menunjang pegembangan bahan ajar yang dilakukan oleh dosen. Dalam tri dharma, dosen berkewajiban melaksanakan pendidikan dan pelaksanaan pendidikan. 

Salah satu unsur pelaksanaan pendidikan adalah mengembangkan bahan ajar. Sehingga dosen wajib menyusun modul pembelajaran, buku ajar, buku teks, dan lain sebagainya yang menunjang kegiatan perkuliahan. 

Dalam hibah buku ajar, maka bisa membantu dosen mengembangkan bahan ajar dalam bentuk buku ajar. Sebab biasanya diberi fasilitas pendampingan penyusunan naskah sampai dukungan pendanaan untuk biaya penerbitannya. 

2. Memfasilitasi Biaya Penerbitan Buku Ajar

Sejalan dengan manfaat di poin pertama, hibah buku ajar juga bermanfaat dalam mendukung biaya penerbitan buku ajar. Buku ajar yang ditulis oleh dosen tidak cukup hanya disusun dan dibagikan kepada mahasiswa. 

Akan tetapi, sesuai standar Ditjen Dikti buku ajar tersebut wajib diterbitkan secara nasional. Dalam menerbitkan buku ajar, dosen tentu perlu keluar biaya penerbitan. Bersama program hibah, maka biaya ini akan diambil dari dana hibah tersebut. 

Jadi, dosen tidak perlu lagi menggunakan dana pribadi untuk keperluan menerbitkan buku ajar. Hal ini tentunya membantu dosen berhemat dan memanfaatkan gajinya untuk kesejahteraan diri dan keluarga. 

3. Meningkatkan Keterampilan Dosen Menyusun Buku Ajar

Program hibah untuk buku ajar, juga bermanfaat dalam meningkatkan keterampilan dosen menulis karya ilmiah. Sebab buku ajar sendiri termasuk salah satu jenis buku ilmiah dan karya tulis ilmiah. 

Dalam program ini, dosen berkesempatan mengajukan proposal hibah. Biasanya dalam bentuk rancangan draft buku ajar, maupun naskah buku ajar setengah jalan, sampai naskah yang sudah berhasil diselesaikan. 

Naskah buku ajar yang dinilai asesor memiliki mutu baik akan dipilih sebagai penerima hibah. Sehingga program ini mendorong dosen meningkatkan kemampuan menulis buku ajar dengan kualitas baik. Dosen pun di masa mendatang lebih mudah produktif menerbitkan buku ajar berkualitas. 

4. Membantu Dosen Memenuhi BKD 

Manfaat berikutnya, hibah buku ajar membantu dosen dalam menjalankan tugas akademik. Yakni mengembangkan bahan ajar. Maka otomatis, buku ajar yang disusun dan diterbitkan dengan dukungan hibah ini bisa masuk dalam pelaporan BKD. 

Buku ajar bisa membantu dosen memenuhi BKD secara signifikan. Sebab bobot dari buku ajar sendiri sebesar 5 SKS per satu buku dan per tahun dosen bisa melaporkan 1 judul buku saja. Sehingga bisa mempercepat pemenuhan BKD yang totalnya di 12 SKS per semester. 

5. Membantu Mempercepat Kenaikan Jabatan Akademik Dosen

Supaya bisa naik ke jenjang lebih tinggi, misalnya dari Asisten Ahli menuju Lektor. Maka ada jumlah angka kredit (KUM) yang harus dipenuhi dosen. Angka kredit didapatkan dosen dalam melaksanakan tri dharma, termasuk menulis dan menerbitkan buku ajar. 

Jadi, dengan meraih hibah untuk buku ajar maka dosen bisa segera menerbitkan buku tersebut. Kemudian masuk ke laporan BKD dan menambah poin angka kredit. Seluruh angka kredit atau KUM, membantu dosen segera mengajukan usulan kenaikan jabatan akademik. 

Baca Juga: Kebijakan Honor Peneliti Terbaru, Masuk dalam Program Hibah Penelitian

Syarat Umum dalam Program Hibah Buku Ajar

Penyelenggara hibah buku ajar, sekali lagi tidak hanya satu pihak. Melainkan beberapa pihak dan masing-masing memiliki ketentuan tersendiri. Termasuk syarat pengusul hibah tersebut. Namun, dari berbagai hibah untuk buku ajar biasanya mensyaratkan beberapa poin berikut ini: 

1. Dosen Memiliki NUPTK 

Syarat umum yang pertama, hibah untuk buku ajar biasanya ditujukan untuk dosen yang sudah memiliki NUPTK (dulunya NIDN, NIDK, dan NUP). Jadi, bagi dosen yang sudah memiliki NUPTK maka peluang ikut ke program hibah lebih tinggi. 

Termasuk hibah untuk buku ajar, yang memang ditujukan untuk dosen yang sudah terdata di SISTER dan PDDikti. Jadi, jika selama ini belum memiliki NUPTK maka dosen bisa fokus dulu mengurusnya sesuai prosedur yang berlaku. 

2. Dosen Memiliki Jabatan Fungsional 

Syarat umum yang kedua di dalam program hibah penulisan dan penerbitan buku ajar adalah dosen pengusul memiliki jabatan fungsional. Setiap penyelenggara hibah menetapkan jenjang minimal yang berbeda-beda. 

Beberapa penyelenggara meminta dosen pengusul minimal sudah Lektor. Namun, ada juga yang mensyaratkan minimal Asisten Ahli. Pastikan untuk membaca buku panduan program dan mengecek jabatan fungsional paling rendah untuk mengakses program di jenjang apa. 

3. Memenuhi Ketentuan Jumlah Penulis 

Syarat umum yang ketiga, adalah berkaitan dengan ketentuan jumlah penulis. Secara umum, jumlah penulis ditetapkan penyelenggara hibah buku ajar dan berbeda satu sama lain. 

Misalnya pada hibah di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo pada tahun 2022, naskah yang diusulkan minimal ditulis 2 orang penulis (2 dosen). Jadi, hanya naskah yang ditulis 2 dosen atau lebih yang bisa ikut serta dalam program.  

4. Memenuhi Ketentuan Jumlah Naskah yang Diusulkan 

Syarat umum berikutnya adalah memenuhi ketentuan jumlah naskah yang diajukan. Mayoritas program hibah untuk buku ajar memperbolehkan pengusul mengajukan lebih dari 1 naskah atau 1 judul buku ajar. Misalnya bisa mengajukan 2-3 atau lebih sekaligus. 

Namun, bisa juga penyelenggara mensyaratkan hal sebaliknya. Yakni hanya bisa mengajukan 1 judul buku ajar. Jadi, pastikan untuk membaca detail persyaratan program dan berusaha memenuhinya. 

5. Tidak Sedang Menerima Hibah Serupa 

Syarat umum selanjutnya yang biasanya dicantumkan dalam hibah penulisan buku ajar adalah tidak menerima hibah serupa. Sehingga mencegah pengusul berkesempatan mendapat pendanaan ganda. 

Hal ini dilarang karena berpotensi mendapat lebih banyak hibah dan menghilangkan kesempatan dosen lain lain. Oleh sebab itu, sangat umum menjumpai syarat ini. Jadi, pastikan tidak sedang menerima hibah serupa untuk bisa mengajukan proposal usulan. 

6. Memenuhi Persyaratan Lainnya 

Syarat lainnya, adalah dosen pengusul memenuhi syarat lain yang ditetapkan pihak penyelenggara. Artinya, selain beberapa syarat umum biasanya juga ada syarat tambahan yang bersifat unik. Yakni tidak dijumpai pada hibah lain. Jadi, pastikan memenuhi seluruh persyaratan agar bisa menjadi pengusul. 

Ketentuan Buku Ajar dalam Program Hibah

Hal penting lain berkaitan dengan hibah buku ajar adalah ketentuan buku ajar yang diajukan sebelum membuat proposal hibah penelitian. Setiap penyelenggara hibah juga memiliki ketentuan berbeda, akan tetapi biasanya tetap menjadikan standar Ditjen Dikti sebagai acuan. Berikut detailnya: 

  1. Memenuhi ketentuan format penulisan seperti jenis font, ukuran font, dan sebagainya. 
  2. Diterbitkan dalam minimal ukuran kertas UNESCO. 
  3. Terbit dengan ISBN. Pada beberapa hibah juga mewajibkan luaran buku ajar sudah memiliki Hak Cipta. 
  4. Jumlah halaman minimal 49 lembar, pada beberapa hibah meminta minimal 200 halaman. 
  5. Menggunakan struktur umum naskah buku ajar sesuai standar Ditjen Dikti. 
  6. Isi tidak menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945. 

Strategi Meraih Hibah Buku Ajar 

Besarnya manfaat hibah buku ajar bagi dosen, tentu membuat program ini layak diperjuangkan sepenuh hati. Biasanya hibah ini bersifat kompetitif dan meningkatkan potensi lolos seleksi bisa menerapkan strategi berikut: 

  1. Mengajar mata kuliah yang linier. Artinya, dosen harus mengajar mata kuliah yang selaras dengan kualifikasi akademik yang dimiliki. Sebab akan mempengaruhi topik buku ajar yang disusun dan diajukan ke hibah. Asesor akan memastikan judul sesuai bidang keilmuan dosen pengusul. 
  2. Memastikan mengurus NUPTK segera setelah memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. 
  3. Segera mengajukan jabatan fungsional pertama, sebab program hibah biasanya mensyaratkan dosen pengusul punya jabatan fungsional di jenjang tertentu. Setidaknya, dosen sudah memangku jabatan fungsional. Sekalipun tidak sesuai jenjangnya dengan program hibah, bisa jadi ada hibah lain yang lebih sesuai dan bisa diraih. 
  4. Aktif menulis dan menerbitkan buku ajar, sebab rekam jejak publikasi ilmiah tersebut bisa menjadi nilai tambah.

Itulah beberapa strategi yang disarankan untuk diterapkan. Sehingga bisa memperbesar peluang lolos hibah buku ajar. Dosen bisa terbantu menulis naskah berkualitas dan menerbitkannya segera tanpa khawatir ada keterbatasan anggaran. 

Penelitian yang telah dosen lakukan bisa diubah menjadi buku berkualitas yang menunjang poin kum untuk kenaikan jabatan fungsional. Parafrase Indonesia memiliki jasa konversi KTI berkualitas untuk mengubah karya ilmiah anda bisa dibaca dan dipahami oleh masyarakat luas sehingga menjadi dampak nyata perubahan pendidikan.

sumber: 

  1. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. (2022). Panduan Program Hibah Penulisan Buku Ajar. https://drpm.umsida.ac.id/wp-content/uploads/2022/03/PANDUAN-PROGRAM-HIBAH-PENULISAN-BUKU-AJAR.pdf
  2. Soegijapranata Catholic University. (n.d). Strategi Dosen Unika Memperoleh Dana Hibah Buku Ajar Kemendikbudristek. Diakses pada 5 Maret 2026 dari https://www.unika.ac.id/news/media-massa/online/strategi-dosen-unika-memperoleh-dana-hibah-buku-ajar-kemendikbudristek/

Bagikan artikel ini melalui

Picture of wahyu adji
wahyu adji
Saya merupakan SEO Specialist dan Conten Writer Profesional di bidang pendidikan seputar kampus, mahasiswa dan kedosenan di Parafrase Indonesia

Tinggalkan Balasan

Cari Artikel Lainnya

Jangan Lewatkan!

Ebook Terbaru🔥

Artikel Terbaru
Cerita Inspiratif
Panduan Akademik
Solusi Akademik