Apakah Anda sudah memahami apa yang dimaksud dengan urgensi penelitian? Ketika menyusun sebuah karya tulis ilmiah, bagian ini merupakan salah satu informasi yang penting untuk Anda pikirkan dalam proses pengerjaannya.
Baca Juga: Probability Sampling: Pengertian, Teknik, dan Perbedaannya dengan Non Probability Sampling
Daftar Isi
ToggleApa Itu Urgensi Penelitian?
Secara umum, urgensi penelitian adalah alasan yang menunjukkan mengapa sebuah riset ilmiah penting dilakukan oleh seorang peneliti. Bagian ini bisa digunakan untuk menunjukkan seberapa penting riset ilmiah tersebut serta dampak yang bisa diberikan dari hasil yang didapatkan.
Urgensi ini bisa Anda temukan pada pendahuluan atau bagian awal sebuah karya tulis ilmiah. Meskipun demikian, urgensi ini berbeda dengan informasi lain yang juga ada pada bagian pendahuluan, seperti latar belakang dan tujuan penelitian.
Fungsi Urgensi dalam Proposal
1. Menjadi Dasar Kelayakan Penelitian Sejak Awal
Urgensi penelitian berfungsi sebagai penentu apakah topik yang diajukan layak untuk diteliti atau tidak. Dosen pembimbing umumnya melihat urgensi sebagai indikator awal sebelum menyetujui proposal skripsi atau tesis. Jika urgensi tidak jelas, maka penelitian dianggap belum memiliki arah yang kuat, meskipun topiknya menarik.
2. Menguatkan Research Gap dan Novelty Penelitian
Dalam konteks karya ilmiah, urgensi penelitian membantu menunjukkan adanya research gap yang belum terjawab oleh penelitian sebelumnya. Hal ini berkaitan langsung dengan unsur novelty penelitian yang menjadi nilai tambah, terutama untuk publikasi jurnal atau pengembangan keilmuan di bidang tertentu.
3. Menjadi Penghubung antara Masalah dan Tujuan Penelitian
Urgensi penelitian berperan sebagai jembatan yang menghubungkan latar belakang dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Dengan urgensi yang tepat, alur penelitian menjadi lebih sistematis, mulai dari identifikasi masalah, penyusunan metodologi penelitian, hingga hasil yang diharapkan.
4. Meningkatkan Peluang Proposal Disetujui Dosen
Proposal dengan urgensi yang kuat cenderung lebih mudah disetujui karena menunjukkan bahwa penelitian tersebut relevan dan dibutuhkan. Ini menjadi penting bagi mahasiswa tingkat akhir yang ingin mempercepat proses skripsi tanpa revisi berulang akibat alasan penelitian yang kurang meyakinkan.
Baca Juga: Memahami Hibah Penelitian dalam Dunia Akademik
Faktor-Faktor yang Menunjukkan Urgensi Penelitian
Terdapat beberapa faktor yang bisa Anda gunakan untuk menunjukkan urgensi dari riset ilmiah yang dikerjakan, yaitu.
1. Permasalahan Praktis yang Mendesak
Faktor pertama yang bisa digunakan sebagai urgensi dalam sebuah riset adalah permasalahan praktis yang mendesak. Dengan adanya penelitian tersebut, permasalahan yang tengah terjadi diatasi dengan nyata.
2. Kesenjangan Pengetahuan
Kesenjangan pengetahuan atau research gap juga bisa menjadi faktor yang digunakan untuk menunjukkan urgensi dalam riset ilmiah. Penelitian tersebut nantinya bisa mengisi kekosongan yang ada dalam sebuah bidang keilmuan tertentu.
3. Perkembangan Teori yang Sudah Ada
Seorang peneliti juga bisa menggunakan alasan untuk mendukung perkembangan teori yang sudah ada sebagai urgensi riset ilmiah. Penelitian tersebut nantinya bisa digunakan untuk menguji, validasi, memperluas, maupun memodifikasi sebuah teori yang sudah ada dan berkembang.
4. Respon Fenomena atau Isu Aktual
Sebuah penelitian juga bisa dilakukan untuk merespon fenomena atau isu aktual yang tengah terjadi di tengah masyarakat. Hasil penelitian tersebut nantinya diharapkan bisa menjadi solusi atas isu-isu maupun fenomena yang tengah terjadi.
5. Kontribusi Terhadap Kebijakan
Faktor berikutnya yang bisa digunakan untuk menunjukkan urgensi penelitian adalah kontribusi terhadap sebuah kebijakan. Misalnya hasil penelitian tersebut nantinya bisa digunakan sebagai informasi bagi para pemangku kebijakan, praktisi di lapangan, dan sejenisnya untuk mengambil tindakan serta keputusan.
6. Relevansi dengan Prioritas Penelitian
Sebuah riset ilmiah juga bisa dilakukan berdasarkan urgensi atas relevansinya dengan prioritas penelitian dalam lingkup yang lebih luas. Penelitian tersebut nantinya bisa digunakan untuk mendukung tujuan strategis yang dicanangkan berdasarkan prioritas yang ditetapkan sebelumnya.
7. Kebutuhan Validasi atau Verifikasi
Faktor terakhir yang bisa menunjukkan urgensi dalam sebuah riset ilmiah adalah kebutuhan validasi atau verifikasi dari temuan yang sudah ada sebelumnya. Seorang peneliti bisa saja melakukan riset untuk menguji kembali hasil penelitian yang sudah ada sebelumnya dan dikerjakan dengan metode yang berbeda.
Baca Juga: Definisi Operasional: Definisi, Jenis, Contoh, dan Cara Menyusunnya
Perbedaan Urgensi vs Latar Belakang
1. Fokus Pembahasan
Latar belakang penelitian menjelaskan gambaran umum suatu masalah secara luas, sedangkan urgensi penelitian menekankan alasan mengapa penelitian tersebut harus segera dilakukan. Dengan kata lain, latar belakang bersifat deskriptif, sementara urgensi lebih argumentatif dan menyoroti kebutuhan penelitian saat ini.
2. Peran dalam Struktur Proposal Penelitian
Dalam sistematika penulisan karya ilmiah, latar belakang menjadi bagian awal yang membangun konteks, sedangkan urgensi biasanya muncul sebagai penajaman alasan penelitian. Keduanya saling berkaitan, tetapi memiliki fungsi berbeda dalam memperkuat proposal penelitian.
3. Kedalaman Analisis
Latar belakang umumnya disusun secara naratif berdasarkan fenomena atau kondisi lapangan. Sementara itu, urgensi penelitian lebih kuat jika didukung data, fakta, atau hasil penelitian terdahulu. Hal ini penting untuk menunjukkan bahwa masalah yang diangkat benar-benar signifikan dan relevan.
4. Dampak ke Penelitian
Urgensi penelitian memiliki pengaruh langsung terhadap arah penelitian, termasuk dalam penentuan rumusan masalah, tujuan penelitian, hingga kontribusi ilmiah. Sebaliknya, latar belakang lebih berperan sebagai pengantar sebelum masuk ke inti pembahasan penelitian.
Cara Menyusun Urgensi Penelitian
Lalu apa saja yang mesti Anda lakukan untuk menyusun urgensi dari sebuah riset ilmiah? Terdapat beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menyusun bagian ini, seperti.
1. Analisis Masalah
Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah menentukan analisis masalah. Tentukan topik permasalahan yang nantinya akan Anda bahas sebagai tema riset ilmiah yang dikerjakan.
2. Menentukan Masalah yang Diteliti
Setelah itu, tentukan masalah yang akan diteliti. Dari beberapa permasalahan inilah nantinya Anda bisa menemukan topik penelitian yang sekiranya cocok untuk dibahas lebih lanjut.
3. Riset Terhadap Dampak Masalah
Langkah berikutnya yang bisa Anda lakukan adalah melakukan riset terhadap dampak masalah yang dijadikan topik penelitian. Dengan demikian, Anda bisa memahami permasalahan tersebut dengan mendalam nantinya.
4. Jelaskan Dampak dari Masalah
Terakhir, jelaskan dampak yang dihasilkan dari masalah tersebut. Dampak yang dihasilkan inilah yang nantinya bisa Anda jadikan alasan mengapa riset ilmiah dengan tema tersebut penting untuk dilakukan.
Contoh Urgensi Penelitian
Berikut ini contoh urgensi penelitian dalam karya tulis ilmiah yang berjudul, “Adaptasi Model Penerimaan Teknologi (Technology Acceptance Model – TAM) dalam Konteks Penggunaan Aplikasi Pembelajaran Daring di Kalangan Mahasiswa Universitas di Padang.”
Urgensi:
Model Penerimaan Teknologi (TAM) telah banyak digunakan untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan dan penggunaan teknologi. Namun, konteks penggunaan aplikasi pembelajaran daring di kalangan mahasiswa, khususnya di Universitas-universitas di Padang, memiliki karakteristik unik seperti infrastruktur internet yang bervariasi dan budaya belajar yang mungkin berbeda.
Penelitian ini menjadi urgensi untuk menguji dan mengadaptasi TAM agar lebih relevan dengan konteks spesifik ini. Pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan aplikasi pembelajaran daring akan membantu pengembang dan institusi pendidikan dalam merancang dan mengimplementasikan platform pembelajaran daring yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
Itulah penjelasan lengkap terkait urgensi penelitian dalam karya ilmiah, mulai dari definisi hingga contohnya.
Dapatkan berbagai informasi seputar penulisan dan penyusunan karya ilmiah dengan membaca artikel-artikel terbaru dari Parafrase Indonesia!
Referensi:
- Penerbit Deepublish. (2024). Urgensi Penelitian dalam Karya Ilmiah. Diakses pada 22 April 2026 dari https://penerbitdeepublish.com/tutorial-menulis/menulis-karya-ilmiah/urgensi-penelitian/
- Deepublish Store. (2025). Contoh Urgensi Penelitian Skripsi dan Cara Membuatnya. Diakses pada 22 April 2026 dari https://deepublishstore.com/blog/penelitian-skripsi/contoh-urgensi-penelitian/
- Dunia Dosen. (2025). Urgensi Penelitian dan Cara Menyusunnya. Diakses pada 22 April 2026 dari https://duniadosen.com/riset/urgensi-penelitian/

