Salah satu instrumen metode penelitian adalah melalui observasi (pengamatan). Dalam proses observasi tersebut, biasanya ditutup dengan menyusun laporan hasil observasi (LHO).
LHO menjadi bagian penting dalam kegiatan penelitian. Tidak hanya mencatat dan melaporkan data hasil observasi. Namun, juga menjadi bagian dari proses dokumentasi kegiatan penelitian. Inilah alasan, LHO sering menjadi tugas kuliah yang diberikan dosen kepada mahasiswa. Jadi, apa itu LHO? Berikut informasinya.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Teks Laporan Hasil Observasi?
Teks laporan hasil observasi adalah teks yang berisi penjabaran atau laporan hasil observasi (pengamatan) yang dilakukan oleh peneliti.
Hasil observasi dipaparkan secara sistematis, faktual, dan juga objektif. Sehingga disajikan apa adanya sesuai dengan hasil pengamatan yang dicatat peneliti. Teks ini disusun untuk menjelaskan secara rinci mengenai data yang didapat selama observasi dilakukan.
Baca Juga: Teknik Analisis Data dalam Riset Ilmiah: Metode, Contoh, dan Tips Memilihnya
Tujuan Teks Laporan Hasil Observasi
Menyusun teks laporan hasil observasi tentu bukan sekedar melengkapi tahapan observasi dan kegiatan penelitian. Sebab aktualnya, terdapat sejumlah tujuan teks laporan hasil observasi tersebut disusun. Berikut beberapa diantaranya:
1. Memberikan Informasi Hasil Observasi
Tujuan yang pertama dari penyusunan LHO, tentu saja untuk memberikan atau menyajikan informasi hasil observasi. Isi di dalam teks atau laporan ini akan memaaran seluruh data yang didapat dalam observasi.
Data disusun secara sistematis, faktual, dan tentunya objektif. Sehingga data tersebut benar-benar sesuai fakta di lapangan ketika observasi dilakukan. Tidak ada unsur subjektivitas, seperti penilaian atau persepsi personal peneliti.
2. Mendokumentasikan Data Penelitian
Tujuan kedua dari penyusunan LHO adalah mendokumentasikan data penelitian. Dalam kegiatan penelitian, dokumentasi seluruh tahap di dalamnya sangat penting. Sebab bisa membantu memudahkan proses validasi data, penelusuran jika ada kesalahan, dan lain sebagainya.
Data dalam penelitian yang dihimpun melalui sejumlah instrumen penelitian, termasuk observasi. Tentunya juga wajib didokumentasikan. Sehingga ada kebutuhan dan kewajiban peneliti untuk menyusun LHO.
Hal ini memastikan data hasil observasi terdokumentasikan, bisa diakses kembali jika dibutuhkan, dan mudah dipahami karena disusun sistematis dan faktual. Jadi, ketika membutuhkan data penelitian kembali untuk kroscek dan kebutuhan lainnya. Peneliti cukup melihat LHO, bukan catatan selama observasi yang belum sistematis.
3. Memudahkan Peneliti Memahami Data Penelitian
Data hasil observasi disusun menjadi teks laporan hasil observasi juga untuk memudahkan proses memahami data tersebut. Data hasil observasi akan disusun secara sistematis. Sehingga rapi, enak dibaca, dan lebih mudah dipahami.
Ketika dibutuhkan untuk proses analisis data, penyusunan laporan penelitian, teks luaran penelitian, dan kebutuhan lainnya. Peneliti bisa dengan mudah memahami data observasi dibanding membaca catatan yang masih berantakan (belum sistematis).
4. Menunjang Proses Analisis Data
Tujuan teks laporan observasi juga untuk menunjang proses analisis data. Secara umum, data hasil observasi bisa beragam sesuai tujuan dan desain penelitian. LHO membuat semua jenis data disusun sistematis berdasarkan jenis maupun aspek tertentu.
Sehingga tersusun dalam bentuk pengelompokan data yang memudahkan proses memahaminya. Data seperti ini juga memudahkan proses analisis data yang termasuk tahapan wajib dalam kegiatan penelitian.
5. Mengembangkan Keterampilan Menulis KTI
Selanjutnya yang menjadi tujuan dari penyusunan LHO adalah mengembangkan keterampilan menulis KTI (Karya Tulis Ilmiah). LHO termasuk dalam jenis KTI yang disusun sistematis dan objektif.
Menyusunnya tentu menjadi bagian dari meningkatkan keterampilan menulis KTI. Dimana terikat dengan sejumlah aturan dan harus dipatuhi. LHO membantu membiasakan diri menyusun KTI dengan baik dan benar. Sehingga ikut menunjang penulisan KTI jenis lainnya.
Baca Juga: Landasan Teori dalam Penelitian Ilmiah, dari Pengertian, Isi, hingga Contohnya
Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Observasi
Laporan dalam kegiatan penelitian, tentunya bukan hanya teks laporan hasil observasi. Akan tetapi juga ada laporan jenis lainnya, termasuk laporan kegiatan penelitian itu sendiri yang menjadi tahap akhir dari kegiatan penelitian.
Laporan hasil penelitian memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dengan laporan lain dalam penelitian. Berikut detailnya:
1. Berisi Data Hasil Observasi
Ciri khas pertama di dalam LHO tentu saja isinya yang memaparkan data hasil observasi (pengamatan). Sehingga tidak memaparkan data yang didapat dari instrumen lain yang digunakan peneliti.
Jika dalam penelitian, peneliti menggunakan data observasi dan data hasil wawancara. LHO hanya melaporkan data hasil observasi, tidak sekaligus data hasil wawancara. Laporannya tentu terpisah.
2. Menyajikan Data Faktual
Ciri khas kedua di dalam laporan metode observasi adalah menyajikan data secara faktual. Data yang dicantumkan di dalam LHO adalah disajikan apa adanya. Disesuaikan dengan hasil pengamatan yang dilakukan.
Sehingga peneliti perlu menjaga integritas dengan menghindari tindakan falsifikasi, fabrikasi, dan lain sebagainya. Data yang didapat di lapangan A, maka ditulis A. Tidak bisa diubah, ditambah, dikurangi, dihapus, dan sebagainya.
3. Objektif
Ciri ketiga di dalam teks laporan hasil observasi adalah objektif. Artinya, LHO disusun objektif dengan fokus pemaparan data secara faktual. Sehingga tidak bisa menambahkan persepsi peneliti yang sifatnya subjektif. Hal ini untuk menjaga data tetap valid dan menghindari bias.
4. Sistematis
Ciri laporan hasil observasi selanjutnya adalah tersusun secara sistematis. LHO disusun menggunakan struktur yang jelas dan menjadi standar. Sehingga semua LHO yang disusun semua peneliti memiliki struktur seragam.
Meskipun ada perbedaan kecil, akan tetapi strukturnya tetap mirip. Tujuannya agar data hasil observasi bisa dipaparkan secara sistematis sesuai alur logika dan membuatnya mudah dipahami. Adapun untuk struktur umum LHO adalah sebagai berikut:
- Judul laporan hasil observasi.
- Klasifikasi umum, berisi penjelasan gambaran umum dari objek yang diamati.
- Deskripsi, berisi penjabaran secara rinci terkait objek yang diamati. Misalnya bentuknya, tampilan, warna, tekstur, dan sebagainya.
- Penutup atau kesimpulan, berisi kesimpulan dari data hasil observasi.
5. Informatif
Ciri kelima dari teks LHO adalah informatif. Artinya, LHO disusun dengan tujuan memberikan informasi yang menambah pengetahuan dan wawasan. Sehingga data observasi disajikan apa adanya sesuai hasil observasi. Tidak ada unsur tertentu yang membuat LHO mampu mempengaruhi pembaca untuk tujuan tertentu.
6. Data Disajikan Secara Lengkap
Ciri khas keenam dari teks laporan hasil observasi adalah data observasi disajikan secara lengkap. Semakin teliti dan detail memperhatikan berbagai aspek terhadap objek penelitian. Maka data hasil observasi semakin lengkap, rinci, dan mendalam.
7. Menggunakan Kosakata Baku
Ciri khas lainnya di dalam LHO adalah menggunakan kosakata baku, menyesuaikan dengan ketentuan di dalam EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Tujuannya agar tetap formal sebagaimana standar KTI. Sekaligus memastikan data observasi mudah dipahami karena menggunakan kosakata baku.
Baca Juga: Probability Sampling: Pengertian, Teknik, dan Perbedaannya dengan Non Probability Sampling
Tips Menulis Teks Laporan Hasil Observasi yang Baik
Menyusun teks laporan hasil observasi tentu tidak bisa sembarangan. Sebab bagaimanapun juga LHO termasuk dalam jenis KTI yang tentunya terikat dengan sejumlah ketentuan. Berikut beberapa tips untuk menunjang penyusunan LHO dengan baik dan benar:
- Menentukan objek penelitian yang relevan dengan topik dan judul penelitian yang ditetapkan.
- Melakukan observasi secara terstruktur untuk mendapatkan data hasil observasi yang akurat dan bisa diandalkan.
- Mencatat seluruh data hasil observasi secara detail, sehingga membantu mendapatkan catatan data yang lengkap dan menyeluruh. Hal ini akan mempengaruhi penyajian data di dalam LHO menjadi lengkap dan mudah dipahami serta mudah dianalisis.
- Menggunakan kosakata baku saat membuat catatan hasil observasi dalam saat menyusun LHO. Selain itu, sangat dianjurkan disajikan secara singkat, padat, dan jelas. Sehingga data hasil observasi bis dengan mudah dipahami karena disajikan jelas tanpa kalimat berbelit-belit.
- Menambahkan tabel, gambar, dan instrumen lain di dalam LHO sehingga memperjelas data hasil observasi seperti apa.
Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Singkat
Membantu lebih memahami lagi apa itu teks hasil laporan observasi dan bagaimana penyusunannya. Berikut adalah contoh teks laporan hasil observasi yang bisa dipelajari dan dijadikan referensi:
Laporan Hasil Observasi Kegiatan Pembelajaran di Kelas XI SMA
Observasi merupakan salah satu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati secara langsung suatu kegiatan atau objek. Observasi ini dilakukan untuk mengetahui proses kegiatan pembelajaran di kelas serta melihat interaksi antara guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
Objek yang diamati dalam observasi ini adalah kegiatan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas XI. Termasuk aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
Berdasarkan hasil pengamatan, kegiatan pembelajaran dimulai pada pukul 08.00 WIB. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan memeriksa kehadiran siswa. Setelah itu guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari pada hari tersebut.
Selanjutnya guru menjelaskan materi mengenai teks eksposisi dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi. Guru juga menampilkan contoh teks melalui media presentasi. Sebagian besar siswa memperhatikan penjelasan guru dengan baik. Beberapa siswa terlihat aktif bertanya dan memberikan pendapat saat sesi diskusi berlangsung.
Namun, terdapat beberapa siswa yang kurang memperhatikan dan berbicara dengan teman sebangkunya. Guru kemudian mengingatkan siswa agar kembali fokus pada kegiatan pembelajaran.
Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan pemberian tugas kepada siswa untuk membuat contoh teks eksposisi secara singkat. Guru kemudian menutup pelajaran dengan menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
Berdasarkan hasil observasi, proses pembelajaran di kelas XI SMA Nusantara berlangsung dengan cukup baik. Guru mampu menjelaskan materi dengan jelas dan melibatkan siswa dalam diskusi. Sebagian besar siswa berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran, meskipun masih terdapat beberapa siswa yang kurang fokus selama pelajaran berlangsung.
Melalui contoh teks laporan hasil observasi tersebut, tentunya bisa memudahkan penyusunan LHO sesuai data yang dimiliki. LHO menjadi bagian penting dari dokumentasi data penelitian. Maka tentu penyusunannya harus dipahami dengan baik, agar tersusun sistematis sesuai standar LHO pada umumnya.
sumber:
- Wibowo, A. (2025). Panduan Lengkap Teks Laporan Hasil Observasi: Pengertian, Struktur, Ciri-Ciri, dan Contohnya. Diakses pada 16 Maret 2026 dari https://tsurvey.id/portal/panduan-lengkap-teks-laporan-hasil-observasi-pengertian-struktur-ciriciri-dan-contohnya
- Masuk PTN. (n.d). Teks Laporan Hasil Observasi Materi Bahasa Indonesia kelas 10. Diakses pada 16 Maret 2026 dari https://masuk-ptn.com/materi/teks-laporan-hasil-observasi-materi-bahasa-indonesia-kelas-10
- Alfari, S. (2025). Teks Laporan Hasil Observasi (LHO): Pengertian, Struktur & Cara Menyusunnya | Bahasa Indonesia Kelas 10. Diakses pada 16 Maret 2026 dari https://www.ruangguru.com/blog/cara-membuat-teks-laporan-hasil-observasi-dan-kaidah-kebahasaannya
- E-Ujian. (2025). Teks Laporan Hasil Observasi: Pengertian, Struktur dan Contohnya. Diakses pada 16 Maret 2026 dari https://e-ujian.id/teks-laporan-hasil-observasi-pengertian-struktur-dan-contohnya/
- Mutiara, R. I. (n,d). Modul Teks Laporan Hasil Observasi. https://repositori.kemendikdasmen.go.id/19446/1/Kelas%20X_Bahasa%20Indonesia_KD%203.1%20%281%29.pdf

