Peneliti harus memahami populasi penelitian sejak awal agar proses pengumpulan data berjalan lebih terarah. Tanpa batasan populasi yang jelas, penelitian bisa melebar, data sulit dikendalikan, dan kesimpulan berisiko tidak sesuai dengan tujuan riset.
Jadi bagi Anda yang masih belum memahami apa itu populasi penelitian, pastikan untuk membaca artikel berikut hingga akhir agar bisa mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan secara keseluruhan.
Daftar Isi
TogglePengertian Populasi Penelitian
Populasi penelitian adalah keseluruhan subjek, objek, peristiwa, atau elemen yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi sasaran dalam sebuah penelitian. Peneliti menetapkan populasi untuk menentukan batas sumber data yang akan dikaji, dianalisis, dan dijadikan dasar penarikan kesimpulan.
Populasi dalam penelitian tidak selalu berupa manusia. Peneliti bisa menggunakan populasi berupa buku, artikel jurnal, dokumen kebijakan, unggahan media sosial, produk, perusahaan, tanaman, sungai, atau data transaksi. Selama elemen tersebut sesuai dengan tujuan penelitian dan memiliki karakteristik yang bisa ditentukan, elemen tersebut dapat menjadi populasi.
Baca Juga: Non Probability Sampling: Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh
Pengertian Populasi Penelitian Menurut Para Ahli
Beberapa ahli memberikan definisi populasi dengan redaksi yang berbeda, tetapi inti penjelasannya tetap sama.
Populasi Menurut Sugiyono
Menurut Sugiyono, populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu. Peneliti menetapkan karakteristik tersebut untuk dipelajari, kemudian menarik kesimpulan berdasarkan hasil penelitian.
Populasi Menurut Arikunto
Arikunto menjelaskan bahwa populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Definisi ini sering digunakan dalam proposal dan skripsi karena ringkas serta mudah dipahami. Jika semua elemen dalam suatu kelompok menjadi sasaran penelitian, maka kelompok tersebut dapat disebut populasi.
Populasi Menurut Margono
Margono menjelaskan populasi sebagai seluruh data yang menjadi perhatian peneliti dalam ruang lingkup dan waktu tertentu. Definisi ini penting karena populasi selalu membutuhkan batas ruang dan waktu.
Baca Juga: Bagaimana Cara Menentukan Topik Penelitian Ilmiah yang Sesuai?
Fungsi Populasi dalam Penelitian
- Menentukan batas objek atau subjek yang akan diteliti agar penelitian tidak melebar dari fokus utama.
- Membantu peneliti mengetahui sumber data yang tepat sesuai rumusan masalah dan tujuan penelitian.
- Menjadi dasar dalam menentukan sampel, terutama jika jumlah populasi terlalu besar untuk diteliti seluruhnya.
- Membantu peneliti memilih teknik pengambilan sampel yang sesuai dengan karakteristik populasi.
- Membuat proses pengumpulan data lebih terarah karena peneliti sudah mengetahui siapa atau apa yang harus diteliti.
- Menjaga validitas penelitian karena data diambil dari kelompok yang benar-benar relevan dengan topik penelitian.
- Membantu peneliti menarik kesimpulan yang sesuai dengan ruang lingkup penelitian.
- Mempermudah pembaca memahami batasan penelitian, seperti lokasi, waktu, karakteristik responden, atau objek yang dikaji.
- Mengurangi risiko kesalahan data karena peneliti tidak mengambil sumber data di luar kriteria penelitian.
- Menjadi dasar generalisasi hasil penelitian, terutama dalam penelitian kuantitatif yang menggunakan sampel sebagai wakil populasi.
Baca Juga: Metode Observasi: Pengertian, Tujuan, Macam dan Cirinya
Jenis-Jenis Populasi
Dalam pengerjaan riset ilmiah, seorang peneliti bisa menentukan jenis populasi yang ingin dia gunakan. Sebab terdapat beberapa jenis populasi yang umumnya digunakan dalam proses pengerjaan karya tulis ilmiah, seperti.
Parafrase Indonesia memiliki E-Book Mengubah Karya Ilmiah 30 Hari yang bisa bisa membantu anda dalam menyempurnakan karya ilmiah menjadi buku berkualitas
1. Berdasarkan Ukuran
Jenis pertama dari populasi penelitian bisa dilihat dari ukuran yang digunakan. Jenis populasi ini bisa dibagi ke dalam dua bagian berbeda, yaitu.
a. Populasi Finite atau Terbatas
Populasi finite merupakan sumber data yang menggunakan jumlah elemen yang dapat dihitung. Misalnya ketika Anda ingin meneliti tingkat kepuasan dari pegawai yang ada di sebuah perusahaan, maka populasi yang digunakan adalah seluruh karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut.
b. Populasi Infinite atau Tidak Terbatas
Populasi infinite atau tidak terbatas merupakan kebalikan dari jenis sebelumnya. Jenis populasi ini memiliki jumlah elemen yang tidak bisa dihitung dengan angka.
Contoh penggunaan populasi jenis ini adalah jumlah partikel udara yang ada di sebuah wilayah.
2. Berdasarkan Sifat
Jenis kedua dari populasi penelitian bisa ditentukan berdasarkan sifatnya. Jenis populasi ini bisa dibagi ke dalam dua bagian, yakni.
a. Populasi Homogen
Populasi homogen adalah populasi yang anggotanya memiliki karakteristik relatif sama. Karena sifatnya seragam, perbedaan antaranggota populasi tidak terlalu besar. Peneliti biasanya lebih mudah mengambil sampel karena karakteristik anggota populasi relatif serupa. Namun, peneliti tetap harus menjelaskan karakteristik yang membuat populasi tersebut disebut homogen.
b. Populasi Heterogen
Populasi heterogen adalah populasi yang anggotanya memiliki karakteristik beragam. Perbedaan tersebut dapat berupa usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, wilayah, perilaku, atau latar belakang sosial.
3. Berdasarkan Jangkauan
Jenis terakhir dari populasi bisa ditentukan berdasarkan jangkauannya. Jenis ini bisa dibagi ke dalam dua bagian berbeda, yaitu.
a. Populasi Target
Populasi target adalah seluruh kelompok besar yang menjadi sasaran generalisasi hasil penelitian. Populasi ini biasanya bersifat lebih luas dan ideal sesuai tujuan penelitian.
b. Populasi Terjangkau
Populasi terjangkau adalah bagian dari populasi target yang dapat dijangkau oleh peneliti secara realistis. Batas ini mempertimbangkan lokasi, waktu, biaya, akses data, dan izin penelitian.
Contoh Populasi Penelitian
Untuk memahami lebih jelas terkait populasi penelitian, Anda juga bisa melihat contoh dari penerapan instrumen riset ilmiah yang satu ini dalam beberapa tema berbeda, seperti:
1. Contoh Populasi Penelitian Pendidikan
Judul penelitian: Pengaruh metode blended learning terhadap motivasi belajar siswa SMA.
Populasi target: seluruh siswa SMA di Yogyakarta.
Populasi terjangkau: siswa kelas XI SMA Negeri 1 Yogyakarta tahun ajaran 2025/2026.
Karakteristik: siswa aktif, mengikuti pembelajaran blended learning, dan terdaftar pada semester berjalan.
Contoh ini menunjukkan bahwa populasi tidak cukup ditulis “siswa SMA”. Peneliti perlu memperjelas kelas, sekolah, wilayah, dan periode penelitian.
2. Contoh Populasi Penelitian Kesehatan
Judul penelitian: Hubungan pola makan dengan kadar gula darah pasien diabetes.
Populasi target: seluruh pasien diabetes di rumah sakit pemerintah.
Populasi terjangkau: pasien diabetes tipe 2 yang menjalani rawat jalan di Rumah Sakit X selama Januari sampai Juni 2026.
Karakteristik: pasien berusia di atas 18 tahun, memiliki diagnosis diabetes tipe 2, dan bersedia menjadi responden.
3. Contoh Populasi Penelitian Sosial
Judul penelitian: Pengaruh media sosial terhadap partisipasi politik pemilih muda.
Populasi target: seluruh pemilih muda di Indonesia.
Populasi terjangkau: pemilih berusia 17 sampai 25 tahun di Kota Bandung yang aktif menggunakan media sosial.
Karakteristik: memiliki hak pilih, menggunakan media sosial minimal satu jam per hari, dan berdomisili di Kota Bandung.
4. Contoh Populasi Penelitian Bisnis
Judul penelitian: Pengaruh kualitas layanan terhadap loyalitas pelanggan toko online.
Populasi target: seluruh pelanggan toko online X.
Populasi terjangkau: pelanggan yang melakukan pembelian minimal dua kali dalam tiga bulan terakhir.
Karakteristik: pelanggan aktif, memiliki riwayat transaksi, dan pernah berinteraksi dengan layanan pelanggan.
5. Contoh Populasi Penelitian Lingkungan
Judul penelitian: Analisis kualitas air sungai di wilayah industri.
Populasi target: seluruh sungai yang berada di kawasan industri Kabupaten X.
Populasi terjangkau: sungai yang melewati tiga kecamatan industri utama pada periode pengamatan April sampai Juni 2026.
Karakteristik: sungai berada di dekat aktivitas industri dan memiliki titik pengambilan sampel yang dapat diakses.
Cara Mendefinisikan Populasi Penelitian
Informasi terakhir yang bisa Anda dapatkan dalam artikel ini adalah cara mendefinisikan populasi penelitian yang digunakan dalam riset ilmiah. Hal ini penting untuk Anda ketahui agar bisa memilih populasi yang tepat dan sesuai dengan riset ilmiah yang sedang dikerjakan.
Adapun cara yang bisa Anda lakukan untuk mendefinisikan populasi ini adalah.
1. Tentukan Batasan Geografis
Pertama, tentukan batasan geografis yang Anda gunakan dalam memilih populasi. Batasan geografis ini bisa berupa lokasi atau area tempat populasi tersebut berada, seperti kota, kabupaten, dan wilayah lainnya.
2. Identifikasi Karakteristik Spesifik
Berikutnya Anda bisa mengidentifikasikan karakteristik dari populasi penelitian secara spesifik. Karakteristik dari populasi ini bisa berupa usia, jenis kelamin, profesi, dan lainnya.
Contoh pemilihan populasi dengan melihat karakteristiknya secara spesifik adalah anak usia 5-12 tahun yang mengalami kekurangan gizi.
3. Tentukan Batasan Waktu
Hal berikutnya yang perlu Anda perhatikan dalam mengidentifikasi populasi adalah menentukan batasan waktu yang akan digunakan. Batasan ini berkaitan dengan periode waktu dari sumber data yang ingin dikumpulkan.
Misalnya Anda bisa menggunakan populasi berupa siswa yang terdaftar di sebuah sekolah pada semester genap 2024.
4. Klasifikasi Kriteria
Cara berikutnya yang bisa Anda lakukan adalah menentukan klasifikasi kriteria dari populasi tersebut. Klasifikasi kriteria dari populasi ini bisa dibagi ke dalam dua jenis berbeda, yakni.
a. Kriteria Inklusi
Kriteria inklusi berkaitan dengan semua elemen yang harus masuk dalam populasi yang digunakan. Contoh dari populasi dengan kriteria inklusi adalah siswa aktif yang mengikuti program bimbingan belajar.
b. Kriteria Eksklusi
Kriteria eksklusi merupakan sumber data yang dikeluarkan atau dipisahkan dari populasi yang Anda gunakan. Populasi dengan kriteria eksklusi ini bisa dicontohkan seperti siswa yang telah lulus sebelum penelitian dimulai.
5. Gunakan Data Sekunder
Terakhir, Anda bisa menggunakan data sekunder untuk menentukan populasi yang akan digunakan dalam riset ilmiah. Data sekunder ini akan membantu Anda untuk memperjelas batasan dari populasi yang sesuai dengan riset ilmiah yang sedang dikerjakan.
Itulah beberapa informasi lengkap terkait populasi penelitian dalam riset ilmiah. Dengan memahami cara menentukan dan menulis populasi secara tepat, peneliti dapat menyusun proposal, skripsi, tesis, disertasi, atau artikel ilmiah dengan dasar metodologis yang lebih kuat.

