Apakah Anda masih bingung dengan penulisan kata di yang benar dalam sebuah kalimat? Oleh sebab itu, pastikan untuk membaca artikel berikut hingga tuntas agar Anda bisa mendapatkan informasi lengkap secara keseluruhan.
Baca Juga: 100+ Contoh Kata Depan, Lengkap dengan Pembahasan Lainnya
Daftar Isi
ToggleMemahami Kata “Di” dalam Kalimat
“Di” merupakan salah satu jenis kata yang penggunaannya ditempel dengan kata lainnya dalam sebuah kalimat.
Mulai dari kata sifat, kata kerja, hingga kata keterangan. Dalam praktiknya, penggunaan kata “di” memiliki dua macam fungsi berbeda, yakni:
1. Sebagai Kata Depan atau Preposisi
Fungsi pertama kata “di” dalam bahasa Indonesia adalah digunakan sebagai kata depan atau preposisi. Hal ini berfungsi untuk menunjukkan sebuah tempat, arah, atau lokasi dalam sebuah kalimat.
Contoh penggunaan kata depan “di” adalah di rumah, di sekolah, di kapal, dan lainnya.
2. Sebagai Awalan atau Imbuhan
Kata “di” juga digunakan sebagai awalan atau imbuhan dalam sebuah kalimat. Ketika berfungsi sebagai imbuhan, kata “di” akan membentuk kata kerja pasif yang menunjukkan sebuah tindakan yang diterima oleh subjek dalam sebuah kalimat.
Contoh penggunaan kata “di” sebagai awalan atau imbuhan adalah dikerjakan, ditendang, diterangi, dan sebagainya.
Baca Juga: Sinonim 25 Kata yang Sering Digunakan dalam Karya Ilmiah
Aturan Penulisan Kata Di yang Dipisah
Pahami fungsi dari penggunaan kata di dalam penulisan bahasa Indonesia sehingga dapat memudahkan dalam proses pembuatan suatu kalimat hingga karya. Penulisan kata di merupakan suatu poin krusial yang bisa mempengaruhi kualitas karya.
Aturan penulisan kata di yang terpisah umumnya digunakan sebagai suatu kata depan atau preposisi. Setelah menggunakan kata di, umumnya akan diikuti dengan kata benda atau keterangan tempat.
Dalam penggunaan kata di yang terpisah di dalam suatu kalimat, terdapat beberapa ciri-ciri. Kata di ini harus terpisah jika kata setelahnya merujuk pada arah, tempat ataupun lokasi. Selain itu kata dia juga harus dituliskan terpisah ketika kata depan tersebut diganti menjadi “ke” atau “dari”.
Parafrase Indonesia memiliki E-Book Anti Plagiarisme yang dapat membantu anda menghindari plagiarisme yang sering terjadi saat penulisan artikel jurnal ilmiah
Dalam praktik penulisannya, bentuk di ini seringkali dapat digantikan dengan kata “dari” tanpa mengubah struktur kalimat. Contohnya yaitu dari sana dapat diubah menjadi di sana.
Walaupun begitu bentuk tersebut tidak dapat diubah menjadi verba aktif dengan menggunakan imbuhan me-. Ini karena unsur telahnya bukan harga pasif melainkan penanda tempat atau keterangan.
Aturan Penulisan Kata Di yang Digabung
Untuk penulisan kata di yang digabung umumnya digunakan ketika kota tersebut bertujuan sebagai suatu awalan atau imbuhan seperti penulisan kata dimana. Penggunaan kata di yang digabung akan diukur dengan kata kerja.
Penulisan kata di tersebut harus digabung jika kata berikutnya memiliki makna sebuah tindakan atau proses.
Penggunaan di yang disambung akan menunjukkan fungsi sebagai imbuhan pembentuk pasif. Perbatasan ini pendapat diubah menjadi kata kerja aktif. Contohnya yaitu dibuka menjadi membuka.
Penulisan Kata Di yang Sering Salah
Meskipun aturan terkait penulisan kata “di” ini sudah diatur dengan jelas, terkadang seorang penulis bisa saja melakukan kesalahan dalam penulisan kata tersebut.
Setidaknya terdapat tiga situasi yang membuat seorang penulis sering melakukan kesalahan dalam menuliskan kata “di”, yaitu:
1. Menggabungkan Kata Depan “di”
Kesalahan pertama yang sering dijumpai adalah penulisan kata depan “di” yang digabung. Anda bisa mengatasi masalah ini dengan memahami kata lanjutan yang ada di setelah kata “di” tersebut.
Jika setelah kata “di” diikuti oleh kata yang menunjukkan tempat, arah, atau sejenisnya, maka bisa dipastikan penulisan kata depan pada bagian tersebut mesti dipisah. Misalnya Anda harus menuliskan “di rumah”, bukan “dirumah” dalam sebuah kalimat.
2. Memisahkan Kata yang Berawalan “di”
Kesalahan kedua yang sering terjadi adalah memisahkan kata yang menggunakan awalan “di”. Padahal seperti yang sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya, setiap kata yang menggunakan awalan “di” mesti digabung dalam penulisannya.
Contohnya, kata “dikerjakan” merupakan bentuk penulisan yang benar, bukan “di kerjakan”. Jika Anda menemukan kata kerja yang mengikuti kata “di”, maka bisa dipastikan penulisannya dalam sebuah kalimat mesti digabung.
3. Kata yang Sering Membingungkan
Selain dua situasi di atas, terdapat juga beberapa kata yang sering membingungkan penulis. Hal ini biasanya muncul akibat kebiasaan penulisan yang mungkin sering dilihat dan digunakan oleh orang-orang pada umumnya.
Misalnya, ketika seorang hendak menuliskan kalimat pertanyaan yang menunjukkan sebuah tempat, maka biasanya akan langsung menulis “dimana” bukan “di mana”. Padahal penulisan kata “di” yang benar dalam kata tersebut adalah “di mana”.
Beberapa contoh kata lain yang sering membingungkan penulis dalam sebuah kalimat adalah di antara (dipisah), di dalam (dipisah), dikejar (digabung), dan lainnya.
Intinya Anda bisa melihat fungsi dan kata apa yang mengikuti kata “di” tersebut dalam sebuah kalimat untuk menentukan apakah mesti ditulis digabung atau dipisah.
Baca Juga: 100 Daftar Kata Serapan dari Bahasa Jawa dan Artinya
Contoh Penulisan Kata “Di” pada Kalimat
Berikut ini adalah beberapa contoh penulisan kata di tersebut pada kalimat. Di bawah ini merupakan beberapa contoh benar dan juga contoh salah dari penulisan kata di. Perhatikan dengan benar untuk dapat menuliskan kalimat yang tepat.
1. Penulisan Kata “Di” Disambung
- Informasi itu telah diumumkan kemarin sore. (Benar)
- Masalah pengiriman ini harus segera di selesaikan minggu ini. (Salah)
- Masalah pengiriman ini harus segera diselesaikan minggu ini. (Benar)
- Rumah tua itu akan segera di renovasi. (Salah)
- Rumah tua itu akan segera direnovasi. (Benar)
- Proposal itu tidak di setujui ketua pimpinan. (Salah)
- Proposal itu tidak disetujui ketua pimpinan. (Benar)
- Komputer Andi akan segera di perbaiki. (Salah)
- Komputer Andi akan segera diperbaiki. (Benar)
- Makanan Ayah akan di ganti oleh Pak RT. (Salah)
- Makanan Ayah akan diganti oleh Pak RT. (Benar)
- Paket makanan tersebut belum di kirim ke rumah Sinta. (Salah
- Paket makanan tersebut belum dikirim ke rumah Sinta. (Benar)
- Informasi itu telah di umumkan kemarin sore. (Salah)
2. Penulisan Kata “Di” Dipisah
- Maria menunggu dipintu masuk sekolah sejak bel berbunyi. (Salah)
- Maria menunggu di pintu masuk sekolah sejak bel berbunyi. (Benar)
- Ayah sedang dinas dikantor daerah Jawa Timur. (Salah)
- Ayah sedang dinas di kantor daerah Jawa Timur. (Benar)
- Tas milik Anggi tertinggal dibangku kelas. (Salah)
- Tas milik Anggi tertinggal di bangku kelas. (Benar)
- Toni bermain dilapangan kecamatan sejak pagi tadi. (Salah)
- Toni bermain di lapangan kecamatan sejak pagi tadi. (Benar)
- Ibu Andi pergi mengambil rapor disekolah dasar dekat pasar itu. (Salah)
- Ibu Andi pergi mengambil rapor di sekolah dasar dekat pasar itu. (Benar)
- Buku milik Tono tersimpan ditas. (Salah)
- Buku milik Tono tersimpan di tas. (Benar)
- Kakak Tono meninggalkan makanannya dirumah Andi. (Salah)
- Kakak Tono meninggalkan makanannya di rumah Andi. (Benar)
Itulah pembahasan lengkap seputar penulisan kata di yang benar dalam sebuah kalimat.
Dapatkan lebih banyak informasi seputar penulisan karya ilmiah dengan membaca artikel-artikel terbaru dari Parafrase Indonesia!
Artikel pertama kali ditulis oleh Dhea Salsabila, kemudian diperbarui oleh Wahyu Adji Nugraha pada 18 Juli 2026.

