10 Terbitan Perguruan Tinggi yang Tidak Dapat ISBN dari Perpusnas

Terbitan Perguruan Tinggi yang Tidak Dapat ISBN

ISBN adalah bagian penting dalam penerbitan buku. Buku yang berkualitas akan memiliki nomor ISBN. Walaupun begitu terdapat beberapa terbitan yang tidak dapat ISBN sesuai dengan ketentuan. 

Berikut ini adalah beberapa buku yang tidak mendapatkan ISBN sesuai dengan ketentuan yang ada. Semoga informasi ini bisa menjadi referensi untuk para penulis hingga penerbit buku sehingga mengetahui jenis karya mana saja yang tidak mendapatkan ISBN.

Apakah ISBN Penting?

Terbit ISBN buku merupakan suatu hal yang penting untuk suatu buku yang telah terbit di Indonesia maupun internasional. Kode unik ini merupakan suatu kode yang berguna dalam berbagai kegiatan penerbitan maupun distribusi buku. 

Kode unik ini menjadi suatu kode yang bersifat identifikasi untuk buku tersebut. Setiap buku memiliki kode unik yang berbeda sehingga tidak dapat disamakan. Ini akan membantu dalam proses pengidentifikasian sehingga tidak ada buku yang salah terbit. 

Kode unik terbitan ISBN juga menjadi faktor penting dalam distribusi buku sehingga memudahkan buku tersebut agar sampai ke pembaca dengan baik. Maka dari itu penulis dan penerbit harus memperhatikan pengajuan proses ISBN dengan baik. Namun terdapat beberapa jenis pupuk yang tidak memiliki ISBN sehingga harus menjadi perhatian. 

Baca Juga: Proses Pengajuan ISBN untuk Buku Monograf dan Referensi

Mengapa Perguruan Tinggi Butuh Menerbitkan Buku?

Perguruan tinggi harus terbit buku karena akan menunaikan banyak manfaat untuk keberlangsungan pendidikan dan juga penguatan ilmu. Beberapa manfaatnya yaitu: 

1. Menaikkan Citra

Perguruan tinggi yang aktif menerbitkan buku yang telah memiliki ISBN akan mampu memperkuat penilaian mutu institusi. Ini akan membantu agar perguruan tinggi tersebut tetap memiliki kualitas tinggi serta membuktikan bahwa individu di dalamnya memiliki kualitas yang mumpuni sehingga mampu menerbitkan buku. 

2. Menyebarkan Ilmu Pengetahuan 

Perguruan tinggi juga perlu menerbitkan bahwa karena dapat membantu dalam menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang telah mereka miliki pada masyarakat luas. Ini akan membantu agar ilmu tersebut dapat digunakan dengan baik secara langsung di lapangan. 

Baca Juga:

Terbitan Perguruan Tinggi yang Tidak Dapat ISBN 

Terdapat beberapa terbitan perguruan tinggi yang nantinya tidak dapat menerima kode unik ISBN. Berikut ini adalah beberapa jenis terbitan dahulu tersebut. 

 1. Diktat

Diktat merupakan salah satu sumber ajar bagi para guru maupun dosen. Diktat umumnya disusun oleh guru atau dosen pada suatu mata pelajaran atau mata kuliah. Diktat merupakan catatan yang tertulis dari suatu mata pelajaran yang telah dosen siapkan untuk mempermudah materi pembelajaran. 

 2. Modul/Panduan Praktikum

Modul atau panduan praktikum merupakan suatu terbitan yang berguna untuk mempermudah proses pengajaran pada suatu mata pelajaran. Modul akan disusun oleh dosen atau guru sehingga mampu menjadi panduan dalam kegiatan pembelajaran. 

 3. Book Chapter

Karya yang tidak mendapatkan ISBN selanjutnya yaitu berupa book chapter atau bunga rampai. Bu chapter merupakan suatu kumpulan karya tulis ilmiah dengan satu tema pembahasan melalui beberapa sudut pandang keilmuan yang tersusun oleh penulis.

  4. Policy brief

Terbitan yang tidak dapat ISBN selanjutnya yaitu berupa policy brief. Dokumen ini merupakan suatu dokumen singkat berisi ringkasan masalah kebijakan, analisis singkat dan juga rekomendasi kebijakan yang ditujukan langsung pada pengambilan keputusan. 

 5. Policy paper

Policy paper juga salah satu dokumen atau terbitan yang tidak dapat ISBN. Dokumen ini sendiri merupakan suatu dokumen kebijakan yang lebih komprehensif dan mendalam yang memuat analisis masalah, tinjauan kebijakan yang ada, alternatif kebijakannya serta rekomendasi yang tersusun secara sistematis dan sesuai dengan data yang ada.

Baca Juga: Biaya Proofreading Jurnal Ilmiah, Skripsi, Tesis dan Disertasi

 6. Tugas sekolah/kuliah

Terbitan selanjutnya yang tidak mendapatkan ISBN yaitu berupa tugas sekolah atau kuliah. Tugas sekolah berupa makalah maupun suatu karangan umumnya tidak mendapatkan nomor unik ISBN. 

 7. Terbitan hasil kegiatan KKN

Terbitan buku dari perguruan tinggi yang tidak mendapatkan ISBN selanjutnya yaitu hasil kegiatan KKN. Terbitan hasil kegiatan KKN umumnya akan menjadi suatu syarat kelulusan di perguruan tinggi. 

Hasil kegiatan KKN tersebut berisikan kegiatan yang dilaksanakan pada tempat praktek selama KKN berlangsung. Umumnya dokumen ini tidak mendapatkan ISBN. 

 8. Skripsi/tesis/disertasi/tugas akhir

Jenis terbitan yang tidak dapat ISBN selanjutnya yaitu berupa skripsi, tesis, disertasi atau tugas akhir para mahasiswa. Jenis terbitan ini merupakan suatu tugas akhir bagi para mahasiswa dalam tingkatan yang berbeda demi menjadi syarat kelulusan. 

Karya tulis mahasiswa ini umumnya berusaha membahas suatu permasalahan pada topik disiplin terkait. Jenis terbitan ini umumnya tidak akan mendapatkan ISBN dari Perpusnas. 

 9. Prosiding seminar nasional/internasional yang diterbitkan secara rutin

Prosiding merupakan kumpulan dari paper akademis yang terpublikasi dalam suatu acara sebenarnya akademis. Umumnya akan didistribusikan sebagai suatu buku cetakan setelah kegiatan seminar tersebut usai. 

Prosiding ini berisikan kontribusi yang telah para peneliti hasilkan dan kegiatan seminar tersebut. Dokumen ini umumnya tidak mendapatkan nomor ISBN sesuai dengan ketentuan. 

 10. Executive summary

Executive summary merupakan suatu pengantar atau ringkasan singkat dari suatu rencana bisnis yang akan disampaikan pada orang lain. Dokumen ini berisi informasi yang menggambarkan bisnis mulai dari produk hingga anggaran keuangannya. 

Ringkasan eksekutif ini tersusun untuk membantu mengetahui rencana bisnis secara menyeluruh sehingga dapat mengetahui pandangan masa depan suatu bisnis. Ringkasan eksekutif ini umumnya tidak mendapatkan nomor ISBN sesuai dengan ketentuan yang ada. 

Itulah dia beberapa jenis terbitan yang tidak dapat ISBN dari Perpusnas. Semoga informasi ini bisa menjadi referensi sehingga dapat mengetahui jenis buku apa saja yang bisa menerima kode unik ISBN. 

Picture of wahyu adji
wahyu adji
Saya merupakan SEO Specialist dan Conten Writer Profesional di bidang pendidikan seputar kampus, mahasiswa dan kedosenan di Parafrase Indonesia

Tinggalkan Balasan