Apa Perbedaan Scopus dan WoS (Web of Science) Tahun 2026?

Perbedaan Scopus dan WoSa

Salah satu tahap publikasi ilmiah di jurnal adalah menentukan jurnal tujuan. Jika menargetkan jurnal internasional bereputasi maka akan memilih jurnal Scopus atau jurnal Web of Science (WoS). Lalu, apa sebenarnya perbedaan Scopus dan WoS? 

Pertanyaan ini tentu muncul ketika tidak semua jurnal sama-sama terindeks di kedua database bereputasi tersebut. Kemudian, juga menjumpai beberapa perbedaan lainnya. Rupanya, Scopus dan WoS memang sejatinya tidak selalu sama. Berikut informasinya. 

Scopus Jurnal

Apa Itu Scopus?

Scopus adalah pangkalan data (database) literatur ilmiah internasional bereputasi yang dikelola oleh publisher Elsevier. Literatur ilmiah internasional yang masuk atau yang terdata di Scopus mencakup artikel prosiding, jurnal, dan juga buku ilmiah.

Dikutip melalui website resminya, Scopus sudah mengindeks lebih dari 25 juta artikel ilmiah open access. Baik yang terbit di jurnal maupun prosiding internasional bereputasi. 

Selain itu, karena menjadi tempat dimana literatur publikasi internasional terdata. Scopus juga sering dituju untuk mencari referensi ilmiah kredibel. Hanya saja akses ke Scopus secara mendalam dan memanfaatkan seluruh fiturnya harus berlangganan (berbayar). 

Baca Juga: Cara Menerbitkan Artikel di Jurnal Terindeks Scopus, WoS, dan SINTA

Apa Itu WoS (Web of Science)

WoS adalah pangkalan data (database) literatur ilmiah internasional bereputasi yang dikelola oleh Clarivate Analytics. Clarivate Analytics sendiri merupakan perusahaan analitik publik. 

Melalui definisi ini, maka bisa dipahami WoS mirip dengan Scopus. Mendata berbagai literatur internasional bereputasi baik itu artikel prosiding, jurnal, sampai buku ilmiah dengan kualitas dan kredibilitas yang tinggi. 

WoS juga dikenal sebagai pangkalan data literatur internasional terbesar dan tertua. Sebab sudah mulai melakukan pendataan publikasi ilmiah kredibel sejak tahun 1964 sampai sekarang. Sedangkan Scopus mulai beroperasi di tahun 2004 sampai sekarang. 

Baca Juga: Cara Melihat Quartile Jurnal di Scopus

Perbedaan Scopus dan WoS (Web of Science)

Sesuai penjelasan sebelumnya, meskipun Scopus dan WoS punya persamaan mendata literatur internasional bereputasi. Namun, keduanya tetap memiliki sejumlah perbedaan sebab memang dikelola oleh pihak atau perusahaan yang berbeda. 

Scopus dikelola perusahaan penerbitan atau publisher, sedangkan WoS dikelola oleh perusahaan analitik publik. Adapun detail perbedaan Scopus dan WoS adalah sebagai berikut: 

1. Pihak yang Mengelola

Aspek pertama yang membedakan Scopus dengan WoS adalah pihak yang mengelola. Sesuai penjelasan sebelumnya, Scopus dikelola oleh perusahaan penerbit yakni Elsevier. 

Sementara itu, WoS dikelola oleh perusahaan analitik publik yakni Clarivate Analytics. Perbedaan ini lantas akan memberikan beberapa perbedaan lanjutan. Sebab masing-masing pengelola tentunya punya kebijakan tersendiri. 

Baca Juga: Biaya Publikasi Jurnal Scopus Beserta Faktor yang Memengaruhi

2. Cakupan Jurnal dan Jumlah

Aspek kedua yang menunjukan perbedaan Scopus dan WoS adalah cakupan jurnal dan jumlahnya. Secara umum, baik Scopus maupun WoS tidak hanya mendata publikasi ilmiah berbentuk jurnal. Akan tetapi juga prosiding dan buku ilmiah. 

Namun, jika dilihat dari jurnal yang terdata dan masuk pangkalan data masing-masing maka akan dijumpai beberapa perbedaan. Scopus mendata berbagai publikasi jurnal pada bidang keilmuan. Seperti: 

  • Ilmu Hayati (Life Sciences), 
  • Ilmu Kesehatan (Health Sciences), 
  • Ilmu Fisika (Physical Sciences), dan 
  • Ilmu Sosial dan Humaniora (Social Sciences & Humanities). 

Sehingga tidak sulit menemukan jurnal di ilmu eksakta, ilmu sosial, dan lain sebagainya. Jumlah jurnal yang masuk ke dalam pangkalan data Scopus juga lebih besar sekalipun baru beroperasi dari tahun 2004 dan terpaut sangat jauh dengan WoS. 

Lalu, bagaimana dengan cakupan jurnal yang terdata di WoS? Secara umum, WoS juga mendata jurnal-jurnal dari berbagai bidang keilmuan. Hanya saja dari pihak pengelola dibagi ke dalam 4 kelompok indeksasi. Yaitu: 

  • Science Citation Index Expanded (SCIE), 
  • Social Sciences Citation Index (SSCI), 
  • Arts & Humanities Citation Index (AHCI), dan juga 
  • Emerging Sources Citation Index (ESCI). 

WoS memiliki cakupan yang lebih terbatas, karena dikelompokan dalam 4 kelompok di atas. Sehingga jurnal di bidang ilmu tertentu tidak terdata di pangkalannya atau databasenya. Jumlah jurnal yang terindeks juga lebih sedikit dibanding Scopus. 

Terlebih, WoS mengutamakan jurnal-jurnal yang sudah mapan. Dalam artian, jurnal tersebut sudah beroperasi lama dan sudah terbukti mampu menjaga kredibilitas tata kelolanya. Alhasil, jurnal yang masih tergolong baru sulit menembus WoS. 

3. Sistem Metrik 

Perbedaan Scopus dan WoS yang kedua adalah pada aspek sistem metrik yang digunakan. Sistem metrik yang dimaksud disini adalah indikator yang digunakan masing-masing pengelola pangkalan data dalam mengukur dampak publikasi ilmiah. 

Misalnya untuk sistem metrik pada jurnal yang terindeks. Maka akan mengukur kualitas, dampak, sampai produktivitas jurnal dalam mempublikasikan artikel ilmiah berisi hasil penelitian. Sistem metrik pada Scopus diketahui lebih kompleks. Seperti: 

  • Cite Score: mengukur rata-rata jumlah sitasi yang diterima artikel dalam suatu jurnal selama periode tertentu.
  • SCImago Journal Rank (SJR): menghitung berapa banyak sitasi juga dari mana sitasi tersebut berasal.
  • Source Normalized Impact per Paper (SNIP): mempertimbangkan perbedaan kebiasaan sitasi antarbidang ilmu. Melalui SNIP inilah bisa diketahui bahwa jumlah sitasi jurnal di bidang tertentu lebih tinggi dibanding jurnal bidang ilmu lain. Misalnya sitasi jurnal kedokteran lebih tinggi dibanding jurnal matematika. 
  • Author-level indicators: sistem metrik khusus penulis. Misalnya mendata jumlah sitasi dari seluruh publikasi ilmiah terindeks Scopus yang dimiliki seorang penulis, skor h-index masing-masing penulis, dan sebagainya. 

Bagaimana dengan sistem metrik di pangkalan data WoS? WoS memiliki sistem metrik yang terpusat pada Impact Factor (IF). Namun, terdapat 2 kategori IF di dalam WoS, berikut penjelasannya: 

  • Journal Impact Factor (JIF): mengukur rata-rata jumlah sitasi artikel dalam jurnal selama dua tahun sebelumnya.
  • Journal Citation Reports (JCR): merupakan laporan tahunan yang diterbitkan oleh Clarivate yang menyajikan informasi mengenai IF, peringkat jurnal, presentil jurnal, Journal Citation Indicator (JCI), dan sebagainya. 

IF pada WoS mirip dengan Cite Score pada Scopus. Bedanya, IF fokus menghitung rata-rata jumlah sitasi dalam kurun waktu 2 tahun. Jadi, IF di tahun 2026 adalah hasil perhitungan jumlah sitasi jurnal di tahun 2024 dan 2025. Inilah alasan kenapa skor IF di jurnal WoS lebih kecil jika dibanding Cite Score jurnal yang sama di Scopus. 

Parafrase Indonesia memiliki layanan Konversi KTI yang bisa bisa membantu anda mempermudah mengubah naskah KTI menjadi buku yang bisa dibaca semua kalangan

4. Tingkat Seleksi 

Aspek keempat yang juga menjadi perbedaan Scopus dan WoS adalah tingkat seleksi atau sistem untuk menyeleksi publikasi ilmiah yang terdata. Baik scopus maupun WoS dikenal memiliki seleksi ketat untuk menyaring publikasi mana saja yang masuk ke dalam pangkalan datanya. 

Pada Scopus, seluruh publikasi ilmiah yang terdata harus memenuhi standar internasional. Selain itu, Scopus secara berkala melakukan monitoring dan evaluasi.

Jika ada pengelola jurnal yang tadinya memenuhi standar internasional lalu berubah sebaliknya. Maka otomatis akan masuk ke dalam daftar jurnal discontinued. Artinya, jurnal tersebut dihapus dari pangkalan data Scopus (tidak terdata lagi). 

Pada WoS, setiap publikasi ilmiah akan disaring secara lebih ketat lagi. Setiap jurnal akan lebih dulu ditentukan masuk ke kelompok mana dari 4 kelompok bidang keilmuan  di pangkalan data WoS. 

WoS akan menyeleksi ulang dengan memperhatikan lebih banyak aspek, bukan hanya didasarkan standar internasional. Misalnya memperhatikan editorial, dampak sitasi, dan pengaruh jurnal dalam bidang ilmunya. Inilah yang membuat ada lebih sedikit jurnal sampai prosiding dan buku yang bisa menembus WoS. 

5. Kelebihan 

Poin berikutnya yang menjadi perbedaan Scopus dan WoS adalah kelebihan atau kekuatan yang dimiliki. Melalui penjelasan sebelumnya, tentunya bisa diketahui masing-masing pangkalan data punya kelebihan tersendiri. 

Kelebihan pada Scopus seperti mendata lebih banyak literatur internasional karena cakupan bidang keilmuan lebih luas. Selain itu, dengan sistem metrik lebih kompleks.

Sementara itu, WoS memiliki kelebihan yang berbeda. WoS berpusat pada kualitas dan kemapanan setiap media publikasi yang terdata di pangkalan datanya. Seleksi lebih ketat dan tidak semua jurnal, prosiding, maupun buku ilmiah bisa terdata di dalamnya. 

6. Kekurangan

Scopus yang memiliki sistem metrik kompleks, ternyata tidak selalu menawarkan kelebihan.  Dalam sistem metrik ini dan cakupan indeksasi di lebih banyak keilmuan. Maka tetap ada kemungkinan terdapat jurnal, prosiding, dan buku ilmiah dengan dampak rendah bisa masuk pangkalan datanya. 

WoS pun memiliki kekurangan dengan sistem metrik yang diterapkan. Dampaknya jurnal, prosiding, dan buku ilmiah yang terindeks lebih sedikit. Sekaligus tidak semua bidang keilmuan masuk ke pangkalan datanya. 

Perbandingan CiteScore vs Impact Factor

Melalui penjelasan di atas, bisa diketahui bahwa salah satu aspek perbedaan Scopus dan WoS adalah pada sistem metrik. Salah satunya Cite Score di Scopus dan Impact Factor (IF) di WoS. Lalu, apa perbedaan dari kedua sistem metrik ini? 

Berikut perbandingannya dilihat dari beberapa aspek: 

1. Pengguna dan Pengembang

Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, Cite Score diterapkan dan dikembangkan oleh Scopus yang dikelola Elsevier. Sementara itu, IF diterapkan dan dikembangkan WoS yang dikelola Clarivate. Jadi, Cite Score hanya bisa dijumpai di Scopus. Sementara IF hanya dijumpai di WoS. 

2. Periode Pengukuran Dampak 

Perbandingan kedua adalah dari periode dalam pengukuran dampak publikasi ilmiah, khususnya pada jurnal. Dalam Cite Score, Scopus akan melakukan pengukuran dalam periode 4 tahun. 

Sehingga data atau skor Cite Score didapatkan dengan menghitung jumlah sitasi dan dirata-rata dalam 4 tahun terakhir. Berbeda dengan IF di WoS yang dihitung dalam periode 2 tahun. Jadi, skor IF merupakan hasil perhitungan rata-rata sitasi jurnal  selama 2 tahun terakhir. 

3. Jenis Publikasi yang Diukur Dampaknya 

Pada Cite Score, Scopus mengukur dampak seluruh publikasi atau literatur internasional yang terdata di pangkalan datanya. Sehingga publikasi berbentuk jurnal, prosiding, sapai buku ilmiah sama-sama memiliki skor Cite tersebut 

Sementara itu, di dalam IF hanya mengukur dampak atau jumlah serta rata-rata sitasi untuk publikasi dalam bentuk jurnal. Sekaligus publikasi hasil penelitian dalam bentuk lainnya. Jadi, IF tidak tercantum untuk prosiding maupun buku ilmiah yang terindeks di WoS akan tetapi tidak berisi hasil penelitian. 

Persamaan antara Scopus dan WoS 

Meskipun terdapat sejumlah perbedaan Scopus dan WoS. Namun, keduanya juga memiliki sejumlah persamaan. Tidak hanya sama-sama mengindeks literatur internasional kredibel. Akan tetapi juga punya beberapa persamaan berikut: 

  1. Akses ke jurnal yang melewati tahap peer review, baik Scopus maupun WoS sama-sama hanya mendata jurnal-jurnal yang menjalankan proses publikasi sesuai standar internasional. Salah satunya melewati tahap peer review oleh minimal 2 pakar di bidangnya. 
  2. Menyediakan data sitasi, Scopus dan WoS sama-sama menyediakan skor dampak dilihat dari jumlah dan nilai rata-rata sitasi. Scopus dengan Cite Score, sedangkan WoS dengan Impact Factor (IF).

Mana yang Lebih Baik untuk Peneliti?

Melalui penjelasan di atas, termasuk detail rinci perbedaan Scopus dan WoS. Kira-kira lebih baik publikasi di jurnal Scopus atau justru ke jurnal WoS? Secara mendasar, antara Scopus dan WoS tidak ada yang lebih baik. Sebab keduanya sama baiknya. 

Jurnal Scopus maupun jurnal WoS sama-sama masuk kategori jurnal ilmiah internasional bereputasi. Bagi dosen di Indonesia, publikasi jurnal di keduanya sama-sama memberi bobot SKS yang setara. Sekaligus sama-sama memberi poin angka kredit dalam jumlah yang sama besarnya. 

Publikasi di jurnal terindeks Scopus lebih ramah untuk dosen dan peneliti pemula dan WoS cocok ketika ingin artikel ilmiah yang diterbitkan memiliki visibilitas dan dampak tinggi. 

Jadi, dengan memahami perbedaan Scopus dan WoS bisa diketahui keduanya adalah pangkalan data yang sama bagusnya. Hanya saja, kondisi dosen, mahasiswa dan peneliti bisa lebih cocok menargetkan jurnal Scopus. Bisa juga lebih cocok ke jurnal WoS. Jadi, bagaimana dengan Anda? 

sumber: 

  1. Perbedaan Scopus dan WoS. (2025). Arbain Media Publishing. Diakses pada 2 Juli 2026 dari https://blog.arbain.co.id/perbedaan-scopus-dan-wos/
  2. What is the Difference Between Web of Science and Scopus Indexed Journals 2026? (2026). Institute for Educational Research and Publication. Diakses pada 2 Juli 2026 dari https://www.iferp.in/blog/2026/01/06/what-is-the-difference-between-web-of-science-and-scopus-indexed-journals/
  3. Scopus vs Web of Science: Key Differences Explained (2025). (2025). Clinica Press. Diakses pada 2 Juli 2026 dari https://clinicapress.com/blog/scopus-vs-web-of-science-key-differences-explained-2025/
  4. Zhao, M. (2024). CiteScore vs Impact Factor: Understanding the Key Differences Between Journal Metrics. Diakses pada 2 Juli 2026 dari https://www.journalmetrics.org/blog/cite-score-vs-impact-factor
Picture of wahyu adji
wahyu adji
Saya merupakan SEO Specialist dan Conten Writer Profesional di bidang pendidikan seputar kampus, mahasiswa dan kedosenan di Parafrase Indonesia

Tinggalkan Balasan