Memahami Daftar Pustaka Turabian dalam Karya Tulis Ilmiah

daftar pustaka turabian

Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan daftar pustaka Turabian? Daftar pustaka ini merupakan salah satu format atau gaya yang bisa Anda gunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah. Jadi bagi Anda yang ingin memahami informasi lebih lanjut terkait Turabian Style, bisa membaca artikel berikut hingga akhir, ya!

Baca Juga: Memahami Perbedaan Parafrase, Rewrite, dan Spin Text

Mengenal Daftar Pustaka Turabian Style

Daftar pustaka turabian merupakan salah satu format penulisan pada penulisan karya ilmiah. Penulisannya memang tidak terlalu populer dengan penulisan referensi lainnya, namun jenis penulisan ini masih digunakan pada karya tulis ilmiah di beberapa universitas atau instansi lain. 

Daftar pustaka turabian style merupakan penyederhanaan dari Chicago manual of style atau CMS. Daftar pustaka turabian ini menjadi solusi penulisan pada berbagai bidang keilmuan dalam proses penyusunan daftar pustaka dan kutipan pada makalah atau karya tulis ilmiah lain.

Ini karena turabian menawarkan gaya catatan-bibliografi dan tanggal pengarang hingga berguna untuk spektor disiplin ilmu yang lebih luas. Fasilitas yang berdekatan yang muda ini menjadikan gaya turabian penting untuk menghasilkan karya ilmiah yang profesional. 

Ini berbeda dengan gaya tulis MLA yang fokus pada kutipan dalam teks untuk bidang humaniora dan juga penulisan APA yang menekankan kutipan tanggal pengarang untuk ilmu-ilmu sosial.

Baca Juga: 10 Teknik Parafrase untuk Mengurangi Plagiarisme, Lengkap dengan Contoh

Perbedaan Turabian Style dan Chicago Style

Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya, Turabian Style merupakan penyederhanaan dari gaya penulisan Chicago Style.

Meskipun demikian, terdapat perbedaan yang bisa Anda ketahui dari kedua jenis format penulisan daftar pustaka ini.

Adapun perbedaan antara penulisan Turabian Style dengan Chicago Style adalah:

AspekTurabian StyleChicago Style
DefinisiVersi yang disederhanakan dari Chicago Manual of Style, dirancang khusus untuk mahasiswa dan peneliti.Manual gaya yang komprehensif yang digunakan secara luas dalam berbagai bidang akademik dan profesional.
PenggunaMahasiswa, peneliti pemula, dan penulis yang mencari panduan yang lebih sederhana.Peneliti, penulis akademis, dan profesional yang membutuhkan pedoman yang lebih detail dan fleksibel.
FleksibilitasLebih kaku dan spesifik, dengan aturan yang lebih jelas.Lebih fleksibel, memungkinkan variasi dalam gaya penulisan.
Catatan kaki dan daftar pustakaMenggunakan catatan kaki atau catatan akhir (footnotes atau endnotes).Menyediakan opsi catatan kaki atau daftar pustaka (footnotes atau bibliography).
PengutipanMenyediakan panduan yang jelas untuk mengutip berbagai jenis sumber.Menawarkan lebih banyak pilihan dalam gaya pengutipan, termasuk gaya penulis-tanggal (author-date) dan gaya catatan kaki-daftar pustaka (notes-bibliography).
Bidang penggunaanUmumnya digunakan dalam ilmu sosial dan humaniora.Digunakan secara luas dalam berbagai bidang, termasuk ilmu sosial, humaniora, dan ilmu alam.

Format Penulisan Daftar Pustaka Turabian 

Berikut ini merupakan format penulisan daftar pustaka turabian dan juga penjelasannya:

1. Daftar Pustaka Urut Secara Alfabetis 

Aturan turabian style yang pertama yaitu mengenai pengurutan seluruh daftar rujukan. Pada gaya penulisan ini, urutan penulisan akan sesuai dengan urutan alfabetis. Maka dari itu rujukan dari penulis dengan nama yang diawali huruf A akan menempati posisi awal. 

Daftar berikutnya untuk para penulis dengan nama dari huruf selanjutnya menyesuaikan dengan urutan alfabetis. Urutan ini membuat penyusunan karya tulis perlu adanya rancangan daftar pustaka yang nantinya dimasukkan ke bab daftar pustaka sesuai dengan urutan alfabet. 

2. Penggunaan Indentasi Hanging 

Aturan penting pada daftar pustaka turabian yaitu menggunakan indentasi hanging. Indentasi hanging merupakan format penulisan di mana baris pertama pada suatu paragraf atau entry dimulai dari rata kiri, kemudian baris berikutnya akan dibuat lebih masuk ke dalam. 

Jarak masuk ke dalam pada turabian style yaitu setengah inci atau 1,27 cm. Maka dari itu baris kedua pada setiap data rujukan akan terlihat lebih menjorok ke dalam. Aturan ini sesuai dengan aturan penulisan dalam pustaka dalam bahasa Indonesia. 

3. Aturan Penulisan Nama Pengarang 

Aturan selanjutnya yaitu pada penulisan nama pengarang. Pada gaya turabian, nama pengarang akan ditulis secara terbalik. Nama belakang pengarang akan berada di depan, kemudian dipisahkan dengan tanda koma (,) lalu dilanjutkan dengan nama depan. 

Misalnya yaitu ketika rujukan yang dipakai merupakan suatu karya dari Dewi Setiani. Maka penulisan daftar pustaka yaitu menjadi “Setiani, Dewi”. Kalau nama pengarang terdiri dari 3 kata maka nama yang paling depan akan berada di paling awal, dua kata selanjutnya akan ditulis berurutan setelah tanda koma (,). 

Untuk karya yang ditulis oleh lebih dari satu penulis, maka nama yang dibalik merupakan penulis pertama. Penulis lain akan ditulis namanya tanpa dibalik dan dipisah tanda koma. 

4. Aturan Penulisan Judul Rujukan 

Aturan penulisan yang selanjutnya yaitu pada penulisan judul rujukan. Pada gaya penulisan ini, judul akan bercetak miring atau italic. Jika penulisan ditulis secara manual atau dengan tulis tangan, maka judul akan diberi tanda berupa garis bawah. 

5. Urutan Penulisan dalam Daftar Pustaka 

Aturan selanjutnya yaitu mengenai urutan penulisan setiap unsur daftar pustaka. Unsur dalam turabian style ini mencakup nomor penulis, judul karya, kota terbit, nama penerbit dan juga tahun penerbitan. 

Maka format penulisan daftar pustakanya yaitu: 

Nama penulis (terbalik). judul rujukan (tercetak miring). kota terbit: nama penerbit. tahun terbit. 

Contoh penulisannya yaitu: 

Smith, John. Sejarah dalam Pendidikan. New York: Education New Press, 2011.

Baca Juga: Cara Menurunkan Plagiarisme Tanpa Parafrase Manual

Cara Menulis Daftar Pustaka Turabian

Informasi terakhir yang bisa Anda dapatkan dalam artikel ini adalah cara menulis daftar pustaka Turabian pada karya tulis ilmiah. Terdapat beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menerapkan gaya penulisan ini tergantung jenis sumber rujukan yang digunakan, yakni.

1. Cara Menulis Daftar Pustaka Turabian dari Sumber Buku

Format penulisan: Nama Belakang Penulis, Nama Depan Penulis. Judul Sumber Rujukan (Ditulis miring). Kota terbit: Nama Penerbit. Tahun Terbit.

Contoh: Indrajaya, Dimas Wahyu. Trem di Jakarta 1869-1962. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. 2021.

2. Cara Menulis Daftar Pustaka Turabian dari Sumber Jurnal

Format penulisan: Nama Belakang Penulis, Nama Depan Penulis. “Judul Artikel Jurnal.” Nama Jurnal (Ditulis miring) Volume Jurnal, Nomor Jurnal (Tahun terbit): Halaman.

Contoh: Setiawan, Riki Candra. “Pengaruh Kurikulum Filosofi Sepak Bola Indonesia (Filanesia) Terhadap Kemampuan Dribbling dan Passing Di Sekolah Sepak Bola Putra Mulyoharjo (Ps Puma) U-17 Kabupaten Jepara.” Journal of Physical Activity and Sports (JPAS) 2, No. 3 (2021): 297-302

3. Cara Menulis Daftar Pustaka Turabian dari Sumber Internet

Format penulisan: Nama Belakang Penulis, Nama Depan Penulis. “Judul Artikel.” Tanggal akses. Link sumber rujukan.

Contoh: Aslam, Irfan Jumadil. “Ketika Masyarakat Indonesia Menggilai Dansa pada 1950-an, Apa Penyebabnya?” Diakses pada Selasa, 28 Januari 2025. https://www.goodnewsfromindonesia.id/2025/01/24/ketika-masyarakat-indonesia-menggilai-dansa-pada-1950-an-apa-penyebabnya.

4. Cara Menulis Daftar Pustaka Turabian dari Sumber Sosial Media

Format penulisan: Nama Akun Media Sosial. “Judul Sumber.” Platform sosial media. Tanggal postingan. Link sumber rujukan.

Contoh: Dunia Ade Rai. “10 Mindset Error tentang Fitness.” YouTube. 18 Januari 2025. https://www.youtube.com/watch?v=avAH_BEmMxo&ab_channel=DuniaAdeRai.

Itulah informasi lengkap seputar daftar pustaka Turabian dalam penulisan karya tulis ilmiah.

Cara Menulis Turabian Style di Footnote

Catatan kaki atau catatan akhir memberikan informasi rincian tentang sumber termasuk nama penulis judul karya detail publikasi dan juga nomor halaman. 

Contoh penulisannya yaitu: 

1. John Smith, Sejarah dalam Pendidikan (New York: Education New Press, 2011), 32

Kunjungi artikel-artikel terbaru dari Parafrase Indonesia untuk mendapatkan lebih banyak informasi seputar penulisan dan penyusunan karya ilmiah!

Artikel pertama kali ditulis oleh Dhea Salsabila, kemudian diperbarui oleh Wahyu Adji Nugraha pada 11 Agustus 2026.

Picture of wahyu adji
wahyu adji
Saya merupakan SEO Specialist dan Conten Writer Profesional di bidang pendidikan seputar kampus, mahasiswa dan kedosenan di Parafrase Indonesia

Tinggalkan Balasan