Bagaimana Sistematika Penulisan Tesis Tugas Akhir yang Benar?

sistematika penulisan tesis

Sistematika penulisan tesis merupakan salah satu informasi penting yang wajib Anda ketahui, khususnya yang saat ini sedang menempuh pendidikan lanjutan di jenjang S2.

Seperti halnya karya tulis ilmiah lain yang bisa Anda jumpai dalam dunia akademik, terdapat sistematika penulisan yang mesti dipatuhi ketika mengerjakan tugas akhir yang satu ini. Oleh sebab itu, Anda tidak bisa sembarangan begitu saja ketika mengerjakan penulisan tesis.

Baca Juga: Daftar Jurnal yang Terindex Scopus Q1, Apa Saja?

Apa Itu Tesis?

Tesis adalah karya tulis ilmiah yang disusun oleh mahasiswa program magister (S2) sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar akademik. Penulisan tesis biasanya didasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan secara sistematis, dengan tujuan untuk mengkaji, menganalisis, atau mengembangkan suatu permasalahan sesuai dengan bidang keilmuan yang ditekuni.

Berbeda dengan tugas akhir jenjang sebelumnya, tesis menuntut kedalaman analisis yang lebih kuat serta kontribusi pemikiran yang lebih jelas. Oleh karena itu, dalam penyusunannya, mahasiswa tidak hanya menyajikan teori atau data, tetapi juga perlu memberikan interpretasi, argumentasi, serta kebaruan yang dapat memperkaya kajian ilmiah yang sudah ada.

Tips Penting dalam Melakukan Penulisan Tesis

Sebelum memahami apa saja sistematika yang ada dalam penulisan tesis, Anda mesti mengetahui terlebih dahulu tips penting yang bisa diterapkan ketika melakukan kegiatan ini. Dengan mengetahui tips penting ini, Anda akan bisa lebih mudah dalam melakukan proses pengerjaan tesis nantinya.

Adapun beberapa tips yang bisa Anda terapkan ketika melakukan penulisan tesis adalah.

1. Konsisten dalam Penulisan

Hal pertama yang perlu Anda perhatikan dalam pembuatan tesis adalah selalu konsisten pada proses penulisan. Pastikan agar Anda menggunakan format, bahasa, dan gaya penulisan yang konsisten serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2. Menggunakan Sumber yang Kredibel

Tips kedua yang bisa Anda perhatikan ketika membuat tesis adalah menggunakan sumber yang kredibel dan terpercaya. Hal ini nantinya akan berpengaruh pada informasi yang Anda tuliskan di dalam tesis agar bisa dipercaya dan dipertanggungjawabkan.

Anda bisa melakukan analisis terlebih dahulu terhadap sumber rujukan yang akan digunakan. Jika sumber yang didapatkan tidak bisa dipertanggungjawabkan, maka Anda bisa mencari rujukan lain dari karya tulis ilmiah yang lebih kredibel.

3. Melakukan Revisi Secara Berkala

Hal terakhir yang bisa Anda lakukan ketika melakukan penulisan tesis adalah mengerjakan penulisan tesis adalah melakukan revisi secara berkala. Anda bisa rutin untuk melakukan bimbingan dengan dosen pembimbing untuk mendapatkan masukan dari progres penulisan tesis yang sudah dikerjakan.

Perlu Anda ketahui bahwa peran dosen pembimbing dalam pengerjaan tesis mungkin tidak sedominan ketika membuat skripsi di jenjang S1 dulunya. Meskipun demikian, Anda tetap bisa meminta masukan kepada dosen pembimbing agar hasil penulisan tesis bisa lebih maksimal nantinya.

Baca Juga: 7 Alasan Konversi Tesis Menjadi Buku, Apa Saja?

Pedoman Penulisan Sistematika Penulisan Tesis yang Benar

Pada dasarnya, sistematika penulisan adalah struktur yang mesti diikuti ketika mengerjakan sebuah karya tulis ilmiah. Biasanya sistematika penulisan ini diatur dalam pedoman masing-masing instansi perguruan tinggi.

Secara umum terdapat beberapa bagian yang mesti Anda cantumkan dalam sistematika penulisan tesis, yakni.

1. BAB I: Pendahuluan

Pada bagian ini, penulisan tesis dimulai dengan menjelaskan dasar penelitian secara runtut. Dimulai dari latar belakang, yaitu alasan kenapa topik tersebut penting untuk diteliti, dilanjutkan dengan rumusan masalah yang ditulis secara spesifik dan berbentuk pertanyaan. Setelah itu, dijelaskan tujuan penelitian sebagai arah yang ingin dicapai, serta manfaat penelitian yang menunjukkan kontribusi hasil penelitian.

Jika penelitian bersifat kuantitatif atau membutuhkan pengujian, maka dapat ditambahkan hipotesis sebagai dugaan sementara. Seluruh bagian dalam bab ini harus saling terhubung, mulai dari masalah hingga tujuan, sehingga membentuk alur logika penelitian yang jelas dan terarah.

2. BAB II: Tinjauan Pustaka

Bab ini berisi kumpulan teori, konsep, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan topik yang diteliti. Penulisan dilakukan dengan cara merangkum dan membandingkan berbagai sumber ilmiah, terutama dari jurnal dan buku, untuk menunjukkan posisi penelitian yang sedang dilakukan.

Selain itu, bagian ini juga berfungsi untuk membangun kerangka teori dan menemukan research gap. Penulisan kutipan harus mengikuti kaidah ilmiah yang benar, baik dalam bentuk kutipan langsung maupun parafrase, agar terhindar dari plagiarisme dan tetap menjaga kredibilitas akademik.

3. BAB III: Metode Penelitian

Pada bab ini, penulis menjelaskan secara teknis bagaimana penelitian dilakukan. Dimulai dari penjelasan bahan dan alat yang digunakan, kemudian dilanjutkan dengan rancangan penelitian, termasuk jenis penelitian dan penentuan sampel.

Selanjutnya dijelaskan proses pengumpulan data, pengolahan dan analisis data, hingga interpretasi hasil. Tidak kalah penting, bagian ini juga mencantumkan waktu dan tempat penelitian secara jelas. Penulisan metode harus detail agar penelitian dapat dipahami dan direplikasi oleh peneliti lain.

4. BAB IV: Hasil dan Pembahasan

Bab ini menyajikan hasil penelitian yang telah dilakukan, biasanya dalam bentuk tabel, grafik, atau gambar. Setiap hasil yang ditampilkan harus dijelaskan terlebih dahulu sebelum dianalisis lebih lanjut.

Pada bagian pembahasan, penulis menginterpretasikan hasil tersebut dengan mengaitkannya pada teori atau penelitian sebelumnya. Penulisan harus dimulai dari penjelasan sederhana, lalu berkembang ke analisis yang lebih mendalam, sehingga pembaca dapat memahami makna dari data yang disajikan.

5. BAB V: Kesimpulan dan Saran

Bagian ini berisi ringkasan hasil penelitian yang ditulis dalam bentuk poin-poin yang jelas dan langsung menjawab tujuan penelitian. Kesimpulan tidak perlu panjang, tetapi harus tepat sasaran dan berbasis pada hasil yang telah dibahas.

Setelah itu, ditambahkan saran sebagai tindak lanjut dari penelitian. Saran dapat berupa rekomendasi praktis, pengembangan penelitian selanjutnya, atau penerapan hasil penelitian di lapangan. Penulisan saran sebaiknya singkat, jelas, dan bersifat aplikatif.

Jumlah Halaman Tesis

Salah satu hal yang juga banyak ditanyakan ketika mengerjakan tesis adalah jumlah halaman yang mesti dipenuhi ketika mengerjakan karya tulis ilmiah tersebut. Pada dasarnya, jumlah halaman tesis ini tergantung kepada kebijakan masing-masing kampus.

Oleh sebab itu, Anda bisa mengecek kembali panduan atau pedoman penulisan tesis yang ada di perguruan tinggi masing-masing. Dengan demikian, Anda bisa menyesuaikannya dengan jumlah kata yang digunakan dalam penulisan tesis.

Salah satu contoh jumlah tesis yang mesti dipenuhi ini bisa Anda lihat di Universitas Katolik Parahyangan. Melansir dari laman resmi perguruan tinggi tersebut, berdasarkan pedoman penulisan tesis pada 2022, maka setiap mahasiswa S2 mesti menuliskan tesis minimal sebanyak 40 halaman. Artinya Anda bisa saja menulis lebih banyak dari jumlah halaman tersebut.

Margin yang Digunakan dalam Penulisan Tesis

Sama seperti jumlah halaman, penggunaan margin juga akan diatur dalam pedoman penulisan tesis masing-masing perguruan tinggi. Anda bisa mengecek kembali pengaturan margin ini agar tata letak penulisan tesis yang dikerjakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Adapun pengaturan margin penulisan tesis di Universitas Katolik Parahyangan adalah 3 cm (margin atas), 3 cm (margin bawah), 4 cm (margin kiri), dan 3 cm (margin kanan).

Itulah penjelasan lengkap terkait sistematika, jumlah halaman, hingga format dalam penulisan tesis.

Satu hal lain yang penting Anda perhatikan saat menyusun tesis adalah skor plagiarisme. Tingkat plagiasi yang tinggi tentu mengancam karier Anda di dunia akademik.

Lalu, bagaimana jika deadline tesis mepet, tapi skor Turnitin masih tinggi? Tenang!

Cukup kirimkan tesis Anda, tim bersertifikasi BNSP dari Parafrase Indonesia akan menyesuaikan struktur kata, kalimat, serta paragraf dari naskah tesis atau karya ilmiah lain tanpa mengubah makna aslinya. Sehingga, skor Turnitin dapat turun sesuai kebutuhan atau ketentuan dari lembaga.

Tentunya, tak perlu khawatir dengan biaya yang akan Anda keluarkan! Hanya dengan harga mulai dari Rp10.000,- Anda sudah bisa menggunakan layanan ini.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera turunkan skor plagiarisme naskah Anda dengan Layanan Parafrase Similarity agar tesis Anda cepat selesai!

Tinggalkan Balasan