Penerapan kurikulum berbasis OBE (Outcome Based Education) tentu mendorong penyusunan RPS OBE. Sebab RPS menjadi rencana perkuliahan yang dijadikan dasar dan pegangan dosen dalam melaksanakan perkuliahan.
Perkuliahan tersebut tentunya harus selaras dengan kurikulum yang diterapkan perguruan tinggi. Maka RPS yang disusun harus berbasis OBE juga. Sebagai kurikulum yang terbilang masih baru, tentu banyak dosen kesulitan menyusun RPS yang relevan. Berikut informasinya.Â
Baca Juga: Panduan Menyusun Buku Ajar Berbasis OBE
Daftar Isi
ToggleApa Itu Kurikulum Berbasis OBE?
Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia (KBBI), kurikulum adalah perangkat mata kuliah mengenai bidang keahlian khusus. Dalam UU No. 20 tahun 2003, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
OBE (Outcome Based Education) adalah metode pembelajaran yang memiliki fokus pada luaran atau capaian pembelajaran. Sehingga kurikulum OBE adalah pendekatan kurikulum yang berfokus pada hasil belajar (outcomes) yang benar-benar dikuasai mahasiswa ketika lulus kuliah.
Kurikulum OBE mengedepankan pengembangan kompetensi atau keterampilan (ilmu praktis) pada mahasiswa. Sehingga berbeda dengan kurikulum terdahulu yang fokus memberikan pemahaman materi atau ilmu secara teori kepada mahasiswa.
Baca Juga: Contoh Buku Ajar dan Template-nya
Apa Itu RPS Berbasis OBE?
Kurikulum yang berjalan atau diterapkan di suatu perguruan tinggi menjadi acuan dalam menyusun RPS. RPS (Rencana Pembelajaran Semester) adalah rencana proses pembelajaran yang disusun untuk kegiatan pembelajaran selama satu semester guna memenuhi capaian pembelajaran lulusan yang dibebankan pada mata kuliah.Â
RPS berbasis OBE adalah dokumen perencanaan pembelajaran yang dirancang untuk mencapai hasil pembelajaran (outcomes). RPS OBE disusun sebagai pegangan dan panduan dosen dalam melaksanakan perkuliahan yang sesuai dengan kurikulum OBE.
Semua CPMK dan Sub-CPMK yang dicantumkan di dalam RPS akan fokus pada hasil pembelajaran (outcomes). Yakni fokus pada keterampilan praktis, bukan pada ilmu teoritis. Sehingga mahasiswa bisa menguasai berbagai keterampilan atau kompetensi.
Baca Juga: Download Template dan Contoh RPS yang Sering DigunakanÂ
Data atau informasi di dalam RPS kurikulum OBE tentu disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Terdapat beberapa informasi dalam RPS tersebut yang menjadi komponen utama. Sehingga wajib ada atau wajib tercantum. Berikut penjelasannya:
Komponen Utama RPS OBE
1. Identitas Mata KuliahÂ
Komponen utama yang pertama di dalam RPS OBE adalah identitas mata kuliah. Komponen ini mencakup informasi mengenai nama mata kuliah, kode mata kuliah, rumpun mata kuliah, jumlah SKS, dan sebagainya.
Komponen ini penting untuk ada di dalam RPS berbasis OBE karena menjadi identitas RPS tersebut. RPS disusun per mata kuliah. Jadi, adanya identitas mata kuliah mencegah RPS tertukar satu sama lain.
2. Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)
Komponen utama yang kedua di dalam RPS OBE adalah CPL. CPL sendiri adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan program studi. CPL wajib tercantum di dalam RPS berbasis kurikulum OBE.
Sebab memberi informasi bahwa CPL sudah ditetapkan. CPL ini juga yang menjelaskan apa saja kontribusi mata kuliah untuk mencapai CPL tersebut. CPL biasanya terdiri dari beberapa poin, sehingga tersusun membentuk daftar.
3. Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
Komponen utama yang ketiga di dalam RPS OBE merupakan CPMK. CPMK sendiri adalah rumusan yang mengandung unsur-unsur kemampuan dan materi pembelajaran yang dipilih serta ditetapkan tingkat kedalaman dan keluasannya sesuai CPL.
Secara sederhana, CPMK merupakan daftar kompetensi atau keterampilan sekaligus daftar materi perkuliahan yang rencananya akan dicapai dan disampaikan kepada mahasiswa. Perumusan CPMK didasarkan pada CPL. Sehingga CPMK juga dipahami sebagai CPL yang dibuat lebih spesifik lagi.
4. Sub Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (Sub-CPMK)
Berikutnya adalah Sub-CPMK, yaitu tahapan kemampuan yang dijabarkan dari capaian pembelajaran mata kuliah dalam bentuk yang lebih spesifik dan sistematis. Sub-CPMK merupakan hasil penjabaran CPMK sehingga jauh lebih spesifik lagi.
Sub-CPMK dirumuskan dengan mengacu pada CPMK. Sehingga Setiap beberapa Sub-CPMK bertujuan untuk menjelaskan CPMK yang akan diraih oleh mahasiswa pasca mengikuti perkuliahan selama satu semester.
5. Bahan Kajian atau Materi Pembelajaran
Komponen utama selanjutnya di dalam RPS yang disusun berdasarkan kurikulum OBE adalah bahan kajian. Yakni daftar seluruh materi yang akan disampaikan kepada mahasiswa dalam kurun waktu satu semester.
Materi ini tentunya sesuai dengan mata kuliah yang diampu dosen. Kemudian ditambahkan informasi mengenai bahan ajar yang akan digunakan. Sehingga materi bersumber dari referensi yang relevan, kredibel, dan terkini.
6. Daftar PustakaÂ
Dalam menyusun RPS OBE tentunya akan ada referensi yang digunakan. Referensi ini kemudian disusun di dalam daftar pustaka. Sebab daftar pustaka sendiri merupakan salah satu komponen utama RPS berbasis OBE.Â
7. Indikator Pencapaian Pembelajaran
Selanjutnya adalah indikator pencapaian pembelajaran. Isinya adalah rumusan indikator yang menunjukkan penguasaan kemampuan yang dapat diukur. Misalnya, jika merumuskan pencapaian mahasiswa adalah mampu menjelaskan definisi RPS OBE.Â
Maka indikator yang digunakan untuk menilai pencapaian tersebut harus dirumuskan. Kemudian tercantum di dalam RPS OBE. Indikator ini tentu saja fokus pada hasil pembelajaran dan bisa diukur. Sehingga penilaian dijamin objektif.Â
8. Kriteria, Bentuk, dan Bobot Penilaian
Komponen yang terakhir adalah kriteria, bentuk, dan bobot penilaian. Secara sederhana, penyusunan RPS kurikulum OBE dilengkapi dengan rubrik penilaian. Sehingga setiap Sub-CPMK maupun CPMK bisa lebih jelas standar penilaian pencapaiannya seperti apa.
9. Bentuk Pembelajaran dan Metode Pembelajaran
Komponen utama berikutnya adalah bentuk pembelajaran dan metode pembelajaran. Bentuk pembelajaran contohnya seperti kuliah, responsi, tutorial, seminar atau yang setara, praktikum, praktik studio, praktik bengkel, praktik lapangan, penelitian/riset, membangun masyarakat/KKN tematik, dll.
Sedangkan metode pembelajaran dalam kurikulum OBE berpusat pada mahasiswa. Sehingga perlu memilih metode pembelajaran yang relevan. Misalnya diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, pembelajaran kolaboratif, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis proyek, dan lain sebagainya.
Baca Juga: 10 Keunggulan Jasa Parafrase Konversi dari Parafrase Indonesia
Manfaat RPS OBE
Menyusun RPS OBE tentunya memberikan banyak manfaat. Manfaat ini bahkan dirasakan semua pihak yang terlibat dalam perkuliahan. Mencakup dosen pengampu mata kuliah, mahasiswa, dan juga institusi.
RPS berbasis OBE membantu dosen melaksanakan perkuliahan secara terstruktur dan efektif. Sebab sudah memiliki rencana perkuliahan yang lengkap dan bisa langsung direalisasikan atau diterapkan.
Bagi mahasiswa, keberadaan RPS membantu memberi transparansi dalam proses penilaian. Sekaligus membantu mahasiswa mempersiapkan diri mengikuti perkuliahan. Misalnya harus membeli buku apa, mengakses modul yang mana, dll agar bisa mengikuti mata kuliah tertentu sesuai ketentuan prodi yang diambil.
RPS OBE juga bermanfaat dalam merealisasikan penerapan kurikulum OBE. Sehingga membantu perguruan tinggi dalam melaksanakan kurikulum tersebut sesuai ketentuan dari pemerintah.
Usai menyusun RPS berbasis OBE, tentu disusul dengan proses pengembangan bahan ajar yang relevan. Salah satunya menyusun buku ajar yang didasarkan RPS tersebut. Jika ingin praktis dan tidak mengganggu agenda akademik yang padat. Maka bisa menggunakan Layanan Konversi KTI dari Parafrase Indonesia. Sehingga membantu mengkonversi RPS menjadi naskah buku ajar yang siap terbit ber-ISBN.Â
sumber:
- Imania, K., & Andarini, R. S. (2024). Buku Panduan Penyusunan RPS dengan Pendekatan OBE Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya. https://fisip.unsri.ac.id/wp-content/uploads/2025/07/PANDUAN-PENYUSUNAN-RPS-DENGAN-PENDEKATAN-OBE-FISIP.pdf
- Universitas Negeri Yogyakarta. (n.d). Bab II Kajian Pustaka. https://eprints.uny.ac.id/66458/4/4.%20BAB%20II.pdfÂ
- Universitas Negeri Surabaya. (2025). Apa Itu Kurikulum OBE? Memahami Outcome-Based Education untuk Perguruan Tinggi. Diakses pada 14 Januari 2026 dari https://s1-aktuaria.fmipa.unesa.ac.id/post/apa-itu-kurikulum-obe-memahami-outcome-based-education-untuk-perguruan-tinggi
- Universitas Sari Mulia. (2024). Pedoman Rencana Pembelajaran Semester Outcome Based Education Merdeka Belajar Kampus Merdeka. https://lp3.unism.ac.id/wp-content/uploads/2024/09/Pedoman-Rencana-Pembelajaran-Semester-RPS-OBE-Tahun-2024.pdf
- Universitas Labuhan Batu. (2025). Konsep, Implementasi dan Dampak Kurikulum Outcome-Based Education (OBE). Diakses pada 6 Oktober 2025 dari https://ulb.ac.id/konsep-implementasi-dampak-kurikulum-outcome-based-education-obe/
- Universitas Muhammadiyah Cirebon. (2025). Pedoman Rencana Pembelajaran Semester berbasis Outcome Based Education (OBE) dalam kerangka Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Â https://drive.google.com/file/d/1oD0lVmtVQbSjyDR7bfW2jFSmSn4OxYdX/view?usp=sharing