Perbedaan Tes Formatif dan Sumatif Beserta Langkah Penilaian

Perbedaan Tes Formatif dan Sumatif

Bagi seorang guru atau pendidik, melakukan penilaian (asesmen) adalah hal penting. Mencakup penilaian formatif dan juga sumatif. Namun, sudahkah para guru memahami perbedaan tes formatif dan sumatif tersebut? 

Kedua jenis tes atau penilaian ini,adalah yang paling sering digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran. Keduanya tentu menjadi dua jenis penilaian yang berbeda. Sehingga para guru wajib memahami perbedaan keduanya untuk menunjang kelancaran pelaksanaan. Berikut informasinya. 

Apa Itu Tes Formatif?

Tes formatif adalah proses penilaian yang dilakukan pendidik selama kegiatan pembelajaran masih berlangsung. Tes formatif bertujuan untuk memantau kegiatan pembelajaran, sudah berjalan dengan baik dan efektif atau belum.

Hasil dari tes formatif ini bisa menjadi dasar bagi seorang guru untuk melakukan perbaikan dalam pembelajaran.

Apa Itu Tes Sumatif?

Tes sumatif adalah proses penilaian yang dilakukan pendidik di akhir kegiatan pembelajaran maupun pada akhir periode tertentu. Misalnya tes sumatif yang dijalankan di akhir pertemuan, di tengah semester (ujian tengah semester), dan pada akhir semester. Pahami perbedaan tes formatif dan sumatif, mulai dari tujuan, waktu pelaksanaan, fungsi, hasil, hingga langkah penilaiannya.

Tes sumatif baru bisa dilaksanakan atau dijalankan oleh guru setelah pembelajaran selesai dilakukan. Jika tes di tengah pembelajaran tersebut, maka masuk kategori tes formatif. Jika di akhir pembelajaran atau pada akhir periode tertentu, masuk kategori tes sumatif. 

Baca Juga: Apa Itu Tes Pedagogik? Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Contoh

Perbedaan Tes Formatif dan Sumatif

Melalui penjelasan sebelumnya, mungkin sudah memberi gambaran terkait perbedaan tes formatif dan sumatif. Namun untuk lebih jelasnya, berikut beberapa perbedaan dilihat dari sejumlah aspek: 

1. Waktu Pelaksanaan

Aspek pertama yang menunjukan perbedaan tes formatif dan sumatif adalah waktu pelaksanaan. Sesuai dengan definisi masing-masing sebelumnya. Maka bisa dipahami tes formatif dilaksanakan di tengah proses pembelajaran. 

Lain halnya dengan tes sumatif, waktu pelaksanaan adalah di akhir kegiatan pembelajaran. Baik itu di akhir pertemuan, perengana semester, akhir semester, maupun waktu lainnya yang tidak bercampur dengan kegiatan pembelajaran. 

2. Tujuan Penilaian

Hal kedua yang menjadi perbedaan keduanya adalah tujuan penilaian. Pada tes formatif, tujuan utama dilaksanakan adalah untuk menilai tingkat pemahaman siswa pada materi yang dijelaskan oleh guru atau pendidik. 

Tes sumatif memiliki tujuan untuk mengukur tingkat pemahaman siswa pada materi sekaligus menentukan nilai akhir. Dalam penetapan nilai akhir, nilai tes sumatif akan diakumulasikan dengan nilai tes formatif. 

3. Output Penilaian

Aspek ketiga yang menjadi perbedaan tes formatif dan sumatif adalah output penilaian. Pada tes formatif, output yang diharapkan bisa dicapai adalah data yang bisa dijadikan dasar dalam memperbaiki proses pembelajaran. 

Termasuk bentuk sampai metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Misalnya, jika hasil tes formatif kurang sesuai harapan maka guru bisa mengubah bentuk pembelajaran atau metode pembelajaran. Harapannya agar hasil pembelajaran lebih baik lagi. 

Sementara untuk output penilaian sumatif sedikit berbeda. Tes sumatif diharapkan bisa memberikan data untuk menilai hasil pembelajaran dalam kurun waktu tertentu, menetapkan nilai akhir siswa, dan data untuk evaluasi pembelajaran sampai kurikulum.  

4. Bentuk Penilaian 

Aspek keempat yang menjadi pembeda antara tes formatif dan sumatif adalah bentuk penilaiannya. Tes formatif yang dilaksanakan di tengah proses pembelajaran memiliki bentuk yang lebih sederhana. 

Misalnya guru mengajukan pertanyaan kepada siswa untuk mengetahui tingkat pemahaman pada materi. Contoh lainnya seperti memberi kuis sederhana, diskusi, memberikan tugas untuk dikerjakan sebelum jam pembelajaran berakhir, dll. 

Sementara bentuk penilaian pada tes sumatif cenderung lebih kompleks. Guru pun harus mempersiapkan soal dan tugas dengan baik. Begitu juga para siswa, akan mempersiapkan diri untuk memaksimalkan nilai dalam tes sumatif tersebut. 

Contohnya seperti ulangan di akhir bab tertentu, ujian tertulis di tengah maupun akhir semester, memberikan proyek besar di akhir semester, dan lain sebagainya. Jika dalam bentuk tugas seperti proyek, portofolio, dan sejenisnya maka waktu pengerjaan lebih panjang. 

5. Sifat Penilaian

Aspek kalimat yang menunjukan perbedaan tes formatif dan sumatif adalah sifat penilaian. Tes formatif sifatnya adalah diagnostik. Artinya, penelitian ini dilaksanakan secara sederhana untuk mengetahui ada tidaknya kendala atau kesalahan dalam pembelajaran. 

Misalnya dengan memberi kuis sederhana di tengah pembelajaran. Jika jawaban banyak yang salah, maka bisa menjelaskan ulang materi. Sebaliknya, jika hasilnya bagus maka guru bisa memutuskan untuk menjelaskan materi berikutnya. 

Sedangkan sifat tes sumatif adalah evaluatif. Sebab bertujuan untuk mendapatkan nilai akhir. Sekaligus data yang membantu mengevaluasi pembelajaran dalam periode tertentu serta kurikulum. 

6. Hasil Penilaian

Pembeda berikutnya adalah pada aspek hasil penilaian. Hasil penilaian formatif tidak selalu membentuk dokumentasi. Misalnya tidak ada lembar soal maupun lembar jawaban, tidak ada proyek yang dikerjakan siswa, dan sebagainya. 

Sebab tes formatif menghasilkan diagnosa efektif tidaknya kegiatan pembelajaran yang sudah berjalan. Sebaliknya pada hasil penilaian tes sumatif yang membentuk dokumentasi. 

Baik itu lembar jawaban sampai rapor dan hasil penugasan. Selain itu, nilai sumatif menjadi nilai akhir. Sebab tinggal diakumulasikan dengan hasil tes sumatif pada periode lainnya maupun dengan tes formatif. 

7. Fungsi 

Aspek lain yang membedakan tes formatif dan sumatif adalah fungsinya. Tes formatif berfungsi untuk membantu guru dalam melakukan evaluasi dan perbaikan kegiatan pembelajaran. Sehingga siswa bisa lebih memahami materi yang dijelaskan. 

Sementara dalam tes sumatif, fungsinya adalah menunjukan capaian akhir pembelajaran. Mulai dari nilai akademik sampai kompetensi tertentu yang berhasil dikuasai atau diterapkan oleh siswa. Sehingga akan ada laporan nilai seperti rapor atau penetapan kenaikan kelas dan kelulusan. 

Langkah-Langkah Melakukan Penilaian Formatif dan Sumatif

Selain memahami apa saja perbedaan tes formatif dan sumatif. Para pendidik, juga perlu memahami bagaimana melaksanakan dua jenis tes atau penilaian tersebut. Secara garis besar, berikut adalah langkah-langkahnya: 

1. Menentukan Tujuan Penilaian 

Tahap atau langkah yang pertama adalah menentukan dulu tujuan dari penilaian yang akan dilakukan. Sebab akan sangat mempengaruhi tahap berikutnya, terutama bentuk atau teknik penilaian yang akan digunakan. 

Dalam proses penilaian bisa bertujuan mengukur tingkat pemahaman materi para siswa. Bisa juga untuk mengukur seberapa terampil siswa dalam menguasai suatu keterampilan atau kompetensi. Bisa juga untuk tujuan lainnya. Maka ditetapkan dulu dan menjadi tahap paling pertama. 

2. Menentukan Indikator Penilaian 

Langkah yang kedua, guru atau pendidik perlu menentukan indikator penilaian. Secara sederhana, indikator penilaian adalah hal-hal yang diamati atau diukur dari siswa. Indikator ini akan sejalan atau sesuai dengan tujuan penilaian yang ditetapkan di tahap sebelumnya.

Penetapan indikator penilaian sangat penting untuk menjadi dasar dalam penentuan nilai akhir setelah tes. Misalnya tes presentasi, jika salah satu indikatornya adalah siswa bisa menyebutkan bahan dalam fotosintesis. Maka satu indikator terpenuhi dan setiap indikator misalnya bernilai 3 poin. 

3. Menentukan Bentuk atau Teknik Penilaian

Langkah yang ketiga adalah menentukan bentuk atau teknik penilaian. Bentuk penilaian dalam tes formatif dan sumatif beragam. Misalnya pada tes sumatif bisa berbentuk ujian tertulis, praktek laboratorium, dan sebagainya. Jadi, ditetapkan disini dan harus bisa membantu mengukur indikator penilaian yang sudah ditetapkan. 

4. Melaksanakan Kegiatan Penilaian 

Tahap berikutnya adalah pelaksanaan proses penilaian formatif maupun sumatif. Pada tes formatif biasanya bisa dilaksanakan spontan tanpa tahapan sistematis. Namun pada tes sumatif harus direncanakan dari awal pembelajaran. 

5. Analisis dan Evaluasi Hasil Penilaian 

Hasil tes kemudian dilakukan analisis dan evaluasi. Secara sederhana tahap ini adalah mengoreksi hasil jawaban pada siswa. Misalnya saat ulangan, lembar jawaban siswa akan diperiksa oleh guru. 

6. Memberikan Umpan Balik 

Tahap berikutnya, guru bisa memberikan umpan balik. Misalnya dari hasil ulangan, lembar jawaban siswa bisa ditambahkan catatan berisi saran. Contoh lain, guru memberikan catatan pada rapor di akhir semester. 

7. Evaluasi dan Penetapan Keputusan Akademik 

Tahap akhir dari pelaksanaan penilaian adalah proses evaluasi dan penetapan keputusan. Hasil pembelajaran apakah bagus atau sebaliknya. Maka bisa menjadi dasar untuk menganalisis ada kelemahan dimana atau pada aspek apa. 

Pemahaman ini penting, karena proses penilaian yang tepat dan tahapannya benar. Tentunya akan memberikan data hasil pembelajaran yang tepat pula. Sehingga penetapan keputusan atau kebijakan akademik menjadi lebih sesuai. Kegiatan pembelajaran dan hasilnya pun akan lebih berkualitas. 

Jika anda sebagai guru ataupun dosen yang ingin menerbitkan sebuah buku dari karya tulis ilmiah, Parafrase Indonesia memiliki layanan konversi KTI yang bisa anda gunakan sebagai opsi utama dalam menerbitkan buku berkualitas.

sumber: 

  1. Perbedaan Mendasar Antara Penilaian Formatif dan Sumatif. (2023). PKBM RONA Cahaya Negeri. Diakses pada 29 Mei 2026 dari https://pkbmronaa.sch.id/2023/12/22/perbedaan-mendasar-antara-penilaian-formatif-dan-sumatif/
  2. Hidayanto, I. T. (n.d). Perbedaan Asesmen Formatif dan Sumatif. Diakses pada 29 Mei 2026 dari https://man2bantul.id/perbedaan-asesmen-formatif-dan-sumatif/
  3. Nurhakim, A. (2023). Perbedaan Penilaian Formatif dan Sumatif di Kurikulum Merdeka. Diakses pada 29 Mei 2026 dari https://www.quipper.com/id/blog/info-guru/perbedaan-penilaian-formatif-dan-sumatif-di-kurikulum-merdeka/
Picture of wahyu adji
wahyu adji
Saya merupakan SEO Specialist dan Conten Writer Profesional di bidang pendidikan seputar kampus, mahasiswa dan kedosenan di Parafrase Indonesia

Tinggalkan Balasan