Ketika dosen maupun mahasiswa memanfaatkan dalam proses penulisan naskah ilmiah. Maka tentu perlu memahami tata cara agar tulisan tidak terdeteksi AI. Secara umum, baik menggunakan bantuan AI maupun tidak mengecek deteksi AI sangat dianjurkan.
Terlebih, banyak kasus yang menyebut teks yang dibuat tanpa bantuan platform AI sama sekali masih terdeteksi. Hal ini tentu memicu rasa was-was, orisinalitas naskah yang disusun diragukan. Jadi, bagaimana solusinya? Berikut informasinya.
Baca Juga: Cara Cek Plagiarisme di Microsoft Word dengan Akurat
Daftar Isi
ToggleApa Itu Deteksi AI?
Deteksi AI adalah suatu perangkat lunak yang digunakan untuk memeriksa karya tulis apakah disusun oleh manusia atau menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence – AI).
Melalui deteksi tersebut, suatu naskah bisa diperiksa dan dipastikan apakah tidak menggunakan AI atau sebaliknya. Platform deteksi AI akan mengecek kalimat per kalimat, sehingga mendeteksi penggunaan AI dalam penyusunannya.
Platform dengan mekanisme deteksi AI tentunya menjadi platform yang ideal digunakan oleh dosen saat memeriksa tugas karya tulis yang dibuat mahasiswa. Maupun untuk mengecek karya tulis yang disusun sendiri sebelum dipublikasikan.
Baca Juga: 30 Platform AI Penerjemah Dokumen PDF
Mengapa Tulisan Harus Bebas AI?
Mengenal platform deteksi AI, cara menggunakannya, serta bagaimana cara agar tulisan tidak terdeteksi AI menjadi hal krusial di era sekarang. Sebab memastikan karya tulis bebas dari AI adalah hal penting. Berikut beberapa alasannya:
1. Mengantisipasi Plagiarisme
Menggunakan bantuan AI dalam menyusun karya tulis ilmiah bagi dosen dan mahasiswa, tentu menjadi hal yang lumrah di masa sekarang. Platform Ai seperti Chat GPT, Grammarly, Gemini AI, dan masih banyak lagi yang lainnya. Sering menunjang proses penyusunan karya tulis ilmiah.
Hanya saja, memanfaatkan platform tersebut untuk menyusun kalimat dan paragraf secara utuh bisa berujung kasus plagiarisme. Sebab, platform AI menyusun karya tulis berdasarkan sejumlah publikasi yang bisa diakses daring.
2. Memastikan Karya Tulis Humanis
Melakukan deteksi AI dan menerapkan berbagai cara agar tulisan tidak terdeteksi AI sangat penting. Salah satu alasannya untuk memastikan karya tulis yang disusun sudah menggunakan gaya bahasa yang humanis.
Sehingga unik dan tidak ada pola penggunaan AI di dalamnya. Tulisan bisa tanpa sengaja cenderung umum alias tidak unik, sehingga terdeteksi pola berulang. Platform deteksi AI akan menganggapnya buatan AI. Jika terdeteksi, maka ada kesempatan untuk dikoreksi.
3. Meningkatkan Kualitas Karya Tulis
Platform deteksi AI digunakan dosen dan mahasiswa juga bisa untuk tujuan meningkatkan kualitas karya tulis ilmiah. Sebab platform ini bisa membantu mendeteksi kalimat mana saja yang terindikasi dibuat oleh AI.
Sehingga memberi informasi kalimat mana saja yang kurang humanis dan kurang unik. Hasil deteksi tersebut bisa menjadi dasar dalam proses revisi mandiri. Sehingga hasilnya tulisan lebih humanis dan kualitasnya juga lebih optimal.
4. Menunjang Proses Publikasi Ilmiah
Mengecek tulisan dengan platform deteksi AI juga bagian dari proses publikasi ilmiah. Sejumlah pengelola jurnal, prosiding, dan penerbit buku mengecek naskah yang masuk dengan platform tersebut.
Sebab ada banyak kasus karya tulis dibuat dengan AI. Jika sampai lolos dan terpublikasikan, maka media publikasi juga terkena imbasnya. Oleh sebab itu, mengecek dengan deteksi AI sudah menjadi agenda wajib.
Baca Juga: Ciri-Ciri Tulisan Mahasiswa yang Menggunakan AI, Dosen Harus Tahu!
5. Mitigasi Pelanggaran Integritas dan Sanksi Akademik
Sejalan dengan alasan di poin pertama, memanfaatkan AI bisa berujung pada plagiarisme. Selain itu, plagiarisme dan deteksi menggunakan AI bisa terjadi tanpa disengaja.
Mengecek tulisan dengan platform deteksi AI bisa menjadi deteksi dini. Sehingga bisa menghindari indikasi pelanggaran integritas, etika publikasi, dan sanksi akademik di kemudian hari.
Baca Juga: Apakah AI Writing Terdeteksi Plagiarisme? Ini Tips Menghindarinya!
Cara agar Tulisan Tidak Terdeteksi AI
Deteksi AI kemudian menjadi bagian dari cara agar tulisan tidak terdeteksi AI. Namun, banyak kasus yang menunjukan bahwa platform deteksi AI kadang tidak memberikan hasil pemeriksaan yang akurat. Berikut beberapa cara yang bisa dicoba sebagai solusi:
1. Gunakan Gaya Bahasa Pribadi
Cara agar tidak terdeteksi tulisan AI yang pertama adalah menggunakan gaya bahasa sendiri (pribadi). Dalam proses menulis, seorang penulis cenderung memiliki gaya bahasanya sendiri.
Terdapat beberapa pilihan diksi, susunan kalimat, paragraf, penggunaan tanda baca, dan unsur lainnya yang khas. Inilah alasan tulisan satu penulis dengan penulis lain sering bisa dibedakan, bahkan tanpa alat bantu sekalipun.
2. Gunakan Platform Deteksi AI yang Tepat
Cara agar tulisan tidak terdeteksi AI yang kedua adalah menggunakan platform deteksi AI yang tepat. Misalnya dengan menggunakan platform yang direkomendasikan pihak terkait.
Sebab sangat mungkin platform deteksi AI memiliki kinerja yang kurang optimal. Sehingga skor hasil deteksinya tinggi atau justru sebaliknya, alias kurang valid. Oleh sebab itu, cermat menentukan platform deteksi AI sangat penting untuk menghindari deteksi yang bias.
3. Pahami Cara Kerja Deteksi AI
Platform deteksi AI sejatinya adalah sebuah perangkat lunak yang dibuat manusia dengan bahasa mesin. Sehingga bekerja sesuai pola dan perintah dalam bahasa mesin yang menyusunnya. Kinerjanya akan membentuk pola. Dalam mendeteksi AI pada tulisan, platform ini juga punya pola khusus.
Pola-pola ini bisa menjadi dasar untuk dihindari saat menyusun kalimat dalam naskah. Sehingga saat di cek, skor deteksi AI menjadi rendah. Jadi, pahami pola atau cara kerja platform deteksi AI agar naskah unik dan humanis.
4. Gunakan Struktur Kalimat Berbeda
Cara agar tulisan tidak terdeteksi AI berikutnya adalah menggunakan struktur kalimat yang berbeda dan dikombinasikan secara acak. Misalnya, menggunakan struktur SPOK dan dikombinasikan dengan SPO maupun struktur standar lainya.
5. Lakukan Parafrase Manual
Pernah menggunakan platform AI untuk melakukan parafrase? Setiap akademisi, dijamin pernah melakukannya. Sebab sangat mungkin menjumpai kutipan yang rumit. Namun tidak memungkinkan dikutip langsung, sehingga harus di parafrase.
Supaya hasil cepat dan efektif, menggunakan platform AI sering dipertimbangkan. Hanya saja, hasil parafrase platform AI jangan sampai disalin (copy paste) begitu saja ke naskah. Sebab bisa terdeteksi disusun dengan AI.
6. Tambahkan Kutipan dan Sitasi
Tulisan yang dibuat Chat GPT, Gemini AI, dan platform AI lainnya cenderung tidak mengandung kutipan serta sitasi. Jadi, salah satu cara yang cukup sederhana tapi efektif agar terhindar dari deteksi AI adalah menambahkan kutipan dan sitasi.
7. Perkaya Konteks Nyata dalam Tulisan
Tulisan yang terlalu umum dan tidak memaparkan konteks nyata di lapangan. Cenderung dengan mudah terdeteksi disusun dengan AI. Maka salah satu cara agar tidak terdeteksi AI adalah dibuat berkonteks. Berikut contohnya:
- Hasil penelitian menunjukan, diabetes bisa disebabkan banyak faktor. (tanpa konteks)
- Hasil penelitian yang dilakukan oleh Sugiyono (2021), menunjukan adanya sejumlah faktor yang meningkatkan resiko diabetes pada masyarakat di desa X. (dengan konteks).
8. Bijak dalam Penggunaan AI
Harus diakui, cara paling ideal dan tepat untuk menghindari deteksi AI pada tulisan adalah tidak memakai AI sama sekali. Terbiasa menggunakan AI hanya sebagai alat bantu bisa menjadi solusi terbaik. Jadi, biasakan tidak memakai AI agar tulisan yang dibuat unik, humanis, dan bebas deteksi AI secara alami.
9. Revisi dan Editing Manual
Setelah memahami pola tulisan seperti apa yang bisa terdeteksi AI. Maka selesai menyusun naskah, sebaiknya melakukan editing dan penyuntingan. Jika menjumpai kalimat yang bisa terdeteksi AI maka bisa direvisi. Cara ini membantu meningkatkan sentuhan unik dan humanis pada naskah.
10. Buat Analisis atau Opini Tambahan
Cara lainnya adalah dengan menambahkan hasil analisis atau opini sebagai tambahan pada kalimat dan paragraf. Sebab dengan adanya hasil analisis, kalimat menjadi lebih unik. Begitu juga dengan penambahan opini.
Melalui sejumlah cara tersebut, maka bisa mengoptimalkan skor rendah saat menggunakan platform deteksi AI. Semakin terbiasa menerapkan berbagai cara agar tulisan tidak terdeteksi AI, maka akan semakin terbiasa dan mudah. Sehingga sekaligus meminimalkan resiko ketergantungan pada platform AI saat menyusun karya tulis.
sumber:
- Cara Melewati Deteksi AI: 10 Metode Terbukti. (n.d). Uncheck. Diakses 9 Juni 2026 dari https://uncheck.ai/id/bypass-ai-detection
- Langkah-Langkah Menghindari Deteksi AI dalam Penulisan Akademik Mahasiswa. (2026).Masoem University. Diakses 9 Juni 2026 dari https://masoemuniversity.ac.id/artikel/langkah-langkah-menghindari-deteksi-ai-dalam-penulisan-akademik-mahasiswa/
- Apa Itu Deteksi AI: Semua yang Perlu Anda Ketahui di 2026. (2026). Human Text. Diakses 9 Juni 2026 dari https://humantext.pro/id/blog/what-is-ai-detection
- Yaniasih. (2025). Mengapa tulisan asli bisa terdeteksi buatan AI, benarkah deteksi AI tidak akurat? Pahami cara kerja dan tips mengatasinya. Diakses 9 Juni 2026 dari https://theconversation.com/mengapa-tulisan-asli-bisa-terdeteksi-buatan-ai-benarkah-deteksi-ai-tidak-akurat-pahami-cara-kerja-dan-tips-mengatasinya-248257
- Pro & Kontra Penggunaan AI dalam Menulis Tugas Akhir. (n.d). Universitas Brawijaya. Diakses 9 Juni 2026 dari https://lib.ub.ac.id/berita/pro-kontra-penggunaan-ai-dalam-menulis-tugas-akhir/
- Pentingnya Mengecek Plagiasi AI agar Artikel Diterima di Jurnal Ilmiah. (2025). Kawalu. Diakses 9 Juni 2026 dari https://kawalu.id/article/pentingnya-mengecek-plagiasi-ai-agar-artikel-diterima-di-jurnal-ilmiah
- Grehenson, G. (2023). Menulis Ilmiah Menggunakan Platform AI Berpotensi Kena Plagiarisme. Diakses 9 Juni 2026 dari https://ugm.ac.id/id/berita/23557-menulis-ilmiah-menggunakan-platform-ai-berpotensi-kena-plagiarisme/

