Apa Itu Tes Formatif? Pengertian, Tujuan, Jenis dan Contoh

tes formatif

Dalam kegiatan pembelajaran, guru tentunya akan melakukan proses penilaian dan evaluasi. Salah satunya melalui asesmen atau tes formatif selain tes sumatif. Tes atau asesmen jenis ini sangat umum diterapkan pendidik seperti guru selama proses pembelajaran. 

Melalui tes ini, seorang guru bisa mendapatkan data mengenai efektif tidaknya kegiatan pembelajaran yang sudah berjalan. Jika hasil tes memuaskan, maka artinya sudah cukup efektif. Begitu juga sebaliknya. Jadi, apa itu asesmen formatif? Berikut penjelasannya. 

Baca Juga: Apa Itu Tes Pedagogik? Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Contoh

Apa Itu Tes Formatif?

Dalam buku berjudul Evaluasi Pendidikan, karya dari Hendro Widodo menjelaskan bahwa tes formatif adalah tes yang dilaksanakan untuk memantau kemajuan belajar siswa selama proses belajar berlangsung.

Tes ini bisa dalam bentuk soal pilihan ganda, soal esai, kuis singkat, dan bentuk lainnya. Kemudian dilaksanakan atau dijalankan seorang guru di tengah proses pembelajaran. Bisa juga di akhir pertemuan dalam proses pembelajaran tersebut. 

Melalui tes formatif inilah, seorang guru bisa mengevaluasi apakah kegiatan pembelajaran sudah berjalan baik dan efektif. Atau justru sebaliknya, sehingga perlu dilakukan perbaikan untuk mengantisipasi siswa kurang memahami materi pembelajaran. 

Baca Juga: Apa Itu Tes Pedagogik? Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Contoh

Tujuan Tes Formatif

Tes formatif memiliki tujuan yang khas dan membuatnya berbeda dengan tes sumatif. Tujuan tes formatif bukan untuk mengukur atau menilai tingkat pemahaman para siswa. Namun, memiliki berbagai tujuan di bawah ini: 

1. Mengetahui Tingkat Pemahaman Materi para Siswa

Tujuan tes formatif yang pertama adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa pada materi yang baru saja disampaikan oleh guru. Misalnya saja, guru baru menjelaskan bagaimana cara menghitung perkalian dua angka. 

Kemudian setelah penjelasan dan memberikan contoh. Guru memberikan 1 sampai 2 soal perkalian dan meminta para siswa mengerjakannya di buku tugas. Guru kemudian berkeliling untuk melihat siswa mana yang hasil perhitungan perkalian sudah benar atau sebaliknya. 

Jika jumlah siswa yang salah dalam menghitung perkalian masih tinggi, misalnya lebih dari separuh jumlah siswa. Maka artinya pemahaman materi siswa belum maksimal. Begitu juga jika sebaliknya. 

2. Mengidentifikasikan Ada Tidaknya Kesulitan Siswa dalam Belajar

Melalui tes formatif, seorang guru bisa terbantu dalam mengetahui materi mana saja yang dianggap sulit oleh para siswa dan sebaliknya. Sehingga untuk materi yang menyulitkan siswa memahaminya, bisa dijelaskan lebih pelan. 

Bisa juga memanfaatkan bahan ajar dan peraga lain yang sekiranya bisa membantu pemahaman lebih cepat dan tepat. Sehingga dalam menjelaskan materi tersebut, guru tidak bertahan di metode pembelajaran yang sama. 

3. Umpan Balik bagi Guru dalam Menjalankan Pembelajaran 

Tujuan tes formatif juga untuk memberikan umpan balik pada guru, atau bisa disebut upaya guru mendapat umpan balik yang efektif dan jelas. Disebut demikian, karena melalui asesmen formatif inilah guru bisa mengevaluasi kegiatan pembelajaran. 

Guru bisa mengecek apakah bentuk pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan lain sebagainya apakah sudah tepat. Jika hasil tes formatif menunjukan siswa belum menguasai materi. Maka ada indikasi salah satunya perlu diubah oleh guru. 

Baca Juga: Perbedaan Tes Formatif dan Sumatif Beserta Langkah Penilaian

4. Membantu Siswa Memperbaiki Kesalahan dalam Belajar

Tujuan tes formatif juga untuk membantu siswa melakukan perbaikan pada proses belajar. Jika hasil tes tersebut kurang memuaskan. Kemudian guru sudah melakukan perubahan pada metode dan aspek pembelajaran lainnya. 

Strategi belajar siswa yang sudah baik dan benar. Kemudian ditunjang dengan pembelajaran yang tepat dan efektif dari guru. Maka akan meningkatkan kemampuan siswa memahami materi dan mengingatnya dalam jangka panjang. 

5. Meningkatkan Mutu Proses Pembelajaran 

Meningkatkan mutu proses pembelajaran, sebab guru bisa melakukan evaluasi pada kegiatan pembelajaran dan melakukan perbaikan. Pembelajaran yang prosesnya bermutu membantu meningkatkan kemampuan siswa memahami materi. Sekaligus memaksimalkan nilai akademik, termasuk dari hasil tes sumatif. 

parafrase Indonesia memiliki layanan Konversi KTI Menjadi buku yang bisa bisa membantu perguruan tinggi mendapatkan skor akreditasi yang lebih tinggi

Fungsi Tes Formatif 

Tak hanya memiliki tujuan yang cukup beragam. Tes formatif juga memiliki fungsi yang tidak hanya satu, melainkan beberapa poin. Lebih rinci, berikut sejumlah fungsi tes formatif secara umum: 

1. Menilai Seberapa Jauh Capaian Pembelajaran 

Fungsi tes formati yang pertama adalah untuk menilai seberapa jauh capaian dalam pembelajaran sudah diraih. Artinya, tes jenis ini membantu guru menilai apakah target capaian pembelajaran sudah tercapai atau belum. Sehingga hasil tes bisa menjadi dasar proses evaluasi. 

2. Menentukan Pembelajaran Dilanjutkan atau Diulang 

Fungsi kedua, tes atau penilaian formatif adalah untuk menentukan kelanjutan kegiatan pembelajaran. Jika hasil tes kurang memuaskan atau kurang sesuai harapan. 

Maka guru perlu fokus mengevaluasi dan memperbaiki aspek-aspek yang dinilai menjadi penyebab. Baru kemudian melanjutkan proses pembelajaran menggunakan hasil perbaikan yang didasarkan hasil tes tersebut. 

3. Mengetahui Kesiapan Siswa Mempelajari Materi Berikutnya 

Membantu guru mengetahui kesiapan siswa untuk naik ke tahap berikutnya. Artinya, jika hasil tes baik dan sesuai harapan. Maka artinya siswa telah siap untuk mempelajari materi berikutnya. 

Tentunya secara tingkat kesulitan akan lebih sulit dibanding materi sebelumnya. Begitu juga sebaliknya, jika hasil tes kurang maka guru bisa memutuskan untuk mengulang penyampaian materi. 

4. Membantu Menilai Siswa Siap Naik Kelas atau Sebaliknya 

Tes formatif juga berfungsi untuk membantu menilai kesiapan siswa naik jenjang pendidikan atau tingkatan. Pada siswa sekolah, hasil tes bisa membantu melengkapi hasil tes sumatif. Sehingga menentukan apakah siswa siap naik kelas atau tidak.

5. Menilai Metode Pembelajaran Sudah Tepat atau Tidak 

Fungsi berikutnya, penilaian formatif bisa menilai metode pembelajaran sudah tepat atau perlu dievaluasi. Metode pembelajaran menjadi salah satu aspek yang ikut menentukan mudah tidaknya materi dipahami siswa. 

Materi mudah atau sulit, jika metodenya kurang tepat maka akan menjadi sulit dan rumit. Sebaliknya, sesulit apapun materi jika metode pembelajaran sudah tepat. Maka cenderung membantu siswa memahaminya dengan lebih cepat dan mudah. 

6. Menentukan Kelulusan Siswa

Penilaian formatif juga berfungsi dalam menentukan kelulusan siswa. Sebagaimana fungsi sebelumnya yang menentukan peralihan ke materi berikutnya dan naik kelas atau tidak. Hasil penilaian formatif juga menjadi pertimbangan penentuan kelulusan.  

7. Pembanding antara Prestasi dengan Target Capaian Pembelajaran 

Hasil penilaian formatif juga berfungsi sebagai pembanding antara prestasi akademik dengan target capaian pembelajaran. Apakah melampaui target, sesuai target, atau justru di bawah target tersebut. Sehingga didapatkan pembanding yang tepat dan relevan. 

Jenis-Jenis Tes Formatif

Tes formatif diketahui juga memiliki jenis yang cukup beragam. Secara garis besar, jenis tes formatif didasarkan pada waktu pelaksanaan dan bentuk tesnya seperti apa. Jika dilihat dari waktu pelaksanaan tes maka jenisnya terbagi menjadi dua. Yaitu: 

1. Pre Test (Tes Awal) 

Pre test adalah penilaian formatif yang dijalankan guru di awal pembelajaran. Sehingga sebelum pembelajaran dimulai, siswa akan diberi soal atau pertanyaan oleh guru tersebut. 

Penilaian formatif di awal pembelajaran tentunya bukan sekedar formalitas semata. Terdapat beberapa tujuan dari pelaksanaannya. Diantaranya adalah: 

  1. Membantu siswa lebih siap untuk mengikuti pembelajaran, sebab di awal siswa bisa mengetahui apa yang akan dibahas dan  termotivasi untuk fokus agar bisa mengerjakan tes maupun PR dari guru. 
  2. Membantu mengetahui kemampuan akademik awal para siswa, sehingga ikut menentukan materi yang akan disampaikan guru di kegiatan pembelajaran. 
  3. Membantu guru menentukan pembelajaran dimulai dari mana. Misalnya penilaian formatif untuk menguji siswa mengenal angka 1-10. Jika banyak yang belum mengenal angka tersebut, maka guru memulai pelajaran matematika dengan menjelaskan angka dan deretan atau urutannya. 

2. Post Test (Tes Akhir) 

Jenis tes formatif kedua berdasarkan waktu atau kapan dilaksanakan adalah post tes atau tes akhir. Post test adalah penilaian formatif yang dijalankan guru di akhir proses pembelajaran. 

Para guru bisa saja di awal pembelajaran menjalankan pre test, kemudian di akhir pertemuan memberikan post test. Setelah materi dijelaskan dan dipelajari bersama dampingan guru, maka post test akan diberikan. 

Post test juga memiliki beberapa tujuan sehingga dijalankan oleh para guru. Tujuan tersebut antara lain: 

  1. Membantu mengetahui tingkat penguasaan materi oleh para siswa. 
  2. Mengetahui perlu tidaknya mengulang pembahasan materi yang sudah disampaikan. Jika hasil penilaian kurang bagus, para guru bisa memutuskan untuk mengulang penjelasan. 
  3. Membantu guru dalam mengevaluasi pembelajaran, misalnya perlu tidaknya mengubah metode pembelajaran atau aspek lainnya. 

Bentuk Tes Formatif

Sedangkan jika dilihat dari segi bentuk tes yang diberikan oleh guru, maka setidaknya terbagi menjadi 4 jenis. Jenis tes formatif tersebut antara lain: 

1. Pertanyaan Lisan 

Jenis tes formati yang pertama jika dilihat dari bentuknya adalah pertanyaan lisan. Pertanyaan lisan adalah bentuk tes formatif yang dilakukan secara langsung melalui tanya jawab antara guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. 

2. Kuis 

Jenis kedua adalah kuis, yaitu tes formatif yang terdiri atas sejumlah pertanyaan singkat untuk mengukur penguasaan siswa terhadap materi yang baru dipelajari. Kuis biasanya dalam bentuk pertanyaan sederhana dan kalimat pendek. 

Kuis bisa dibuat dalam bentuk soal pilihan ganda maupun esai yang jawabannya singkat. Melalui kuis ini, para guru bisa menilai kemampuan dasar siswa bagaimana. Kemudian menjadi acuan untuk menentukan pembelajaran dimulai dari materi mana dan bagaimana atau memakai metode pembelajaran apa. 

3. Ulangan Harian 

Ulangan harian adalah tes formatif yang dilaksanakan setelah siswa menyelesaikan satu kompetensi dasar, satu bab, atau satu unit materi pembelajaran. Ulangan harian maka artinya dilaksanakan guru setiap hari, khususnya di akhir pertemuan. 

Namun, guru juga bisa memutuskan untuk ulangan di seminggu pertama. Minggu depan ada ulangan lagi atau disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan. Ulangan bisa dalam berbagai bentuk soal. Mulai dari pilihan ganda, isian, kombinasi, dll. 

4. Ujian Block 

    Jenis terakhir adalah ujian block. Yaitu tes formatif yang diberikan setelah siswa menyelesaikan beberapa materi atau beberapa kompetensi yang saling berkaitan dalam satu periode pembelajaran.

    Sekilas mirip dengan ujian harian, hanya saja materi yang sudah dipelajari siswa lebih banyak dibanding ujian harian. Misalnya dalam satu semester, mata pelajaran matematika terdiri dari 10 bab. 

    Contoh Tes Formatif

    Bagi para guru yang berencana memberikan tes formatif kepada siswa. Baik dalam bentuk pre test maupun post test. Tentunya butuh referensi, salah satunya dalam bentuk contoh soal dalam penilaian formatif tersebut. 

    Berikut beberapa contohnya pada 4 jenis tes formatif berdasarkan bentuk yang dijelaskan sebelumnya: 

    1. Contoh Tes Formatif Pertanyaan Lisan 
    1. Apa fungsi utama paru-paru dalam sistem pernapasan manusia?
    2. Sebutkan organ yang menghubungkan rongga hidung dengan paru-paru!
    3. Mengapa manusia membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup?
    1. Contoh Tes Formatif Kuis 
    2. Organ tempat terjadinya pertukaran oksigen dan karbon dioksida adalah ….
    1. Trakea 
    2. Bronkus 
    3. Alveolus
    1. Saat menarik napas, diafragma akan …. 
    1. Mengendur ke atas 
    2. Kontraksi turun 
    3. Tetap diam 
    1. Gas yang dikeluarkan manusia saat menghembuskan napas adalah …. 
    1. Oksigen 
    2. Nitrogen 
    3. Karbondioksida 
    1. Contoh Tes Formatif Ujian Harian 

    Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

    Soal:

    1. Jelaskan urutan jalannya udara dari hidung hingga mencapai alveolus!
    2. Sebutkan tiga organ utama yang berperan dalam sistem pernapasan manusia beserta fungsinya!
    3. Mengapa kebiasaan merokok dapat mengganggu fungsi paru-paru? Jelaskan alasanmu!
    1. Contoh Tes Formatif Ujian Block 

    Materi yang diujikan: Organ Pernapasan, Mekanisme Pernapasan, dan Gangguan Sistem Pernapasan.

    Soal:

    1. Jelaskan perbedaan proses inspirasi (menarik napas) dan ekspirasi (menghembuskan napas)!
    2. Sebutkan dua penyakit yang menyerang sistem pernapasan beserta penyebabnya!
    3. Seorang siswa sering mengalami sesak nafas ketika berolahraga di lingkungan yang berdebu. Berdasarkan materi yang telah dipelajari, jelaskan kemungkinan penyebab kondisi tersebut dan upaya pencegahannya!
    4. Jelaskan urutan jalannya udara saat proses inspirasi (menarik napas), mulai dari hidung hingga mencapai alveolus!

    Sebagai catatan tambahan, bentuk soal pada dasarnya fleksibel. Para guru bisa menyesuaikan dengan contoh tes formatif yang dipaparkan di atas. Bisa juga mengkombinasikan beberapa jenis soal. 

    Kuncinya adalah soal relevan dengan materi yang telah dipelajari atau baru saja dipaparkan. Sehingga bisa menguji tingkat pemahaman siswa, sampai fokus tidaknya selama mengikuti pelajaran di kelas. Sehingga tes formatif bisa dikatakan penting untuk dijalankan. 

    sumber: 

    1. Rizma, P. (2024). Pengertian, Fungsi dan Contoh Tes Formatif. Diakses pada 1 Juli 2026 dari https://www.smadwiwarna.sch.id/pengertian-fungsi-dan-contoh-tes-formatif/
    2. Tes Formatif: Pengertian, Fungsi, hingga Jenis-jenisnya. (2022). Kumparan. Diakses pada 1 Juli 2026 dari https://kumparan.com/kabar-harian/tes-formatif-pengertian-fungsi-hingga-jenis-jenisnya-1yVijI9MGO2/1 
    3. Pendahuluan Peran Tes Formatif Dalam Pembelajaran SD. (2025). Universitas Teknokrat Indonesia. Diakses pada 1 Juli 2026 dari https://daftarsekolah.spmb.teknokrat.ac.id/2025/12/pendahuluan-peran-tes-formatif-dalam-pembelajaran-sd/?__cf_chl_f_tk=NNg0bfdb_j0dnWsIK2P4T5IiuTnMg2ZPF2.Y3WkFmqc-1782893311-1.0.1.1-Qu7sR2RCtQOXzB2ZSR804BnBTBJtNU2nWSRc2SoCTv0
    4. Bab II Kajian Teori. (n.d). Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim. https://repository.uin-suska.ac.id/14039/7/7.%20BAB%20II_2018968PAI.pdf
    Picture of wahyu adji
    wahyu adji
    Saya merupakan SEO Specialist dan Conten Writer Profesional di bidang pendidikan seputar kampus, mahasiswa dan kedosenan di Parafrase Indonesia

    Tinggalkan Balasan