Mengetahui daftar aplikasi yang wajib dimiliki dosen untuk kenaikan jabfung merupakan suatu hal yang penting. Aplikasi Berikut ini akan mampu membantu agar para dosen dapat meningkatkan karir di dunia pendidikan dengan mudah dan lancar.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Aplikasi untuk Kenaikan Jabatan Fungsional?
Aplikasi untuk membantu menunjang karir jabatan fungsional merupakan suatu unsur penting yang dapat membantu proses kenaikan jabatan di dunia akademik. Aplikasi-aplikasi ini merupakan beberapa daftar aplikasi terpercaya yang nantinya mampu mempermudah proses kenaikan jabatan.Â
Proses kenaikan jabatan tidak akan dapat terlaksana dengan mudah karena memerlukan berbagai proses penting yang umumnya cukup kompleks. Untuk memudahkan proses tersebut, para dosen bisa menggunakan berbagai aplikasi terpercaya yang nantinya mampu mempermudah proses tersebut.
Baca Juga: 7 Cara Menerbitkan Disertasi Menjadi Buku untuk Naik Jabatan Fungsional
Mengapa Aplikasi Kenaikan Jabatan Penting Digunakan?
Mengapa mengetahui daftar aplikasi kenaikan jabfung penting untuk para dosen? Berikut ini adalah beberapa alasannya.
1. Membantu Proses Kenaikan JabatanÂ
Aplikasi kenaikan jabatan fungsional untuk dosen merupakan suatu aplikasi yang mampu membantu proses kenaikan jabatan. Dengan memahami cara kerja aplikasi-aplikasi tersebut, para dosen akan dapat mengurus proses kenaikan jabatan dengan lebih mudah.
2. Aplikasi yang TerpercayaÂ
Penggunaan aplikasi-aplikasi tersebut nantinya akan membantu proses kenaikan jabatan. Apalagi aplikasi tersebut umumnya sudah sangat terpercaya dan digunakan di berbagai situasi oleh para akademisi sebelumnya.
3. Memudahkan AdministrasiÂ
Pemahaman akan penggunaan aplikasi tersebut akan membantu proses administrasi di masa depan ketika ingin mendapatkan kenaikan jabatan. Maka dari itu pemahaman dan pengetahuan akan penggunaan aplikasi tersebut akan membantu para dosen.
Baca Juga:
- Cara Meningkatkan Angka Kredit Prestasi Melalui Konversi KTI
- Ketahui Nilai Angka Kredit Buku dan Jurnal Ilmiah untuk PAK
- Kriteria Buku Akademik yang Dapat Diajukan Angka Kredit
Daftar Aplikasi yang Wajib Dimiliki Dosen
Berikut ini adalah beberapa informasi mengenai daftar aplikasi kenaikan jabfung yang akan membantu karir dosen di bidang pendidikan.
1. Google Scholar
Google Scholar menjadi aplikasi yang patut diketahui oleh para dosen. Google Scholar merupakan mesin pencari karya literatur akademik yang dapat dosen gunakan untuk membantu proses pengerjaan karya tulis ilmiah.
Para dosen hanya perlu memasukkan kata kunci pada laman pencarian aplikasi ini untuk dapat menemukan karya ilmiah yang sesuai dengan topik pembahasan sesuai kebutuhan. Aplikasi Google Scholar juga bisa memberikan berbagai macam manfaat untuk para dosen. Para dosen akan mampu mengakses berbagai macam jenis karya ilmiah mulai dari jenis buku maupun jurnal di mana dan kapan saja.
Selain itu, bisa juga membantu melacak jumlah situasi dan juga H-index melalui jejak akademik yang dimiliki. Profil publikasi para dosen yang terpampang pada aplikasi akan bisa membantu membangun reputasi akademik secara internasional.Â
Apalagi jumlah situasi yang ada di aplikasi Google Scholar juga bisa menjadi salah satu pertimbangan untuk mendapatkan angka kredit dosen. Angka kredit ini akan mampu membantu dosen dalam meningkatkan kesempatan dalam mendapatkan kenaikan jabatan.
2. SINTA (Science and Technology Index)
Aplikasi yang perlu pada dosen ketahui untuk dapat menunjang karir sebagai seorang dosen yaitu SINTA atau Science and Technology Index. Aplikasi satu ini merupakan suatu sistem pengindeksan ilmiah yang umumnya digunakan oleh para akademisi untuk mengukur produktivitas akademik dari setiap akademisi di Indonesia.Â
Ini berarti bahwa setiap karya tulis ilmiah yang terindeks pada aplikasi ini akan memiliki kredibilitas tinggi. Selain itu aplikasi ini juga bisa membantu dosen karena mampu memantau serta melihat publikasi ilmiah apa saja yang terindeks di jurnal nasional maupun internasional.
Aplikasi ini juga sering menjadi indikator kinerja penelitian para dosen pada tingkat nasional. Nilai SINTA yang dosen miliki menjadi suatu bukti produktivitas akademik yang dapat membantu proses pengajuan angka kredit.
3. SISTER (Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi)
Proses administrasi dosen tidak terlepas dari aplikasi berikut ini. SISTER merupakan aplikasi yang wajib para dosen gunakan untuk menunjang karir karena dapat menjadi laman penting dalam kepentingan kenaikan jabatan fungsional atau keperluan akademik lain.
Platform ini merupakan suatu platform resmi yang pada dosen digunakan untuk mengolah data karir akademisi di Indonesia. Semua keperluan akademik yang dosen butuhkan akan dapat diakses dengan menggunakan aplikasi tersebut.
Aplikasi SISTER akan membantu mengelola data pribadi dalam bidang pendidikan, penelitian maupun pengabdian masyarakat yang berhubungan langsung dengan Tri Dharma. Selain itu para dosen juga bisa mengurus berbagai keperluan akademik secara online menggunakan aplikasi tersebut. Keperluan seperti pengajuan kenaikan jabatan fungsional atau pelaporan beban kerja dosen dapat terlaksana di aplikasi tersebut.
Baca Juga: Proses Pengajuan ISBN untuk Buku Monograf dan Referensi
4. BIMA (Basis Informasi Publikasi dan Manajemen Penelitian)
Untuk dapat mempermudah proses kenaikan jabatan fungsional akademik para dosen harus menggunakan aplikasi BIMA atau Basis Informasi Publikasi dan Manajemen Penelitian. Aplikasi ini merupakan suatu sistem informasi yang digunakan dalam pengelolaan berbagai macam kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah yang ada di Indonesia.
Aplikasi BIMA dapat dosen digunakan untuk mencatat serta melaporkan kegiatan penelitian secara resmi. Proses perekaman berbagai macam publikasi ilmiah yang sudah dosen dihasilkan selama berkarir di bidang akademik juga bisa tercatat di sini.
Informasi yang tercatat pada aplikasi ini akan menjadi bukti kuat atas kontribusi akademik yang sudah dosen melaksanakan dalam berbagai bidang Tri Dharma. Dosen nantinya dapat mengajukan kenaikan jabatan fungsional dengan menggunakan data tersebut sebagai bukti rekam akademik.
5. Akun pada Publikasi Online
Selain menggunakan aplikasi administrasi dosen seperti di atas, kepala dosen juga perlu memiliki akun di berbagai macam publikasi terpercaya yang dapat diakses secara online. Beberapa website yang dapat dosen gunakan yaitu ResearchGate, Academia.edu, Scopus, SpringerLink dan Web of Science.
Website publikasi tersebut merupakan website basis data karya tulis ilmiah yang memiliki kredibilitas tinggi dan terpercaya di dalam dunia akademik. Karya tulis ilmiah yang terindeks pada platform publikasi tersebut memiliki kualitas yang tidak diragukan lagi.
Memiliki akun pada website tersebut dapat membantu menunjang akses ke berbagai karya tulis ilmiah berkualitas di seluruh dunia. Selain itu, penggunaannya juga bisa membuka peluang kerjasama dengan akademisi lainnya dalam lingkup nasional maupun internasional.
Apalagi indeks dari platform publikasi ilmiah juga bisa menjadi salah satu persyaratan yang perlu dosen penuhi ketika mengajukan kenaikan jabatan fungsional. Maka dari itu penting sekali untuk memiliki akun pada website-website tersebut.
6. TKT (Tingkat Kesiapan Teknologi)
Daftar aplikasi kenaikan jabfung berupa TKT atau (Tingkat Kesiapan Teknologi) juga harus dosen miliki untuk dapat menilai sejauh mana hasil penelitian dapat diterapkan secara langsung di dunia nyata. Aplikasi ini merupakan suatu sistem yang mengukur kesehatan teknologi dari hasil penelitian ilmiah.
Aplikasi tersebut juga membantu dosen dalam mendukung pengembangan produk yang berbasis riset ilmiah. Dokumen penilaian pada TKT ini bisa dosen gunakan sebagai bukti atas kontribusi yang sudah terlaksana dalam mendukung pengembangan inovasi bidang ilmu pengetahuan.
Kontribusi yang telah dibuktikan dengan dokumen penilaian TKT ini bisa mendapatkan nilai angka kredit yang tinggi. Ini nantinya bisa membantu mendongkrak karir para dosen pada bidang pendidikan di perguruan tinggi Indonesia.
Itulah beberapa aplikasi yang wajib Anda miliki untuk menunjang karier sebagai seorang dosen di dunia akademik. Temukan informasi bermanfaat lainnya dengan membaca setiap artikel yang ada di parafraseindonesia.com.
Artikel pertama kali ditulis oleh Dhea Salsabila, kemudian diperbarui oleh Wahyu Adji Nugraha pada 19 Agustus 2026.

