Sebagai akademisi, baik dosen maupun mahasiswa tentu akrab dengan penyusunan esai ilmiah. Supaya susunannya baik dan benar serta berkualitas, maka perlu memahami dulu tata cara menulis esai ilmiah. Seperti apa tata cara menulisnya? Berikut informasinya.Â
Daftar Isi
ToggleApa Itu Esai Ilmiah?
Esai ilmiah adalah karangan yang membahas suatu topik atau permasalahan berdasarkan kaidah ilmiah dengan didukung oleh teori, data, fakta, atau hasil penelitian sehingga argumen yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Esai ilmiah biasanya disusun dengan memperhatikan sistematika atau struktur esai ilmiah, gaya bahasa, dan aspek lain sebagaimana karya tulis ilmiah. Hanya saja di dalamnya mencantumkan argumen penulis, sehingga bersifat subjektif. Atas alasan inilah, esai tidak bisa dimasukan ke dalam kategori karya tulis ilmiah.
Baca Juga: Contoh Kata Pengantar Skripsi dan Cara Membuatnya
Apakah Esai dengan Esai Ilmiah Sama?
Tidak sama. Esai ilmiah dengan esai nonilmiah merupakan dua jenis esai yang berbeda. Esai ilmiah disusun mengikuti sejumlah aturan atau kaidah. Mulai dari tata bahasa, format penulisan, sistematika penulisan, dan sebagainya. Sedangkan esai nonilmiah lebih fleksibel dalam tiga aspek tersebut.Â
Esai ilmiah biasanya disusun sebagai tugas dosen yang diberikan kepada mahasiswa, lomba menulis esai ilmiah yang diikuti mahasiswa maupun pelajar, dan esai untuk seleksi penerimaan mahasiswa baru.
Sedangkan esai nonilmiah biasa dijumpai pada lomba esai populer, esai untuk artikel opini di media massa seperti koran, esai untuk blog pribadi penulisnya, esai untuk proses rekrutmen kerja di suatu perusahaan, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Contoh Kata Pengantar Skripsi dan Cara Membuatnya
Struktur Esai Ilmiah yang Sesuai Kaidah
Dalam penyusunan esai ilmiah, yang tentunya akan terikat dengan sejumlah aturan. Termasuk juga sistematika penulisan atau struktur penulisan. Maka tentunya perlu memahami struktur esai ilmiah secara umum. Struktur ini terdiri dari 3 bagian, berikut penjelasannya:
Parafrase Indonesia memiliki E-Book Referensi dari Jurnal yang dapat membantu anda menyelesaikan naskah buku referensi dari jurnal ilmiah
1. Pendahuluan
Bagian yang pertama pada esai ilmiah adalah pendahuluan. Sesuai dengan namanya, bagian ini menjadi bagian awal yang dibaca setelah judul esai. Isinya menjelaskan topik utama yang akan dibahas oleh penulis.
Dalam memperkaya pembahasan dan meningkatkan motivasi pembaca untuk melanjutkan ke bagian berikutnya. Pada bagian pendahuluan juga bisa ditambahkan penjelasan mengenai alasan membahas topik tersebut, masalah aktual di lapangan, dan detail lainnya.
2. Pembahasan
Bagian kedua adalah pembahasan. Bagian pembahasan menjadi isi atau inti dari esai ilmiah. Isinya tentu saja menjelaskan secara rinci dan runtut mengenai topik utama yang dibahas.
Mulai dari menjelaskan hal mendasar seperti definisi, penyebab, dan detail mendasar lainnya. Kemudian disusul dengan memaparkan data yang relevan dengan topik dan menjadi alasan kenapa menarik untuk dibahas. Diikuti argumen berkaitan dengan topik tersebut.
3. Penutup
Bagian ketiga atau bagian terakhir dari struktur esai ilmiah adalah penutup. Pada bagian ini berisi kesimpulan atau rangkuman dari seluruh pemaparan topik yang disampaikan penulis. Bagian ini biasanya hanya terdiri antara 2-3 paragraf saja. Kadang kala bisa hanya 1 paragraf saja.
Panduan Cara Menulis Esai Ilmiah
Cara menulis esai ilmiah tentunya juga tidak sama dengan cara menulis karya tulis ilmiah. Berikut adalah panduan langkah-langkah menyusunnya:Â
1. Menentukan Topik Esai Ilmiah
Tahap yang pertama dalam cara membuat esai iliah adalah menentukan topik. Pada lomba esai ilmiah, biasanya topik sudah ditentukan panitia penyelenggara. Sehingga penulis tinggal menyesuaikan.
Namun, jika topik bebas dan bukan untuk tujuan lomba. Maka perlu menentukan dengan benar. Pilih topik yang relevan dengan bidang keilmuan yang ditekuni. Jika Anda mahasiswa, pilih topik relevan program studi.
Jika Anda dosen, pilih topik sesuai kepakaran di suatu bidang keilmuan. Apabila mengalami kesulitan, maka bisa memilih topik yang dikuasai dengan baik. Bisa juga memilih topik yang disukai, sedang banyak diperbincangkan, dll.
2. Mengumpulkan Referensi
Setelah Topik ditentukan, maka pada tahap kedua dari cara menulis esai ilmiah adalah mengumpulkan referensi. Meskipun esai tidak termasuk jenis KTI, akan tetapi argumen yang disampaikan harus punya dasar yang valid.
Selain itu, jika perlu memaparkan data untuk menjelaskan topik utama kepada pembaca. Maka tentunya data tersebut diambil dari sumber yang kredibel. Sehingga data yang dicantumkan dan argumen yang disampaikan bisa dipertanggung jawabkan.
3. Membuat Kerangka Esai IlmiahÂ
Tahap yang ketiga, sangat dianjurkan untuk menyusun kerangka esai ilmiah. Tahap ini pada dasarnya bersifat opsional. Sebab ada kalanya penulis tidak membutuhkan kerangka, akan tetapi hasil esai sudah optimal. Seperti jelas, runtut, dan fokus pada topik.
Namun, jika sering terjadi sebaliknya maka disarankan untuk menyusun kerangka esai ilmiah. Susun sesuai struktur esai ilmiah yang dijelaskan sebelumnya. Yakni dari tiga bagian yang mencakup pendahuluan, pembahasan, dan penutup.
4. Mengembangkan Tulisan Sesuai KerangkaÂ
Tahap yang keempat dalam tata cara menulis esai ilmiah adalah mengembangkan kerangka yang disusun pada tahap sebelumnya. Silahkan mulai mengembangkan setiap subjudul pada kerangka esai.
Supaya tetap runtut, jelas, dan mudah dipahami disarankan pengembangan kerangka dilakukan secara sistematis. Mulai dulu dari bagian paling atas atau subjudul pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya.
5. Editing dan PenyuntinganÂ
Apabila kerangka esai ilmiah sudah selesai dikembangkan sampai pad abagian penutup. Maka jangan buru-buru dikirim ke panitia lomba atau dikumplulkan ke dosen. Pastikan melakukan tahap editing dan penyuntingan.
Esai yang sudah disusun perlu dibaca ulang kemudian dianalisis apakah ada kesalahan atau tidak. Jika ada, maka bisa dikoreksi atau diperbaiki. Pada tahap ini, esai juga bisa dirapikan agar enak dilihat. Semakin rapi, semakin nyaman untuk dibaca.
Editing dan penyuntingan akan meningkatkan kualitas isi esai. Jika merasa editing mandiri terlalu subjektif sehingga sulit menyadari ada kesalahan. Maka bisa meminta bantuan orang terdekat yang paham esai ilmiah untuk membantu.
6. Mencantumkan Referensi
Tahapan yang terakhir dalam cara membuat esai ilmiah adalah mencantumkan referensi. Artinya, penulis akan masuk ke tahap penyusunan daftar pustaka. Silahkan mendata referensi apa saja yang telah digunakan.
Kemudian disusun dalam daftar pustaka menggunakan gaya sitasi tertentu sesuai ketentuan. Jika esai ilmiah untuk tugas kuliah, gaya sitasi tentunya akan ditentukan oleh dosen. Contoh lain, jika esai ilmiah untuk lomba aka gaya sitasi ditentukan panitia atau penyelenggara lomba tersebut.
Baca Juga: Apa Saja Jenis-Jenis Jurnal Ilmiah di yang Bisa Dipublikasikan?
Contoh Esai Ilmiah yang Benar
Apabila dalam proses penerapan cara menulis esai ilmiah yang dijelaskan sebelumnya ada kesulitan. Maka bisa mencari contoh esai ilmiah untuk dijadikan referensi. Berikut contoh yang bisa dipelajari:
Judul: Pentingnya Literasi Digital bagi Mahasiswa di Era Kecerdasan Buatan
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara mahasiswa memperoleh informasi dan belajar. Namun, kemudahan akses informasi harus diimbangi dengan kemampuan mengevaluasi kualitas informasi.
UNESCO mendefinisikan literasi digital sebagai kemampuan menggunakan teknologi digital secara percaya diri dan kritis untuk memperoleh, mengevaluasi, menghasilkan, serta mengomunikasikan informasi.
Literasi digital menjadi kompetensi penting karena mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis terhadap informasi yang diperoleh. Khususnya dari sumber-sumber digital yang dengan mudah diakses melalui internet.
Dalam konteks penggunaan kecerdasan buatan (AI), OECD menjelaskan bahwa AI literacy mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang memungkinkan seseorang memahami cara kerja AI, mengevaluasi hasilnya secara kritis, serta menggunakannya secara etis dan kreatif.
Melalui kemampuan tersebut, mahasiswa dapat memanfaatkan AI sebagai alat pendukung pembelajaran tanpa mengabaikan integritas akademik. Sebaliknya, rendahnya literasi digital berpotensi membuat mahasiswa menerima informasi yang keliru. Kemudian ada risiko melakukan plagiarisme hingga menggunakan AI tanpa verifikasi terhadap respon yang dihasilkan.
Berdasarkan uraian tersebut, literasi digital merupakan kompetensi yang harus dikembangkan di perguruan tinggi. Penguasaan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, etika digital, dan evaluasi informasi. Tujuannya agar mahasiswa mampu memanfaatkan teknologi AI tersebut secara bertanggung jawab.
Melalui penjelasan tersebut, tentunya bisa lebih mudah memahami apa itu esai dan perbedaan dua jenis esai secara umum. Disusul bisa lebih memahami bagaimana cara menulis esai ilmiah yang baik dan benar. Sehingga kualitasnya terjamin dan bisa membantu mencapai tujuan yang menjadi dasar penyusunannya.
sumber:
- Waryanto, A. (2021). Modul Penulisan Esai Ilmiah 2021. https://www.scribd.com/document/570517864/Modul-Penulisan-Esai-Ilmiah-Arif-Waryanto
- Rusdiana, A. (2024). 6 Cara Membuat Esai. Lengkap dengan Contohnya. Diakses pada 16 Juli 2026 dari https://uinsgd.ac.id/6-cara-membuat-esai-lengkap-dengan-contohnya/
- Watson, M. (2025). How to Write a Scientific Essay for Top Grades. Diakses pada 16 Juli 2026 dari https://academized.com/blog/scientific-essayÂ
- Andre Ferdiawan. [@andreferdiawan_vp]. (2025, Mar 08). Kamu suka bingung perbedaan kti dan esai?…[Foto]. Instagram. https://www.instagram.com/p/DG7N2taBmJ_/?img_index=1Â
- Susilowati, A. (2025). Apa itu esai ilmiah? Langkah awal menjadi juara lomba esai. Diakses pada 16 Juli 2026 dari https://pgsd.fip.unesa.ac.id/post/apa-itu-esai-ilmiah-langkah-awal-menjadi-juara-lomba-esai
- Sandra Rini S., Muhtamalia Riska F.D., Amalia, B. A., & Andreas Beloalo M. (2015). Makalah Bahasa Indonesia Esai Ilmiah dan Populer. https://id.scribd.com/doc/308362608/KELOMPOK10

