Dosen di Indonesia tentunya tidak asing dengan istilah h-index. Istilah ini digunakan untuk mengukur produktivitas kegiatan penelitian dosen. Sekaligus mengukur dampak dari hasil penelitian tersebut.
Mengeceknya secara berkala di SINTA maupun Scopus dan Google Scholar, tentunya menjadi agenda rutin para dosen. Sebab skor yang diraih ikut mempengaruhi reputasi akademik dosen tersebut. Apakah bisa dianggap punya kinerja penelitian yang baik atau sebaliknya. Berikut informasinya.
Daftar Isi
TogglePengertian H-Index Jurnal
H-index adalah indikator yang digunakan untuk mengukur produktivitas dan dampak kegiatan penelitian dosen maupun peneliti profesional. Istilah ini pertama kali diperkenalkan kepada publikasi di tahun 2005 oleh Jorge E. Hirsch.
Pada masa tersebut, istilah ini digunakan untuk membantu menilai pengaruh ilmiah seorang peneliti dilihat dari jumlah publikasi dan sitasi pada publikasi tersebut.
Baca Juga: Mengenal SINTA Score dan Cara Meningkatkannya
Apa Manfaat H-Index Jurnal?
Melalui definisi yang dijelaskan sebelumnya, maka h-index tidak bisa digunakan untuk mengukur kualitas penelitian dan publikasi ilmiah hasil penelitian dosen. Sebab kualitas penelitian dipengaruhi oleh banyak faktor.
Meskipun begitu, mengoptimalkan skor ini juga hal penting untuk dilakukan oleh para dosen. Hal ini tidak terlepas dari manfaat skor itu sendiri. Berikut beberapa diantaranya:
1. Mengukur Tingkat Produktivitas Dosen dalam Meneliti
Manfaat yang pertama, adalah membantu mengukur produktivitas kegiatan dosen dalam meneliti. Sebab jumlah publikasi ilmiah menunjukan seberapa sering dosen melaksanakan penelitian dan sudah diselesaikan. Jumlah publikasi ini juga ikut mempengaruhi skor h-index.
2. Mengukur Dampak Publikasi Ilmiah Dosen
Manfaat kedua, skor h-index bisa menjadi alat ukur untuk menilai dampak publikasi hasil penelitian dosen dan publikasi lainnya. Misalnya hasil kegiatan PkM yang terindeks Scopus maupun Google Scholar. Dampak ini dinilai dari jumlah sitasi pada publikasi ilmiah tersebut.
3. Menguatkan Reputasi Akademik Dosen
Manfaat ketiga, h-index bisa menjadi bagian untuk menguatkan reputasi akademik dosen. Sebab semakin tinggi skornya, maka semakin menunjukan dosen punya kinerja penelitian dan publikasi ilmiah yang baik. Sehingga menjadi tanda bahwa dosen bertanggung jawab menjalankan tugas akademik.
4. Menunjang Akses ke Berbagai Program Hibah
Manfaat berikutnya, skor h-index bisa menjadi akses ke berbagai program hibah. Sebab asesor hibah biasanya akan menelusuri kinerja penelitian dosen lewat publikasi ilmiah. Skor h-index menjadi pertimbangan untuk mengukur produktivitas penelitian dosen. Semakin tinggi, semakin dinilai layak menerima hibah.
Baca Juga: NUPTK Dosen: Pengertian, Cara Mendapatkan, dan Perbedaannya dengan NIDN
Cara Mengecek H-Index pada Sebuah Jurnal
Mengecek secara berkala sangat penting untuk dosen. Sebab sesuai penjelasan sebelumnya, skor ini bisa mempengaruhi reputasi dosen dalam kinerja penelitiannya. Oleh sebab itu, pengecekan rutin sangat penting untuk mengetahui ada tidaknya kenaikan skor.
1. Cara Cek H-index Dosen di SINTA
Cara pertama untuk mengecek skor h-index yang diraih dosen adalah lewat laman resmi SINTA. Pada laman SINTA, dosen baru bisa mengecek jika sudah memiliki akun di dalamnya.
Sekaligus sudah memiliki publikasi ilmiah yang terindeks di Scopus maupun Google Scholar. Berikut langkah-langkahnya:
- Buka browser pada perangkat yang digunakan dan akses ke website resmi SINTA di https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/.
- Pada halaman utama, silahkan klik menu “Authors”. Kemudian jika sudah muncul kolom pencarian, silahkan ketik nama dosen secara lengkap dan klik tombol Enter pada keyboard perangkat.
- Tunggu beberapa saat, sistem di SINTA akan menampilkan profil dosen yang namanya diketik tadi.
- Pada sisi sebelah kanan foto profil, akan ada kolom khusus yang menampilkan skor tersebut di Scopus dan Google Scholar. Berikut contohnya:

- Selesai.
2. Cara Cek H-index Dosen di Scopus
Cara mengecek h-index yang kedua adalah melalui website resmi Scopus. Jika dosen ada riwayat publikasi di jurnal terindeks Scopus. Maka otomatis memiliki ID Scopus dan bisa mengecek skor h-index yang diraih. Adapun cara mengeceknya adalah sebagai berikut:
- Buka browser pada perangkat yang digunakan dan akses ke website resmi Scopus di https://www.scopus.com/
- Pada halaman utama website Scopus, silahkan klik menu “Author Search” yang ada di sisi kanan atas.
- Sistem di Scopus akan menampilkan formulir yang meminta Anda mengisi kolom nama dosen yang akan dicari atau dicek skor h-indexnya. Silahkan isi kolom pada nama depan dan nama belakang saja agar praktis.
- Kemudian klik tombol “Search” di ujung kolom pencarian atau tekan tombol Enter pada keyboard perangkat elektronik yang digunakan.
- Tunggu beberapa saat, Scopus akan menampilkan nama author yang sesuai dengan data yang diketik sebelumnya. Silahkan klik nama author yang paling sesuai, pastikan mengecek juga nama perguruan tinggi tempat author tersebut mengabdi agar tidak keliru.
- Tunggu beberapa saat lagi, maka sistem di Scopus akan menampilkan beberapa data pemilik ID Scopus tersebut. Termasuk skor h-index. Berikut contohnya:

- Selesai.
3. Cara Cek H-index Dosen di Google Scholar
Cara cek skor h-index jurnal dosen berikutnya adalah melalui Google Scholar. Google Scholar hanya akan menampilkan skor h-index sesuai jumlah publikasi dan sitasi yang terindeks di database-nya. Berikut langkah-langkahnya:
- Buka browser pada perangkat yang digunakan dan akses ke website resmi Google Scholar di https://scholar.google.co.id/
- Pada kolom pencarian, silahkan ketik nama dosen yang akan diperiksa skor h-index yang diraih.
- Tunggu beberapa saat, Google Scholar akan menampilkan tautan ke profil nama dosen yang diketik tersebut. Jika ada beberapa pilihan, silahkan mengecek data lain untuk memastikan tidak keliru.
- Silahkan klik nama dosen yang ditampilkan Google Scholar dan biasanya berwarna biru.
- Tunggu beberapa saat, sistem di Google Scholar akan menampilkan informasi seluruh profil dosen tersebut. Pada sisi sebelah kanan, akan ada informasi skor h-index. Berikut contohnya:

- Selesai.
Selain beberapa cara tersebut, tentunya pengecekan h-index jurnal dosen dan bentuk publikasi ilmiah lain masih ada lagi pilihannya. Para dosen bisa memilih cara yang dirasa paling mudah. Serta disesuaikan dengan kebutuhan. Sebab setiap database memiliki tata cara perhitungan skor yang berbeda.
sumber:
- Apa Itu H-Indeks Jurnal? Manfaat dan Cara Mengeceknya. (2025). Indonesian Scientific Publication. Diakses pada 15 April 2026 dari https://idscipub.com/id/apa-itu-h-indeks-jurnal/
- Cek H-index: Tutorial Lengkap di Scopus dan Google Scholar. (2025). Indonesian Scientific Publication. Diakses pada 15 April 2026 dari https://idscipub.com/id/cek-h-index-scopus-google-scholar/
- H-Indeks dan Cara Mudah Meningkatkannya. (2023). Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong. Diakses pada 15 April 2026 dari https://lp3m.unimudasorong.ac.id/artikel/h-indeks-dan-cara-mudah-meningkatkannya
- Mifta. (2025). Memahami Scopus H-Index: Cerminan Dampak dan Produktivitas Peneliti. Diakses pada 15 April 2026 dari https://tesis.id/blog/memahami-scopus-h-index-cerminan-dampak-dan-produktivitas-peneliti/
