Pengertian Penilaian Sumatif, Jenis, Manfaat dan Tujuannya

Penilaian Sumatif

Dalam kegiatan pembelajaran, baik di sekolah maupun di tingkat perguruan tinggi tentunya akan ada penilaian atau tes sumatif. Tes jenis ini biasanya diselenggarakan antara pertengahan dan akhir semester. 

Bentuk dari penilaian sumatif juga cukup beragam. Biasanya disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, karakteristik materi, dan pertimbangan lainnya. Namun, sudahkah Anda memahami apa itu penilaian sumatif dan seluk beluk lainnya? Berikut informasinya. 

Pengertian Penilaian Sumatif

Tes sumatif adalah tes yang diberikan pada akhir caturwulan untuk mengetahui tujuan kurikuler sudah tercapai atau belum. Secara sederhana, tes atau penilaian sumatif adalah tes yang diberikan di akhir semester untuk mengetahui tujuan pembelajaran sudah tercapai atau belum.Ā 

Dalam kegiatan pembelajaran, biasanya ada 2 jenis penilaian yang dijalankan oleh pendidik. Yakni tes formatif dan sumatif. Tes formatif biasanya tes yang dilakukan dalam kegiatan pembelajaran. Misalnya latihan soal, ulangan, dan sebagainya. 

Sementara tes atau penilaian sumatif dilakukan pendidik di akhir semester. Sehingga mengukur kemampuan akhir peserta didik setelah mengikuti pembelajaran dalam kurun waktu 6 bulan atau satu semester. 

Baca Juga: 60+ Contoh Ucapan Selamat Sidang Skripsi Simpel dan Berkesan

Jenis-Jenis Penilaian Sumatif

Dalam mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran, tes sumatif tidak hanya dijalankan dengan memberikan ujian tertulis pada peserta didik. Bentuk penilaian sumatif cukup beragam untuk disesuaikan dengan beberapa hal. 

Termasuk penyesuaian dengan ketentuan implementasi kurikulum. Berikut jenis tes sumatif yang dimaksud: 

1. Ujian TertulisĀ 

Jenis penilaian sumatif yang pertama adalah ujian tertulis atau tes tertulis. Ujian tertulis adalah metode penilaian yang memberikan pertanyaan kepada peserta didik untuk dijawab dengan menggunakan media tulisan. 

Ujian tertulis dalam penilaian sumatif diketahui menjadi jenis yang paling banyak digunakan. Alasannya beragam, salah satunya kemudahan dalam pelaksanaan penilaian. Sekaligus kemudahan dalam mengoreksi jawaban dan perhitungan nilai ujian. Yakni didasarkan pada jumlah jawaban yang benar. 

2. ProyekĀ 

Jenis kedua dalam tes sumatif adalah proyek. Penilaian dalam bentuk proyek adalah metode penilaian di mana peserta didik diminta membuat atau menyelesaikan suatu tugas dalam periode waktu tertentu untuk menunjukkan pemahaman dan keterampilannya.Ā 

Dalam proses penilaian, biasanya tidak hanya menilai proyek akhir yang dihasilkan di masa pengerjaan tugas. Akan tetapi juga dalam proses pengerjaan proyek tersebut.

3. PresentasiĀ 

Presentasi adalah suatu penilaian di mana peserta didik menyampaikan hasil pemahaman, penelitian, atau tugas di depan pendidik (guru maupun dosen) dan peserta lain secara lisan. 

Tes sumatif dalam bentuk presentasi biasanya bertujuan untuk menilai kemampuan komunikasi atau public speaking peserta didik. Kemudian mengukur tingkat pemahaman pada materi. 

4. PortofolioĀ 

Jenis tes sumatif yang keempat adalah portofolio. Portofolio dipahami sebagai metode penilaian dengan menilai kumpulan hasil karya atau tugas peserta didik yang disusun secara sistematis selama periode tertentu.

Umumnya, tujuan dari bentuk penilaian sumatif satu ini adalah untuk mengetahui perkembangan kemampuan peserta didik. Sehingga diberi tugas berkala, misalnya setiap akhir pertemuan.Ā 

5. Ujian PraktikumĀ 

Dalam tes jenis ini, biasanya bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam menerapkan atau mempraktekkan ilmu teori.Ā  Ujian praktikum bisa secara individu maupun berkelompok. Bentuk kegiatan praktikum pun bisa apa saja.

Misalnya praktek penelitian di ruang laboratorium, praktek menyetrika baju untuk anak SD kelas 3, praktek membuat program komputer untuk mahasiswa di prodi ilmu komputer, dan sebagainya.Ā 

Sementara dasar dalam penilaian oleh pendidik bisa dari ketepatan prosedur atau tahapan praktek yang diterapkan peserta didik. Bisa juga didasarkan dari hasil akhir dalam praktek tersebut. Misalnya mahasiswa ilmu komputer diminta membuat program database sederhana. Maka yang dinilai adalah program yang dibuat. 

6. Proyek LapanganĀ 

Berikutnya adalah tes sumatif dalam bentuk proyek lapangan. Proyek lapangan dipahami sebagai suatu metode penilaian yang menugaskan peserta didik untuk terjun langsung ke lapangan dan melaksanakan suatu kegiatan. 

Proyek lapangan membuat peserta didik bisa datang ke lokasi langsung dan merasakan suasana serta aspek lainnya. Sehingga saat mempraktekan materi yang sudah dipelajari bisa menyesuaikan dengan kondisi di sekitar. 

Baca Juga: 10 Rekomendasi AI untuk Mencari Jurnal

Manfaat Penilaian Sumatif

Dilaksanakannya tes sumatif, tentunya bukan sekedar formalitas dalam kegiatan pembelajaran. Terdapat sejumlah manfaat dari pelaksanaan tes tersebut. Berikut beberapa diantaranya: 

1. Mengetahui Tercapai Tidaknya Tujuan PembelajaranĀ 

Manfaat yang pertama, ujian sumatif membantu pendidik mengetahui tercapai tidaknya tujuan pembelajaran. Misalnya, jika dalam mata kuliah A mahasiswa diharapkan bisa menguasai kompetensi X. 

Maka ujian sumatif ditujukan untuk menilai penguasaan kompetensi tersebut. Apakah kompetensi dikuasai dengan baik oleh mahasiswa atau sebaliknya. Tanpa ujian atau penilaian sumatif, maka tujuan pembelajaran akan sulit diketahui sudah tercapai atau belum.

2. Membantu Menentukan Nilai Akhir Peserta DidikĀ 

Manfaat yang kedua, tes sumatif bisa membantu menentukan nilai akhir peserta didik. Secara umum, ada tes formatif dan sumatif sehingga didapatkan nilai akhir. Jadi, ketika pendidik tidak menerapkan penilaian sumatif maka akan sulit didapatkan nilai akhir.Ā 

3. Memotivasi Peserta Didik untuk BelajarĀ 

Manfaat ketiga, penilaian sumatif bisa memberi motivasi kepada peserta didik untuk belajar. Sebab kemampuan kognitif maupun kompetensi yang dikuasai akan dinilai oleh pendidik. 

Tanpa adanya ujian sumatif, maka kegiatan pembelajaran menjadi fleksibel dan cenderung lebih santai. Pada beberapa peserta didik, hal ini bisa menimbulkan semangat belajar yang rendah. Sebab tidak ada proses penilaian, sehingga setelah pembelajaran bisa santai di rumah. 

4. Memberikan Gambaran Kemampuan Peserta DidikĀ 

Tes sumatif bisa membantu pendidik mengetahui mengenai gambaran kemampuan peserta didik yang diampu. Sebab dengan ujian tersebut, bisa diukur kemampuan peserta didik apa saja dan bagaimana. Hasil penilaian bisa menjadi evaluasi untuk proses belajar peserta didik agar lebih efektif.Ā 

5. Bahan Evaluasi untuk PendidikĀ 

Penilaian sumatif bisa memberikan bahan evaluasi bagi guru maupun dosen. Sebab hasil penilaian bisa dijadikan dasar untuk melihat apakah bentuk dan metode pembelajaran sudah tepat, atau sebaliknya.Ā 

6. Dasar Perbaikan KurikulumĀ 

Penilaian sumatif juga bermanfaat dalam memberikan data untuk dijadikan dasar evaluasi kurikulum. Jika dirasa hasilnya memuaskan sesuai harapan, maka bisa diusahakan untuk dipertahankan. Sebaliknya, jika tidak sesuai harapan maka akan dilakukan perbaikan atau penyesuaian pada kurikulum. 

Tujuan Penilaian Sumatif

Pelaksanaan tes sumatif diketahui juga memiliki beberapa tujuan untuk dicapai. Adapun tujuan tes sumatif yang dimaksud antara lain: 

1. Mengukur Hasil Belajar para Peserta DidikĀ 

Penilaian sumatif diselenggarakan untuk mengukur hasil belajar peserta didik. Baik untuk mengukur pemahaman materi, maupun mengukur penguasaan suatu kompetensi. Yakni dengan beberapa bentuk atau jenis penilaian sumatif yang dijelaskan sebelumnya.Ā 

2. Memberikan Nilai Hasil BelajarĀ 

Hasil dari penilaian sumatif merupakan bagian dari nilai akhir hasil pembelajaran. Sesuai penjelasan sebelumnya, hasil penilaian sumatif akan diakumulasikan dengan penilaian formatif. Sehingga didapatkan nilai akhir yang menjadi nilai dari hasil pembelajaran peserta didik.Ā 

3. Mengukur Tercapai Tidaknya Tujuan PembelajaranĀ 

Setiap kegiatan pembelajaran tentunya memiliki tujuan. Baik itu tujuan meningkatkan pemahaman materi pada peserta didik. Maupun bertujuan untuk mengasah kompetensi peserta didik tersebut. Penilaian sumatif membantu mengukur apakah tujuan pembelajaran yang ditetapkan sudah tercapai atau sebaliknya. 

4. Dasar Pengambilan Keputusan AkademikĀ 

Tes sumatif membantu pendidik dan pihak institusi atau sekolah mendapat data. Data ini dijadikan dasar dalam mengambil keputusan akademik. Misalnya menetapkan peserta didik naik kelas atau tinggal kelas, perlu remedial atau tidak, dan sebagainya.Ā 

5. Memberi Informasi pada Stakeholder PendidikanĀ 

Hasil pembelajaran juga berhak diakses seluruh stakeholder dalam lingkungan pendidikan. Misalnya wali atau orang tua siswa sekolah. Mereka perlu mengetahui nilai anak mereka, mengetahui naik kelas atau tidak, dan sebagainya. Informasi atau data ini bisa didapatkan lewat penilaian sumatif. 

Keuntungan Penilaian Sumatif

Tak hanya membantu mengukur kemampuan peserta didik setelah mengikuti pembelajaran. Tes sumatif juga memberi sejumlah keuntungan bagi semua pihak di lingkungan pendidikan. Keuntungan tersebut antara lain: 

1. Memberikan Gambaran Hasil PembelajaranĀ 

Penilaian sumatif bisa membantu pendidik mendapatkan gambaran hasil pembelajaran dengan efektif dan efisien. Sebab dengan dilakukan ujian dan hasil penilaian disatukan dengan tes formatif. Maka didapatkan nilai akhir.Ā 

Nilai akhir ini akan memberi informasi apakah hasil pembelajaran bagus dan memuaskan seperti harapan, kurang, atau yang lainnya. Sehingga bisa menjadi dasar dalam pelaksanaan pembelajaran di semester berikutnya agar lebih baik lagi. 

2. Kemudahan dalam Pemberian Nilai AkhirĀ 

Tes sumatif memberi kemudahan bagi pendidik dalam menetapkan nilai akhir. Misalnya bagi siswa sekolah, seorang guru bisa memberi nilai 90 pada rapor berdasarkan hasil akumulasi tes formatif dan sumatif.Ā 

Pada mahasiswa, penilaian sumatif membantu dosen menentukan akan memberi nilai A atau C kepada mahasiswa tersebut. Penilaian dijamin transparan dan objektif, karena didasarkan pada hasil ujian yang juga diikuti peserta didik lain. 

3. Memudahkan Evaluasi Kegiatan PembelajaranĀ 

Penilaian sumatif memudahkan proses evaluasi kegiatan pembelajaran. Sebab dengan memberikan ujian kepada peserta didik. Maka pendidik bisa mengukur apakah pembelajaran sudah efektif atau sebaliknya.Ā 

Sehingga nilai yang diraih peserta didik tersebut bisa memberi data yang akurat. Pendidik bisa melakukan perbaikan sesuai kondisi dan kebutuhan. Sehingga pada semester berikutnya pembelajaran bisa lebih baik lagi dan lebih efektif. 

4. Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta DidikĀ 

Penilaian sumatif bisa menjadi sumber motivasi belajar bagi peserta didik. Dalam ujian, peserta didik akan menyadari kegiatan pembelajaran bukan sekedar menyimak penjelasan pendidik.Ā 

Akan tetapi ada tahap mengukur pemahaman mereka. Baik dengan ujian tertulis, proyek, praktek, dan sebagainya. Sehingga mereka akan lebih serius belajar. Secara alami muncul keinginan belajar ulang setelah pulang sekolah atau kuliah. 

5. Menyediakan Data untuk Dasar Penetapan KeputusanĀ 

Lewat penilaian sumatif, pendidik dan juga pengelola lembaga pendidikan bisa mendapat data untuk dijadikan dasar penetapan keputusan. Baik menyangkut keputusan kurikulum yang dijalankan, sampai penetapan keberlanjutan peserta didik.Ā 

6. Membantu Mengukur Efektivitas Pembelajaran dan KurikulumĀ 

Tes sumatif bisa membantu mengukur kualitas pembelajaran sampai kurikulum yang dijalankan. Jika metode pembelajaran menghasilkan nilai peserta didik yang rendah. Maka bisa dicoba untuk diubah dan disesuaikan.Ā 

Pada tes di semester berikutnya bisa dilihat apakah perubahan pembelajaran memang tepat atau sebaliknya. Jadi, dalam melakukan evaluasi dan keputusan terkait pembelajaran sifatnya objektif. Didasarkan pada nilai para peserta didik. 

Begitu juga dengan penilaian kurikulum. Dalam perguruan tinggi, kurikulum yang dijalankan perlu dievaluasi berkala. Sehingga bisa dilakukan perbaikan dan penyesuaian untuk meningkatkan maupun menjaga mutu pembelajaran. 

Melalui penjelasan tersebut, tentunya memudahkan untuk memahami apa itu tes sumatif dan kenapa penting untuk dilaksanakan. Sebab melalui tes ini, pendidik dan stakeholder bisa mengukur efektivitas pembelajaran dan kurikulum. Serta memiliki data untuk menentukan kebijakan akademik di semester berikutnya agar lebih tepat. 

Jika anda dosen di perguruan tinggi, saat ini Parafrase Indonesia memiliki layanan konversi KTI untuk setiap tugas akhir yang sudah selesai, hubungi kami untuk mendapatkan promo spesialnya.

sumber: 

  1. Laila. (n.d). Penilaian Sumatif: Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Keuntungannya! Diakses pada 28 Mei 2026 dari https://www.gramedia.com/literasi/penilaian-sumatif/
  2. Penilaian Sumatif: Pengertian, Tujuan, Jenis dan Manfaatnya. (2024). E-Ujian. Diakses pada 28 Mei 2026 dari https://e-ujian.id/penilaian-sumatif-pengertian-tujuan-jenis-dan-manfaatnya/
Picture of wahyu adji
wahyu adji
Saya merupakan SEO Specialist dan Conten Writer Profesional di bidang pendidikan seputar kampus, mahasiswa dan kedosenan di Parafrase Indonesia

Tinggalkan Balasan