Tesis merupakan salah satu syarat kelulusan yang harus dipenuhi ketika menempuh pendidikan di jenjang S2 atau Magister. Namun sebelum membuat tugas akhir ini, Anda harus mengetauhi cara menyusun proposal tesis yang benar.
Proposal tesis akan memberi gambaran terkait penelitian yang dikerjakan pada tugas akhir nantinya. Selain itu, proposal ini juga menentukan apakah tema yang Anda ajukan bisa diterima dan dilanjutkan untuk diteliti menjadi karya tulis ilmiah.
Baca Juga: 11 Perbedaan Skripsi, Tesis, dan Disertasi
Daftar Isi
ToggleApa Itu Proposal Tesis?
Tesis adalah karya tulis ilmiah yang disusun sebagai syarat untuk memperoleh gelar Magister (S2). Tesis tidak bisa langsung disusun oleh mahasiswa Magister. Melainkan harus melaksanakan penelitian terlebih dahulu.
Sebelum penelitian tersebut dilakukan, maka ada kewajiban mengajukan proposal tesis. Jadi, proposal tesis adalah dokumen perencanaan penelitian yang menggambarkan secara rinci masalah yang akan diteliti, tujuan, serta metode yang akan digunakan untuk tujuan penyusunan tesis.
Proposal tersebut akan menjelaskan rencana penelitian yang akan dilakukan mahasiswa Magister. Proposal kemudian akan dinilai dan ditetapkan apakah disetujui atau sebaliknya. Jika disetujui, maka penelitian bisa segera dilaksanakan. Hasil penelitian kemudian dituangkan di dalam tesis.
Memahami bahwa tesis adalah salah satu bentuk tugas akhir mahasiswa. Maka syarat, struktur, format proposal tesis dan tesis itu sendiri, dan detail lain ditetapkan internal masing-masing perguruan tinggi.
Baca Juga: 40 Pertanyaan Sidang Tesis dan Tips Menjawabnya
Mengapa Proposal Tesis Penting?
Memahami tata cara menyusun proposal tesis dan mengerjakannya, bukan sekedar tahap formalitas. Proposal tesis sendiri memiliki sejumlah arti penting yang membuatnya wajib dan disusun. Berikut adalah beberapa alasan umum kenapa proposal tesis perlu disusun:
1. Persyaratan Administrasi Penyusunan Tesis
Alasan yang pertama kenapa perlu memahami cara membuat proposal tesis adalah karena merupakan syarat administrasi. Yakni syarat administrasi dalam menyusun tesis dan menyelesaikan studi jenjang Magister yang sedang ditempuh.
Jadi, jika proposal tesis tidak disusun dengan sengaja maka tidak bisa melaksanakan penelitian. Pada akhirnya, mahasiswa tersebut tidak dapat menyusun tesis. Sehingga tidak memenuhi syarat lulus Magister.
2. Sarana bagi Mahasiswa Magister Menjelaskan Rencana Penelitian
Setiap penelitian, selalu diawali dengan penyusunan proposal. Disusul pengajuan proposal tersebut ke pihak terkait dan mendapat persetujuan serta dukungan. Hal ini juga berlaku untuk penyusunan tesis yang berbasis pada penelitian mahasiswa Magister.
Jadi, sebelum penelitian dilakukan perlu menyusun proposal tesis. Proposal ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menjelaskan rencana penelitian secara rinci. Sehingga mendapat umpan balik dari dosen pembimbing, dekan, dan pihak terkait.
3. Mendapat Persetujuan Isi Proposal Direalisasikan
Alasan ketiga kenapa mahasiswa Magister wajib paham bagaimana cara menyusun proposal tesis adalah untuk mendapat persetujuan. Proposal yang disusun berisi rencana penelitian untuk tahap penyusunan tesis.
Jika disetujui, maka artinya rencana penelitian di dalam proposal bisa direalisasikan. Begitu juga sebaliknya. Tanpa persetujuan, penelitian tidak bisa dilakukan, dan tesis tidak bisa disusun. Jadi, harus sesuai prosedur dan ketentuan umum ini.
4. Pedoman bagi Mahasiswa Melaksanakan Penelitian untuk Tesis
Alasan keempat perlu menyusun proposal tesis adalah bisa menjadi pedoman atau pegangan mahasiswa Magister melaksanakan penelitian. Proposal tesis akan berisi rencana penelitian secara detail.
Mulai dari judul penelitian, kebutuhan sumber daya, susunan RAB (Rencana Anggaran Biaya), pengaturan jadwal penelitian, populasi sampai sampel penelitian, dan lain sebagainya.
5. Memahami Tahapan Kegiatan Penelitian yang Benar
Alasan lain kenapa paham cara membuat proposal tesis wajib bagi mahasiswa Magister adalah untuk memahami tahapan dari kegiatan penelitian. Secara umum, mahasiswa Magister di masa depan menjadi dosen atau peneliti. Bisa juga profesi lain, akan tetapi mayoritas aktif di karir yang dekat dengan penelitian.
Menyusun proposal tesis bisa menjadi bentuk latihan dengan praktek langsung menyusun proposal penelitian yang baik. Sekaligus memahami seluruh tahapan penelitian yang baik dan benar. Sehingga sesuai dengan ketentuan dan etika penelitian secara umum.
Baca Juga: 20 Contoh Kata Pengantar Karya Ilmiah dan Cara Membuatnya
Apa Saja Isi Proposal Tesis?
Secara umum, proposal tesis ini bisa dibagi ke dalam tiga bagian, yakni bagian awal, bagian utama atau tengah, dan bagian akhir. Berikut pembahasan lengkap terkait bagian isi yang ada di dalam proposal tugas akhir Magister tersebut.
1. Bagian Awal
Seperti namanya, bagian awal berada di posisi paling depan dari cara menyusun proposal tesis. Bagian ini juga sekaligus menjadi sampul dari dokumen tersebut.
Terdapat beberapa hal yang mesti Anda cantumkan pada bagian ini, yakni:
1. Halaman Sampul
Halaman sampul menjadi halaman paling pertama dari proposal tesis. isinya sejumlah identitas proposal tesis tersebut. Mulai dari judul penelitian, nama mahasiswa dan NIM, logo perguruan tinggi, dll.
2. Halaman Judul
Halaman judul adalah halaman yang berisi judul penelitian yang diajukan melalui proposal tesis. Secara umum, hanya memuat judul. Namun, di beberapa perguruan tinggi bisa diminta mencantumkan nama penulis, NIM, dll.
3. Halaman Persetujuan
Halaman persetujuan adalah halaman yang memuat pernyataan dosen pembimbing tesis mahasiswa Magister memberi persetujuan pada proposal tesis. Artinya, proposal sudah diperiksa dan disetujui dosen pembimbing.
4. Kata Pengantar
Kata pengantar adalah bagian pembuka suatu karya tulis ilmiah yang isinya menjelaskan garis besar isi karya ilmiah tersebut dan informasi lain yang dirasa perlu dicantumkan. Halaman ini bersifat opsional pada proposal tesis.
5. Daftar Isi
Daftar isi proposal tesis adalah bagian dari proposal tesis yang berisi semua judul bab sampai subbab atau bagian lain (lampiran, daftar pustaka, dll) beserta nomor halamannya.
6. Daftar Tabel/Gambar (Jika Ada)
Daftar tabel atau daftar gambar proposal tesis adalah bagian dari proposal tesis yang isinya daftar tabel dan gambar beserta nomor halamannya.
2. Bagian Utama
Bagian utama atau tengah merupakan inti dari sebuah proposal skripsi. Tidak heran banyak informasi penting yang mesti Anda cantumkan secara detail pada bagian ini.
Berikut beberapa informasi yang mesti Anda cantumkan pada bagian utama proposal tesis, yakni:
1. Bab I Pendahuluan
Bagian inti dari proposal tesis dibuka dengan bab pendahuluan. Pada bab ini terbagi lagi menjadi beberapa subbab. Secara umum subbab tersebut antara lain:
- Latar belakang masalah
- Rumusan masalah
- Tujuan penelitian
- Manfaat penelitian (teoritis & praktis)
- Batasan masalah / ruang lingkup
- Sistematika penulisan (opsional)
2. Bab II Tinjauan Pustaka
Bab kedua adalah bab tinjauan pustaka. Beberapa perguruan tinggi menggunakan istilah kajian teori. Isi dari bab ini bisa dibagi menjadi beberapa subbab dan bisa juga berisi paragraf. Ketentuan isinya antara lain:
- Landasan teori
- Penelitian terdahulu yang relevan
- Kerangka pemikiran / kerangka konseptual
- Hipotesis penelitian (jika penelitian kuantitatif)
3. Bab III Metodologi Penelitian
Bab ketiga adalah metodologi penelitian. Sesuai namanya, pada bab ini mahasiswa Magister akan menjelaskan metode penelitian yang digunakan. Selain itu, juga menjelaskan beberapa poin umum berikut ini:
Jenis dan pendekatan penelitianLokasi dan waktu penelitian
- Populasi dan sampel / subjek penelitian
- Teknik pengumpulan data
- Instrumen penelitian
- Teknik analisis data
- Prosedur penelitian
- dan lain sebagainya.
3. Bagian Akhir
Bagian akhir di dalam proposal tesis secara umum terdiri dari 3 poin. Namun, di beberapa perguruan tinggi mungkin menetapkan isi berbeda. Adapun 3 poin di dalam bagian akhir proposal tesis yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1. Jadwal Penelitian
Jadwal penelitian berisi rencana jadwal kegiatan penelitian. Mencakup kegiatan penelitian apa saja, dilakukan kapan, dan berapa lama durasi pengerjaannya. Biasanya disajikan dalam bentuk tabel, berikut contohnya:

2. Daftar Pustaka
Daftar pustaka merupakan halaman di dalam karya tulis ilmiah yang berisi daftar referensi yang digunakan penulis. Jadi, mahasiswa perlu mencantumkan seluruh referensi yang digunakan memakai gaya sitasi tertentu yang ditetapkan perguruan tinggi. Bisa APA Style, MLA Style, dll.
3. Lampiran
Lampiran adalah halaman di dalam karya tulis ilmiah yang berisi dokumen-dokumen penunjang dan penting untuk dilampirkan. Misalnya foto kegiatan bimbingan, survei ke lokasi penelitian, dll.
Struktur isi dari proposal tesis tersebut, bisa dijadikan dasar bagi mahasiswa Magister untuk menyusun kerangka proposal tesis. Sehingga penyusunannya menjadi lebih mudah dan tidak memakan waktu terlalu lama
Tata Cara Membuat Proposal Tesis
Setelah memahami apa itu proposal tesis dan isinya. Maka tentu perlu memahami juga tata cara menyusun proposal tesis yang baik dan benar. Berikut seluruh tahapannya:
1. Menentukan Topik Penelitian
Tahap yang pertama, adalah menentukan dulu topik penelitian yang akan dilakukan atau diajukan. Topik ini perlu ditentukan di awal untuk membantu merumuskan judul dan menganalisis peta jalan kajian pustaka.
2. Mempelajari Panduan Penulisan Proposal Tesis
Tahap kedua, adalah membaca buku panduan penulisan proposal tesis. Secara umum, perguruan tinggi menerbitkan panduan ini. Sehingga menjelaskan secara rinci struktur dan ketentuan penyusunan. Wajib dibaca, dipahami, dan dijadikan dasar acuan.
3. Menyusun Kerangka Proposal Tesis
Tahap berikutnya adalah menyusun kerangka proposal tesis. Kerangka disusun mengikuti ketentuan struktur isi dari perguruan tinggi. Sekaligus disesuaikan dengan hasil kajian pustaka.
4. Tahap Penyusunan Proposal Tesis
Cara menyusun proposal tesis Tahap berikutnya adalah mulai menyusun proposal tesis mengikuti kerangka yang sudah disusun sebelumnya.Pada tahap ini bisa sambil memperluas sumber data dengan membaca lebih banyak referensi.
5. Konsultasi dan Revisi dengan Dosen Pembimbing
Setelah selesai disusun maka masuk ke tahap konsultasi ke dosen pembimbing. Pada tahap ini, kemungkinan akan diberi umpan balik berbentuk revisi. Silahkan dipahami revisinya apa dan bagaimana koreksinya.
6. Persiapan Seminar atau Sidang Proposal Tesis
Terakhir, setelah proposal tesis disetujui dosen pembimbing adalah mempersiapkan diri sidang atau seminar proposal tesis. Siapkan slide presentasi dan latihan mempresentasikan isi proposal dengan baik.
Langkah-Langkah Cara Menyusun Proposal Tesis
Informasi terakhir yang bisa Anda ketahui dalam artikel ini adalah langkah-langkah menyusun proposal tesis. Pada dasarnya, Anda bisa mengikuti setiap tahapan yang dari bagian isi tesis yang sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya.
Namun secara umum pengerjaan proposal tesis bisa dibagi ke dalam empat bab utama, yakni:
1. Latar Belakang
Latar belakang merupakan bab pembuka dalam sebuah proposal tesis. Pada bagian ini, Anda bisa menjabarkan secara mendalam alasan di balik pemilihan tema penelitian yang akan dikerjakan dalam proses pembuatan latar belakang tesis.
Anda bisa melandasi argumen tersebut dengan menampilkan beberapa data awal dari hasil temuan yang sudah dilakukan. Dari temuan inilah nantinya Anda bisa menjabarkan rumusan masalah yang akan diangkat dalam pengerjaan riset tersebut.
2. Landasan Teori
Landasan teori merupakan bagian berikutnya yang terdapat dalam pengerjaan proposal tesis. Pada dasarnya, Anda bisa memaparkan teori dan kerangka berpikir yang akan digunakan dalam penelitian tersebut.
Setidaknya terdapat tiga landasan yang mesti ada dalam bab ini, yakni tinjauan pustaka, kerangka berpikir, dan hipotesis.
3. Metode Penelitian
Bagian selanjutnya yang bisa Anda kerjakan dalam proses pembuatan proposal tesis adalah metode penelitian. Pada bagian ini, Anda akan menjelaskan teknis-teknis yang akan dilakukan dalam proses riset ilmiah nantinya.
Anda bisa mencantumkan beberapa informasi penting pada bagian ini, seperti tempat penelitian, waktu penelitian, hingga proses pelaksanaan riset.
4. Daftar Pustaka
Bagian terakhir yang mesti Anda kerjakan dalam pembuatan proposal tesis adalah daftar pustaka. Pada bagian ini, Anda bisa menyusun secara sistematis setiap sumber rujukan yang digunakan dalam proposal tesis sesuai dengan pedoman penulisan yang berlaku.
Jika sudah menerapkan cara menyusun proposal tesis di atas dan sudah menyusun tesis. Maka tesis tersebut bisa dikonversi ke buku ilmiah agar hasil penelitian diakses banyak orang. Bisa mempertimbangkan Jasa Konversi KTI dari Parafrase Indonesia, sebab dikerjakan ahlinya dan dibantu layak terbit ber-ISBN.
sumber:
- Universitas Negeri Yogyakarta. (2023). Buku Panduan Tesis Universitas Negeri Yogyakarta. https://akademik.sps.uny.ac.id/sites/akademik.sps.uny.ac.id/files/Panduan%20Tesis%202023.pdf
- Universitas Atma Jaya Yogyakarta. (2024). Pedoman Penulisan Proposal dan Laporan Tesis Program Studi S2 Informatika Departemen Informatika Universitas Atma Jaya Yogyakarta. https://minf.uajy.ac.id/be/uploads/0b2a0316-38ca-4bd1-8d57-4b49b350a0fe?r=1734666413000
- Media Indonesia. (2025). Tesis Adalah: Pengertian & Cara Menyusun. Diakses pada 5 Februari 2026 dari https://mediaindonesia.com/humaniora/765438/tesis-adalah-pengertian–cara-menyusun
- Proposal Tesis: Langkah Awal Menuju Penelitian Ilmiah yang Mendalam. (2024). Tesis ID. https://tesis.id/blog/proposal-tesis-langkah-awal-menuju-penelitian-ilmiah-yang-mendalam/

