Ada banyak orang masih keliru dalam penulisan di mana yang benar ketika menyusun karya tulis. Menulis memang menjadi keterampilan berbahasa dengan tingkat paling sulit dibanding membaca, menyimak, dan berbicara.
Salah satu hal yang menjadi penyebabnya adalah karena menulis ada keterikatan pada sejumlah aturan. Termasuk aturan tata bahasa yang harus baik dan benar sesuai ketentuan. Dalam bahasa Indonesia, penulisan kata di mana masih menjadi hal membingungkan. Jadi, seperti apa penulisan yang benar?
Baca Juga: Jasa Parafrase Turnitin Cepat dan Murah di Parafrase Indonesia
Daftar Isi
TogglePengertian dan Fungsi Penulisan Di Mana
Sebelum memahami bagaimana aturan penulisan di mana yang benar. Maka perlu memahami beberapa hal mendasar. Mulai dari definisi kata di mana tersebut dan juga fungsinya di dalam kalimat yang disusun menggunakan bahasa Indonesia.
Mengutip dari salah satu artikel ilmiah yang terbit di jurnal Humaniora, kata di mana adalah kata tanya yang digunakan untuk menanyakan tempat (lokasi) di dalam kalimat tanya informasi.
Secara mendasar, kata di mana memang termasuk salah satu bentuk kata tanya dengan tujuan menanyakan tempat atau lokasi. Misalnya pada kalimat berikut:
- Di mana rumahmu?
- Di mana kamu membeli buku itu?
Dalam dua contoh kalimat tanya tersebut, kata tanya di mana digunakan untuk menanyakan tempat. Misalnya pada contoh pertama, kata di mana digunakan untuk menanyakan lokasi rumah seseorang yang ditanya atau diajak berbicara.
Seiring berjalannya waktu, penggunaan atau penulisan kata di mana dalam sebuah kalimat tertulis memiliki banyak maksud. Selain untuk menanyakan lokasi, juga bisa difungsikan untuk hal lain.
Bahkan, tidak selalu digunakan dalam kalimat tanya. Berikut beberapa fungsi kata di mana yang dimaksudkan:
1. Kata Di Mana sebagai Kopula
Fungsi kata di mana yang pertama adalah sebagai kopula di dalam sebuah kalimat. Kopula sendiri adalah sebuah kata (biasanya kata kerja) yang berfungsi sebagai penghubung antara subjek kalimat dengan pelengkapnya (predikat).
Kopula sangat familiar dalam berbagai bahasa, terutama bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Hanya saja bentuk kata yang berfungsi sebagai kopula di setiap bahasa berbeda.
Misalnya dalam bahasa Inggris, kata be dan become bisa menjadi kopula pada kalimat. Namun jika dalam bahasa Indonesia, terjemahan kopula tersebut menjadi tidak bisa difungsikan sebagai kopula. Adapun bentuk kata yang masuk kopula dalam bahasa Indonesia seperti adalah, ialah, yakni, dan juga yaitu.
Dalam bahasa Inggris, kata di mana memang bisa menjadi kopula. Namun dalam bahasa Indonesia, kata tanya ini tidak bisa menjadi kopula. Berikut contoh perbandingannya:
- Hutan adalah tempat kelangsungan hidup manusia yang di mana tempat berlindung sejak dahulu hingga sekarang. (kurang tepat atau kurang pas).
- Hutan adalah tempat kelangsungan hidup manusia yang merupakan tempat berlindung sejak dahulu hingga sekarang. (lebih tepat, karena menggunakan kopula dari kata merupakan).
Jadi, jika memungkinkan dan pada saat menyusun karya tulis ilmiah. Sangat dianjurkan untuk tidak menggunakan dan memfungsikan kata di mana sebagai kopula.
2. Kata Di Mana sebagai Klausa Relatif
Fungsi kedua dari kata di mana adalah sebagai klausa relatif. Klausa relatif sendiri adalah klausa yang berfungsi menjelaskan atau membatasi nomina (kata benda) tertentu dalam sebuah kalimat.
Dalam bahasa Indonesia, klausa relatif contohnya adalah kata yang, di mana, yang mana, dan lain sebagainya. Sehingga membuat membantu menjelaskan nomina (kata benda) dalam kalimat menjadi jelas karena lebih spesifik. Berikut contohnya:
- Perpustakaan adalah sebuah tempat di mana mahasiswa dapat mengakses jurnal ilmiah buka hingga pukul 20.00.
- Ruang laboratorium di mana menjadi lokasi kegiatan praktikum Basis Data dilaksanakan telah dilengkapi komputer baru.
Baca Juga: 300 Daftar Kata Serapan dari Bahasa Inggris
3. Kata Di Mana sebagai Penanda Hubungan Antarklausa
Fungsi penulisan di mana yang benar dalam kalimat berikutnya adalah sebagai penanda hubungan antraklausa. Dalam bahasa Indonesia, kalimat bisa berbentuk kalimat tunggal dan kalimat majemuk.
Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri dari satu klausa saja. Sedangkan kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa. Secara umum, penghubung dua klausa pada kalimat majemuk menggunakan kata hubung (konjungsi).
Namun pada beberapa tulisan, menggunakan kata di mana yang fungsinya sebagai pengganti atau alternatif konjungsi pada kalimat majemuk. Berikut beberapa contohnya:
- Para mahasiswa ditempatkan di Kabupaten Banjarnegara, di mana di Banjarnegara kami ditempatkan di sepuluh desa Kecamatan Pejawaran.
- Di era informasi sekarang ini teknologi pertanian semakin terpuruk di mana para petani selalu resah akan keadaan pertanian di Indonesia.
4. Kata Di Mana sebagai Penanda Hubungan Antarkalimat
Fungsi lain dari kata di mana dalam sebuah kalimat adalah sebagai penanda hubungan antarkalimat. Dalam karya tulis, tentunya akan terdiri dari beberapa paragraf. Setiap paragraf terdiri dari beberapa kalimat.
Salah satu syarat paragraf yang baik adalah koheren. Sehingga semua kalimat dalam paragraf tersebut saling berkaitan, memiliki hubungan, atau relevan. Menjelaskan keterkaitan setiap kalimat bisa memakai konjungsi.
Namun, pada beberapa tulisan diketahui menggunakan kata di mana. Sehingga kata tanya ini kemudian punya fungsi sebagai penghubung antarkalimat di suatu paragraf. Berikut contohnya:
- Dalam dunia pertanian kita mengenal istilah ekstensifikasi dan intensifikasi. Di mana istilah tersebut memiliki arti perluasan lahan dan pengolahan secara intensif lahan yang ada.
- Dalam upaya untuk membudidayakan tumbuh-tumbuhan dan hewan ternak manusia tidak dapat melepaskan diri dari pemanfaatan teknologi. Di mana teknologi yang digunakan harus memiliki kualitas yang baik, dan orang yang memanfaatkannya harus memiliki wawasan yang luas terhadap kelestarian lingkungan.
Melalui penjelasan tersebut, maka bisa dipahami bahwa kata di mana dalam sebuah karya tulis bahasa Indonesia mengalami perkembangan fungsi. Fungsi dasar dan utamanya sendiri adalah sebagai kata tanya untuk mendapat informasi lokasi atau tempat. Namun, secara perlahan fungsinya berkembang sesuai penjelasan di atas.
Baca Juga: Jasa Parafrase Artikel Ilmiah Menjadi Buku
Penulisan Di Mana yang Benar
Setelah memahami apa itu kata di mana dan fungsinya dalam kalimat yang disusun memakai bahasa Indonesia. Maka tentu muncul pertanyaan, bagaimana penulisan di mana yang benar?
Pertanyaan ini lumrah dimiliki oleh banyak orang. Sebab kata di mana memang menjadi rancu terkait aturan tentang penulisan imbuhan atau awalan di- di dalam bahasa Indonesia. Hal ini sejalan dengan penjelasan di dalam buku Morfologi Bentuk, Makna, dan Fungsi karya Zaenal Arifin (2007).
Masalah muncul ketika imbuhan di- memiliki dua aturan penulisan sekaligus. Pertama, imbuhan dalam bentuk awal di- penulisannya dipisah ketika berfungsi sebagai kata depan. Misalnya imbuhan di- diikuti oleh nama tempat, maka wajib dipisah. Contoh: di rumah, di teras, di sekolah, di kampung, dan sebagainya.
Padahal imbuhan di- yang difungsikan sebagai imbuhan, memiliki aturan penulisan untuk digabung dengan kata dasar. Misalnya pada kata dimakan, dibaca, ditunggu, disampaikan, dan lain sebagainya.
Jadi, menggunakan aturan yang mana? Memahami aturan penulisan di mana yang benar bisa dimulai dengan memahami definisi kata mana. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mana adalah kata ganti untuk menyatakan tempat yang tidak tentu.
Melalui definisi ini, maka kata mana merupakan kata ganti yang menunjukan tempat. Sehingga ketika bertemu imbuhan di- maka fungsinya sebagai imbuhan kata depan. Aturan penulisan sesuai EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) adalah dipisah bukan digandeng. Jadi, yang benar penulisannya adalah di mana bukan dimana.
Baca Juga: 7 Tips Membedakan Kata Baku dan Tidak Baku
Kesalahan Penggunaan Kata Di Mana dalam Tulisan
Melalui penjelasan sebelumnya, tentunya tidak hanya memahami bagaimana aturan atau kaidah penulisan di mana yang benar. Namun, memahami juga bentuk kesalahan dari penggunaan kata tersebut di dalam kalimat.
Secara garis besar, ada 2 bentuk kesalahan dalam menggunakan kata di mana saat menyusun kalimat. Berikut penjelasannya:
1. Ditulis dengan Cara Disambung
Melalui penjelasan sebelumnya, kata “di” bisa berfungsi sebagai imbuhan (jenis awalan – imbuhan di depan kata dasar). Sekaligus bisa berfungsi sebagai kata depan di dalam sebuah kalimat.
Adanya perbedaan ini, memunculkan 2 kemungkinan dalam penulisan kata dengan “di” di dalamnya. Jika difungsikan sebagai imbuhan, maka aturan penulisannya disambung. Namun, jika difungsikan sebagai kata depan. Maka aturan penulisannya dipisah.
Pada kata “di mana”, diikuti kata “mana” yang memiliki makna sebuah kata ganti untuk tempat atau lokasi. Maka kata “di” pada kata “di mana” berfungsi sebagai kata depan, bukan imbuhan. Maka penulisan di mana yang benar adalah dipisah. Hanya saja, banyak yang menganggapnya sebagai imbuhan sehingga sering disambung.
2. Digunakan pada Kalimat yang Tidak Menunjukan Lokasi (Tempat)
Kesalahan kedua dalam penggunaan kata di mana dalam kalimat bahasa Indonesia adalah digunakan pada kalimat yang tidak menunjukan atau menjelaskan lokasi (tempat).
Sesuai definisi kata “mana” di dalam KBBI. Maka idealnya, kata “di mana” masuk ke dalam kalimat yang menjelaskan tempat atau lokasi. Bukan selain informasi tersebut. Jadi, selama kalimat menjelaskan suatu tempat atau lokasi.
Maka kata di mana di dalamnya sudah tepat untuk masuk. Begitu juga sebaliknya. Berikut penjelasannya dalam bentuk contoh:
- Di mana ruang sidang skripsi berada? (benar)
- Inilah gedung di mana seminar nasional diselenggarakan. (benar)
- Mahasiswa di mana nilainya tinggi akan mendapat beasiswa. (salah, karena tidak menunjukan tempat).
- Penelitian di mana metode kuantitatif digunakan menghasilkan data akurat. (salah, karena tidak menunjukan tempat).
Baca Juga: 300 Daftar Kata Baku dan Tidak Baku dalam Karya Ilmiah
Selain kata di mana, tentunya masih banyak kosakata lain dalam bahasa Indonesia yang sering salah dalam penggunaan di tulisan. Lalu, bagaimana solusinya? Salah satunya adalah dengan aktif mengembangkan keterampilan menulis agar memahami seluruh kaidah penulisan dengan bahasa Indonesia.
Mengembangkan keterampilan menulis dan menambah pemahaman tentang kaidah penulisan tidak selalu susah dan mahal. Anda bahkan bisa melakukannya dengan membaca Ebook Panduan Terbit Buku dalam 30 Hari dari Parafrase Indonesia.
Melalui buku ini, dijelaskan bagaimana strategi menyusun naskah buku dalam tempo 30 hari atau sekitar 1 bulan saja. Tentunya dengan pembahasan mendalam dan mudah dipahami. Termasuk memberikan penjelasan mengenai penulisan di mana yang benar. Ebook bisa diunduh melalui tautan berikut
Download E-Book Strategi Menyusun Naskah
sumber:
- Febrina, R. (n.d). Konstruksi Kata “di mana” dalam Kalimat. Diakses pada 23 Desember 2025 dari https://www.ejaan.id/kata-kita/56/konstruksi-kata-di-mana-dalam-kalimat.html
- Wijana, I. D. P. (2006). Pemakaian kata di mana dalam tulisan mahasiswa. Humaniora, 18(3), 254-262. https://media.neliti.com/media/publications/11930-ID-pemakaian-kata-di-mana-dalam-tulisan-mahasiswa.pdf
- Saptoyo, R. D. A., & Nailufar, N. N. (2020). Di Mana atau Dimana. Diakses pada 24 Desember 2025 dari https://www.kompas.com/skola/read/2020/12/11/183935969/di-mana-atau-dimana