Perbedaan Footnote dan Bodynote serta Contoh Penulisan

perbedaan footnote dan bodynote

Pada saat menyusun karya tulis ilmiah, penting untuk memahami perbedaan footnote dan bodynote. Keduanya menjadi bentuk sitasi atau mencantumkan sumber data atau sumber kutipan. 

Pemilihan footnote maupun bodynote, umumnya menyesuaikan dengan gaya sitasi yang digunakan. Pada beberapa gaya sitasi hanya mengenal footnote, ada juga yang sebaliknya. Maka memahami perbedaan keduanya dan bagaimana penulisannya pada naskah ilmiah sangat penting. Berikut informasinya. 

Baca Juga: Jasa Konversi Karya Ilmiah Menjadi Buku Ber-ISBN dan HKI

Apa Itu Footnote?

Istilah footnote jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia akan menjadi “catatan kaki”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), catatan kaki adalah keterangan yang dicantumkan pada margin bawah pada halaman buku. Memahami perbedaan footnote dan bodynote, bisa dimulai dari memahami definisinya

Sesuai dengan namanya, catatan ini ditulis di bagian bawah dan di luar lembar ketik naskah. Cara membuat footnote biasanya dipisahkan oleh garis dan kemudian ditulis dengan ukuran font yang lebih kecil. Sekaligus diawali dengan penomoran untuk menjelaskan urutan catatan kaki. 

Sejalan dengan definisi catatan kaki di dalam KBBI, maka bisa dipahami fungsinya bukan hanya untuk mencantumkan sitasi (sumber data). Fungsi lainnya, juga untuk mencantumkan informasi tambahan atau penjelasan. 

Baca Juga: Jasa Mengubah Disertasi Menjadi Monograf

Apa itu Bodynote?

Memahami lebih rinci perbedaan footnote dan bodynote, tentu perlu memahami juga definisi bodynote. Istilah bodynote atau sering juga disebut dengan istilah in-text citation jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maka akan menjadi “catatan tubuh”. 

Dalam KBBI, catatan tubuh adalah catatan referensi yang diletakkan setelah kutipan, diapit tanda kurung, biasanya berisi nama belakang penulis, tahun terbit buku, dan halaman yang dikutip. Unsur dalam catatan tubuh menyesuaikan ketentuan gaya sitasi yang digunakan. 

Melalui definisi ini, maka bisa dipahami jika catatan tubuh hanya mencantumkan sitasi atau sumber data. Baik itu data dalam bentuk angka, maupun teori yang dikemukakan peneliti terdahulu atau pakar di bidangnya. Data ini didapatkan dari referensi atau rujukan, kemudian dicantumkan di dalam kutipan. 

Baca Juga: Cara Membuat Footnote dari Sumber Buku, Jurnal, dan Internet

Perbedaan Footnote dan Bodynote

Setelah memahami definisi masing-masing, mungkin sudah memberi gambaran mengenai perbedaan footnote dan bodynote. Berikut rinciannya: 

1. Letak Penulisan pada Naskah 

Aspek pertama yang membedakan antara footnote atau catatan kaki dengan bodynote atau catatan tubuh adalah letak penulisan. Hal ini sesuai dengan penjelasan sebelumnya. 

Catatan kaki berada di bagian bawah lembar ketik naskah. Sehingga terpisah dari data atau informasi yang disajikan penulis dalam karya tulis ilmiah. Sementara catatan tubuh terletak di dalam lembar ketik dan menjadi bagian dari isi naskah. 

Jika membaca sejumlah karya tulis ilmiah, kemudian menjumpai pencantuman sumber di bagian naskah itu sendiri. Maka merupakan catatan tubuh. Sebaliknya, jika sumber dan informasi tambahan ada di bagian paling bawah. Maka merupakan catatan kaki. 

2. Fungsi 

Poin kedua yang menunjukan perbedaan footnote dan bodynote adalah fungsi. Fungsi pada catatan tubuh lebih ringkas dan terbatas. Yakni hanya mencantumkan sumber data atau sumber kutipan. 

Sehingga unsur yang tercantum hanya nama pencetus teori atau nama penulis yang bagian dari naskahnya dikutip. Serta identitas lain dari referensi tersebut. Sementara catatan kaki memiliki fungsi lebih beragam. 

Pertama, digunakan untuk mencantumkan sumber data sebagaimana fungsi catatan tubuh. Selain itu, catatan kaki juga bisa difungsikan penulis sebagai catatan informasi tambahan, penjelasan suatu istilah, dan sebagainya kepada pembaca. Sehingga tidak selalu hanya mencantumkan sumber data. 

3. Kelengkapan Penulisan atau Isi 

Aspek ketiga, adalah kelengkapan penulisan atau bisa juga disebut unsur dalam isi footnote maupun bodynote. Pada bodynote (catatan tubuh), isinya lebih sederhana dan tergantung pada gaya sitasi yang digunakan.  

Misalnya, jika penulisan menggunakan APA Style maka unsur catatan tubuh adalah nama penulis referensi diikuti tahun referensi tersebut terbit. Contohnya “Menurut Sugiyono (2019), kajian pustaka adalah…”. 

1 Step 1
Apa yang Membuat Anda Tertarik Melakukan Parafrase?
keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right
FormCraft - WordPress form builder

Sebagai pembanding, jika menggunakan MLA Style mencantumkan unsur nama penulis dan diikuti lokasi halaman kutipan. Misalnya menjadi “(Sugiyono 45) menjelaskan bahwa…”. 

Sementara isi dari footnote (catatan kaki) lebih lengkap. Sekilas akan mirip seperti daftar pustaka. Sehingga mencantumkan nama penulis lengkap, tahun terbit, judul referensi, dan sebagainya. Jika isi catatan kaki adalah penjelasan, maka penjelasan dibuat sedetail mungkin. 

4. Cara Penulisan

Aspek keempat yang menjadi perbedaan footnote dan bodynote adalah cara penulisan. Pada footnote, penulisan diawali dengan penomoran. Baru kemudian disusul dengan sitasi atau penjelasan tambahan dari penulis. 

Sementara pada bodynote, cara penulisannya adalah mencantumkan sumber. Yakni mencantumkan nama penulis, tahun terbit, dan juga lokasi halaman kutipan. Unsur pada bodynote, sekali lagi menyesuaikan dengan ketentuan gaya sitasi yang digunakan. 

5. Tingkat Kelengkapan Informasi 

Sesuai dengan isi dan aspek pembeda lainnya, maka jika dilihat dari tingkat kelengkapan informasi. Footnote cenderung lebih lengkap dibanding bodynote. Bodynote hanya mencantumkan sumber data. Sementara footnote mirip daftar pustaka. Sehingga sumber data dijelaskan lebih rinci. 

6. Gaya Sitasi 

Tidak semua gaya sitasi mengenal atau mengatur footnote dan bodynote. Ada yang memang mengenal keduanya. Namun, kebanyakan hanya salah satunya. Artinya, gaya sitasi tertentu hanya mengenal footnote. Pada beberapa gaya sitasi lain hanya mengenal bodynote. 

Footnote lebih umum dijumpai pada gaya sitasi Chicago Style dan Turabian Style. Sementara bodynote lebih umum dijumpai pada APA Style, Harvard Style, dan MLA Style. 

Penentu gaya sitasi adalah perguruan tinggi yang menaungi penulis (misal saat menulis skripsi, tesis, dan disertasi). Kemudian publisher, misalnya penerbit buku maupun pengelola jurnal ilmiah. Pada program hibah, penentu gaya sitasi adalah penyelenggara hibah tersebut. 

7. Pengaruh ke Pembaca 

Aspek lain yang membedakan antara footnote dengan bodynote adalah pengaruh ke pembaca. Yakni berkaitan dengan fokus pembaca selama proses membaca dilakukan. 

Berhubung footnote diletakan di luar isi naskah, maka efek mengganggu fokus pembaca lebih rendah. Footnote baru dibaca ketika pembaca merasa butuh penjelasan tambahan. Sementara bodynote bisa mempengaruhi penurunan fokus pembaca karena menjadi bagian dari isi naskah. 

Baca Juga: Cara Menulis Huruf Arab di Word, Lengkap dan Mudah!

Contoh Penulisan Footnote 

Misalnya, jika menggunakan suatu istilah dan tidak umum dipakai dalam komunikasi. Maka penulis bisa menjelaskan definisi dan informasi tambahan lain terkait istilah tersebut di catatan kaki. Berikut contohnya: 

1. Footnote yang Berisi Penjelasan Tambahan 

2. Contoh Catatan Kaki Berisi Sitasi atau Sumber Data 

Baca Juga: Cara Menambahkan Link di Microsoft Word

Contoh Penulisan Bodynote

Secara posisi, catatan tubuh berada di dalam lembar ketik naskah. Sehingga menjadi bagian dari kalimat dan paragraf yang menjadi isi naskah karya tulis ilmiah. Catatan tubuh biasanya untuk kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Berikut contohnya: 

Jika sumber kutipan atau sumber data dicantumkan setelah kutipan. Maka disebut sebagai endnote bukan bodynote. Berikut contohnya: 

Memahami perbedaan footnote dan bodynote akan membantu menyusun karya tulis ilmiah dengan baik dan benar. Sebab proses sitasi menjadi bagian penting dan dijamin ada di dalam karya ilmiah. 

Penulisan footnote dan bodynote juga menjadi strategi dalam menghindari plagiarisme. Bagi para dosen maupun mahasiswa yang masih kesulitan memahami dan menghindari plagiarisme. Maka bisa mengunduh dan membaca E-Book Antiplagiasi. Ikuti terus perkembangan artikel seputar pendidikan dunia kampus dan jenjang karir dosen di Parafrase Indonesia

sumber: 

  1. Salmaa. (2023). Perbedaan Bodynote dan Footnote Beserta Contoh Lengkapnya. Diakses pada 30 Desember 2025 dari https://duniadosen.com/perbedaan-bodynote-dan-footnote/
  2. STISNU Nusantara. (2018). Teknik Penulisan Catatan Kaki di STISNU Nusantara Tangerang. https://stisnutangerang.ac.id/wp-content/uploads/2018/02/TEKNIK-PENULISAN-CATATAN-KAKI.pdf
  3. Al-Ma’ruf, A. I. (2014).Sitasi, Daftar Pustaka, dan Antiplagiarisme.https://dosen.perbanas.id/wp-content/uploads/2016/01/SITASI-DAFTAR-PUSTAKA-DAN-ANTIPLAGIARISME-2014.rtf

Bagikan artikel ini melalui

Picture of wahyu adji
wahyu adji
Saya merupakan SEO Specialist dan Conten Writer Profesional di bidang pendidikan seputar kampus, mahasiswa dan kedosenan di Parafrase Indonesia

Tinggalkan Balasan

Cari Artikel Lainnya

Jangan Lewatkan!

Ebook Terbaru🔥