Memahami seperti apa alur pelatihan AA dan PEKERTI tentunya penting bagi dosen. Terlebih jika berencana mengikuti keduanya di tahun 2026. Sebab Kemdiktisaintek secara resmi menerbitkan petunjuk teknis (juknis) penyelenggaraan PEKERTI dan AA tersebut.Â
Tahun 2026, kedua jenis pelatihan ini diselenggarakan secara blended learning (pembelajaran kombinasi). Jadi, seperti apa alurnya? Berikut informasinya.Â
Daftar Isi
ToggleMengapa Pelatihan AA dan PEKERTI Penting bagi Dosen?
Sebelum membahas secara rinci seperti apa alur pelatihan AA dan PEKERTI. Para dosen tentunya perlu memahami juga alasan harus mengikuti keduanya. Berikut penjelasannya:
1. Pelatihan Bersifat WajibÂ
Alasan yang pertama, PEKERTI dan AA sifatnya wajib diikuti oleh semua dosen. PEKERTI ditujukan untuk dosen pemula. Sementara pelatihan AA ditujukan untuk dosen senior.
Keduanya wajib diikuti karena berkaitan dengan kompetensi dasar yang wajib dikuasai dosen. Yakni kompetensi pedagogik. Jadi, dosen harus ikut pelatihan sebagai bentuk sikap tanggung jawab dan profesional.
2. Menjadi Syarat Sertifikasi Dosen (Serdos)Â
Dalam PO Serdos di tahun 2025 lalu, sertifikat AA dan PEKERTI menjadi salah satu syarat untuk dosen bisa ikut serdos. Diprediksi, syarat ini juga masih berlaku di serdos tahun 2026.Â
3. Membantu Dosen Melaksanakan Tugas PengajaranÂ
Kompetensi pedagogik menjadi kompetensi utama yang diasah dalam PEKERTI dan AA. Kompetensi ini sangat penting untuk dikuasai oleh dosen agar bisa melaksanakan tugas pengajaran.
Sebab membantu dosen membangun suasana pembelajaran kondusif, memahami karakter dan kemampuan mahasiswa yang diampu, dan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran secara baik dan benar.
Baca Juga: Ketentuan Terbaru di Pelatihan AA dan PEKERTI 2026
Alur Pelatihan AA dan PEKERTI
Selain memahami pentingnya PEKERTI dan AA. Dosen juga harus memahami pentingnya mengetahui alur pelaksanaannya bagaimana. Sehingga bisa mempersiapan diri dengan baik agar bisa mengikuti pelatihan sampai tuntas.
Mengacu pada juknis PEKERTI dan AA di dalam Kepdirjendikti No. 35/B/KPT/2026, berikut detail alur pelatihan AA dan PEKERTI yang mulai berlaku di tahun 2026:
1. Pendaftaran Program PEKERTI dan AA
Tahap pertama adalah proses pendaftaran pada program PEKERTI maupun AA. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui platform digital yang disediakan dan dikelola perguruan tinggi penyelenggara resmi. Platform digital tersebut bisa LMS maupun MOOC.
Dosen bisa mengakses laman resmi LMS pendaftaran yang disediakan penyelenggara. Kemudian mengajukan pendaftaran peserta sesuai ketentuan dalam sistem di platform digital tersebut.
2. Mengakses Modul Pelatihan
Pihak penyelenggara pelatihan akan melakukan pemeriksaan data dosen yang mendaftar. Jika dinyatakan lulus seleksi dan memenuhi persyaratan, maka biasanya akan disusul dengan informasi penyelesaian pembayaran biaya pelatihan. Selanjutnya, dosen bisa mengakses modul pelatihan.Â
3. Mengikuti Pelatihan DaringÂ
Tahap ketiga dalam alur pelatihan AA dan PEKERTI adalah proses pelatihan. Jadi di tahap ini, dosen bisa mengikuti proses pelatihan. Menyimak pemaparan materi oleh instruktur dan fasilitator sesuai ketentuan.
Pelatihan daring berdurasi maksimal 3 bulan. Para dosen diwajibkan bisa menyelesaikan pelatihan di 3 bulan atau diusahakan kurang. Sehingga memenuhi salah satu kriteria kelulusan pelatihan daring. Jika dosen gagal lulus, maka bisa mendaftar di pelatihan daring periode berikutnya.
4. Menerima Sertifikat Pelatihan DaringÂ
Dosen yang sudah menyelesaikan pelatihan daring dengan baik dan memenuhi kriteria kelulusan. Maka akan menerima sertifikat pelatihan daring. Sesuai ketentuan sertifikat akan diunggah penyelenggara di platform digital tempat dosen mendaftar sebagai peserta.
5. Mendaftar Pelatihan LuringÂ
Dosen yang sudah menerima sertifikat pelatihan daring bisa mendaftar ke pelatihan luring. Pendaftaran mengikuti prosedur yang ditetapkan perguruan tinggi penyelenggara program. Pendaftar juga akan diperiksa dan di seleksi penyelenggara untuk memastikan sudah memenuhi syarat ikut pelatihan.Â
Sesuai ketentuan, dosen memiliki batas waktu maksimal 6 bulan sejak dinyatakan lulus dalam pelatihan daring. Jika mendaftar ke pelatihan luring di atas 6 bulan, maka sertifikat pelatihan daring tidak diakui dan dosen harus mengulang dari awal.
Baca Juga: Panduan Daftar Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 dan Syaratnya
6. Mengikuti Pelatihan LuringÂ
Tahap keenam di dalam alur pelatihan AA dan PEKERTI adalah dosen mengikuti pelatihan luring sesuai ketentuan. Pelatihan luring diselenggarakan langsung di kampus perguruan tinggi penyelenggara dengan durasi 7 hari.
Sekaligus mendapatkan nilai akhir di atas 75 poin. Sehingga baru bisa disebut memenuhi kriteria kelulusan dan bisa menerima sertifikat pelatihan luring.Â
Bagi dosen yang tidak lulus, maka bisa mengulang. Pastikan belum melewati masa 6 bulan dari kelulusan pelatihan daring. Sehingga dosen tidak perlu mengulang pelatihan daring dan bisa langsung mengikuti pelatihan luring.
7. Menerima Sertifikat Pelatihan LuringÂ
Tahap akhir dari proses pelatihan luring adalah menerima sertifikat pelatihan luring. Sertifikat diterbitkan perguruan tinggi penyelenggara dan dikirimkan langsung ke dosen yang menjadi peserta serta memenuhi kriteria kelulusan.
Tips Lulus Pelatihan AA dan PEKERTI
Meskipun dosen sudah memenuhi persyaratan dan sudah mengikuti alur pelatihan AA dan PEKERTI. Resiko dinyatakan tidak lulus tetap ada. Lalu, bagaimana solusinya? Berikut beberapa tips agar peluang lulus lebih optimal:Â
1. Memastikan Mengikuti Seluruh Alur Pelatihan AA dan PEKERTIÂ
Dosen perlu mempersiapkan fisik dan mental mengikuti pelatihan. Tujuannya agar dosen memahami betul harus mengikuti seluruh kegiatan pelatihan.Â
Jika tidak, maka salah satu kriteria kelulusan tidak terpenuhi. Dosen harus mengulang pelatihan yang tentu tidak efisien dari semua aspek sumber daya. Manajemen waktu dan tugas sangat penting agar seluruh kegiatan pelatihan bisa diikuti dengan baik.
2. Menjaga Absensi Tetap BaikÂ
Tips yang kedua adalah menjaga absensi tetap baik. Dalam pelaksanaan PEKERTI dan AA, dosen bisa saja mengajukan izin karena satu dan lain hal. Jika sesuai ketentuan, maka tentu izin diberikan untuk absen dalam pelatihan.
Hanya saja, absensi ini ada batas maksimalnya. Jika dosen absen terlalu sering maka akan dianggap tidak mengikuti seluruh kegiatan pelatihan. Sehingga tidak optimal dan dinyatakan tidak lulus.
3. Fokus dan Serius Selama Mengikuti PelatihanÂ
Tips yang ketiga, dosen harus menjaga fokus agar lebih mudah memahami penjelasan instruktur maupun fasilitator. Hal ini penting karena setiap materi selesai dipaparkan, akan diikuti pemberian tugas.
Tugas ini tentunya bersifat analisis dan praktek langsung. Misalnya tugas menyusun RPS berbasis OBE. Jadi, jika dosen asal ikut dan tidak fokus. Resikonya tidak paham penjelasan instruktur dan nilai tugas tidak optimal. Dampaknya nilai akhir bisa di bawah 75 poin dan dosen dinyatakan tidak lulus.Â
4. Meluangkan Waktu untuk Belajar UlangÂ
Tips keempat, dosen harus bersedia meluangkan waktu untuk belajar. Pasca pendaftaran, dosen sudah menerima modul pelatihan. Jadi setelah mengikuti pelatihan bisa belajar mandiri.
Baik mengulang materi yang dipaparkan di hari yang sama, maupun mempelajari materi berikutnya sebagai persiapan. Pemahaman materi penting agar tugas dikerjakan dengan baik dan benar supaya nilai yang diraih juga optimal.
5. Mengerjakan Tugas dengan Baik dan DisiplinÂ
Selanjutnya, dosen wajib mengerjakan tugas dengan baik dan benar serta disiplin. Hindari kebiasaan menunda pekerjaan, karena tugas bisa menumpuk. Tugas tidak diberikan sesuai mood instruktur, melainkan setelah materi selesai dipaparkan.
Dalam sesi pelatihan daring dan luring ada belasan materi. Jika ditunda pengerjaannya, dijamin menumpuk. Nilai tugas bisa tidak optimal karena dikerjakan buru-buru. Sehingga resiko tidak lulus lebih besar.
6. Mengoptimalkan Hasil Tes SumatifÂ
Tips agar lulus PEKERTI dan AA berikutnya adalah mengoptimalkan hasil tes sumatif. Tes sumatif adalah tes tahap akhir yang dilalui peserta setelah menyelesaikan pelatihan daring dan luring. Tes ini bertujuan mengukur pemahaman konseptual dosen dan kemampuan analisis kasus.
Jadi, pastikan fokus selama mengikuti pelatihan. Kemudian serius mengerjakan tugas dan belajar giat. Sehingga nilai tes sumatif optimal dan memperbesar peluang lulus pelatihan.
7. Memahami dan Memenuhi Komponen Utama PenilaianÂ
Tips lainnya, dosen perlu memahami komponen utama penilaian pelatihan. Selanjutnya berusaha untuk bisa memenuhi komponen utama penilaian tersebut. Sesuai juknis, komponen utama yang dinilai adalah:
- Hasil tes sumatif (tes tahap akhir),Â
- Kualitas produk pembelajaran yang disusun oleh peserta (misalnya RPS).Â
- Presentasi micro teaching.Â
Melalui beberapa tips tersebut, peluang lulus pelatihan AA maupun pelatihan PEKERTI akan terbuka lebih lebar. Dosen pun bisa menikmati proses pelatihan dengan jatuh bangunnya. Sebab paham betul pelatihan tersebut penting bagi dosen.
Sekali ikut pelatihan, manfaatnya bisa sampai masa pensiun. Sebab keduanya bertujuan mengasah kompetensi pedagogik dosen. Kompetensi tersebut yang akan digunakan dosen dalam melaksanakan tugas pengajaran selama masa pengabdian. Jadi, pastikan menyiapkan diri yang salah satunya dengan mempelajari alur pelatihan AA dan PEKERTI.
sumber:
- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (2026). Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 35/B/KPT/2026 Tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional dan Applied Approach. https://lldikti3.kemdiktisaintek.go.id/wp-content/uploads/2026/04/35_B_KPT_2026.pdf
- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (2026). Slide Presentasi Sosialisasi Penyelenggaraan PEKERTI & AA 2026. https://lldikti16.kemdiktisaintek.go.id/wp-content/uploads/2026/04/PPT_Sosialisasi_Juknis_PEKERTI_AA.pdf
- Regita, N. (2025). Pelatihan PEKERTI dan AA: Cara Efektif Meningkatkan Kompetensi Dosen. Diakses pada 8 Mei 2026 dari https://suteki.co.id/pelatihan-pekerti-dan-aa-cara-efektif-meningkatkan-kompetensi-dosen/

