Dalam kegiatan penelitian, tentunya akan diawali dengan menentukan topik untuk diteliti. Penentuan topik dilakukan di awal, bisa masuk pada tahap persiapan penelitian. Namun, seperti apa cara menentukan topik penelitian?
Daftar Isi
ToggleApa Itu Topik Penelitian?
Secara umum, topik penelitian adalah suatu permasalahan maupun suatu pertanyaan yang ingin diselesaikan dan dijawab melalui kegiatan penelitian. Secara mendasar, topik penelitian bisa dalam bentuk permasalahan untuk dicari solusinya sehingga dapat mempermudah pembuatan kerangka penelitian.
Menentukan topik untuk diteliti tidak selalu mudah untuk dilakukan biasanya karena keterbatasan referensi, keterbatasan sumber daya, dan lain sebagainya.. Sehingga salah satu rutinitas para akademisi dan peneliti yang akan melakukan penelitian adalah mencari cara menentukan topik penelitian.
Baca Juga: 50+ Contoh Topik Penelitian Inovatif untuk Dosen di Berbagai Bidang
Fungsi Topik Penelitian
Memahami bagaimana cara menentukan topik penelitian, tentunya penting dan wajib dilakukan para peneliti. Terlebih, topik dalam kegiatan penelitian memiliki fungsi yang sangat krusial. Diantaranya adalah:
1. Menentukan Fokus Utama Kegiatan Penelitian
Fungsi yang pertama dari topik penelitian adalah membantu menentukan fokus utama penelitian tersebut. Kegiatan penelitian tidak memungkinkan untuk mencari solusi dari banyak masalah. Tidak juga dua masalah, melainkan harus fokus di satu masalah saja.
Semakin banyak masalah yang diangkat sebagai topik penelitian, semakin tidak terarah penelitian tersebut. Sehingga semakin tidak memungkinkan untuk dijalankan. Jadi, penelitian yang ideal dan bisa direalisasikan adalah yang punya fokus utama spesifik. Yakni di satu topik penelitian.
2. Menjadi Batasan Masalah yang Diteliti
Fungsi yang kedua, topik penelitian menjadi batasan masalah. Sesuai penjelasan di poin sebelumnya, penelitian tidak memungkinkan untuk mencari solusi dari beberapa masalah sekaligus.
Sebab semakin banyak masalah diteliti, semakin tinggi kebutuhan sumber daya. Baik itu waktu (durasi penelitian), jumlah SDM yang dibutuhkan, jumlah pendanaan, dan sebagainya. Jika sumber daya terlalu tinggi, maka kecil kemungkinan penelitian bisa dilakukan.
3. Memudahkan Pencarian dan Pemilihan Referensi
Kegiatan penelitian membutuhkan referensi yang tepat. Yakni yang relevan, mutakhir, dan benar (valid). Sehingga penelitian tersebut punya dasar yang kuat. Sekaligus memiliki data awal yang menunjang jalannya penelitian.
Menentukan topik penelitian sangat penting, supaya peneliti lebih mudah mencari dan memilih referensi yang sesuai. Sehingga proposal penelitian disusun dengan baik dan juga bisa lebih mendalam untuk kemudahan mendapat persetujuan.
4. Menjadi Acuan dalam Merancang Kegiatan Penelitian
Fungsi keempat dari topik penelitian adalah dijadikan dasar dalam merancang kegiatan penelitian. Setiap penelitian perlu didesain sedemikian rupa agar jelas bagaimana pelaksanaannya.
Adanya topik penelitian membantu peneliti untuk menentukan metode penelitian apa yang tepat, instrumen mana yang dipakai untuk pengumpulan data, bagaimana menentukan sampel yang sesuai, dll. Sehingga penelitian didesain dengan baik dan lebih mudah dijalankan.
Baca Juga: Apa Itu RPS OBE? Pengertian, Komponen Utama dan Manfaat
Manfaat Menentukan Topik Penelitian Terlebih Dahulu
Menerapkan tata cara menentukan topik penelitian sangat dianjurkan dilakukan di awal. Yakni pada momen dimana kegiatan penelitian belum dilakukan. Penentuan topik di tahap awal penelitian memberikan banyak manfaat. Seperti:
1. Menjadikan Penelitian Lebih Fokus dan Terarah Sejak Awal
Menentukan topik penelitian sejak awal membantu penelitian yang direncanakan lebih fokus dan terarah. Dosen dan peneliti bisa menentukan arah penelitian bagaimana dan tujuannya apa.
Tanpa topik penelitian, maka rencana penelitian tidak terfokus. Bisa jadi akan ada beberapa topik yang diusung dan melebar kemana-mana. Hal ini membuat penelitian sulit dijalankan dan selamanya akan menjadi rencana.
2. Memastikan Rencana Penelitian Bisa Direalisasikan
Penelitian yang ideal adalah penelitian dengan topik spesifik dan fokusnya jelas. Sehingga penelitian tersebut bisa dibuat desainnya dengan detail dan tepat. Semakin tepat desain penelitiannya, semakin realistis.
Artinya, penelitian tersebut bisa dijalankan dan dari rencana bisa direalisasikan. Tanpa penentuan topik dari awal, tidak bisa dibuat desain penelitian. Alih-alih dijalankan, desain penelitiannya saja tidak bisa dibuat.
3. Membantu Memastikan Topik Sesuai Bidang Keilmuan
Manfaat ketiga, dari penetapan topik di tahap awal penelitian adalah memastikan sudah sesuai bidang keilmuan. Ada kalanya topik penelitian didapatkan dari proses kajian pustaka sampai mengamati lingkungan sekitar.
Dalam momen tersebut, mungkin menjumpai suatu permasalahan yang dirasa ideal untuk diteliti dan dicari solusinya. Namun, bisa jadi masalah tersebut bukan bidang yang ditekuni. Sehingga kurang tepat untuk dipilih.
4. Mematangkan Persiapan agar Penelitian Berjalan Lancar
Kegiatan penelitian tidak memungkinkan untuk disiapkan dalam tempo seminggu, apalagi semalam. Dosen, mahasiswa, dan para peneliti butuh waktu untuk merancang desain penelitian.
Sekaligus mempersiapkan seluruh kebutuhan dalam penelitian tersebut. Seperti mencari tim penelitian, mitra kolaborasi, sumber pendanaan, dan sebagainya.
Baca Juga: Kenali Jenis Jenis Dosen di Perguruan Tinggi Indonesia
Cara Menentukan Topik Penelitian
Berikut beberapa cara menentukan topik penelitian yang tepat:
1. Fokus pada Bidang Keilmuan yang Ditekuni
Cara menentukan topik penelitian yang pertama adalah fokus pada bidang keilmuan yang ditekuni. Dosen, mahasiswa, dan peneliti tentunya memiliki kualifikasi akademik yang beragam di suatu program studi.
Setiap program studi memberikan banyak pilihan topik yang sesuai. Jadi, silahkan fokus di program studi tersebut. Maka dosen bisa melihat ada banyak sekali topik menarik dan tetap sesuai bidang keilmuan. Bagi akademisi dan peneliti, kesesuaian topik yang diteliti dengan bidang keilmuan sangat penting.
2. Memilih Topik yang Disukai dan Dikuasai dengan Baik
Cara menentukan topik penelitian yang kedua adalah menyesuaikan dengan bakat dan minat. Secara sederhana, topik yang diteliti perlu sesuai dengan apa yang disukai dan dikuasai dengan baik.
Pertimbangan ini penting, karena ketika dosen dan peneliti berhadapan dengan topik yang tidak dikuasai. Maka akan menyulitkan untuk meneliti topik tersebut. Alih-alih fokus pada satu topik untuk penelitian berkelanjutan. Dosen justru kesulitan merancang desain penelitiannya.
Hal ini juga berlaku, jika topik yang diteliti ternyata tidak disukai. Topik yang disukai akan memberi motivasi untuk menulisnya dengan seksama. Tidak ada tekanan dan dosen bisa menikmati proses jatuh bangun dalam meneliti topik tersebut. Jika tidak disukai, maka penelitian rentan tidak selesai dan terbengkalai di tengah jalan.
3. Mencari Topik Sesuai Tren yang Sedang Naik
Topik yang diteliti, tentunya tidak cukup hanya sesuai bidang keilmuan dan kepakaran. Serta sesuai dengan minat dan bakat. Topik tersebut harus menarik dan memiliki urgensi tinggi serta dampak yang luas.
Topik yang memenuhi kriteria ini akan dianggap menarik. Proposal yang diajukan bisa lebih mudah disetujui, lebih mudah mendapat program hibah, dan bahkan lebih mudah menembus jurnal SINTA maupun jurnal Scopus untuk luarannya.
Salah satu cara menentukan topik penelitian yang menarik adalah menyesuaikan dengan tren terkini. Cari informasi sebanyak mungkin untuk mengetahui isu apa saja yang tengah naik daun, menjadi perbincangan, dan sejenisnya.
4. Memilih Topik yang Referensinya Tersedia
Salah satu ciri topik penelitian yang ideal dipilih adalah yang sumber datanya ada dan bisa diakses. Secara sederhana, topik tersebut sudah pernah diteliti. Sehingga referensinya ada dan bisa diakses. Baik itu dalam bentuk jurnal, prosiding, maupun buku ilmiah serta sumber lain yang kredibel.
5. Pertimbangkan Fasilitas dan Dukungan Sumber Daya
Menentukan topik yang tepat untuk diteliti, sebaiknya memperhatikan sumber daya yang dibutuhkan. Apakah tersedia dan mudah diakses, atau sebaliknya? Topik yang ideal, pada dasarnya adalah topik penelitian yang bisa dijalankan.
Jika topik tersebut butuh fasilitas laboratorium dengan peralatan tertentu. Kemudian tersedia di perguruan tinggi, maka ideal dijalankan dosen atau mahasiswa. Sebaliknya, jika fasilitas di laboratorium tidak memadai. Maka lebih baik beralih ke topik lain.
Hal ini berlaku untuk sumber daya lain. Mulai dari waktu, karena dalam hibah penelitian ada maksimal durasi penelitian. Kemudian sumber pendanaan, SDM dalam jumlah dan keahlian yang sesuai kebutuhan, dll.
6. Topik Sesuai Roadmap Penelitian Institusi
Cara terakhir dalam menentukan topik penelitian adalah menyesuaikan dengan roadmap penelitian institusi. Dosen perlu menyusun roadmap berisi daftar topik penelitian yang akan dijalankan di 5-20 tahun mendatang. Topik dalam roadmap ini selain sesuai bidang dosen, juga sesuai roadmap penelitian institusi.
Melalui beberapa cara menentukan topik penelitian tersebut, maka kesulitan dalam menentukan pilihan bisa diantisipasi. Para dosen, mahasiswa, dan peneliti bisa lebih mudah dan cepat dalam menentukan topik yang dinilai paling tepat.
sumber:
- Qurotianti, A. (2024). 6 Strategi Jitu Menentukan Topik Penelitian Skripsi. Diakses pada 13 April 2026 dari https://library.umy.ac.id/6-strategi-jitu-menentukan-topik-penelitian-skripsi/
- Pujiati. (2024). 9 Cara Menentukan Topik Penelitian yang Tepat dan Layak. diakses pada 13 April 2026 dari https://penerbitdeepublish.com/information/cara-menentukan-topik-penelitian/
- Tita, G. A. (2024). Tips Memilih Topik Penelitian yang Menarik dan Relevan. Diakses pada 13 April 2026 dari https://stekom.ac.id/artikel/tips-memilih-topik-penelitian-yang-menarik-dan-relevan
- Langkah-Langkah Menentukan Topik Penelitian yang Tepat untuk Mahasiswa. (2026). Masoem University. Diakses pada 13 April 2026 dari https://masoemuniversity.ac.id/artikel/langkah-langkah-menentukan-topik-penelitian-yang-tepat-untuk-mahasiswa/

