Tak Hanya Mengajar, Yadi Mulyadi Aktif Menjadi Arkeolog dan Pelestari Cagar Budaya

Yadi Mulyadi

Produktif menjalankan tri dharma melalui kegiatan mengajar, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, dan aktif menjadi praktisi. Membuat sosok Dr. Yadi Mulyadi, S.S., M.A. memiliki rekam jejak akademik yang kuat. 

Sosoknya tentu menarik untuk dikenal, baik oleh rekan sejawat maupun masyarakat luas. Apalagi, keaktifannya dalam upaya menjaga Cagar Budaya mampu menginspirasi banyak orang. Berikut informasinya. 

Profil Yadi Mulyadi

Dr. Yadi Mulyadi, S.S., M.A. tercatat sebagai salah satu dosen dengan jenjang jabatan fungsional Lektor di Program Studi Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin. Karir akademiknya mulai dirintis di tahun 2004 dan masih aktif menjalankan tri dharma sampai sekarang. 

Sejak tahun 2004, Yadi Mulyadi mulai mengampu sejumlah mata kuliah di Universitas Hasanudin. Seperti Pengantar Arkeologi, Arkeologi dan Pariwisata, Arkeologi Bawah Air, dan juga mata kuliah Kajian Pelestarian Cagar Budaya. 

Memasuki tahun 2018, Universitas Hasanudin membuka program Pascasarjana. Pada tahun tersebut juga, Yadi Mulyadi mulai aktif mengajar mahasiswa Magister (S2). Khususnya pada mata kuliah yang berkaitan dengan arkeologi digital, warisan Budaya, dan pencagar budayaan.

Aktivitas mengajar semakin padat sejak tahun 2021. Sebab Yadi Mulyadi juga mulai aktif mengajar di program studi D4 Destinasi Pariwisata Fakultas Vokasi. Disusul mengajar Program Studi Magister Perencanaan dan Pengembangan Wilayah Sekolah Pasca Sarjana Universitas Hasanudin. 

Jenjang Pendidikan Yadi Mulyadi

Jauh sebelum meniti karir sebagai dosen profesional di Indonesia. Yadi Mulyadi menempuh pendidikan tinggi di sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Namanya tercatat sebagai lulusan Sarjana Sastra, Universitas Hasanudin di tahun 2004. 

Pasca lulus, kemudian mengajar di institusi tempatnya mendapat gelar Sarjana tersebut. Studi lanjut jenjang Magister diambil Yadi di Universitas Gadjah Mada dan sukses meraih gelar Master of Arts di tahun 2009. 

Tak hanya sampai disitu, Yadi Mulyadi kemudian memutuskan untuk melanjutkan studi ke jenjang Doktor (S3). Kali ini ditempuh di Universitas Indonesia dan berhasil meraih gelar Doktor di tahun 2021. 

Sejak masih menjadi mahasiswa Sarjana di Universitas Hasanudin, Yadi memang memiliki ketertarikan tinggi di bidang arkeologi. Hal ini ditunjukan melalui keaktifannya dalam berbagai kegiatan penelitian dosen berkaitan dengan ilmu arkeologi. 

Setelah berhasil menjadi Sarjana Arkeologi di tahun 2004, Yadi mulai aktif menjalankan penelitian mandiri. Khususnya penelitian arkeologi di wilayah Sulawesi dan Indonesia Timur, sejalan dengan pilihannya menjadi dosen. 

Karya Yadi Mulyadi di Dunia Arkeologi

Mulai meniti karir sebagai dosen dari tahun 2004. Sejak saat itu sampai sekarang, Yadi Mulyadi masih aktif menjalankan tri dharma. Sehingga ada cukup banyak karyanya di dunia arkeologi. Diantaranya adalah: 

  • Publikasi jurnal ilmiah: 
  1. Measuring the damage rate of prehistoric cave images: a case study in the Maros-Pangkep karst area South Sulawesi Province, Indonesia
  2. Distribution and Spreading of the Underwater Archaeological Sites in the Selayar Waters
  3. Broken painting in the prehistoric cave and chemical content of paint used in Maros Regency, South Sulawesi
  4. Pelatihan Pemanduan Wisata Arkeologi DI Kawasan Wisata Rammang-Rammang Kabupaten Maros
  • Publikasi buku ilmiah: 
  1. Buku referensi: Melestarikan Nilai Budaya Melalui Objek Pemajuan Kebudayaan di Kota Makassar
  2. Buku referensi: Fort Rotterdam : benteng di simpang masa
  3. Buku referensi: Rumah Peradaban Seko dan Rampi

Peran Yadi Mulyadi Dalam Menjaga Pelestarian Cagar Budaya

Tak hanya aktif menjalankan tri dharma dan berhasil mengonversi karya tulis Ilmiah di Parafrase Indonesia, Yadi Mulyadi juga aktif secara langsung dalam menjaga pelestarian Cagar Budaya. Pada tahun 2006, mulai terlibat sebagai praktisi Cagar Budaya melalui kegiatan pelestarian yang diselenggarakan UPT Kemdikbudristek. 

Tak hanya itu, Yadi juga sering aktif menjadi narasumber dan tenaga ahli untuk setiap pembahasan berkaitan dengan Cagar Budaya. Kemudian aktif juga dalam menyusun modul zonasi Cagar Budaya. Bahkan, sejak tahun 2015 namanya dikenal sebagai salah satu Tenaga Ahli Cagar Budaya di provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

sumber: 

  1. Mulyadi, Y. (n.d). I’m Yadi Mulyadi, a Professional Lecturer, Archeologist, and Heritage Enthusiast. Diakses pada 21 Februari 2026 dari https://www.yadimulyadi.id/
  2. Universitas Hasanuddin. (n.d). Data Dosen Dr. Yadi Mulyadi. S.S., MA. Diakses pada 21 Februari 2026 dari https://destinasi-pariwisata.vokasi.unhas.ac.id/yadi-mulyadi/
  3. Academia. (n.d). Yadi Mulyadi Hasanuddin University, Archaeology, Faculty Member. Diakses pada 21 Februari 2026 dari https://unhas.academia.edu/YadiMulyadi
  4. SINTA. (n.d). Profil Yadi Mulyadi. Diakses pada 21 Februari 2026 dari https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/authors/profile/6195800

Bagikan artikel ini melalui

Picture of wahyu adji
wahyu adji
Saya merupakan SEO Specialist dan Conten Writer Profesional di bidang pendidikan seputar kampus, mahasiswa dan kedosenan di Parafrase Indonesia

Tinggalkan Balasan