Konversi KTI yang dilakukan oleh para dosen tidak sebatas mengubah artikel jurnal menjadi naskah buku. Namun, bisa juga melakukan konversi disertasi menjadi buku yang siap untuk diterbitkan secara lebih luas.
Para dosen yang sudah menyelesaikan studi jenjang Doktoral atau S3. Tentunya memiliki disertasi dan sangat disayangkan jika hanya berakhir di perpustakaan kampus. Ada baiknya dikonversi menjadi buku, seperti buku referensi. Berikut informasinya.
Baca Juga: Cara Konversi Artikel Ilmiah Menjadi Buku dengan Benar
Daftar Isi
ToggleApa Itu Konversi Disertasi?
Dalam KBBI, disertasi adalah karya tulis ilmiah yang disusun untuk meraih gelar Doktor. Disertasi umumnya berisi hasil penelitian mahasiswa S3. Kemudian disusun, dijilid, dan tentunya dipresentasikan di hadapan dosen penguji sesuai ketentuan dari perguruan tinggi.
Konversi disertasi adalah proses mengubah struktur dan gaya penulisan disertasi menjadi karya tulis ilmiah jenis lainnya. Misalnya mengkonversi disertasi menjadi buku referensi atau buku monograf.
Melalui proses konversi naskah disertasi inilah, maka bisa diterbitkan kemudian dibaca lebih banyak orang. Para dosen yang ingin hasil penelitiannya selama menjadi mahasiswa S3 tidak berhenti di perpustakaan kampus. Maka bisa melakukan konversi tersebut.
Baca Juga: Ubah Naskah Karya Ilmiah dengan Konversi Buku Digital
Mengapa Dosen Harus Melakukan Konversi Disertasi?
Secara umum ada beberapa alasan berikut yang membuat konversi ini perlu dilakukan atau dipertimbangkan para dosen:Â
1. Disertasi Pembaca Lebih TerbatasÂ
Alasan yang pertama, konversi pada disertasi bisa memperluas jangkauan pembaca. Disertasi umumnya akan dijilid dan menambah koleksi perpustakaan kampus, tempat dosen studi Doktoral.
Konversi membantu mengubah disertasi menjadi buku sehingga bisa masuk perpustakaan eksternal kampus dan berbagai toko buku. Sehingga bisa menjangkau pembaca lebih luas lagi.
2. Hasil Penelitian Doktoral Perlu DisebarluaskanÂ
Alasan yang kedua, seperti penjelasan sekilas sebelumnya adalah menyebarluaskan hasil penelitian Doktoral secara optimal. Jika hasil penelitian hanya dituangkan dalam bentuk disertasi. Maka dampak lebih terbatas, sejalan dengan pembacanya yang juga terbatas.
3. Disertasi Berpotensi Besar Menjadi Buku ReferensiÂ
Alasan yang ketiga, disertasi memiliki potensi besar untuk dikonversi menjadi buku referensi. Salah satu alasannya karena disertasi berisi hasil penelitian yang sudah spesifik dan mendalam pada suatu topik.
Biasanya, penelitian untuk disertasi menjadi lanjutan dari penelitian dosen untuk skripsi maupun tesis. Sehingga pemahaman dosen pada topik yang diteliti lebih mendalam.
4. Optimasi Luaran Penelitian DoktoralÂ
Alasan keempat, konversi disertasi bisa dipertimbangkan dosen karena bisa menjadi luaran tambahan dalam penelitian doktoral. Secara umum, perguruan tinggi di Indonesia mensyaratkan kelulusan S3 dengan penyusunan disertasi.
Banyak juga yang mensyaratkan dengan publikasi jurnal untuk penelitian Doktoral. Jadi, dengan konversi maka dosen bisa memperluas capaian luaran. Selain menjadi disertasi maupun publikasi jurnal, juga diterbitkan menjadi buku.
5. Baik untuk Portofolio Publikasi Ilmiah DosenÂ
Alasan berikutnya, karena konversi disertasi bisa menjadi bagian dari portofolio publikasi ilmiah dosen. Sebab bisa menambah kuantitas publikasi ilmiah yang dimiliki dosen tersebut. Dampaknya tentu sangat kompleks. Misalnya bisa memperluas relasi akademik dosen dan membuka peluang kolaborasi jangka panjang.
6. Mendorong Penelitian LanjutanÂ
Disertasi berisi hasil penelitian yang sudah mendalam dan spesifik. Maka tentunya perlu disebarluaskan menjadi jurnal maupun buku ilmiah. Lewat konversi, penyesuaian struktur disertasi menjadi buku akan lebih cepat. Setelah terbit, maka bisa mendorong dosen dan peneliti untuk melakukan penelitian lanjutan.
Baca Juga: Cara Meningkatkan Angka Kredit Prestasi Melalui Konversi KTI
Manfaat Konversi Disertasi Menjadi Buku Ilmiah
Berikut beberapa manfaat yang dimaksud:Â
1. Meningkatkan Dampak Penelitian Doktoral
Konversi pada naskah disertasi menjadi buku membantu meningkatkan dampak penelitian Doktoral yang dilakukan dosen. Sehingga hasil penelitian diketahui dan dimanfaatkan lebih banyak orang. Penelitian tersebut pun bisa menjadi solusi permasalahan di masyarakat. Bukan hanya memberi gelar S3 pada dosen.
2. Membangun Rekam Jejak Publikasi dan Kepakaran DosenÂ
Manfaat yang kedua, bisa menjadi sarana untuk membangun rekam jejak publikasi dan kepakaran dosen. Sebab semakin banyak publikasi ilmiah yang membahas topik yang sama. Maka semakin menguat reputasi kepakaran dosen pada topik tersebut.
Sekaligus membantu dosen memiliki portofolio publikasi ilmiah berkualitas yang lebih beragam, sehingga menunjukan kinerja penelitian yang sudah baik. Lewat rekam jejak ini, dosen bisa lebih mudah mengakses hibah penelitian dan hibah lainnya.
3. Mendapatkan Angka KreditÂ
Konversi pada disertasi menjadi buku yang terbit ber-ISBN membantu dosen mendapat tambahan poin angka kredit. Khususnya untuk AK Prestasi. Sehingga konversi ini bisa dikatakan membantu dosen mengembangkan jenjang jabatan akademik.
4. Memenuhi Ketentuan BKDÂ
Konvers dari disertasi menjadi buku yang diterbitkan dosen juga membantu memenuhi BKD. Dosen di Indonesia wajib memenuhi target 12 SKS dalam satu semester.
Buku hasil konversi tersebut bisa memberi tambahan SKS, sehingga mempercepat pemenuhan target BKD. Dosen pun bisa menerima haknya seperti tunjangan profesi. Sekaligus terhindar dari sanksi karena tidak memenuhi target BKD.
5. Menyediakan Bacaan dan Referensi KredibelÂ
Manfaat konversi disertasi juga dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya yang membaca buku ilmiah karya para dosen. Sebab buku hasil konversi tersebut bisa menambah koleksi bacaan, dijadikan referensi untuk penelitian dan penyusunan KTI, maupun untuk dijadikan pegangan dalam perkuliahan.
6. Membuka Peluang Pendapatan Pasif dari RoyaltiÂ
Melalui penerbitan buku ilmiah, dosen berkesempatan menerima royalti. Selama buku masih terjual, maka selama itu juga royalti bisa diterima dosen. Sehingga menerbitkan buku membantu dosen memiliki sumber penghasilan pasif. Inilah alasan konversi pada disertasi perlu dipertimbangkan untuk menambah penghasilan dosen.
7. Menguatkan Reputasi dan Kredibilitas InstitusiÂ
Konversi pada disertasi juga bermanfaat bagi perguruan tinggi yan menjadi homebase dosen. Sebab menjadi bagian dari kinerja tri dharma institusi. Maka konversi tersebut ikut membangun reputasi akademik institusi, meningkatkan kredibilitas, dan mendorong penilaian akreditasi BAN-PT yang lebih memuaskan.
Cara Konversi Disertasi yang Benar
Proses konversi karya ilmiah, termasuk juga konversi disertasi menjadi buku memang bukan hal mudah. Namun jika terus dilakukan maka perlahan akan terasa mudah, sebab sudah terbiasa dan paham tata caranya.
Bagi dosen pemula yang pertama kali melakukan konversi pada disertasi menjadi buku. Maka berikut beberapa tahapannya:
1. Melakukan Perubahan Sistematika PenulisanÂ
Tahap yang pertama dalam proses konversi disertasi adalah mengubah sistematika atau struktur penulisan. Sistematika naskah disertasi dengan naskah buku berbeda cukup jauh.Â
Meski sama-sama terdiri dari beberapa bab, pada disertasi lebih kaku dan terbatas. Biasanya terdiri dari 5 sampai 6 bab tergantung kebijakan fakultas atau perguruan tinggi. Sementara pada buku jumlah bab perlu diperluas, sebab pembahasannya juga harus diperdalam. Â
2. Menyusun Kerangka BukuÂ
Tahap kedua dalam proses konversi disertasi menjadi buku ilmiah adalah menyusun kerangka buku atau outline. Kerangka berisi susunan bab, subbab, subsubbab, dan turunan berikutnya lengkap dengan judul sementara.
Melalui kerangka inilah, dosen mengubah struktur penulisan disertasi menjadi buku yang sesuai standar penerbitan. Kerangka perlu disusun untuk membantu menyusun sistematika atau urutan bab pembahasan.
3. Mulai Mengembangkan Kerangka BukuÂ
Tahap ketiga, dosen bisa mulai konversi disertasi menjadi buku dengan mengembangkan kerangka yang disusun di tahap sebelumnya. Dosen bisa mulai mengembangkan bab pertama, kedua, dan seterusnya secara berurutan.
Pastikan konsisten agar naskah buku hasil konversi cepat selesai, Dosen yang super sibuk dengan agenda akademik padat. Maka sangat disarankan menyusun jadwal menulis, sehingga bisa rutin menulis agar naskah berkembang dan cepat selesai.
4. Melakukan Perubahan pada JudulÂ
Tahap keempat adalah proses menyusun judul untuk buku hasil konversi karya tulis ilmiah jenis disertasi. Perubahan judul penting, karena judul disertasi umumnya terlalu kaku dan ilmiah.
Sementara judul untuk buku idealnya dibuat menarik. Tujuannya untuk menarik minat baca masyarakat dan mendorong keinginan mereka membeli buku tersebut. Judul bisa dibuat menarik, unik, dan dengan tambahan power word yang persuasif.
5. Proses Editing dan Penyuntingan oleh DosenÂ
Setelah perubahan sistematika, gaya penulisan, dan judul selesai dilakukan. Maka tahap kelima adalah proses editing dan penyuntingan. Dosen membaca ulang naskah buku hasil konversi dan mengoreksi kesalahan yang ditemukan. Sekaligus merapikan naskah agar enak dibaca maupun dilihat.
6. Mengurus Proses Penerbitan Buku Hasil Konversi DisertasiÂ
Tahap yang terakhir adalah proses penerbitan. Konversi disertasi jangan sampai menjadi naskah buku yang dibaca sendiri, wajib diterbitkan. Mulai dulu dengan memilih penerbit yang sudah berpengalaman menerbitkan buku ilmiah. Kemudian kirimkan naskah buku hasil konversi dan ikuti proses selanjutnya.
Konversikan Buku Anda di Parafrase Indonesia
Proses konversi naskah disertasi menjadi naskah buku memang butuh waktu. Pada kali pertama, durasi pengerjaannya bisa sangat panjang. Namun, para dosen tentunya jangan sampai menyerah.
Namun, Parafrase Indonesia hadir untuk membantu kaum akademisi untuk mengkonverikan naskah karya tulis ilmiah menjadi buku ajar dan buku monograf yang berkualitas dan memiliki bacaan yang mudah dipahami oleh akademisi.
Dengan layanan konversi KTI, naskah anda yang sebelumnya masih belum sesuai dari segi gaya bahasa dan format kepenulisan akan diubah sesuai standar yang berlaku dari perpusnas sehingga nantinya memudahkan dalam mendapatkan ISBN.
Parafrase Indonesia telah menerbitkan lebih dari 2000 buku hasil konversi dari berbagai bidang mulai dari kesehatan, keuangan, sosial, hukum dan masih banyak lainya. Hubungi tim konsultan kami untuk memperoleh promo dan penawaran terbaik untuk anda!

