Contoh ISBN Buku dan Jenis Buku yang Bisa Mendapatkanya

Contoh ISBN

Sebelum mengurus pengajuan ISBN ke Perpusnas RI sesuai ketentuan. Para penulis maupun pengelola perusahaan penerbitan buku bisa mencari tahu seperti apa contoh ISBN buku. Sehingga bisa mengetahui strukturnya dan perbedaan ISBN dan E-ISBN seperti tampilannya seperti apa, saat dicetak ditempatkan di bagian buku sebelah mana, dan detail lainnya. 

Bagi penerbit, contoh dari ISBN pada terbitan berbentuk buku bisa membantu mengatur tata letaknya saat mendesain cover buku. Berikut informasinya. 

Apa Itu ISBN Buku?

ISBN (International Standard Book Number) adalah kode unik yang terdiri dari 13 digit angka dan menjadi nomor identitas pada buku dan jenis terbitan lain. ISBN ibarat nomor KTP yang bersifat unik, hanya saja dimiliki oleh sebuah terbitan. Termasuk buku. 

Tidak semua terbitan bisa mendapatkan ISBN, sebab syarat utamanya terbitan tersebut tidak berseri. Sehingga sekali terbit. Sekalipun buku disusun dalam bentuk trilogi maupun lebih. Maka masing-masing buku punya judul dan ISBN yang berbeda. 

ISBN membantu proses pendataan suatu terbitan, menunjang proses distribusi, dan juga pencarian terbitan tersebut ketika dibutuhkan. Sesuai ketentuan yang berlaku ISBN di Indonesia diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). 

Baca Juga: Download Format Buku Ajar Dikti Sesuai Standar agar Lolos ISBN

Mengapa Buku Penting Mendapatkan ISBN?

Apakah semua buku yang terbit pasti ber-ISBN? Tidak. Sebab ada juga buku yang masuk ke toko buku dan perpustakaan tidak ber-ISBN. Meskipun begitu, menerbitkan buku ber-ISBN tetap penting. Berikut beberapa alasannya: 

1. Memudahkan Identifikasi Buku 

Kode unik di dalam ISBN menjadi ciri khas yang membedakannya dengan buku lain. Sekalipun memiliki judul yang sama atau mirip dan sekalipun disusun oleh penulis dengan nama yang sama atau mirip. 

Identifikasi ini penting untuk kemudahan pendataan buku tersebut. Sehingga mudah untuk di data distribusinya kemana, pengajuan Hak Cipta, angka penjualannya berapa, stoknya berapa, dan detail lain. Jadi risiko tertukar dengan data buku lain bisa dihindari. 

2. Memberi Efisiensi dalam Katalogisasi Buku

Menerbitkan buku dengan ISBN sebagaimana contoh ISBN buku pada umumnya, bisa menunjang katalogisasi. Artinya, pendataan dan pengelompokan buku ber-ISBN menjadi lebih cepat dan juga mudah. Sebab berbasis kode unik di ISBN tersebut. 

Meski semua proses tersebut tetap bisa berjalan tanpa ISBN pada buku. Namun, dengan adanya ISBN akan membantu mempercepat seluruh proses tersebut. Sehingga pengelola bisa fokus pada kewajiban lain, termasuk merawat koleksi buku dan melayani para pembaca. 

Baca Juga: Tips agar Buku Elektronik Mendapatkan E-ISBN Resmi

3. Distribusi Buku Lebih Luas Hingga Tingkat Global 

ISBN bukan kode unik bertaraf nasional saja, akan tetapi sudah di tingkat internasional. Setiap negara di dunia memiliki lembaga khusus yang dikelola pemerintah selaku penerbit ISBN. Perpusnas RI adalah penerbit resmi ISBN di Indonesia. 

Buku dengan ISBN lebih mudah didistribusikan secara luas. Jika didistribusikan secara nasional, maka bisa masuk ke berbagai toko buku dan perpustakaan di seluruh Indonesia. 

4. Mendukung Proses Distribusi Buku 

Salah satu syarat suatu buku bisa mendapat ISBN yang diterbitkan Perpusnas RI adalah terbit secara luas atau diakses masyarakat luas. Sehingga menerbitkan buku ber-ISBN sangat penting untuk memperluas area distribusi. 

Sekaligus memudahkan distribusi tersebut, karena minim risiko buku tertukar dengan buku lain yang memiliki kesamaan. Selain itu, dengan adanya ISBN maka akan lebih mudah diterima berbagai toko buku dan perpustakaan. 

parafrase Indonesia memiliki Layanan Paket Buku Monograf yang sudah bergaransi terbit ISBN dan E-ISBN

5. Memudahkan Pengelolaan Hak Cipta Buku 

Contoh ISBN buku tidak hanya bisa dilihat di desain cover belakang setiap buku yang terbit. Akan tetapi juga bisa dilihat pada data buku yang sudah dilindungi Hak Cipta oleh DJKI. 

Jadi jika ingin cek ISBN buku tidak hanya melalui portal Perpusnas pada layanan ISBN. Akan tetapi juga di portal Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) yang dikelola oleh DJKI. 

Buku yang terbit dengan ISBN memudahkan proses pengurusan Hak Cipta di DJKI. Selanjutnya, memudahkan pengelolaan Hak Cipta tersebut. Misalnya saat lisensi dipegang penerbit, maka penerbit tidak akan keliru mencetak buku yang mana, berapa eksemplar, didistribusikan kemana saja, dan perhitungan royaltinya. 

6. Mengoptimalkan Pemasaran Buku 

Sejalan dengan pentingnya ISBN untuk proses distribusi. Maka ISBN pada buku juga turut menunjang proses pemasaran. Tim marketing penerbit maupun yang dibentuk sendiri oleh penulis bisa dengan mudah memasarkan buku tersebut. 

Sebab buku ber-ISBN cenderung terlihat lebih profesional dan menjadi bukti diterbitkan secara resmi sesuai standar penerbitan. Selain itu, buku dengan ISBN juga lebih mudah masuk ke toko buku online dalam bentuk website, marketplace, aplikasi jual beli, dll. Termasuk juga toko buku offline. 

7. Memenuhi Syarat Publikasi Ilmiah Dosen 

Bagi profesi tertentu di Indonesia, menerbitkan buku dengan ISBN menjadi kebutuhans sekaligus kewajiban. Salah satu contohnya adalah profesi dosen. Setiap buku yang disusun dosen tersebut wajib ber-ISBN agar bisa diklaim dalam pelaporan BKD. Sekaligus diakui dalam penilaian angka kredit untuk kenaikan jenjang jabatan akademik.

Contoh ISBN Buku

Meskipun buku ber-ISBN sifatnya tidak wajib. Sebab buku yang terbit juga tetap berkualitas dan kredibel sekalipun tanpa ISBN. Hanya saja, keberadaan ISBN bisa mengukuhkan kualitas dan kredibilitas buku tersebut. Sekaligus penulis dan penerbitnya. 

Lalu, seperti apa contoh ISBN pada buku? Berikut adalah beberapa contoh buku yang terbit dengan ISBN dan tercetak di cover bagian belakang: 

  1. Buku Aplikasi Digital Pariwisata karya Faradila Anggun Surya Rini, S.Pd., M.MPar. dengan kode ISBN 978-634-01-0863-7
Contoh ISBN Buku
  1. Buku Ajar Konsultasi Istimewa Kedokteran Keluarga karya Isti Ilmiati Fujiati dan Oryzati Hilman dengan kode ISBN 978-634-01-2617-4
Contoh ISBN Buku
  1. Buku Edukasi Gizi Remaja karya Bambang Edi Susyanto Wilda Fadhilah dengan kode ISBN 978-623-02-6340-8
Isi Buku Kesehatan
  1. Buku Promosi Dan Advokasi Kesehatan karya Dwi Widiyaningsih, S.K.M., M.Kes. dan Dwi Suharyanta, S.T., M.M., M.Kes. dengan kode ISBN 978-623-02-1539-1
contoh isbn buku keperawatan
  1. Ekonomi Sumberdaya Alam dan Lingkungan karya Dr. Dra. Wahyunindyawati, MP. dan Dr. Ir. Dyanasari, MBA. dengan kode ISBN 978-602-453-506-3
contoh isbn buku ekonomi

Jenis Terbitan yang Bisa Mendapatkan ISBN

Buku dan jenis terbitan lainnya harus masuk dalam kategori jenis terbitan yang bisa mendapatkan ISBN. Jenis terbitan yang berhak mendapatkan ISBN terbagi dalam 3 kategori berdasarkan pihak yang menyusun atau yang menerbitkan. Berikut rincian daftarnya: 

1. Terbitan Perguruan Tinggi 

Terdapat 5 jenis terbitan perguruan tinggi di Indonesia yang bisa mendapatkan ISBN. Yaitu: 

  1. Buku ajar. 
  2. buku monograf/referensi. 
  3. Bunga rampai, antologi dalam format umum. 
  4. Orasi Ilmiah/pengukuhan guru besar yang sudah dibukukan dan direviu untuk disebarluaskan kepada masyarakat umum, bukan hanya untuk dibagikan kepada peserta yang hadir. 
  5. Prosiding seminar nasional/internasional yang terbit tidak berkala. Prosiding hanya boleh diajukan dan diterbitkan oleh perguruan tinggi yang menyelenggarakan kegiatan seminar. 

2. Terbitan Kementerian/Lembaga/Instansi

Terbitan dari pihak kementerian, lembaga, dan instansi pemerintah juga ada 5 jenis yang bisa mendapatkan ISBN dari Perpusnas RI. Yaitu: 

  1. Laporan lembaga yang harus diketahui masyarakat luas, terkait kebijakan nasional, pedoman atau peraturan/UU, dan tidak terbit secara berkelanjutan/berkala. 
  2. Bunga Rampai hasil penelitian dalam format sajian umum. 
  3. Orasi Ilmiah/pengukuhan guru besar yang dibukukan dan sudah direview untuk disebarluaskan kepada khalayak, bukan hanya untuk dibagikan kepada peserta yang hadir. 
  4. Karya Tulis Ilmiah (KTI) dalam format buku umum. 
  5. Prosiding seminar nasional/internasional yang terbit tidak berkala. Prosiding hanya boleh diajukan dan diterbitkan oleh lembaga yang menyelenggarakan kegiatan seminar 

3. Terbitan Swasta 

Terbitan dari pihak swasta, seperti perusahaan maupun organisasi dan yayasan yang dikelola swasta juga berhak mendapat ISBN. Secara umum, terdapat 9 jenis terbitan pihak swasta yang bisa mendapatkan ISBN tersebut. Yaitu: 

  1. Buku ajar yang diperuntukkan untuk umum, bukan untuk lingkup sekolah atau perguruan tinggi tertentu. 
  2. Monograf/referensi dengan format sajian umum. 
  3. Bunga rampai dalam format sajian umum. 
  4. Laporan perusahaan yang harus diketahui masyarakat luas, dengan mencantumkan keterangan jenis kerjasama penerbitan dengan perusahaan terkait. 
  5. Karya Tulis Ilmiah (KTI) dalam format sajian umum. 
  6. Novel, antologi cerita pendek (cerpen), puisi, dan karya sastra fiksi lainnya yang dikomersilkan/ditujukan untuk dijual kepada masyarakat umum. 
  7. Buku biografi yang dikomersilkan/ditujukan untuk dijual kepada masyarakat umum. 
  8. Buku pengembangan diri, motivasi, kutipan-kutipan/quotes yang dikomersilkan/ditujukan untuk dijual kepada masyarakat umum. 
  9. Komik, buku cerita bergambar, buku ilustrasi, dan buku anak-anak lain yang dikomersilkan/ditujukan untuk dijual kepada masyarakat umum. 

Jenis Buku yang Tidak Mendapatkan ISBN

Sama seperti contoh ISBN buku yang diterbitkan dan disusun oleh 3 pihak yang dijelaskan sebelumnya. Beberapa jenis terbitan dari 3 pihak tersebut juga tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan ISBN, baik ISBN cetak maupun buku E-ISBN dari Perpusnas RI. Berikut rincian daftarnya: 

1. Terbitan Perguruan Tinggi 

Terdapat 10 jenis terbitan perguruan tinggi yang tidak memenuhi syarat mendapatkan ISBN. Yaitu: 

  1. Diktat. 
  2. Modul/panduan praktikum. 
  3. Book chapter (untuk internal perguruan tinggi). 
  4. Policy brief. 
  5. Policy paper. 
  6. Tugas sekolah/kuliah. 
  7. Terbitan hasil kegiatan KKN. 
  8. Skripsi/tesis/disertasi/tugas akhir. 
  9. Prosiding seminar nasional/internasional yang diterbitkan secara rutin. 
  10. Executive summary. 

2. Terbitan Kementerian/Lembaga/Instansi 

Terbitan dari kementerian, lembaga, maupun instansi pemerintah terdapat 6 jenis yang tidak bisa mendapatkan ISBN. Yaitu: 

  1. Laporan lembaga internal. 
  2. Book chapter, 
  3. Policy Brief, 
  4. Policy paper, 
  5. Hasil penelitian atau KTI dengan format asli, 
  6. Prosiding seminar nasional/internasional yang rutin dilaksanakan (ISSN). 

3. Terbitan Swasta

Terbitan dari pihak swasta secara umum ada 2 jenis yang tidak memenuhi syarat mendapatkan ISBN. Yaitu: 

  1. Buku diary atau catatan harian. 
  2. Antologi cerita pendek, puisi, dan karya sastra lain yang dicetak dalam jumlah terbatas/hanya disebarluaskan untuk komunitas tertentu dan tidak dikomersilkan.

Jika melihat sejumlah contoh ISBN buku dan merasa buku yang sedang ditulis cocok dengan kode ISBN di cover belakang. Maka tentunya penulis perlu memahami bagaimana agar karyanya bisa menjadi buku ber-ISBN. Detailnya bisa dikonsultasikan dengan penerbit atau akses informasi melalui website resmi Perpusnas RI. 

sumber: 

  1. Petunjuk Teknis Layanan ISBN. (2022). Pusat Bibliografi dan Pengolahan Bahan Perpustakaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. https://jdih.perpusnas.go.id/file_juknis/Petunjuk_Teknis_Layanan_ISBN.pdf
  2. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. (2022). Peraturan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2022 Tentang Layanan Angka Standar Buku Internasional (International Standard Book Number). https://jdih.perpusnas.go.id/file_peraturan/Perka_5_2022_Layanan_International_Standard_Book_Number_20_Juli_2022.pdf 
  3. Kiat Lolos ISBN: Panduan Lengkap untuk Penulis. (n.d). Bintang Semesta Media. Diakses pada 14 Juli 2026 dari https://bintangpublishing.com/kiat-lolos-isbn-panduan-lengkap-untuk-penulis/
  4. Regulasi ISBN di Indonesia: Memahami Sistem dan Peran Pentingnya dalam Industri Penerbitan. (2024). Pustaka Andil Lestari. Diakses pada 14 Juli 2026 dari https://pustari.com/regulasi-isbn-di-indonesia-memahami-sistem-dan-peran-pentingnya-dalam-industri-penerbitan/
  5. Pentingnya ISBN dalam Dunia Penerbitan Buku. (2025). Indonesian Scientific Publication. Diakses pada 14 Juli 2026 dari https://idscipub.com/id/pentingnya-isbn-dalam-dunia-penerbitan-buku/
  6. Mengapa ISBN Penting untuk Buku Anda? Ini Penjelasan Lengkapnya. (2025). RBI Pustaka. Diakses pada 14 Juli 2026 dari https://rbipustaka.com/blog/mengapa-isbn-penting-untuk-buku-anda-ini-penjelasan-lengkapnya/

Bagikan artikel ini melalui

Picture of wahyu adji
wahyu adji
Saya merupakan SEO Specialist dan Conten Writer Profesional di bidang pendidikan seputar kampus, mahasiswa dan kedosenan di Parafrase Indonesia

Tinggalkan Balasan

Cari Artikel Lainnya

Jangan Lewatkan!

Ebook Terbaru🔥

Artikel Terbaru
Cerita Inspiratif
Panduan Akademik
Solusi Akademik
Hasil Konversi
Memahami Skizofernia Pengantar Komunikasi Politik PAI Kreatif