Landasan teori merupakan salah satu bagian penting dalam penelitian ilmiah. Bagian ini membantu peneliti menjelaskan dasar pemikiran, memilih teori yang relevan dan menghubungkan masalah penelitian dengan konsep ilmiah yang sudah ada. Tanpa dasar teori yang jelas, sebuah penelitian berisiko kehilangan arah karena peneliti tidak memiliki pijakan akademik yang kuat.
Jadi bagi Anda yang masih belum terlalu paham dengan landasan teori ini, pastikan untuk membaca artikel berikut hingga akhir agar mendapatkan informasi secara lengkap dan menyeluruh.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Landasan Teori?
Landasan teori adalah dasar konseptual yang berisi teori, konsep, definisi, dan pandangan ilmiah yang digunakan untuk menjelaskan masalah penelitian. Bagian ini membantu peneliti memahami fenomena yang diteliti secara sistematis sehingga penelitian tidak hanya berangkat dari dugaan pribadi.
Dalam penelitian ilmiah, landasan teori berfungsi sebagai pijakan untuk membangun argumentasi. Peneliti menggunakan teori untuk menjelaskan hubungan antarvariabel, menyusun hipotesis, memilih pendekatan penelitian, dan mengembangkan kerangka penelitian. Dengan begitu, penelitian memiliki arah yang jelas sejak awal.
Baca Juga: Probability Sampling: Pengertian, Ciri, Teknik dan Contoh
Pengertian Landasan Teori Menurut Para Ahli
- Moleong memandang teori sebagai seperangkat proposisi yang tersusun secara logis dan membantu peneliti menjelaskan fenomena yang diamati.
- Kerlinger menjelaskan teori sebagai kumpulan konsep yang saling berhubungan dan memberikan pandangan sistematis terhadap suatu fenomena.
- Neuman juga menekankan bahwa teori memuat konsep, proposisi, dan definisi yang membantu peneliti melihat hubungan antarvariabel.
- Sugiyono menjelaskan bahwa landasan teori adalah dasar dari sebuah penelitian yang perlu ditegakkan supaya suatu penelitian memiliki dasar yang kuat dan tidak hanya sekadar aktivitas coba-coba.
Baca Juga: Metode Observasi: Pengertian, Tujuan, Macam dan Cirinya
Fungsi Landasan Teori
- Menjadi dasar ilmiah agar penelitian memiliki pijakan yang jelas.
- Membantu peneliti memahami dan menjelaskan masalah penelitian.
- Mengarahkan penyusunan kerangka berpikir dan hipotesis.
- Menjelaskan hubungan antarvariabel dalam penelitian.
- Membantu peneliti memilih teori, metode, dan indikator yang sesuai.
- Membatasi pembahasan agar penelitian tetap fokus.
- Memperkuat argumen penelitian dengan rujukan ilmiah yang relevan.
Ciri-Ciri Landasan Teori yang Baik
- Relevan dengan topik, rumusan masalah, dan tujuan penelitian.
- Menggunakan sumber ilmiah yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.
- Disusun secara sistematis dari pembahasan umum ke khusus.
- Menjelaskan teori utama, konsep, dan variabel secara jelas.
- Memiliki hubungan langsung dengan kerangka berpikir penelitian.
- Tidak hanya berisi kutipan, tetapi juga memuat analisis peneliti.
- Menggunakan referensi yang sesuai dan ditulis dengan sitasi yang benar.
Baca Juga: Urgensi Penelitian: Contoh dan Cara Menyusunnya
Apa Saja Isi dari Landasan Teori?
Isi landasan teori perlu disusun secara sistematis. Peneliti tidak boleh memasukkan teori secara acak karena setiap bagian harus mendukung masalah penelitian. Berikut beberapa isi penting yang perlu ada.
1. Teori Utama
Teori utama adalah teori pokok yang menjadi dasar analisis penelitian. Peneliti perlu memilih teori yang paling relevan dengan masalah yang dibahas. Jika penelitian membahas motivasi belajar, maka teori utama bisa berasal dari teori motivasi pendidikan. Jika penelitian membahas perilaku konsumtif, maka teori utama bisa berasal dari teori perilaku konsumen atau teori psikologi sosial.
2. Definisi Konsep
Definisi konsep menjelaskan istilah penting dalam penelitian. Bagian ini membantu pembaca memahami makna istilah yang digunakan peneliti. Definisi konsep perlu diambil dari sumber ilmiah yang kredibel. Peneliti juga dapat membandingkan beberapa definisi, lalu menarik simpulan operasional sesuai konteks penelitian.
3. Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah unsur yang diamati, diukur, atau dianalisis dalam penelitian. Dalam penelitian kuantitatif, variabel biasanya dibagi menjadi variabel bebas, variabel terikat, variabel kontrol, variabel moderator, atau variabel intervening.
Peneliti perlu menjelaskan setiap variabel berdasarkan teori. Penjelasan ini penting agar variabel tidak hanya muncul sebagai istilah, tetapi memiliki dasar ilmiah yang kuat. Jika variabel tidak dijelaskan, pembaca akan sulit memahami arah analisis penelitian.
Baca Juga: Contoh Proposal Penelitian Ilmiah, Struktur dan Cara Membuatnya
4. Kerangka Berpikir
Dalam kerangka berpikir, peneliti perlu menunjukkan logika penelitian secara runtut. Misalnya, penggunaan media sosial dapat meningkatkan paparan terhadap gaya hidup tertentu. Paparan tersebut dapat memicu perbandingan sosial. Perbandingan sosial dapat mendorong perilaku konsumtif. Alur seperti ini membuat pembaca memahami hubungan antarbagian dalam penelitian.
Parafrase Indonesia memiliki E-Book Mengubah Karya Ilmiah 30 Hari yang bisa bisa membantu anda dalam menyempurnakan karya ilmiah menjadi buku berkualitas
5. Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu membantu peneliti memperkuat dasar teori dan menemukan celah penelitian. Bagian ini biasanya memuat hasil studi sebelumnya, metode yang digunakan, temuan utama, dan perbedaan dengan penelitian yang sedang dilakukan.
Penelitian terdahulu sering berkaitan dengan tinjauan pustaka. Namun, saat dimasukkan ke dalam landasan teori, peneliti harus menggunakannya untuk memperkuat dasar konseptual, bukan sekadar merangkum hasil penelitian orang lain.
6. Hipotesis Penelitian Jika Diperlukan
Hipotesis biasanya muncul dalam penelitian kuantitatif. Hipotesis adalah dugaan sementara yang disusun berdasarkan teori dan akan diuji melalui data. Jika penelitian bersifat kualitatif, bagian ini tidak selalu diperlukan karena penelitian kualitatif sering berangkat dari fokus penelitian, bukan hipotesis yang ketat.
Kriteria Teori yang Layak Digunakan dalam Landasan Teori
Tidak semua teori layak dimasukkan ke dalam penelitian. Peneliti perlu memilih teori dengan cermat agar pembahasan tetap kuat dan fokus.
1. Relevansi
Relevansi menjadi kriteria utama. Teori harus sesuai dengan topik, masalah, variabel, dan tujuan penelitian. Teori yang tidak relevan akan membuat pembahasan melebar. Pembaca juga dapat menilai bahwa peneliti belum memahami fokus penelitian dengan baik.
2. Pembaharuan
Pembaharuan berarti teori atau referensi yang digunakan masih sesuai dengan perkembangan ilmu dan harus selalu up to date mengikuti perkembangan zaman, jangan gunakan teori yang sudah tidak relevan lagi.
3. Keaslian Sumber
Peneliti sebaiknya menggunakan sumber primer jika memungkinkan. Sumber primer dapat berupa buku asli dari pencetus teori atau artikel ilmiah yang pertama kali menjelaskan konsep tertentu. Jika sumber primer sulit diakses, peneliti dapat menggunakan sumber sekunder yang kredibel.
Jenis Landasan Teori Berdasarkan Metode Penelitian
Landasan teori dapat digunakan secara berbeda dalam penelitian kuantitatif, kualitatif, dan campuran. Perbedaan ini muncul karena setiap metode memiliki cara kerja yang berbeda.
1. Landasan Teori dalam Penelitian Kuantitatif
Dalam penelitian kuantitatif, teori biasanya digunakan untuk menjelaskan hubungan antarvariabel dan menyusun hipotesis. Peneliti menentukan variabel, indikator, dan dugaan hubungan berdasarkan teori yang sudah ada.
Misalnya, penelitian tentang pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan membutuhkan teori kualitas layanan dan teori kepuasan pelanggan. Teori tersebut kemudian membantu peneliti menyusun indikator dalam instrumen penelitian.
2. Landasan Teori dalam Penelitian Kualitatif
Dalam penelitian kualitatif, teori dapat digunakan sebagai pisau analisis atau panduan awal. Peneliti tidak selalu memulai penelitian dengan hipotesis. Peneliti sering menggunakan teori untuk memahami makna, pengalaman, perilaku, atau proses sosial yang ditemukan di lapangan.
Teori dalam penelitian kualitatif bisa lebih fleksibel. Peneliti dapat menemukan tema baru dari data, lalu menghubungkannya dengan teori yang relevan.
3. Landasan Teori dalam Penelitian Campuran
Penelitian campuran menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Dalam metode ini, teori membantu peneliti menjembatani data angka dan data naratif. Peneliti dapat menggunakan teori untuk menyusun instrumen kuantitatif sekaligus membaca temuan kualitatif secara lebih mendalam.
Cara Membuat Landasan Teori
Lalu bagaimana cara membuat landasan teori tersebut dalam mengerjakan sebuah penelitian ilmiah? Terdapat beberapa langkah yang bisa Anda gunakan untuk membuat kajian teori, yakni.
1. Identifikasi Topik dan Masalah Penelitian
Peneliti perlu mengetahui apa yang ingin diteliti, mengapa masalah itu penting, dan variabel apa saja yang terlibat. Pastikan Anda mengangkat tema yang relevan dengan latar belakang keilmuan serta minat yang dimiliki agar sesuai dengan bidang masing-masing.
Selain itu, Anda juga perlu menentukan masalah utama yang akan diteliti dalam riset ilmiah. Pastikan masalah yang dibahas relevan dengan topik penelitian yang sudah ditentukan.
2. Kumpulkan Literatur yang Relevan
Setelah menentukan topik dan masalah penelitian, tahapan berikutnya yang bisa Anda lakukan adalah mengumpulkan literatur ilmiah yang relevan dengan tema bahasan. Anda bisa menggunakan berbagai macam literatur ilmiah dari para peneliti terdahulu, baik dalam bentuk buku, tesis, artikel jurnal, dan lainnya.
Pastikan literatur ilmiah yang Anda gunakan bersifat valid dan tepercaya. Dengan demikian, landasan teori yang Anda buat bisa dipertanggungjawabkan nantinya.
3. Pilih Teori Utama dan Teori Pendukung
Peneliti perlu membedakan teori utama dan teori pendukung. Teori utama menjadi dasar analisis utama, sedangkan teori pendukung membantu menjelaskan aspek tambahan. Jika terlalu banyak teori dimasukkan, pembahasan bisa menjadi tidak fokus. Karena itu, pilih teori yang benar-benar mendukung rumusan masalah
4. Analisis Hubungan Antarvariabel
Setelah semua instrumen sebelumnya sudah dipersiapkan, maka Anda bisa mulai melakukan analisis untuk menyusun kajian teori. Anda bisa mengkaji hubungan dari teori yang digunakan dengan variabel yang ada dalam pembahasan penelitian.
Kemudian susun kerangka pemikiran berdasarkan teori yang dipilih serta kaitannya dengan variabel penelitian yang Anda gunakan.
5. Susun Secara Sistematis
JStruktur yang baik biasanya dimulai dari konsep umum, lalu masuk ke konsep khusus. Peneliti dapat memulai dengan definisi umum, kemudian menjelaskan teori utama, variabel, penelitian terdahulu, dan kerangka berpikir. Susunan dari umum ke khusus membuat pembahasan lebih mudah dipahami. Pembaca akan melihat alur berpikir peneliti secara bertahap.
6. Cantumkan Referensi yang Digunakan
Terakhir, cantumkan setiap referensi yang Anda gunakan dalam menyusun kajian teori. Perhatikan juga format kutipan yang digunakan dalam ketentuan penulisan karya tulis ilmiah yang sedang Anda kerjakan, baik dalam bentuk APA, MLA, Harvard, Vancouver, dan lainnya.
Contoh Landasan Teori
Berikut ini contoh landasan teori yang bisa digunakan untuk penelitian yang membahas tentang pengaruh media sosial terhadap perilaku konsumtif remaja.
A. Contoh Landasan Teori Makalah
Makalah biasanya menggunakan landasan teori yang lebih ringkas dibandingkan skripsi. Bagian ini berisi konsep utama yang mendukung topik pembahasan. Misalnya, jika makalah membahas pentingnya pendidikan karakter di sekolah, maka landasan teori dapat menjelaskan pengertian pendidikan, pengertian karakter, dan hubungan keduanya dalam proses pembelajaran.
Contoh:
Pendidikan merupakan proses yang membantu peserta didik mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Dalam konteks sekolah, pendidikan tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga membentuk perilaku dan kepribadian peserta didik.
Karakter dapat dipahami sebagai nilai, sikap, dan kebiasaan yang tercermin dalam perilaku seseorang. Pendidikan karakter bertujuan menanamkan nilai positif seperti disiplin, tanggung jawab, jujur, peduli, dan menghargai orang lain.
Berdasarkan penjelasan tersebut, pendidikan karakter memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki sikap dan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
B. Contoh Landasan Teori Skripsi
Landasan teori dalam skripsi biasanya lebih mendalam karena harus menjelaskan variabel penelitian, teori utama, penelitian terdahulu, dan kerangka berpikir. Misalnya, skripsi dengan judul “Pengaruh Media Sosial terhadap Perilaku Konsumtif Remaja” dapat menggunakan teori tentang media sosial, perilaku konsumtif, dan pengaruh lingkungan sosial.
Contoh:
Media sosial merupakan platform digital yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi, membagikan informasi, dan melihat berbagai jenis konten. Bagi remaja, media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga menjadi tempat untuk mengikuti tren, melihat gaya hidup orang lain, dan mengenal berbagai produk.
Perilaku konsumtif adalah kecenderungan seseorang untuk membeli barang atau jasa secara berlebihan, bukan hanya karena kebutuhan, tetapi juga karena keinginan, dorongan tren, atau pengaruh lingkungan. Pada remaja, perilaku ini dapat muncul karena adanya keinginan untuk mengikuti gaya hidup teman sebaya atau figur publik yang mereka lihat di media sosial.
Dalam penelitian ini, media sosial berperan sebagai variabel bebas, sedangkan perilaku konsumtif berperan sebagai variabel terikat. Semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial, semakin besar kemungkinan remaja terpapar konten promosi, gaya hidup, dan tren konsumsi. Paparan tersebut dapat mendorong remaja untuk membeli barang secara impulsif atau mengikuti tren tertentu.
Dengan demikian, landasan teori ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dapat memengaruhi perilaku konsumtif remaja melalui paparan konten, perbandingan sosial, dan dorongan untuk mengikuti gaya hidup yang ditampilkan di media sosial.

