Pernahkah Anda bertanya-tanya mengenai mana yang lebih sulit, kualitatif atau kuantitatif? Keduanya menjadi metode penelitian yang harus dipilih salah satu. Bisa juga memilih memakai metode campuran antara keduanya.
Metode atau metodologi penelitian tidak bisa dipilih asal-asalan, sebab akan mempengaruhi seluruh rancangan kegiatan penelitian. Jika metode yang dipilih keliru, penelitian bisa memakan waktu lama untuk selesai. Jadi, bagaimana menentukan yang tepat? Berikut informasinya.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Metode Penelitian Kualitatif?
Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang fokus utamanya adalah memahami suatu fenomena yang diteliti secara mendalam. Pada metode penelitian ini, peneliti biasanya mendapatkan data berbentuk bukan angka (nonnumerik).
Baca Juga: Populasi Penelitian: Pengertian, Fungsi, Jenis dan Contoh
Apa Itu Metode Penelitian Kuantitatif?
Memudahkan dalam memahami mana yang lebih sulit kualitatif atau kuantitatif, maka perlu memahami juga metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang fokus utamanya adalah pada pengumpulan dan analisis data numerik (data berbentuk angka).
Jika dilihat dari bentuk datanya, maka kualitatif vs kuantitatif akan dijumpai perbedaan signifikan. Data kualitatif sifatnya nonnumerik atau bukan angka. Sebaliknya, data dalam metode penelitian kuantitatif berbentuk numerik atau angka.
Baca Juga: Apa Itu Pendekatan Penelitian? Definisi, Jenis, hingga Contohnya
Mana yang Lebih Sulit Kualitatif atau Kuantitatif?
Mana yang lebih sulit kualitatif atau kuantitatif? Jawabannya adalah tergantung pada masing-masing peneliti. Secara umum, kedua metodologi penelitian tersebut setara dalam banyak aspek. Sama-sama sulit, sekaligus sama-sama mudah untuk diterapkan. Berikut detail penjelasannya:
Tantangan Metode Kualitatif
Dalam menjalankan penelitian menggunakan metode kualitatif, sekalipun data berbentuk bukan angka dan tidak perlu memahami statistika. Namun, ada beberapa tantangan dalam penerapannya yang tentu meningkatkan level kesulitan. Diantaranya adalah:
A. Perlu Melakukan Wawancara Mendalam
Dalam metode kualitatif, data penelitian mayoritas diperoleh dari sumber primer dalam proses wawancara dengan narasumber. Terdengar mudah, padahal aktual di lapangan tidak selalu demikian.
Peneliti perlu menyusun strategi wawancara yang tepat agar pertanyaan yang diajukan mampu mendapatkan data mendalam. Sekaligus teknik wawancara harus benar agar narasumber bisa memberi penjelasan lebih rinci.
Wawancara yang mendalam membantu mendapatkan data nonnumerik yang lebih valid dan berkualitas. Sehingga bisa meminimalkan risiko data bias. Namun, prakteknya tidak mudah apalagi untuk peneliti pemula.
B. Perlu Menganalisis Data Jumlah Besar
Dalam metode kualitatif, peneliti sering berhadapan dengan data skala besar. Sering juga berhadapan dengan tidak hanya jumlah data yang banyak akan tetapi juga jenis data yang beragam.
Misalnya peneliti perlu menganalisis data dalam bentuk transkrip wawancara, catatan observasi, dan dokumen. Sumber berbeda memberikan data dalam bentuk berbeda pula.
Semakin banyak data dan semakin beragam data penelitian tersebut. Tentunya menuntut peneliti mengerahkan lebih banyak sumberdaya dalam proses analisis hingga tahap penafsiran hasil analisis tersebut.
Parafrase Indonesia memiliki E-Book Mengubah Karya Ilmiah 30 Hari yang dapat membantu anda dalam mencari poin-poin penting dalam kepenulisan naskah buku
B. Rentan Terjadi Subjektivitas
Tantangan umum yang ketiga dalam penelitian yang menggunakan metode kualitatif adalah rentan subjektivitas. Bagaimana hal ini terjadi? Dalam penelitian yang berisi data nonnumerik, maka tahap analisis data dimulai dengan coding.
Secara sederhana, coding data dilakukan dengan menentukan kelompok data dan memasukan seluruh data pada kelompok dengan karakteristik yang sama. Pada tahap ini, penilaian atau persepsi pribadi peneliti punya andil signifikan.
Salah satu dampaknya, data yang sekilas sama padahal berbeda bisa dipandang sama. Kemudian masuk ke kelompok coding yang sama. Sehingga subjektivitas pada analisis data kualitatif bisa sangat tinggi dan menyebabkan bias yang tinggi juga.
C. Perlu Uji Validitas Data
Memahami ada risiko subjektivitas sehingga data penelitian rentan bias. Maka umumnya dalam penelitian kualitatif dilakukan teknik uji validitas data. Ada beberapa teknik dalam proses ini seperti teknik triangulasi, member checking, dan sebagainya.
Tantangan Metode Kuantitatif
Sama halnya dengan metode penelitian kualitatif, pada metode kuantitatif peneliti juga akan menjumpai sejumlah tantangan dan kesulitan. Berikut beberapa diantaranya:
A. Menyusun Instrumen Penelitian yang Valid
Jika dalam metode kualitatif, pengujian data menjadi tahapan krusial atau wajib ada. Maka tidak demikian dengan penelitian kuantitatif. Data dari awal penelitian harus benar-benar dipastikan valid.
Yakni dimulai dari tahap penentuan instrumen penelitian. Peneliti perlu memahami data dari dua variabel atau lebih yang diteliti didapatkan dari mana, bagaimana cara valid mendapatkannya, dan detail lainnya. Pada prakteknya, menjamin validitas instrumen penelitian bukan hal mudah.
B. Perlu Melakukan Teknik Sampling
Dalam penelitian kuantitatif, peneliti bisa berhadapan dengan populasi skala besar. Adanya keterbatasan sumber daya, maka dilakukan teknik sampling. Sehingga sampel penelitian bisa mewakili atau merepresentasikan populasi tersebut.
Misalnya dari 1.000 jumlah orang dalam populasi penelitian. Peneliti harus memilih 100 sampel penelitian. Dalam menentukan sampel, peneliti harus menggunakan teknik sampling yang tepat.
Menentukan teknik sampling bukan hal yang bisa dikatakan mudah. Ditambah, ada kemungkinan teknik yang diterapkan keliru. Sehingga pemilihan sampel ikut keliru dan menyebabkan data bias.
C. Menguasai Statistik dan Perangkat Lunak yang Relevan
Salah satu tantangan berat dalam penelitian kuantitatif adalah analisis data dengan teknik statistik. Meski bisa menggunakan perangkat lunak, sehingga analisis tidak lagi dilakukan manual.
Sayangnya, peneliti wajib mengenal dan menguasai penggunaan perangkat lunak tersebut. Jenisnya banyak dan harus dipilih yang relevan dengan karakteristik data dan pertimbangan lainnya. Dalam beberapa kondisi, peneliti butuh waktu untuk mempelajari perangkat lunak tersebut.
D. Menafsirkan Hasil Analisis Data
Dalam penelitian kuantitatif, data numerik perlu ditafsirkan menjadi kesimpulan berbentuk nonumerik. Misalnya kesimpulan dalam bentuk teks deskriptif yang berisi hasil analisis.
Dalam prakteknya, proses penafsiran hasil analisis data dengan teknik statistik tidak mudah. Pemilihan diksi harus tepat untuk benar-benar menghindari multitafsir dari pembaca laporan penelitian maupun artikel jurnal sebagai luaran penelitian.
Misalnya, peneliti menguji “Pengaruh penggunaan AI terhadap produktivitas dosen”. Data menunjukan ada korelasi positif antara penggunaan AI dengan peningkatan produktivitas tri dharma dosen.
Namun frasa “korelasi positif” tidak lantas menjelaskan kedua variabel punya hubungan sebab akibat langsung. Jika ditafsirkan lebih mendalam, akan dipahami ada faktor lain yang mempengaruhi hubungan positif antara dua variabel tersebut.
Bagaimana Cara Menentukan Metodologi Penelitian yang Sesuai?
Berikut beberapa cara atau pertimbangan agar metode penelitian yang dipilih tidak keliru:
1. Kualitatif untuk Memahami dan Mendalami Topik
Cara yang pertama, melihat dulu tujuan dari penelitian yang akan dijalankan. Jika penelitian tersebut bertujuan untuk memahami atau mendalam suatu fenomena (topik penelitian).
Metode penelitian kualitatif bisa dijadikan pilihan. Sebab penelitian dengan data nonnumerik akan memberikan informasi lebih rinci. Misalnya dari proses wawancara mendalam. Sehingga membantu peneliti memahami topik secara lebih mendalam.
2. Kuantitatif untuk Mengetahui Hubungan Dua Variabel atau Lebih
Cara kedua, jika penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variabel atau lebih. Maka pada kondisi ini menggunakan metode penelitian kuantitatif lebih ideal untuk dilakukan.
Variabel penelitian akan lebih mudah diketahui hubungannya jika didapatkan data numerik. Sehingga analisis data dengan teknik statistika. Langkah ini akan diterapkan jika peneliti menggunakan metode kuantitatif.
3. Konsultasikan dengan Dosen Pembimbing
Jika Anda mahasiswa, dan bingung menentukan kualitatif vs kuantitatif. Maka cara paling aman dan termudah adalah konsultasi dengan dosen pembimbing. Pengalaman dalam meneliti yang sudah banyak membantu menentukan metode yang paling tepat.
4. Mengenal Perangkat Lunak untuk Analisis Data Penelitian
Salah satu hal yang membuat peneliti keliru dalam menentukan metode penelitian adalah kesulitan menggunakan perangkat lunak analisis data. Jika merasa ahli atau mahir di satu perangkat lunak dan kebetulan hanya ideal untuk metode kuantitatif.
Pahami cara menggunakannya, minimal cara input data penelitian di dalamnya. Semakin paham cara menggunakannya dan familiar dengan beberapa perangkat lunak. Maka akan lebih siap menggunakan metode penelitian apapun. Sehingga meminimalkan risiko salah pilih.
5. Memperbanyak Membaca Publikasi Hasil Penelitian
Cara lain yang bisa diterapkan adalah memperbanyak membaca publikasi hasil penelitian. Sebab dengan membaca berbagai publikasi tersebut, tentunya lebih familiar dengan berbagai metode penelitian.
Perlahan, peneliti akan memahami karakteristik topik penelitian yang menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Sehingga membantu memiliki acuan yang tepat dalam menentukan metode yang sesuai dengan topi penelitian dan pertimbangan lainnya.
Baca Juga: Bab 3 Skripsi Isinya Apa Saja? Berikut Panduan Sistematika Penulisannya
Kesalahan Umum saat Menentukan Metodologi Penelitian
Supaya dalam menentukan kualitatif vs kuantitatif lebih tepat. Sekaligus memahami mana yang lebih kualitatif atau kuantitatif berdasarkan karakteristik topik yang diteliti. Maka perlu menghindari sejumlah kesalahan dalam menentukan metode penelitian yang tepat. Berikut beberapa kesalahan umum yang masih jamak terjadi:
1. Terburu-Buru Menentukan Metodologi Penelitian
Kesalahan umum yang pertama, peneliti terlalu buru-buru dalam menentukan metode penelitian. Paling mudah, perlu merumuskan rumusan masalah. Sehingga ada daftar pertanyaan yang harus bisa dijawab dari penelitian yang akan dilakukan.
Melalui pertanyaan inilah, bisa ditentukan metode penelitian mana yang tepat. Jika ingin memahami topik yang diteliti, metode kualitatif pilihannya. Jika ingin mengetahui hubungan dua variabel penelitian, maka metode kuantitatif bisa dipilih.
2. Menganggap Salah Satu Metode Paling Kredibel
Kesalahan umum yang kedua, peneliti memiliki perspektif pribadi bahwa salah satu metode penelitian paling kredibel. Padahal, baik metode kualitatif, kuantitatif, maupun campuran sama-sama kredibel. Jika fokus di salah satu saja, maka penelitian bisa salah memilih metode.
3. Mengabaikan Kendala dalam Penerapan Metode Penelitian
Kesalahan umum yang ketiga, peneliti mengabaikan kendala dalam penerapan metode penelitian. Perlu beberapa pertimbangan agar metode yang dipilih benar-benar tepat.
Misalnya, instrumen penelitian disesuaikan dengan durasi penelitian. Pilih yang paling tepat, agar proses pengumpulan data tidak terlalu lama. Instrumen yang dipilih tentu didasarkan pada metode yang dipilih sebelumnya. Jadi, pertimbangkan juga faktor-faktor praktis di lapangan.
4. Menentukan Pilihan Tanpa Alasan dan Dasar yang Jelas
Menentukan antara kualitatif dengan kuantitatif, termasuk metode campuran tentu harus punya dasar yang kuat. Jangan sampai menentukan pilihan dengan dasar yang tidak jelas. Sayangnya, masih banyak peneliti yang melakukan kesalahan ini. Sehingga metode penelitian yang dipilih kurang tepat.
5. Mengabaikan dan Tidak Mengakui Risiko Bias Penelitian
Kesalahan umum berikutnya adalah peneliti mengabaikan risiko bias dalam penelitian. Metode penelitian apapun sama-sama memiliki risiko terjadi bias. Upaya meminimalkannya dengan uji validitas data pada metode kualitatif. Sedangkan pada metode kuantitatif, dengan lebih teliti menentukan instrumen penelitian.
Tujuannya agar data penelitian kuantitatif valid dari awal. Meskipun begitu, risiko bias tetap bisa terjadi. Peneliti perlu memahami hal ini dan mengakuinya, sehingga bisa memberikan rekomendasi pada peneliti lain untuk menghindari bias tersebut saat melanjutkan penelitian.
Pahami dengan baik agar lebih tepat dalam mengukur mana yang lebih sulit kualitatif atau kuantitatif? Sehingga metode yang dipilih benar-benar tepat. Metode yang tepat, menunjang kelancaran penelitian dan mencapai target luaran yang sudah ditetapkan.
sumber:
- Mallinder, B. (2026). Quantitative vs Qualitative Research: Choose the Right Method for Your Study. Diakses pada 21 Juli 2026 dari https://www.ue-amsterdam.com/blog/quantitative-vs-qualitative-research-differences-methods
- Kualitatif vs Kuantitatif: Mana Metode Skripsi yang Paling ‘Aman’ Biar Lulus Tepat Waktu di Ma’soem University? (2026). Masoem University. Diakses pada 21 Juli 2026 dari https://masoemuniversity.ac.id/artikel/kualitatif-vs-kuantitatif-mana-metode-skripsi-yang-paling-aman-biar-lulus-tepat-waktu-di-masoem-university/
- Penelitian Kuantitatif VS Kualitatif : Apa Bedanya? (2023). Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Diakses pada 21 Juli 2026 dari https://library.umy.ac.id/penelitian-kuantitatif-vs-kualitatif-apa-bedanya/
- Septiady, E. (2024). Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Beserta Contohnya. Diakses pada 21 Juli 2026 dari https://tsurvey.id/portal/perbedaan-penelitian-kualitatif-dan-kuantitatif-beserta-contohnya

